Senin, 24 Juli 2017

Melatih Kemandirian | DAY 6

Diposting oleh Rati Rahmawati di 23.53 0 komentar Link ke posting ini
Bismillaah..

Hari ke 6 dalam melatih kemandirian Ghaza kali ini masih tentang melatih Ghaza makan sendiri dan mencuci tangan dengan bantuan. Dan besok sy akan mulai fokus melatih Ghaza untuk membaca "basmallah" sebelum makan dan minum, juga melatih Ghaza untuk berjalan sendiri tanpa bantuan. Tentu saja hal ini bukan krn sy merasa berhasil dlm melatih Ghaza makan sendiri dan mencuci tangan, insya Allah hal tsb akan ttp sy lakukan bersama Ghaza.
Sy melihat Ghaza sekarang lebih suka makan sendiri dibanding disuapi. Jd sy berusaha untuk lebih percaya kepada Ghaza bahwa dia bisa. Meskipun kdg tdk tega melihat Ghaza yg menyuap makanan ke mulutnya tp lebih banyak yg tumpah dan harus banyak bersabar krn aktivitas itu cukup memakan waktu lama.
Bukan hanya itu, sabar juga dibutuhkan dalam membantu Ghaza mencuci tangan, hal yang mudah di awal-awal tantangan ini menjadi semakin berat krn Ghaza semakin suka main air hehe Jadi sy berusaha untuk mencari ide membujuk Ghaza menyudahi cuci tangannya tanpa harus membohonginya. Saya Percaya seperti halnya orang dewasa, anak kecil pun tak ingin dibohongi. Dan bukankah sebagai orang tua kita harus memberikan teladan ? ^^
Alhamdulillah.. Semuanya jd terasa ringan jika disyukuri. Sy merasa menjadi semakin dekat dgn Ghaza mungkin krn sy menikmati proses mencari ide buat aktivitas melatih kemandiriaan Ghaza ini dan juga krn waktu makannya yg lama, sy lebih banyak bercerita dan memberikan pujian pada Ghaza. Ghaza jg menjadi lebih peercaya diri dan senang makannya. Bahkan meski Ghaza sdh selesai makan, kalau dia melihat sy makan Ghaza akan minta makan lagi sambil berkata,"mam mam" ^^

Ini Ghaza saat makan siang dan camilan Ubi goreng.. Terlihat kan serius dan senangnya Ghaza 😊 Umma percaya pada Ghaza nak, ayo kita kerjasama buat Tantangan² selanjutnya nak 😘



Palu, 24 Juli 2017
Rati Rahmawati | Ummu Ghaza
Kelas Bunda Sayang 2 Sulawesi




#Rahmawati
#Day6
#GameLevel2
#Tantangan10Hari
#KuliahBunSayIIP
#MelatihKemandirian
#ForThingsToChangeIMustChangeFirst





Minggu, 23 Juli 2017

Melatih Kemandirian | DAY 5

Diposting oleh Rati Rahmawati di 23.04 0 komentar Link ke posting ini
Bismillaah..
Hari ke 5 di #Tantangan10Hari hari kali ini dilakukan di luar rumah. Hari ini kami bersafar keluar kota untuk menghadiri walimahan kenalan suami dan melayat ke rumah duka kenalan kami.

Selama dalam perjalanan ada saat dimana Ghaza makan sendiri dan sy suapi. Kali ini sy menemukan perbedaan antara keduanya, sepertinya seminggu lebih latihan makan sendiri ini membuat Ghaza lebih suka makan sendiri dibanding di suapi. Tadi saat sy suapi dgn berharap bs cepat dan kami bs segera melanjutkan perjalanan, Ghaza lebih banyak menolak dgn GTM dan menggeleng-geleng. Awalnya sy pikir karena Ghaza masih kenyang. Saat singgah makan sebelum pulang, awalnya saya coba suapi, Ghaza menggeleng, lalu sy coba beri Ghaza sendok dan alhamdulillah Ghaza mau makan.


Alhamdulillah 'ala kulli haal.
Sepertinya Ghaza mulai terbiasa dengan rutinitas makan sendirinya. Meskipun ditengah-tengah makannya selalu saya suapi sesekali, namun sy mulai menyadari hari ini bahwa Ghaza senang makan sendiri ^^
Oia, ini krn lg safar dan jarang pegang Handphone, jd adegan makan kali ini tdk sempat diabadikan hehe maafkan 🙏🙏🙏



Palu, 23 Juli 2017
Rati Rahmawati | Ummu Ghaza
Kelas Bunda Sayang 2 Sulawesi



#Rahmawati
#Day5
#GameLevel2
#Tantangan10Hari
#KuliahBunSayIIP
#MelatihKemandirian
#ForThingsToChangeIMustChangeFirst




Sabtu, 22 Juli 2017

Melatih Kemandirian | DAY 4

Diposting oleh Rati Rahmawati di 23.50 0 komentar Link ke posting ini
Bismillaah..
Hari ke 4 #Tantangan10Hari dalam melatih kemandirian kali ini rasanya masih susah susah gampang. Sy paham bahwa tdk akan instan dalam melatih Ghaza mau duduk tenang mengingat usianya saat ini yang masih 14bulan. Tapi sy berusaha sebisa mungkin untuk membuat Ghaza diam d tempat saat makan.

Untuk menyiasati agar Ghaza diam ditempat saat makan, kali ini saya mendudukkannya di kereta duduknya dan mengunci roda keretanya. Alhamdulillah Ghaza tdk bosan krn sambil sy temani makan dan bercerita sambil sesekali memberi pujian dan bertepuk tangan saat Ghaza berhasil menyuap makanan ke mulutnya. Untuk latihan mencuci tangannya, Ghaza suka mencuci tangan tapi lebih suka main air. Jadi kalau cuci tangan suka lama dan banyak ekstranya hehe

Alhamdulillah.. Sy sangat bersyukur dengan tantangan² yang diberikan di kelas Bunda Sayang ini. Krn "memaksa" sy menemukan ide dan berkreasi sebisa mungkin dalam mendidik Ghaza. Saya berharap akan lebih banyak lagi ibu² yang mau dan siap belajar bersama IIP.


Palu, 22 Juli 2017
Rati Rahmawati | Ummu Ghaza
Kelas Bunda Sayang 2 Sulawesi 






#Rahmawati
#Day4
#GameLevel2
#Tantangan10Hari
#KuliahBunSayIIP
#MelatihKemandirian

#ForThingsToChangeIMustChangeFirst

Jumat, 21 Juli 2017

Melatih Kemandirian | DAY 3

Diposting oleh Rati Rahmawati di 21.42 0 komentar Link ke posting ini
Bismillaah..
Setoran ke 3 untuk #Tantangan10Hari nelatih kemandirian anak. Sebenarnya ini bukan hari ke 3 bagi saya dan Ghaza karena meskipun beberapa hari kemarin saya tidak sempat untuk mengetik dan setoran tapi Alhamdulillah saya bisa konsisten melatih Ghaza dalam makan dan cuci tangan dengan bantuan.

Banyak tantangan dalam melatih kemandirian anak kali ini, yaah jelas saja karena namanya juga tantangan yah hehe. Lagi-lagi saya masih harus berlapang dada untuk menambah pekerjaan rumah karena melatih Ghaza makan sendiri berarti merapikan makanan dan minuman yang berserakan, memandikan Ghaza setelahnya dan lain lain yang bertentangan dengan efektifitas waktu bagi IRT hehe. Setiap harinya saya mencari cara agar bisa meminimalisir hal-hal tersebut.
Sekarang Ghaza sudah mulai mau diam makan di tempat, karena saya berusaha untuk melakukan hal baru bagi Ghaza sambil menemaninya makan. Pernah saya menemaninya makan sambil membuat sayur, dan Ghaza ikut menyuapi sayur sambil makan ^^ Atau menyediakan beberapa jenis sendok dan Ghaza makan sambil menukar-nukar sendoknya. Saya mencari cara agar setidaknya makanan yang ditumpahkan Ghaza tidak berceceran ke mana-mana.

Alhamdulillah ‘ala kulli haal…
Saya percaya bahwa “Akan selalu ada jalan bagi hati yang berkemauan” (Anonim). Meskipun saya tidak berharap di usia yang sekarang Ghaza bisa makan sendiri tanpa bantuan, tapi saya percaya melatihnya makan sendiri sejak dini akan melatih kemandiriannya pula. Apa yang kita upayakan tidak akan pernah sia-sia Ghaza nak, jadi anak yang mandiri ya nak. Umma sayang Ghaza :*




Palu, 21 Juli 2017
Rati Rahmawati | Ummu Ghaza
Kelas Bunda Sayang 2 Sulawesi

#Rahmawati
#Day3
#GameLevel2
#Tantangan10Hari
#KuliahBunSayIIP
#MelatihKemandirian
#ForThingsToChangeIMustChangeFirst





Minggu, 16 Juli 2017

Bersama Tamyiz, Romadhon Karim

Diposting oleh Rati Rahmawati di 23.54 0 komentar Link ke posting ini


Besok anak² mulai kembali masuk sekolah yaa.. Alhamdulillah besok sy juga kembali masuk kelas..
Kelas Tamyiz #9Y 😍😍😍 Belajar tamyiz, belajar cara menerjemahkan ayat Al-Qur'an kata per kata. Awalnya sy berniat mengikuti kelas ini krn merasa sama sekali kurang ilmu sbg seorang Madrasah Utama bagi Ghaza. Apa yg akan sy berikan kpd Ghaza kalau sy sendiri tdk punya apa²? Begitu pikirku, yg selalu menguatkan untuk ttp bertahan di kelas dgn cobaan² dlm belajar.

Ini online dan gratis loh, jd cocok sekali buat siapa sj yg ingin belajar. Level 1nya di isi dgn materi diawal, menghafal kosakata melalui lagu dan mulai belajar menerjemahkan diakhir hingga ujian.
Alhamdulillah skrg sy sdh masuk level 2 dan semakin menantang, krn setiap hari harus menerjemahkan 1 ayat dan mengingat kosakata² baru.

Hampir 2 bulan libur Tamyiz ini, tapi tdk bagi yg mengikuti kelas Romadhon selama bbrapa minggu. Termasuk saya, dan ini sertifikatnya 😍
Lumayan juga tantangan selama kelas Romadhon kemarin.. Tapi dgn begitu lebih banyak kosakata dan pejaran baru.. Nilai ini jangan dikira tinggi yah, krn di kelas sy hampir semua nilainya 100. Sy sj yang banyak lemahnya hehe

Mohon doanya, smg ilmu ini berkah, bermanfaat dan menjadi penolong di hari nanti..

Melatih Kemandirian | DAY 2

Diposting oleh Rati Rahmawati di 23.44 0 komentar Link ke posting ini



Bismillaah..
Hari ke 2 #Tantangan10Hari melatih kemandirian Ghaza, masih dalam tahap belajar makan sendiri dan mencuci tangan dengan bantuan. Entah kenapa hari ini rasanya lebih berat dari latihan Ghaza kemarin. Ghaza lebih aktif terutama saat makan, mulai dari lantai dan kakinya yang disuapi, selalu merangkak pergi meninggalkan makanannya, dan melempar gelas kakak sepupunya sampai-sampai Umma harus mengepel lantai dapur :D haha

Tuh kan, salah satu hal yang sy khawatirkan terjadi hari ini, yaitu menambah pekerjaan. Tetapi itu tidak menjadi masalah karena masih bisa diatasi, yang harus sy cari solusinya adalah bagaimana caranya agar Ghaza bisa makan lebih lahap. Karena kalau makan sendiri, Ghaza banyak mainnya dan sedikit makannya. Saya suka gemes sendiri sambil masih curi-curi kesempatan untuk menyuapi Ghaza dan membujuknya dengan segala cara. Salah satunya seperti foto di atas hehe

Mencuci tangan kali ini pun rasanya lebih berat dari hari pertama kemarin. Tadi Ghaza maunya main sabun bahkan sempat mengoleskan sabun ke pipinya. Waduh, Alhamdulillah tidak sampai kena mata. Huhuhu pelajaran buat saya agar lebih berhati-hati lagi dan lagi.

Alhamdulillah ‘ala kulli haal..
Meskipun rasanya lebih berat dari kemarin, tetap saja terasa ringan setelah dijalani dan dikenang kembali seperti ini. Sy masih harus banyak bersabar dan belajar, toh ini masih hari ke 2. Belum ada apa-apanya dengan waktu-waktu yang akan kami habiskan bersama kedepannya insya Allah ^^


Palu, 16 Juli 2017
Rati Rahmawati | Ummu Ghaza
Kelas Bunda Sayang 2 Sulawesi






#Rahmawati
#Day2
#GameLevel2
#Tantangan10Hari
#KuliahBunSayIIP
#MelatihKemandirian
#ForThingsToChangeIMustChangeFirst


Melatih Kemandirian | DAY 1

Diposting oleh Rati Rahmawati di 00.00 0 komentar Link ke posting ini



Bismillaah..
Yang dinanti-nantikanpun tiba, yup #Tantangan10Hari ini sangat saya rindukan setelah liburan lebaran berakhir. Kali ini ilmu yang harus diamalkan adalah tentang melatih kemandirian pada anak. Setelah materi disampaikan di grup, saya langsung berazzam untuk melatih Ghaza makan sendiri. Yaaah, sebenarnya menurut yang saya baca bahwa melatih anak makan sendiri sudah bisa mulai dibiasakan saat anak mulai MPASI, tapi sayangnya sy jarang prakteknya :D

Alasannya banyak bunda, sekali lagi, ini hanya alasan hehe :D Klo Ghaza makan sendiri : Bajunya belepotan, makanannya berserakan, tangan sampai kepala jadi bau, harus mandi setelahnya, lebih banyak mainnya, memakan waktu yang lama, kerjaan rumah bertambah, dll, dll. Alasan ibu-ibu sekali yah :D

Saya sama sekali tak ingin anak menjadi manja, krn sy paham bahwa sy dan suami tidak akan selamanya bersama anak-anak. Untuk hal-hal lain, saya sudah berusaha melatih kemandirian Ghaza sejak dini. 13 bulan ini, Ghaza sudah bisa main sendiri tanpa ditemani meskipun kadang sama sekali tidak mau lepas dari saya tapi wajar bagi anak seusianya yang masih sangat bergantung pada ASI. Ghaza sudah bisa minum sendiri, letakkan saja gelas minumnya di tempat yang bisa dijangkaunya, saat haus maka Ghaza akan mengambil gelasnya, membuka tutupnya, lalu minum sendiri. Setiap melakukan sesuatu yang dianggapnya (sy anggap) kotor, Ghaza akan langsung membersihkan tangannya dgn cara (yg sy ajarkan) menepuk-nepuk kedua tangannya tanpa diminta. Meskipun begitu, tetap saja ada hal-hal yang belum saya latih akibat kurangnya sy sbg ibu. Maka list kemandirian yang akan saya latih : 1) Makan sendiri, 2) Mencuci tangan dengan bantuan, 3) Mengucap “Bismillaah” sebelum makan dan minum, 4) Berjalan beberapa langkah tanpa bantuan

Mulai hari ini sampai seminggu ke depan, saya akan mulai dengan melatih Ghaza makan sendiri dan mencuci tangan dengan bantuan. Dan alhamdulillah Ghaza mau makan sendiri, tentu saja dengan drama mulai dari kepala yang bau sup sampai kaki yang masuk ke dalam piring. Ruaar biasa, Alhamdulillah anak aktif Umma :* Untuk mencuci tangan dengan bantuan, Ghaza sudah mulai bisa mengikuti arahan-arahan sy dalam mencuci tangan, mungkin krn sudah sering mengelap tangan sendiri saat main yang kotor-kotor. Selain itu juga karena saya berusaha untuk terus sounding ke Ghaza, terutama saat menonton kartun yang ada adegan cuci tangannya sambil mengikuti gerakan cuci tangan.

Alhamdulillaah ‘ala kulli haal..
Ternyata “berani kotor itu baik” bisa jd mantra ajaib untuk menghapus kekhawatiran ibu-ibu banyak alasan seperti saya. Umma masih belajar Ghaza nak, Maafkan segala kekurangan Umma yaa nak.. Semoga Umma bisa amanah dan dapat mempertanggungjawabkan kewajiban Umma sbg Madrasah Utamamu nak..
Alhamdulillaah.. Senang dan penuh syukur bisa menjadi bagian dari IIP, rumah bagi para ibu pembelajar.. Teriring doa bagi para Fasil hingga founder yang sepenuh hati membina kami :* :* :*


Palu, 15 Juli 2017
Rati Rahmawati | Ummu Ghaza
Kelas Bunda Sayang 2 Sulawesi


#Rahmawati
#Day1
#GameLevel2
#Tantangan10Hari
#KuliahBunSayIIP
#MelatihKemandirian
#ForThingsToChangeIMustChangeFirst

Sabtu, 17 Juni 2017

Komunikasi Produktif | DAY 10

Diposting oleh Rati Rahmawati di 23.32 0 komentar Link ke posting ini
Bismillaah..
Akhirnya sampai pada hari terakhir #Tantangan10Hari komunikasi produktif (komprod) ke anak, alhamdulillaah..
Meskipun tidak bisa menerapkan semua poin komprod yang ada, tapi saya cukup puas dengan beberapa poin komprod yang saya pelajari dan berusaha untuk terapkan ke Ghaza. Saya bersyukur bisa belajar, dan memetik hikmah dari hasil pelajaran tersebut. Jika tanpa tantangan seperti ini, mungkin pelajaran hanya akan sekedar jadi pelajaran tanpa ada hikmah dalam tiap kesempatan dan hari-hari yang dilalui bersama Ghaza.

Alhamdulillah hari ini berlalu dengan emosi yang aman terkendali, hehe Karena sy tau bahwa sy tidak bisa berada dibawah tekanan, maka dengan mempraktekkan tips dan trik kemarin sy bisa lebih santai menanggapi segala keriuhan Ghaza tanpa harus kejar-kejaran dengan pekerjaan rumah. Alhamdulillah suami mengerti dan sepakat untuk menjadikan anak prioritas utama dan pertama. Ditambah semalam saya sempat mendengar video Bu Septi yang berkata bahwa untuk menjaga kewarasan sebagai seorang ibu, janganlah menjadi seperti orang dewasa di hadapan anak-anak, jadilah seperti mereka dan masuk ke dunia mereka. Karena itu saya berusaha untuk masuk bermain dalam keriuhan Ghaza. Lalu melibatkan Ghaza dalam pekerjaan kecil seperti merapikan kamar dan tempat tidur.

Anak usia setahun ini sudah pintar menanggapi perintah untuk mengambil benda-benda kecil disekitarnya, tentu saja dengan poin KISS dan suara yang ramah. Hal ini saya manfaatkan agar Ghaza bisa membantu saya merapikan mainannya yg berserakan di tempat tidur atau kamar. Pujian, pelukan dan ciuman akan dia dapatkan setelah itu, dan bahagia yang saya rasakan juga terlihat dalam senyum/ketawa Ghaza. Alhamdulillaah :*

Sore ini saya dan Ghaza ikut acara bukber bersama keluarga. Saya sempat khawatir mengingat rewelnya Ghaza di rumah seperti apa. Tapi Alhamdulillah, Ghaza bisa beradaptasi dengan baik meskipun awalnya sempat tidak mau ditinggal. Ghaza ceria, suka salim oma-oma dan opa-opanya, main bareng aunty, imi dan ammahnya, lahap makannya, dan tentu saja AKTIF ^^

Saking asiknya main dan berkegiatan bersama Ghaza hari ini, saya sampai lupa foto atau merekamnya. Tapi tak apa, karena saya benar-benar bahagia untuk hari ini. Saya tau bahwa bahagia hari ini tidak akan menjamin tak ada keluhan atau kesedihan di hari esok, dapat mengendalikan emosi hari ini pun tidak menjamin besok atau lusa akan tetap seperti ini. Maka tak ada alasan untuk berleha-leha, karena masih banyak hal yang harus dilatih agar menjadi kebiasaan baik, masih banyak hal yang harus dipelajari sebagai madrasah utama bagi anak-anakku.

Semoga kita bisa istiqomah untuk terus belajar dan memperbaiki diri dalam sabar dan syukur yaa bunda-bunda sholihah.. Beruntung dipertemukan Allah dengan Keluarga Besar Institut Ibu Profesional, menimba ilmu bersama ibu-ibu pembelajar, berharap menjadi amal jariyah atas ilmu dan segala keteladanan yang kami amalkan.. aamiin



Palu, 17 Juni 2017
Rati Rahmawati | Ummu Ghaza
Kelas Bunda Sayang 2 Sulawesi


#Level1
#Day10
#Tantangan10Hari
#KomunikasiProduktif
#KuliahBunSayIIP
#MengendalikanEmosi
#UmmaPembelajar
#MerinduSurga

Jumat, 16 Juni 2017

Komunikasi Produktif | DAY 9

Diposting oleh Rati Rahmawati di 23.49 0 komentar Link ke posting ini


Bismillaah..
Tidak terasa #Tantangan10Hari ini akan berakhir besok.. Bisa masuk sampai ke hari 9 adalah sesuatu yang luar biasa bagi saya. Karena sy termasuk orang yang susah untuk bisa melakukan sesuatu rutin sesuai jadwal, sy lupa istilahnya apa hehe

Mengingat pepatah lama, “Ala bisa karena biasa”, segala sesuatu yang terus dilatih untuk menjadi kebiasaan, lama kelamaan akan mahir. Mungkin kita sering mendengar seseorang yang menolak untuk berubah dengan alasan karena sudah menjadi kebiasaan. Tapi bukankah kebiasaan bisa dirubah dengan kebiasaan pula ? Susah memang, iya susah jika cuma dibiasakan sehari dua hari atau seminggu dua minggu. Aaah, “akan selalu ada jalan bagi hati yang berkemauan”..

Hampir seminggu lebih saya belajar bersabar dan melatih mengendalikan emosi pada anak saya, Ghaza (1y24d). Ternyata salah satu penyebab emosi tidak stabil seminggu ini adalah PMS hihi dan ketahuan setelah haidnya datang. Tapi tentu saja itu tidak harus dijadikan alasan buat berleha-leha tanpa belajar. Salah satu hal di kelas Matrikulasi yang selalu saya ingat dan praktekkan di masa belajar seperti ini adalah kalimat “Pelajari Polanya”. Hal ini sangat ampuh terutama untuk sesuatu yang berulang-ulang seperti aktivitas harian bersama Ghaza.

Saya berusaha memperhatikan apa penyebab Ghaza rewel jika hanya bersama saya di rumah. Hal ini sangat mengganggu krn tidak ada satupun Pekerjaan Rumah (PR) yang beres kalau Ghaza lg ON. Bahkan sekedar berdiri untuk sholat pun, Ghaza akan menangis kencang. Selain itu sy juga memikirkan bagaimana cara agar sy bisa santai menanggapi keaktifan Ghaza dan mengendalikan segala emosi negatif.

Dan setelah praktek hari ini, saya bisa mengendalikan emosi dengan baik jika menekankan pada diri sendiri bahwa :

  • Tidak masalah jika kamar dan rumah berantakan, fokus ke Ghaza
  • Tidak menggunakan target waktu untuk pekerjaan-pekerjaan rumah
  • Minta pengertiaan suami jika pulang kantor kondisi istri dan rumah sama sekali tak berubah :D
  • Masak setelah suami pulang kantor, Ghaza aman bersama abah
  • #AYKTM (Apapun Yang terjadi Kami Tetap Mengaji), tenangkan diri dengan Al-Qur’an

Jika berpikir sebaliknya ? Maka sy harus siap-siap kesal kejar-kejaran waktu antara PR dan Ghaza yang butuh perhatian.

ALhamdulillaah ‘ala kulli haal..
Setiap hari, setiap momen menjadi begitu berarti dengan belajar. Sebenarnya hal diatas mungkin sedikit menyimpang krn walau bagaimanapun seorang Istri harus cerdas membagi waktu agar amanah di rumah dapat selesai. Nah, membagi waktunya itu yang masih tahap belajar. Untuk sekarang sy berusaha untuk menjaga “kewarasan” dan bisa lolos dalam poin “mengendalikan emosi” kali ini. Insya Allah akan terus belajar hingga amanah dan menjadi Ibu dan Istri kebanggaan keluarga. Aamiin

Palu, 16 Juni 2017
Rati Rahmawati | Ummu Ghaza
Kelas Bunda Sayang 2 Sulawesi




#Level1
#Day9
#Tantangan10Hari
#KomunikasiProduktif
#KuliahBunSayIIP
#MengendalikanEmosi
#UmmaPembelajar
#MerinduSurga

Komunikasi Produktif | DAY 8

Diposting oleh Rati Rahmawati di 02.34 0 komentar Link ke posting ini



Bismillaah..
Di hari ke 8 #Tantangan10Hari komprod ke anak hari ini sy masih berusaha untuk mengendalikan emosi. Ternyata susah yaa bund..

Beberapa hari ini entah kenapa Ghaza lg rewel²nya. Kalau Abahnya ke kantor dan tinggal Ghaza dan Umma di rumah, mulailah Ghaza rewel tidak mau ditinggal meski sebentar. Bahkan td, untuk berdiri sholat pun Ghaza menangis sambil teriak². Ya Allah.. Benar² ujian.. Akhir² ini mmg suasananya tepat sekali untuk belajar bersabar dan mengendalikan emosi..

Kalau sy disamping Ghaza, dgn bebasnya Ghaza akan bermain spt biasa. Mulai mondar mandir naik turun kasur, berusaha memanjat meja TV, lempar segala barang, menarik² kabel di meja laptop, dll, dll. Wuuaaaah.. Di hari² biasa sy akan menanggapi aktifnya Ghaza dgn biasa. Tp di saat piring kotor menumpuk, cucian blm dijemur, lantai minta di sapu, dan setumpuk pekerjaan IRT yg tertunda, disitu sy mulai harap² cemas dan risih dgn kondisi tdk berbuat apa² ditengah ke'aktif'an Ghaza..

Meskipun tdk ada teriakkan bernada tinggi, pukulan, dll hari ini, tp sy merasa masih blm bs mengendalikan emosi dgn baik untuk bbrapa adegan pemicu emosi yg dilakukan Ghaza hr ini. Sempat bbrapa kali sy hendak marah ke Ghaza, tp Ghaza yg diberi tahu hanya balik tertawa dgn jari telunjuk diayun ke depan dan belakang meniru sy yg memperingatinya dgn KISS,"Awas.. Awaas". Bukannya marah, sy hanya ikut tertawa bersama Ghaza..

Sepertinya kelemahan sy di bagian itu yaa.. Sy hrs berlatih untuk konsisten pd hal yg baik dan tdk baik untuk Ghaza. Misalnya ketika sy melarangnya untuk memanjat dan mengeluarkan KISS dgn intonasi tegas, maka ekspresi sy pun harus mendukung dan yg paling penting tdk tergoda dengan senyum dan tingkah polos Ghaza..
Maasya Allah, menulis memang sesuatu yg luar biasa. Sy menemukan ide ini sambil menulis tugas tantangan ini. Seharian td tdk terpikirkan loh bund. Alhamdulillah muhasabah malam ini lwt tulisan memberi ide yg hrs dipraktekkan besok! Smg bsk bisa mengendalikan emosi dgn lebih baik dan menemukan lebih banyak tips dan trik untuk memenangkan Ghaza.. Aamiin





Palu, 15 Juni 2017
Rati Rahmawati | Ummu Ghaza
Kelas Bunda Sayang 2 Sulawesi



#Level1
#Day8
#Tantangan10Hari
#KomunikasiProduktif
#KuliahBunSayIIP
#MengendalikanEmosi
#UmmaPembelajar
#MerinduSurga




Rabu, 14 Juni 2017

KOmunikasi Produktif | DAY 7

Diposting oleh Rati Rahmawati di 10.58 0 komentar Link ke posting ini



Bismillaah..

Ini setoran hari ke tujuh untuk #Tantangan10Hari Komunikasi produktif. Seminggu kemarin ikut kegiatan Romadhon, jd tidak sempat untuk menulis tantangannya tapi insya Allah komprod ke anak masih terus dipraktekkan. Awalnya setelah menerapkan pujian ke anak, sy ingin mempraktekkan bagaimana memberikan kritikan ke Ghaza. Namun seminggu kemarin saya benar-benar diuji untuk mengendalikan emosi. Fyuuhh..

Awalnya mengendalikan emosi adalah poin terakhir yang ingin saya terapkan ke Ghaza, mengingat selama ini sy dan Ghaza aman-aman saja bahkan tidak pernah marah. Mungkin krn usia Ghaza yg masih di bawah satu tahun sehingga tidak ada tindakan atau apapun dari Ghaza yang bisa memancing emosi. Tapi sekaraaang, saat Ghaza sudah bisa merangkak ke sana kemari, naik turun tempat tidur sesuka hati, berdiri dan berjalan berpegangan, lempar barang-barang, dan yg paling utama sekarang Ghaza sudah bisa protes untuk sesuatu yg tidak disukainya.

Seminggu kemarin adalah masa-masa sy melatih mengendalikan emosi ke Ghaza krn jadwal ibu rumah tangga bertambah dengan kegiatan diluar, maka tindakan Ghaza yg rewel, protes dan tdk tepat waktu membuat sy menjadi emosi.  Emosi sy berupa keluhan ke Ghaza, atau marah dengan suara ditekan. Alhamdulillah dr beberapa buku parenting yg sy baca, sy tahu dampak buruk teriak-teriak ke anak dan sy sangat berusaha untuk menghindarinya.

Niat untuk memperbanyak ibadah di bulan Romadhon juga menjadi terhambat krn ini Ramadhon pertama sy berpuasa bersama Ghaza, jd sy br merasakan nikmatnya tarawih di rumah diselingi tangisan Ghaza yg bangun sehingga tarawih bisa sampai sejam br selesai, belum lg Qur’an yg dirobek Ghaza saat tadarus, sholat yang harus diulang krn khawatir saat Ghaza merangkak sendiri keluar kamar, dll. Hahaha seperti ini yaa suka duka seorang Ibu saat Romadhon. Meskipun agak sedih krn ibadah tidak maksimal, tp suami selalu mengingatkan bahwa mengurus dan merawat Ghaza pun bagian dr ibadah. Alhamdulillaah ‘ala kulli haal..

Alhamdulillah latihan mengendalikan emosi seminggu kemarin perlahan-lahan mulai berhasil. Sy mulai terbiasa dengan Ghaza yg super aktif saat ini. Saat Ghaza melakukan sesuatu yg dapat memancing emosi, sy menarik napas sebentar lalu menghukumnya dengan ciuman tanpa henti. Misalnya saat tiba-tiba remote TV yg dilempar Ghaza mendarat di mata atau kepala sy, setelah menahan sakit dengan diam sebentar sy katakan,”Ghaza, Umma sakit kena remotenya nak. Jangan main lempar-lempar remote TV yah, berbahaya.”. Sy berusaha menekankan pada diri sendiri bahwa Ghaza belum tahu dan mengerti apa yang dia lakukan. Saat ini Ghaza sangat bergantung pada orang tuanya, terutama sy sebagai Ibunya. Ternyata sy masih harus banyak berlatih bersabar dan mengendalikan emosi. Semakin bertambah usia anak kita, kita pun semakin naik level dengan ujian yg jg semakin naik tentu saja. Smg kita bisa menjadi Ibu yg dapat mengontrol emosi pada anak yaa bunda pembelajar.. aamiin


Palu, 13 Juni 2017
Rati Rahmawati | Ummu Ghaza
Kelas Bunda Sayang 2 Sulawesi



#Level1
#Day7
#Tantangan10Hari
#KomunikasiProduktif
#KuliahBunSayIIP
#MengendalikanEmosi
#UmmaPembelajar
#MerinduSurga






Selasa, 06 Juni 2017

Komunikasi Produktif | DAY 6

Diposting oleh Rati Rahmawati di 20.41 0 komentar Link ke posting ini
JELAS DALAM MEMBERIKAN PUJIAN DAN KRITIKAN




Bismillaah..
Di hari ke 6 #Tantangan10Hari ini, sy melewatinya dengan banyak rasa. Mulai dari khawatir sampai bahagia..

Hari ini Abah Ghaza tidak ke kantor krn harus berangkat perjalanan dinas ba'da dzuhur, jd sy meminta abah untuk menjaga Ghaza selama beberapa jam krn sy ada kegiatan pagi di Mesjid Al-Firdaus dan pulang sblm dzuhur.

Di tempat kegiatan sy sempat khawatir bagaimana Ghaza yg sy tinggal bersama abahnya. Krn selama ini Ghaza yg masih ASI, tdk pernah lepas dr sy. Tp kemudian sy dikirimi foto Ghaza bersama abahnya yg lg ketawa². Maasya Allah.. Hanya melihat foto itu sdh membuat sy senyum² sendiri di tempat kegiatan.. Bahagianya..

Sampai di rumah, sy peluk dan cium Ghaza lalu menerapkan poin komprod kali ini yaitu "Jelas dalam memberikan pujian dan kritikan" dengan memberikannya pujian,"Anak sholih Umma, Ghaza pintar yaa ditinggal Umma di rumah. Anak hebat."

Pujian lainnya hari ini sy berikan saat Ghaza berhasil mengikuti arahan sy untuk mengambil sesuatu. Misalnya di suruh mengambil remot AC di ujung tempat tidur, cukup pakai poin KISS dan bahasa tubuh, maka Ghaza akan dgn tepat mengambil benda yg diminta. Setelah itu, sy akan memujinya dan memeluk atau menciumnya..

Alhamdulillah..
Anak sholih Umma, anak pintar dan mandiri.. Berharap Ghaza menjadi muslih nak, anak sholih lagi mensholihkan.. Aamiin..

Palu, 6 Juni 2017
Rati Rahmawati | Ummu Ghaza
Kelas Bunda Sayang 2 Sulawesi




#Level1
#Day6
#Tantangan10Hari
#KomunikasiProduktif
#KuliahBunSayIIP
#JelasPujian/Kritikan
#UmmaPembelajar
#MerinduSurga

Senin, 05 Juni 2017

Komunikasi Produktif | DAY 5

Diposting oleh Rati Rahmawati di 21.49 0 komentar Link ke posting ini
Menampilkan Day 5 - Bismillaah..
H...

Bismillaah..
Hari ke 5 #Tantangan10Hari Game Level 1 di Kelas Bunda sayang kali ini saya masih menggunakan metode Keep Information Short and Simple (KISS). Meskipun sudah sering sy gunakan dalam komunikasi sehari² pada Ghaza, namun masih ada beberapa tanda larangan yang kadang tidak dituruti Ghaza. Maka sy berniat untuk memahamkan Ghaza bahwa kata "NO" berarti memang tidak boleh dilakukan. Untuk beberapa hal Ghaza akan menurutinya, beda lg jika untuk hal lain yg disenanginya, kata "No" hanya akan bermakna "pause" bagi Ghaza haha

Hari ini saya berfokus pada salah satu hal yang disukai Ghaza dimana kalimat “NO” paling sering dilanggar. Yaitu melarang Ghaza berdiri di salah satu tempat favoritnya, meja TV. Meja TV menjadi salah satu tempat favorit Ghaa berdiri sendiri karena mejanya bersebelahan dengan tempat tidur, paling mudah digapai Ghaza, paling membantu Ghaza untuk berdiri sendiri. Awalnya sih tidak masalah kalau Ghaza mau bermain sambil berdiri di situ, tapi belakangan ini Ghaza mulai suka menarik-narik kabel dari bawah TV, mendorong-dorong TV sampai bergoyang-goyang, menarik kaki TV. Dan larangan paling utama yaitu tidak boleh berdiri jika TV sedang menyala. Namun justru hal itu yang paling disukai Ghaza. Saya berpaling sebentar Ghaza sudah berdiri depan TV sambil menunjuk-nunjuk ke layar TV. Waaaah, berbahaya kan ?

Hari ini, seperti biasa Ghaza hanya akan menengok sebentar lalu lanjut lagi ke arah TV meski kata "No No No" sudah saya sampaikan. Sampai ke tempat TV, saya menggendong Ghaza kembali ke tempatnya semula. Begitu selanjutnya berulang kali, hingga saya berpikir harus melakukan sesuatu untuk memberi pehaman ke Ghaza. Akhirnya saya memilih untuk menyalakan TV, dan tentu saja Ghaza langsung menuju TV. Saya katakan,"No No No", Ghaza berbalik sebentar dan lanjut ke arah TV, lalu saya mematikan TV, Ghaza berbalik ke arah saya dan saya tegaskan lagi,"NO No NO". Lalu saya menggendong Ghaza dan mendudukkannya disebelah saya. Kemudian TV sy nyalakan lg, Ghaza bergegas lg ke arah TV dan saya lakukan hal yang sama seperti sebelumnya, yaitu mematikan TV jika Ghaza tidak mematuhi kata "No" dari saya. Hal itupun terjadi berulang kali siang tadi.

Malam ini, saat Ghaza bersama Abahnya dan sy di dapur, sy mendengar Ghaza sedang menonton kartun Huruf Hijaiya bersama Abahnya. Lalu saat saya masuk kamar dan melihat Ghaza mau menuju ke arah TV, segera saya katakan "No No No" lalu Ghaza berhenti dan bersuara protes antara menggerutu dan hendak menangis, kemudian dengan tenang kembali ke tempat duduknya semula. Saya dan abahnya hanya tertawa melihat Ghaza protes.

Alhamdulillah..
Meskipun saya tidak menyangka bisa berhasil dalam sehari, namun poin KISS pada salah satu aktivitas favorit sekaligus berbahaya bagi Ghaza kali ini berhasil. Tapi masih akan terus sy observasi dan latih lagi agar tidak hanya berhasil malam ini saja ^^
Seperti kata pepatah,"ala bisa karena biasa". Maka Insya Allah yang awalnya tidak bisa akan menjadi bisa jika terus dilatih dan dibiasakan. Bukankah kebaikan kecil yang terus menerus kita lakukan lebih Allah cintai ? Semoga kita bisa terus membiasakan hal-hal baik yaa bunda-bunda sholihah..


Palu, 5 Juni 2017
Rati Rahmawati | Ummu Ghaza
Kelas Bunda Sayang 2 Sulawesi



#Level #Day5 #Tantangan10Hari #KomunikasiProduktif #KuliahBunSayIIP #KISS #UmmaPembelajar #MerinduSurga


Minggu, 04 Juni 2017

Komunikasi Produktif | DAY 4

Diposting oleh Rati Rahmawati di 23.07 0 komentar Link ke posting ini
Keep Information Short and Simple (KISS)

video


Bismillaah..
Memasuki hari ke 4 #Tantangan10Hari dengan tema Komunikasi Produktif (Komprod), rasanya setiap hari berlalu begitu lambat karena berusaha mencari kesempatan untuk menerapkan poin-poin komprod dalam aktivitas bersama Ghaza.

Hari ini saya akan menerapkan poin selanjutnya dalam komprod yaitu Keep Information Short and Simple (KISS). Untuk poin ini, sebelum menerima materinya alhamdulillaah saya sudah menggunakannya dalam bahasa sehari-hari bersama Ghaza. Karena sy pikir, Ghaza mungkin tidak akan mengerti jika saya menggunakan kalimat yang panjang kepadanya.

Beberapa bentuk KISS yang saya gunakan biasanya yaitu :
“No No No” dengan menggerakan telunjuk ke kiri dan kanan. Kata ini sy gunakan untuk melarang Ghaza melakukan sesuatu yang tidak baik/berbahaya. Misalnya Ghaza suka berdiri di depan Print untuk bermain dengan penutup print. Saat Umma bilang,”No No No” Ghaza akan berhenti dan menutup kembali penutupnya. Hal ini kadang berhasil, dan kadang pula hanya berlaku sementara bagi Ghaza.
 “Sayaang.. Sayaang”, Kata ini saya gunakan saat ghaza memukul pipinya, sy melarang dengan kata “No” lalu menirukan hal sebaliknya yaitu mengelus pipinya sambil berkata,”sayaang..sayaang.” Dan Alhamdulillaah berhasil..
"Lap tangan" sambil menepuk perlahan kedua tangannya. Dua kata ini sy gunakan ketika tangan Ghaza kotor, lalu Ghaza akan menepuk² kedua tangannya.

Ada beberapa kata² yg sering sy gunakan dalam bentuk kata yang pendek dan sederhana, dan hal ini memang berhasil dalam bahasa sehari-hari bersama Ghaza. Dan 3 hal di atas yang paling sering sy gunakan hari ini. Insya Allah sy berusaha untuk istiqomah menerapkan poin KISS ini pada Ghaza, dan meminimalisir tenaga ekstra dengan cuap-cuap panjang yang sia-sia hehe

Alhamdulillah 'ala kulli haal..
Terus belajar bersama yaa Ghaza nak.. umma belajar buat Ghaza, dan Ghaza pun belajar buat jd anak sholih bagi Umma dan Abati.. Aamiin

Palu, 4 Juni 2017
Rati Rahmawati | Ummu Ghaza
Kelas Bunda Sayang 2 Sulawesi



#Level1
#Day4
#Tantagan10Hari
#KomunikasiProduktif
#KuliahBunSayIIP
#UmmaPembelajar
#MerinduSurga

Melatih Kemandirian | DAY 6

Bismillaah..

Hari ke 6 dalam melatih kemandirian Ghaza kali ini masih tentang melatih Ghaza makan sendiri dan mencuci tangan dengan bantuan. Dan besok sy akan mulai fokus melatih Ghaza untuk membaca "basmallah" sebelum makan dan minum, juga melatih Ghaza untuk berjalan sendiri tanpa bantuan. Tentu saja hal ini bukan krn sy merasa berhasil dlm melatih Ghaza makan sendiri dan mencuci tangan, insya Allah hal tsb akan ttp sy lakukan bersama Ghaza.
Sy melihat Ghaza sekarang lebih suka makan sendiri dibanding disuapi. Jd sy berusaha untuk lebih percaya kepada Ghaza bahwa dia bisa. Meskipun kdg tdk tega melihat Ghaza yg menyuap makanan ke mulutnya tp lebih banyak yg tumpah dan harus banyak bersabar krn aktivitas itu cukup memakan waktu lama.
Bukan hanya itu, sabar juga dibutuhkan dalam membantu Ghaza mencuci tangan, hal yang mudah di awal-awal tantangan ini menjadi semakin berat krn Ghaza semakin suka main air hehe Jadi sy berusaha untuk mencari ide membujuk Ghaza menyudahi cuci tangannya tanpa harus membohonginya. Saya Percaya seperti halnya orang dewasa, anak kecil pun tak ingin dibohongi. Dan bukankah sebagai orang tua kita harus memberikan teladan ? ^^
Alhamdulillah.. Semuanya jd terasa ringan jika disyukuri. Sy merasa menjadi semakin dekat dgn Ghaza mungkin krn sy menikmati proses mencari ide buat aktivitas melatih kemandiriaan Ghaza ini dan juga krn waktu makannya yg lama, sy lebih banyak bercerita dan memberikan pujian pada Ghaza. Ghaza jg menjadi lebih peercaya diri dan senang makannya. Bahkan meski Ghaza sdh selesai makan, kalau dia melihat sy makan Ghaza akan minta makan lagi sambil berkata,"mam mam" ^^

Ini Ghaza saat makan siang dan camilan Ubi goreng.. Terlihat kan serius dan senangnya Ghaza 😊 Umma percaya pada Ghaza nak, ayo kita kerjasama buat Tantangan² selanjutnya nak 😘



Palu, 24 Juli 2017
Rati Rahmawati | Ummu Ghaza
Kelas Bunda Sayang 2 Sulawesi




#Rahmawati
#Day6
#GameLevel2
#Tantangan10Hari
#KuliahBunSayIIP
#MelatihKemandirian
#ForThingsToChangeIMustChangeFirst





Melatih Kemandirian | DAY 5

Bismillaah..
Hari ke 5 di #Tantangan10Hari hari kali ini dilakukan di luar rumah. Hari ini kami bersafar keluar kota untuk menghadiri walimahan kenalan suami dan melayat ke rumah duka kenalan kami.

Selama dalam perjalanan ada saat dimana Ghaza makan sendiri dan sy suapi. Kali ini sy menemukan perbedaan antara keduanya, sepertinya seminggu lebih latihan makan sendiri ini membuat Ghaza lebih suka makan sendiri dibanding di suapi. Tadi saat sy suapi dgn berharap bs cepat dan kami bs segera melanjutkan perjalanan, Ghaza lebih banyak menolak dgn GTM dan menggeleng-geleng. Awalnya sy pikir karena Ghaza masih kenyang. Saat singgah makan sebelum pulang, awalnya saya coba suapi, Ghaza menggeleng, lalu sy coba beri Ghaza sendok dan alhamdulillah Ghaza mau makan.


Alhamdulillah 'ala kulli haal.
Sepertinya Ghaza mulai terbiasa dengan rutinitas makan sendirinya. Meskipun ditengah-tengah makannya selalu saya suapi sesekali, namun sy mulai menyadari hari ini bahwa Ghaza senang makan sendiri ^^
Oia, ini krn lg safar dan jarang pegang Handphone, jd adegan makan kali ini tdk sempat diabadikan hehe maafkan 🙏🙏🙏



Palu, 23 Juli 2017
Rati Rahmawati | Ummu Ghaza
Kelas Bunda Sayang 2 Sulawesi



#Rahmawati
#Day5
#GameLevel2
#Tantangan10Hari
#KuliahBunSayIIP
#MelatihKemandirian
#ForThingsToChangeIMustChangeFirst




Melatih Kemandirian | DAY 4

Bismillaah..
Hari ke 4 #Tantangan10Hari dalam melatih kemandirian kali ini rasanya masih susah susah gampang. Sy paham bahwa tdk akan instan dalam melatih Ghaza mau duduk tenang mengingat usianya saat ini yang masih 14bulan. Tapi sy berusaha sebisa mungkin untuk membuat Ghaza diam d tempat saat makan.

Untuk menyiasati agar Ghaza diam ditempat saat makan, kali ini saya mendudukkannya di kereta duduknya dan mengunci roda keretanya. Alhamdulillah Ghaza tdk bosan krn sambil sy temani makan dan bercerita sambil sesekali memberi pujian dan bertepuk tangan saat Ghaza berhasil menyuap makanan ke mulutnya. Untuk latihan mencuci tangannya, Ghaza suka mencuci tangan tapi lebih suka main air. Jadi kalau cuci tangan suka lama dan banyak ekstranya hehe

Alhamdulillah.. Sy sangat bersyukur dengan tantangan² yang diberikan di kelas Bunda Sayang ini. Krn "memaksa" sy menemukan ide dan berkreasi sebisa mungkin dalam mendidik Ghaza. Saya berharap akan lebih banyak lagi ibu² yang mau dan siap belajar bersama IIP.


Palu, 22 Juli 2017
Rati Rahmawati | Ummu Ghaza
Kelas Bunda Sayang 2 Sulawesi 






#Rahmawati
#Day4
#GameLevel2
#Tantangan10Hari
#KuliahBunSayIIP
#MelatihKemandirian

#ForThingsToChangeIMustChangeFirst

Melatih Kemandirian | DAY 3

Bismillaah..
Setoran ke 3 untuk #Tantangan10Hari nelatih kemandirian anak. Sebenarnya ini bukan hari ke 3 bagi saya dan Ghaza karena meskipun beberapa hari kemarin saya tidak sempat untuk mengetik dan setoran tapi Alhamdulillah saya bisa konsisten melatih Ghaza dalam makan dan cuci tangan dengan bantuan.

Banyak tantangan dalam melatih kemandirian anak kali ini, yaah jelas saja karena namanya juga tantangan yah hehe. Lagi-lagi saya masih harus berlapang dada untuk menambah pekerjaan rumah karena melatih Ghaza makan sendiri berarti merapikan makanan dan minuman yang berserakan, memandikan Ghaza setelahnya dan lain lain yang bertentangan dengan efektifitas waktu bagi IRT hehe. Setiap harinya saya mencari cara agar bisa meminimalisir hal-hal tersebut.
Sekarang Ghaza sudah mulai mau diam makan di tempat, karena saya berusaha untuk melakukan hal baru bagi Ghaza sambil menemaninya makan. Pernah saya menemaninya makan sambil membuat sayur, dan Ghaza ikut menyuapi sayur sambil makan ^^ Atau menyediakan beberapa jenis sendok dan Ghaza makan sambil menukar-nukar sendoknya. Saya mencari cara agar setidaknya makanan yang ditumpahkan Ghaza tidak berceceran ke mana-mana.

Alhamdulillah ‘ala kulli haal…
Saya percaya bahwa “Akan selalu ada jalan bagi hati yang berkemauan” (Anonim). Meskipun saya tidak berharap di usia yang sekarang Ghaza bisa makan sendiri tanpa bantuan, tapi saya percaya melatihnya makan sendiri sejak dini akan melatih kemandiriannya pula. Apa yang kita upayakan tidak akan pernah sia-sia Ghaza nak, jadi anak yang mandiri ya nak. Umma sayang Ghaza :*




Palu, 21 Juli 2017
Rati Rahmawati | Ummu Ghaza
Kelas Bunda Sayang 2 Sulawesi

#Rahmawati
#Day3
#GameLevel2
#Tantangan10Hari
#KuliahBunSayIIP
#MelatihKemandirian
#ForThingsToChangeIMustChangeFirst





Bersama Tamyiz, Romadhon Karim



Besok anak² mulai kembali masuk sekolah yaa.. Alhamdulillah besok sy juga kembali masuk kelas..
Kelas Tamyiz #9Y 😍😍😍 Belajar tamyiz, belajar cara menerjemahkan ayat Al-Qur'an kata per kata. Awalnya sy berniat mengikuti kelas ini krn merasa sama sekali kurang ilmu sbg seorang Madrasah Utama bagi Ghaza. Apa yg akan sy berikan kpd Ghaza kalau sy sendiri tdk punya apa²? Begitu pikirku, yg selalu menguatkan untuk ttp bertahan di kelas dgn cobaan² dlm belajar.

Ini online dan gratis loh, jd cocok sekali buat siapa sj yg ingin belajar. Level 1nya di isi dgn materi diawal, menghafal kosakata melalui lagu dan mulai belajar menerjemahkan diakhir hingga ujian.
Alhamdulillah skrg sy sdh masuk level 2 dan semakin menantang, krn setiap hari harus menerjemahkan 1 ayat dan mengingat kosakata² baru.

Hampir 2 bulan libur Tamyiz ini, tapi tdk bagi yg mengikuti kelas Romadhon selama bbrapa minggu. Termasuk saya, dan ini sertifikatnya 😍
Lumayan juga tantangan selama kelas Romadhon kemarin.. Tapi dgn begitu lebih banyak kosakata dan pejaran baru.. Nilai ini jangan dikira tinggi yah, krn di kelas sy hampir semua nilainya 100. Sy sj yang banyak lemahnya hehe

Mohon doanya, smg ilmu ini berkah, bermanfaat dan menjadi penolong di hari nanti..

Melatih Kemandirian | DAY 2




Bismillaah..
Hari ke 2 #Tantangan10Hari melatih kemandirian Ghaza, masih dalam tahap belajar makan sendiri dan mencuci tangan dengan bantuan. Entah kenapa hari ini rasanya lebih berat dari latihan Ghaza kemarin. Ghaza lebih aktif terutama saat makan, mulai dari lantai dan kakinya yang disuapi, selalu merangkak pergi meninggalkan makanannya, dan melempar gelas kakak sepupunya sampai-sampai Umma harus mengepel lantai dapur :D haha

Tuh kan, salah satu hal yang sy khawatirkan terjadi hari ini, yaitu menambah pekerjaan. Tetapi itu tidak menjadi masalah karena masih bisa diatasi, yang harus sy cari solusinya adalah bagaimana caranya agar Ghaza bisa makan lebih lahap. Karena kalau makan sendiri, Ghaza banyak mainnya dan sedikit makannya. Saya suka gemes sendiri sambil masih curi-curi kesempatan untuk menyuapi Ghaza dan membujuknya dengan segala cara. Salah satunya seperti foto di atas hehe

Mencuci tangan kali ini pun rasanya lebih berat dari hari pertama kemarin. Tadi Ghaza maunya main sabun bahkan sempat mengoleskan sabun ke pipinya. Waduh, Alhamdulillah tidak sampai kena mata. Huhuhu pelajaran buat saya agar lebih berhati-hati lagi dan lagi.

Alhamdulillah ‘ala kulli haal..
Meskipun rasanya lebih berat dari kemarin, tetap saja terasa ringan setelah dijalani dan dikenang kembali seperti ini. Sy masih harus banyak bersabar dan belajar, toh ini masih hari ke 2. Belum ada apa-apanya dengan waktu-waktu yang akan kami habiskan bersama kedepannya insya Allah ^^


Palu, 16 Juli 2017
Rati Rahmawati | Ummu Ghaza
Kelas Bunda Sayang 2 Sulawesi






#Rahmawati
#Day2
#GameLevel2
#Tantangan10Hari
#KuliahBunSayIIP
#MelatihKemandirian
#ForThingsToChangeIMustChangeFirst


Melatih Kemandirian | DAY 1




Bismillaah..
Yang dinanti-nantikanpun tiba, yup #Tantangan10Hari ini sangat saya rindukan setelah liburan lebaran berakhir. Kali ini ilmu yang harus diamalkan adalah tentang melatih kemandirian pada anak. Setelah materi disampaikan di grup, saya langsung berazzam untuk melatih Ghaza makan sendiri. Yaaah, sebenarnya menurut yang saya baca bahwa melatih anak makan sendiri sudah bisa mulai dibiasakan saat anak mulai MPASI, tapi sayangnya sy jarang prakteknya :D

Alasannya banyak bunda, sekali lagi, ini hanya alasan hehe :D Klo Ghaza makan sendiri : Bajunya belepotan, makanannya berserakan, tangan sampai kepala jadi bau, harus mandi setelahnya, lebih banyak mainnya, memakan waktu yang lama, kerjaan rumah bertambah, dll, dll. Alasan ibu-ibu sekali yah :D

Saya sama sekali tak ingin anak menjadi manja, krn sy paham bahwa sy dan suami tidak akan selamanya bersama anak-anak. Untuk hal-hal lain, saya sudah berusaha melatih kemandirian Ghaza sejak dini. 13 bulan ini, Ghaza sudah bisa main sendiri tanpa ditemani meskipun kadang sama sekali tidak mau lepas dari saya tapi wajar bagi anak seusianya yang masih sangat bergantung pada ASI. Ghaza sudah bisa minum sendiri, letakkan saja gelas minumnya di tempat yang bisa dijangkaunya, saat haus maka Ghaza akan mengambil gelasnya, membuka tutupnya, lalu minum sendiri. Setiap melakukan sesuatu yang dianggapnya (sy anggap) kotor, Ghaza akan langsung membersihkan tangannya dgn cara (yg sy ajarkan) menepuk-nepuk kedua tangannya tanpa diminta. Meskipun begitu, tetap saja ada hal-hal yang belum saya latih akibat kurangnya sy sbg ibu. Maka list kemandirian yang akan saya latih : 1) Makan sendiri, 2) Mencuci tangan dengan bantuan, 3) Mengucap “Bismillaah” sebelum makan dan minum, 4) Berjalan beberapa langkah tanpa bantuan

Mulai hari ini sampai seminggu ke depan, saya akan mulai dengan melatih Ghaza makan sendiri dan mencuci tangan dengan bantuan. Dan alhamdulillah Ghaza mau makan sendiri, tentu saja dengan drama mulai dari kepala yang bau sup sampai kaki yang masuk ke dalam piring. Ruaar biasa, Alhamdulillah anak aktif Umma :* Untuk mencuci tangan dengan bantuan, Ghaza sudah mulai bisa mengikuti arahan-arahan sy dalam mencuci tangan, mungkin krn sudah sering mengelap tangan sendiri saat main yang kotor-kotor. Selain itu juga karena saya berusaha untuk terus sounding ke Ghaza, terutama saat menonton kartun yang ada adegan cuci tangannya sambil mengikuti gerakan cuci tangan.

Alhamdulillaah ‘ala kulli haal..
Ternyata “berani kotor itu baik” bisa jd mantra ajaib untuk menghapus kekhawatiran ibu-ibu banyak alasan seperti saya. Umma masih belajar Ghaza nak, Maafkan segala kekurangan Umma yaa nak.. Semoga Umma bisa amanah dan dapat mempertanggungjawabkan kewajiban Umma sbg Madrasah Utamamu nak..
Alhamdulillaah.. Senang dan penuh syukur bisa menjadi bagian dari IIP, rumah bagi para ibu pembelajar.. Teriring doa bagi para Fasil hingga founder yang sepenuh hati membina kami :* :* :*


Palu, 15 Juli 2017
Rati Rahmawati | Ummu Ghaza
Kelas Bunda Sayang 2 Sulawesi


#Rahmawati
#Day1
#GameLevel2
#Tantangan10Hari
#KuliahBunSayIIP
#MelatihKemandirian
#ForThingsToChangeIMustChangeFirst

Komunikasi Produktif | DAY 10

Bismillaah..
Akhirnya sampai pada hari terakhir #Tantangan10Hari komunikasi produktif (komprod) ke anak, alhamdulillaah..
Meskipun tidak bisa menerapkan semua poin komprod yang ada, tapi saya cukup puas dengan beberapa poin komprod yang saya pelajari dan berusaha untuk terapkan ke Ghaza. Saya bersyukur bisa belajar, dan memetik hikmah dari hasil pelajaran tersebut. Jika tanpa tantangan seperti ini, mungkin pelajaran hanya akan sekedar jadi pelajaran tanpa ada hikmah dalam tiap kesempatan dan hari-hari yang dilalui bersama Ghaza.

Alhamdulillah hari ini berlalu dengan emosi yang aman terkendali, hehe Karena sy tau bahwa sy tidak bisa berada dibawah tekanan, maka dengan mempraktekkan tips dan trik kemarin sy bisa lebih santai menanggapi segala keriuhan Ghaza tanpa harus kejar-kejaran dengan pekerjaan rumah. Alhamdulillah suami mengerti dan sepakat untuk menjadikan anak prioritas utama dan pertama. Ditambah semalam saya sempat mendengar video Bu Septi yang berkata bahwa untuk menjaga kewarasan sebagai seorang ibu, janganlah menjadi seperti orang dewasa di hadapan anak-anak, jadilah seperti mereka dan masuk ke dunia mereka. Karena itu saya berusaha untuk masuk bermain dalam keriuhan Ghaza. Lalu melibatkan Ghaza dalam pekerjaan kecil seperti merapikan kamar dan tempat tidur.

Anak usia setahun ini sudah pintar menanggapi perintah untuk mengambil benda-benda kecil disekitarnya, tentu saja dengan poin KISS dan suara yang ramah. Hal ini saya manfaatkan agar Ghaza bisa membantu saya merapikan mainannya yg berserakan di tempat tidur atau kamar. Pujian, pelukan dan ciuman akan dia dapatkan setelah itu, dan bahagia yang saya rasakan juga terlihat dalam senyum/ketawa Ghaza. Alhamdulillaah :*

Sore ini saya dan Ghaza ikut acara bukber bersama keluarga. Saya sempat khawatir mengingat rewelnya Ghaza di rumah seperti apa. Tapi Alhamdulillah, Ghaza bisa beradaptasi dengan baik meskipun awalnya sempat tidak mau ditinggal. Ghaza ceria, suka salim oma-oma dan opa-opanya, main bareng aunty, imi dan ammahnya, lahap makannya, dan tentu saja AKTIF ^^

Saking asiknya main dan berkegiatan bersama Ghaza hari ini, saya sampai lupa foto atau merekamnya. Tapi tak apa, karena saya benar-benar bahagia untuk hari ini. Saya tau bahwa bahagia hari ini tidak akan menjamin tak ada keluhan atau kesedihan di hari esok, dapat mengendalikan emosi hari ini pun tidak menjamin besok atau lusa akan tetap seperti ini. Maka tak ada alasan untuk berleha-leha, karena masih banyak hal yang harus dilatih agar menjadi kebiasaan baik, masih banyak hal yang harus dipelajari sebagai madrasah utama bagi anak-anakku.

Semoga kita bisa istiqomah untuk terus belajar dan memperbaiki diri dalam sabar dan syukur yaa bunda-bunda sholihah.. Beruntung dipertemukan Allah dengan Keluarga Besar Institut Ibu Profesional, menimba ilmu bersama ibu-ibu pembelajar, berharap menjadi amal jariyah atas ilmu dan segala keteladanan yang kami amalkan.. aamiin



Palu, 17 Juni 2017
Rati Rahmawati | Ummu Ghaza
Kelas Bunda Sayang 2 Sulawesi


#Level1
#Day10
#Tantangan10Hari
#KomunikasiProduktif
#KuliahBunSayIIP
#MengendalikanEmosi
#UmmaPembelajar
#MerinduSurga

Komunikasi Produktif | DAY 9



Bismillaah..
Tidak terasa #Tantangan10Hari ini akan berakhir besok.. Bisa masuk sampai ke hari 9 adalah sesuatu yang luar biasa bagi saya. Karena sy termasuk orang yang susah untuk bisa melakukan sesuatu rutin sesuai jadwal, sy lupa istilahnya apa hehe

Mengingat pepatah lama, “Ala bisa karena biasa”, segala sesuatu yang terus dilatih untuk menjadi kebiasaan, lama kelamaan akan mahir. Mungkin kita sering mendengar seseorang yang menolak untuk berubah dengan alasan karena sudah menjadi kebiasaan. Tapi bukankah kebiasaan bisa dirubah dengan kebiasaan pula ? Susah memang, iya susah jika cuma dibiasakan sehari dua hari atau seminggu dua minggu. Aaah, “akan selalu ada jalan bagi hati yang berkemauan”..

Hampir seminggu lebih saya belajar bersabar dan melatih mengendalikan emosi pada anak saya, Ghaza (1y24d). Ternyata salah satu penyebab emosi tidak stabil seminggu ini adalah PMS hihi dan ketahuan setelah haidnya datang. Tapi tentu saja itu tidak harus dijadikan alasan buat berleha-leha tanpa belajar. Salah satu hal di kelas Matrikulasi yang selalu saya ingat dan praktekkan di masa belajar seperti ini adalah kalimat “Pelajari Polanya”. Hal ini sangat ampuh terutama untuk sesuatu yang berulang-ulang seperti aktivitas harian bersama Ghaza.

Saya berusaha memperhatikan apa penyebab Ghaza rewel jika hanya bersama saya di rumah. Hal ini sangat mengganggu krn tidak ada satupun Pekerjaan Rumah (PR) yang beres kalau Ghaza lg ON. Bahkan sekedar berdiri untuk sholat pun, Ghaza akan menangis kencang. Selain itu sy juga memikirkan bagaimana cara agar sy bisa santai menanggapi keaktifan Ghaza dan mengendalikan segala emosi negatif.

Dan setelah praktek hari ini, saya bisa mengendalikan emosi dengan baik jika menekankan pada diri sendiri bahwa :

  • Tidak masalah jika kamar dan rumah berantakan, fokus ke Ghaza
  • Tidak menggunakan target waktu untuk pekerjaan-pekerjaan rumah
  • Minta pengertiaan suami jika pulang kantor kondisi istri dan rumah sama sekali tak berubah :D
  • Masak setelah suami pulang kantor, Ghaza aman bersama abah
  • #AYKTM (Apapun Yang terjadi Kami Tetap Mengaji), tenangkan diri dengan Al-Qur’an

Jika berpikir sebaliknya ? Maka sy harus siap-siap kesal kejar-kejaran waktu antara PR dan Ghaza yang butuh perhatian.

ALhamdulillaah ‘ala kulli haal..
Setiap hari, setiap momen menjadi begitu berarti dengan belajar. Sebenarnya hal diatas mungkin sedikit menyimpang krn walau bagaimanapun seorang Istri harus cerdas membagi waktu agar amanah di rumah dapat selesai. Nah, membagi waktunya itu yang masih tahap belajar. Untuk sekarang sy berusaha untuk menjaga “kewarasan” dan bisa lolos dalam poin “mengendalikan emosi” kali ini. Insya Allah akan terus belajar hingga amanah dan menjadi Ibu dan Istri kebanggaan keluarga. Aamiin

Palu, 16 Juni 2017
Rati Rahmawati | Ummu Ghaza
Kelas Bunda Sayang 2 Sulawesi




#Level1
#Day9
#Tantangan10Hari
#KomunikasiProduktif
#KuliahBunSayIIP
#MengendalikanEmosi
#UmmaPembelajar
#MerinduSurga

Komunikasi Produktif | DAY 8




Bismillaah..
Di hari ke 8 #Tantangan10Hari komprod ke anak hari ini sy masih berusaha untuk mengendalikan emosi. Ternyata susah yaa bund..

Beberapa hari ini entah kenapa Ghaza lg rewel²nya. Kalau Abahnya ke kantor dan tinggal Ghaza dan Umma di rumah, mulailah Ghaza rewel tidak mau ditinggal meski sebentar. Bahkan td, untuk berdiri sholat pun Ghaza menangis sambil teriak². Ya Allah.. Benar² ujian.. Akhir² ini mmg suasananya tepat sekali untuk belajar bersabar dan mengendalikan emosi..

Kalau sy disamping Ghaza, dgn bebasnya Ghaza akan bermain spt biasa. Mulai mondar mandir naik turun kasur, berusaha memanjat meja TV, lempar segala barang, menarik² kabel di meja laptop, dll, dll. Wuuaaaah.. Di hari² biasa sy akan menanggapi aktifnya Ghaza dgn biasa. Tp di saat piring kotor menumpuk, cucian blm dijemur, lantai minta di sapu, dan setumpuk pekerjaan IRT yg tertunda, disitu sy mulai harap² cemas dan risih dgn kondisi tdk berbuat apa² ditengah ke'aktif'an Ghaza..

Meskipun tdk ada teriakkan bernada tinggi, pukulan, dll hari ini, tp sy merasa masih blm bs mengendalikan emosi dgn baik untuk bbrapa adegan pemicu emosi yg dilakukan Ghaza hr ini. Sempat bbrapa kali sy hendak marah ke Ghaza, tp Ghaza yg diberi tahu hanya balik tertawa dgn jari telunjuk diayun ke depan dan belakang meniru sy yg memperingatinya dgn KISS,"Awas.. Awaas". Bukannya marah, sy hanya ikut tertawa bersama Ghaza..

Sepertinya kelemahan sy di bagian itu yaa.. Sy hrs berlatih untuk konsisten pd hal yg baik dan tdk baik untuk Ghaza. Misalnya ketika sy melarangnya untuk memanjat dan mengeluarkan KISS dgn intonasi tegas, maka ekspresi sy pun harus mendukung dan yg paling penting tdk tergoda dengan senyum dan tingkah polos Ghaza..
Maasya Allah, menulis memang sesuatu yg luar biasa. Sy menemukan ide ini sambil menulis tugas tantangan ini. Seharian td tdk terpikirkan loh bund. Alhamdulillah muhasabah malam ini lwt tulisan memberi ide yg hrs dipraktekkan besok! Smg bsk bisa mengendalikan emosi dgn lebih baik dan menemukan lebih banyak tips dan trik untuk memenangkan Ghaza.. Aamiin





Palu, 15 Juni 2017
Rati Rahmawati | Ummu Ghaza
Kelas Bunda Sayang 2 Sulawesi



#Level1
#Day8
#Tantangan10Hari
#KomunikasiProduktif
#KuliahBunSayIIP
#MengendalikanEmosi
#UmmaPembelajar
#MerinduSurga




KOmunikasi Produktif | DAY 7




Bismillaah..

Ini setoran hari ke tujuh untuk #Tantangan10Hari Komunikasi produktif. Seminggu kemarin ikut kegiatan Romadhon, jd tidak sempat untuk menulis tantangannya tapi insya Allah komprod ke anak masih terus dipraktekkan. Awalnya setelah menerapkan pujian ke anak, sy ingin mempraktekkan bagaimana memberikan kritikan ke Ghaza. Namun seminggu kemarin saya benar-benar diuji untuk mengendalikan emosi. Fyuuhh..

Awalnya mengendalikan emosi adalah poin terakhir yang ingin saya terapkan ke Ghaza, mengingat selama ini sy dan Ghaza aman-aman saja bahkan tidak pernah marah. Mungkin krn usia Ghaza yg masih di bawah satu tahun sehingga tidak ada tindakan atau apapun dari Ghaza yang bisa memancing emosi. Tapi sekaraaang, saat Ghaza sudah bisa merangkak ke sana kemari, naik turun tempat tidur sesuka hati, berdiri dan berjalan berpegangan, lempar barang-barang, dan yg paling utama sekarang Ghaza sudah bisa protes untuk sesuatu yg tidak disukainya.

Seminggu kemarin adalah masa-masa sy melatih mengendalikan emosi ke Ghaza krn jadwal ibu rumah tangga bertambah dengan kegiatan diluar, maka tindakan Ghaza yg rewel, protes dan tdk tepat waktu membuat sy menjadi emosi.  Emosi sy berupa keluhan ke Ghaza, atau marah dengan suara ditekan. Alhamdulillah dr beberapa buku parenting yg sy baca, sy tahu dampak buruk teriak-teriak ke anak dan sy sangat berusaha untuk menghindarinya.

Niat untuk memperbanyak ibadah di bulan Romadhon juga menjadi terhambat krn ini Ramadhon pertama sy berpuasa bersama Ghaza, jd sy br merasakan nikmatnya tarawih di rumah diselingi tangisan Ghaza yg bangun sehingga tarawih bisa sampai sejam br selesai, belum lg Qur’an yg dirobek Ghaza saat tadarus, sholat yang harus diulang krn khawatir saat Ghaza merangkak sendiri keluar kamar, dll. Hahaha seperti ini yaa suka duka seorang Ibu saat Romadhon. Meskipun agak sedih krn ibadah tidak maksimal, tp suami selalu mengingatkan bahwa mengurus dan merawat Ghaza pun bagian dr ibadah. Alhamdulillaah ‘ala kulli haal..

Alhamdulillah latihan mengendalikan emosi seminggu kemarin perlahan-lahan mulai berhasil. Sy mulai terbiasa dengan Ghaza yg super aktif saat ini. Saat Ghaza melakukan sesuatu yg dapat memancing emosi, sy menarik napas sebentar lalu menghukumnya dengan ciuman tanpa henti. Misalnya saat tiba-tiba remote TV yg dilempar Ghaza mendarat di mata atau kepala sy, setelah menahan sakit dengan diam sebentar sy katakan,”Ghaza, Umma sakit kena remotenya nak. Jangan main lempar-lempar remote TV yah, berbahaya.”. Sy berusaha menekankan pada diri sendiri bahwa Ghaza belum tahu dan mengerti apa yang dia lakukan. Saat ini Ghaza sangat bergantung pada orang tuanya, terutama sy sebagai Ibunya. Ternyata sy masih harus banyak berlatih bersabar dan mengendalikan emosi. Semakin bertambah usia anak kita, kita pun semakin naik level dengan ujian yg jg semakin naik tentu saja. Smg kita bisa menjadi Ibu yg dapat mengontrol emosi pada anak yaa bunda pembelajar.. aamiin


Palu, 13 Juni 2017
Rati Rahmawati | Ummu Ghaza
Kelas Bunda Sayang 2 Sulawesi



#Level1
#Day7
#Tantangan10Hari
#KomunikasiProduktif
#KuliahBunSayIIP
#MengendalikanEmosi
#UmmaPembelajar
#MerinduSurga






Komunikasi Produktif | DAY 6

JELAS DALAM MEMBERIKAN PUJIAN DAN KRITIKAN




Bismillaah..
Di hari ke 6 #Tantangan10Hari ini, sy melewatinya dengan banyak rasa. Mulai dari khawatir sampai bahagia..

Hari ini Abah Ghaza tidak ke kantor krn harus berangkat perjalanan dinas ba'da dzuhur, jd sy meminta abah untuk menjaga Ghaza selama beberapa jam krn sy ada kegiatan pagi di Mesjid Al-Firdaus dan pulang sblm dzuhur.

Di tempat kegiatan sy sempat khawatir bagaimana Ghaza yg sy tinggal bersama abahnya. Krn selama ini Ghaza yg masih ASI, tdk pernah lepas dr sy. Tp kemudian sy dikirimi foto Ghaza bersama abahnya yg lg ketawa². Maasya Allah.. Hanya melihat foto itu sdh membuat sy senyum² sendiri di tempat kegiatan.. Bahagianya..

Sampai di rumah, sy peluk dan cium Ghaza lalu menerapkan poin komprod kali ini yaitu "Jelas dalam memberikan pujian dan kritikan" dengan memberikannya pujian,"Anak sholih Umma, Ghaza pintar yaa ditinggal Umma di rumah. Anak hebat."

Pujian lainnya hari ini sy berikan saat Ghaza berhasil mengikuti arahan sy untuk mengambil sesuatu. Misalnya di suruh mengambil remot AC di ujung tempat tidur, cukup pakai poin KISS dan bahasa tubuh, maka Ghaza akan dgn tepat mengambil benda yg diminta. Setelah itu, sy akan memujinya dan memeluk atau menciumnya..

Alhamdulillah..
Anak sholih Umma, anak pintar dan mandiri.. Berharap Ghaza menjadi muslih nak, anak sholih lagi mensholihkan.. Aamiin..

Palu, 6 Juni 2017
Rati Rahmawati | Ummu Ghaza
Kelas Bunda Sayang 2 Sulawesi




#Level1
#Day6
#Tantangan10Hari
#KomunikasiProduktif
#KuliahBunSayIIP
#JelasPujian/Kritikan
#UmmaPembelajar
#MerinduSurga

Komunikasi Produktif | DAY 5

Menampilkan Day 5 - Bismillaah..
H...

Bismillaah..
Hari ke 5 #Tantangan10Hari Game Level 1 di Kelas Bunda sayang kali ini saya masih menggunakan metode Keep Information Short and Simple (KISS). Meskipun sudah sering sy gunakan dalam komunikasi sehari² pada Ghaza, namun masih ada beberapa tanda larangan yang kadang tidak dituruti Ghaza. Maka sy berniat untuk memahamkan Ghaza bahwa kata "NO" berarti memang tidak boleh dilakukan. Untuk beberapa hal Ghaza akan menurutinya, beda lg jika untuk hal lain yg disenanginya, kata "No" hanya akan bermakna "pause" bagi Ghaza haha

Hari ini saya berfokus pada salah satu hal yang disukai Ghaza dimana kalimat “NO” paling sering dilanggar. Yaitu melarang Ghaza berdiri di salah satu tempat favoritnya, meja TV. Meja TV menjadi salah satu tempat favorit Ghaa berdiri sendiri karena mejanya bersebelahan dengan tempat tidur, paling mudah digapai Ghaza, paling membantu Ghaza untuk berdiri sendiri. Awalnya sih tidak masalah kalau Ghaza mau bermain sambil berdiri di situ, tapi belakangan ini Ghaza mulai suka menarik-narik kabel dari bawah TV, mendorong-dorong TV sampai bergoyang-goyang, menarik kaki TV. Dan larangan paling utama yaitu tidak boleh berdiri jika TV sedang menyala. Namun justru hal itu yang paling disukai Ghaza. Saya berpaling sebentar Ghaza sudah berdiri depan TV sambil menunjuk-nunjuk ke layar TV. Waaaah, berbahaya kan ?

Hari ini, seperti biasa Ghaza hanya akan menengok sebentar lalu lanjut lagi ke arah TV meski kata "No No No" sudah saya sampaikan. Sampai ke tempat TV, saya menggendong Ghaza kembali ke tempatnya semula. Begitu selanjutnya berulang kali, hingga saya berpikir harus melakukan sesuatu untuk memberi pehaman ke Ghaza. Akhirnya saya memilih untuk menyalakan TV, dan tentu saja Ghaza langsung menuju TV. Saya katakan,"No No No", Ghaza berbalik sebentar dan lanjut ke arah TV, lalu saya mematikan TV, Ghaza berbalik ke arah saya dan saya tegaskan lagi,"NO No NO". Lalu saya menggendong Ghaza dan mendudukkannya disebelah saya. Kemudian TV sy nyalakan lg, Ghaza bergegas lg ke arah TV dan saya lakukan hal yang sama seperti sebelumnya, yaitu mematikan TV jika Ghaza tidak mematuhi kata "No" dari saya. Hal itupun terjadi berulang kali siang tadi.

Malam ini, saat Ghaza bersama Abahnya dan sy di dapur, sy mendengar Ghaza sedang menonton kartun Huruf Hijaiya bersama Abahnya. Lalu saat saya masuk kamar dan melihat Ghaza mau menuju ke arah TV, segera saya katakan "No No No" lalu Ghaza berhenti dan bersuara protes antara menggerutu dan hendak menangis, kemudian dengan tenang kembali ke tempat duduknya semula. Saya dan abahnya hanya tertawa melihat Ghaza protes.

Alhamdulillah..
Meskipun saya tidak menyangka bisa berhasil dalam sehari, namun poin KISS pada salah satu aktivitas favorit sekaligus berbahaya bagi Ghaza kali ini berhasil. Tapi masih akan terus sy observasi dan latih lagi agar tidak hanya berhasil malam ini saja ^^
Seperti kata pepatah,"ala bisa karena biasa". Maka Insya Allah yang awalnya tidak bisa akan menjadi bisa jika terus dilatih dan dibiasakan. Bukankah kebaikan kecil yang terus menerus kita lakukan lebih Allah cintai ? Semoga kita bisa terus membiasakan hal-hal baik yaa bunda-bunda sholihah..


Palu, 5 Juni 2017
Rati Rahmawati | Ummu Ghaza
Kelas Bunda Sayang 2 Sulawesi



#Level #Day5 #Tantangan10Hari #KomunikasiProduktif #KuliahBunSayIIP #KISS #UmmaPembelajar #MerinduSurga


Komunikasi Produktif | DAY 4

Keep Information Short and Simple (KISS)

video


Bismillaah..
Memasuki hari ke 4 #Tantangan10Hari dengan tema Komunikasi Produktif (Komprod), rasanya setiap hari berlalu begitu lambat karena berusaha mencari kesempatan untuk menerapkan poin-poin komprod dalam aktivitas bersama Ghaza.

Hari ini saya akan menerapkan poin selanjutnya dalam komprod yaitu Keep Information Short and Simple (KISS). Untuk poin ini, sebelum menerima materinya alhamdulillaah saya sudah menggunakannya dalam bahasa sehari-hari bersama Ghaza. Karena sy pikir, Ghaza mungkin tidak akan mengerti jika saya menggunakan kalimat yang panjang kepadanya.

Beberapa bentuk KISS yang saya gunakan biasanya yaitu :
“No No No” dengan menggerakan telunjuk ke kiri dan kanan. Kata ini sy gunakan untuk melarang Ghaza melakukan sesuatu yang tidak baik/berbahaya. Misalnya Ghaza suka berdiri di depan Print untuk bermain dengan penutup print. Saat Umma bilang,”No No No” Ghaza akan berhenti dan menutup kembali penutupnya. Hal ini kadang berhasil, dan kadang pula hanya berlaku sementara bagi Ghaza.
 “Sayaang.. Sayaang”, Kata ini saya gunakan saat ghaza memukul pipinya, sy melarang dengan kata “No” lalu menirukan hal sebaliknya yaitu mengelus pipinya sambil berkata,”sayaang..sayaang.” Dan Alhamdulillaah berhasil..
"Lap tangan" sambil menepuk perlahan kedua tangannya. Dua kata ini sy gunakan ketika tangan Ghaza kotor, lalu Ghaza akan menepuk² kedua tangannya.

Ada beberapa kata² yg sering sy gunakan dalam bentuk kata yang pendek dan sederhana, dan hal ini memang berhasil dalam bahasa sehari-hari bersama Ghaza. Dan 3 hal di atas yang paling sering sy gunakan hari ini. Insya Allah sy berusaha untuk istiqomah menerapkan poin KISS ini pada Ghaza, dan meminimalisir tenaga ekstra dengan cuap-cuap panjang yang sia-sia hehe

Alhamdulillah 'ala kulli haal..
Terus belajar bersama yaa Ghaza nak.. umma belajar buat Ghaza, dan Ghaza pun belajar buat jd anak sholih bagi Umma dan Abati.. Aamiin

Palu, 4 Juni 2017
Rati Rahmawati | Ummu Ghaza
Kelas Bunda Sayang 2 Sulawesi



#Level1
#Day4
#Tantagan10Hari
#KomunikasiProduktif
#KuliahBunSayIIP
#UmmaPembelajar
#MerinduSurga
 

Sang Rabitha Copyright © 2010 Design by Ipietoon Blogger Template Graphic from Enakei