Senin, 30 April 2018

Umma Mendongeng | DAY 12

MEMBANGUN KARAKTER ANAK LEWAT DONGENG


Bismillaah..

Hari ini Ghaza belum move on dengan DIY Animals Shadow Puppets yang Umma buat semalam. Ghaza terus memainkannya dan meminta Umma bercerita. Umma pun bercerita namun kali ini menggunakan menggunakan bantal sebagai panggungnya. Ghaza terima-terima saja meski tanpa mematikan lampu dan menggunakan bayangannya. Umma bercerita tentang hewan-hewan di hutan yang ramah dan senang bermain bersama-sama. Umma mengangkat cerita ini agar Ghaza tidak mudah berkata "NO" pada orang baru maupun teman-teman seusianya. Maklum, karena jarang keluar rumah dan bertemu dengan orang-orang, Ghaza kadang lebih nyaman bermain sendiri. Semoga dengan cerita-cerita dan latihan yang Umma berikan, Ghaza bisa dan mau bersosialisasi dengn baik. Aamiin..



Minggu, 29 April 2018

Umma Mendongeng | DAY 11

MEMBANGUN KARAKTER ANAK LEWAT DONGENG


Bismillaah..
Ini salah satu yang ingin Umma buatkan untuk Ghaza sejak lama, alhamdulillah bisa terealisasi bersamaan dengan tantangan kali ini, Animals Shadow puppets. Bahan-bahannya sederhana, cukup sediakan kertas tebal (karton,dll) untuk memprint pritablenya juga stik es krim dan cahaya lampu (Umma pakai lampu HP).

Kali ini, Umma bercerita tentang persahabatan hewan-hewan di hutan. Alhamdulillah Ghaza sangat senang, ini saking senangnya cerita Umma tidak bisa selesai karena anaknya sibuk ingin main dengan bayangan hewannya. Umma biarkan dulu kali ini, Insya Allah besok bisa main dengan cerita yang lainnya.



oiya, bunda-bunda yang ingin printable bisa didapatkan di sini yaa :
https://bit.ly/2jeiX1X

Semoga bermanfaat :)

Sabtu, 28 April 2018

Umma Mendongeng | DAY 10

Bismillaah..

Seharian ini Umma sibuk menyiapkan jualan untuk berjualan di salah satu kegiatan di Golni, sejak sore Ghaza di rumah bersama Abah. Pulang dari tempat kegiatan, Umma buru-buru mengambil buku dan bercerita pada Ghaza. Kisah kali ini adalah tentang seekor anjing yang kehausan dan ditolong oleh seorang pria yang baik hati. Umma belum bisa mengarang cerita dan mempersiapkan bahan lagi hari ini, jadi lagi-lagi mmeinta bantuan buku cerita Ghaza.


Umma berusaha sebisa mungkin menemani Ghaza terutama menyempatkan waktu untuk bercerita padanya. Beberapa hari bercerita, Umma melihat Ghaza senang dan sering minta sendiri untuk dibacakan buku atau Umma bercerita. Karena itu, Umma tidak ingin ini terputus hanya karena kesibukan. Semoga Umma bisa istiqomah yaa nak sayang.. Ini juga menjadi tebusan atas rasa bersalah Umma yang tidak bisa menemani Ghaza main seharian seperti dulu lagi.. Semangat Semangat!!!


Jumat, 27 April 2018

Umma Mendongeng | DAY 9

MEMBANGUN KARAKTER ANAK LEWAT DONGENG


Bismillaah..

Seperti kemarin.. Umma yang sibuk dengan dagangan di teras berusaha sebisa mungkin meluangkan waktu bermain dan bercerita pada Ghaza. Kali ini masih dengan bantuan buku, Umma bercerita tentang Mobil merah yang sakit dan membutuhkan pertolongan. Kemudian datanglah si mobil kuning mengantar mobil merah ke bengkel. Di bengkel, mobil merah dibantu oleh seorang mekanik. Berkat bantuan mobil kuning dan mekanik, mobil merah sembuh dan bisa berjalan lagi seperti biasa.


Kurang lebih seperti itu cerita singkatnya. Umma ingin menanamkan pada Ghaza betapa senangnya bila saling tolong menolong. Ghaza senang dibacakan cerita ini dan meminta dibacakan cerita dr buku lainnya.

Alhamdulillah.. Beberapa hari dibacakan cerita, Ghaza memperlihatkan respon yang baik dan terus meminta dibacakan cerita² lainnya. Meskipun cerita yang Umma bawakan sebagian besar hanya hasil karangan sendiri ataupun mengambil ide cerita dari gambar-gambar di buku. Semoga bisa terus istiqomah sesibuk apapun yaa umm..

Kamis, 26 April 2018

Umma Mendongeng | DAY 8

MEMBANGUN KARAKTER ANAK LEWAT DONGENG


Bismillaah..
Hari-hari kembali normal setelah mulai jualan lagi hehe. Karena waktu bersama Ghaza menjadi lebih sedikit, Umma belum sempat mempersiapkan dongeng/cerita baru. Jadi kali ini, lagi-lagi Umma menggunakan buku sebagai bantuan. Kali ini Umma bercerita tentang si Sapi yang kehilangan kakinya dan berusaha untuk menemukannya. Umma banyak melibatkan Ghaza dalam cerita kali ini. Ghaza yang membolak-balikan buku dan mencari kaki si Sapi dan juga Umma meminta Ghaza menyebutkan satu per satu kaki yang ditemukannya hingga berhasil menemukan kaki sapi yang sebenarnya.


Sedikit yaa.. Hiks.. Maafkan Umma Ghaza nak..
Insya Allah besok bisa mendongeng lebih banyak dna lebih lama lagi ya nak yaa..

Rabu, 25 April 2018

Umma Mendongeng | DAY 7

MEMBANGUN KARAKTER ANAK LEWAT DONGENG


Bismillaah..
Sepertinya Ghaza mulai terbiasa dengan cerita-cerita Umma, terbukti hari ini Ghaza menyodorkan bukunya dan meminta Umma bercerita. Menerima permintaan Ghaza, Umma pun mulai bercerita berbekal gambar yang Ghaza pilih. Umma bercerita seperti saat materi mendongeng kemarin, dimana kami diberikan sebuah gambar lalu diminta bercerita dari gamar tersebut.

Gambar pertama yang Ghaza pilih adalah tentang kelinci. Umma pun mulai bercerita menggambarkan suasana seperti di buku saat pagi hari yang cerah, matahari bersinar terang dan awan-awan putih di langit, 2 ekor kelinci sedang menikmati makanannya di taman bunga. Kurang lebih seperti itu cerita Umma dan kemudian Ghaza membolak-balik halaman buku untuk meminta Umma menceritakan gambar lainnya.


Kali ini tentang 4 ekor ikan yang sedang bermain petak umpet di lautan luas. Mereka bersembunyi di balik terumbu-terumbu karang dan rumput laut. Umma menceritakan suasana lautan dengan menyebutkan segala sesuatu seperti digambar dan memberi kesan tentang indahnya bermain bersama teman.

Cerita selanjutnya tentang Ibu Singa dan 2 ekor Anak Singa yang sedang menanti Bapak Singa pulang dari berburu. Ibu dan anak-anak singa tersebut dengan sabar menunggu makan malam mereka dibawakan oleh si Bapak Singa. Mereka menunggu sambil bermain dan bercerita. Mereka percaya bahwa hari ini akan ada rejeki yang Allah titipkan buat mereka lewat Bapak Singa.

Cerita-cerita pendek ini cukup berkesan buat Umma dan Ghaza. Umma jadi banyak belajar untuk belajar bercerita lewat gambar dengan berusaha memasukkan nilai-nilai yang ingin Umma tanamkan pada Ghaza. Dan Ghaza pun bersabar menunggu Umma menyelesaikan cerita baru kemudian mencari gambar lainnya.

Alhamdulillah 'ala kulli haal..

Selasa, 24 April 2018

Umma Mendongeng | DAY 6

MEMBANGUN KARAKTER ANAK LEWAT DONGENG


Bismillaah..
Umma senang saat dongeng kemarin "berhasil" menurut Umma. Maka kali ini pun Umma mencoba memilih waktu bercerita yang sama seperti kemarin, yaitu saat Ghaza lagi nenen sebelum tidur. Kali ini Umma berkisah tentang Gigi Seri, gigi Taring dan Gigi Geraham yang hidup bahagia. Mereka senang saat memakan makanan yang manis, minum teh, makan sayur dan buah juga nasi dan kentang. Umma menyebutkan satu per satu makanan kesukaan Ghaza untuk menarik perhatiannya. Nah, suatu hari, si Gigi Geraham mengeluh kesakitan, ternyata ada lubang kecil di bagian atasnya. Setelah dicari tahu, penyebabnya adalah si Gigi Geraham yang malas mandi (menggosok gigi) sebelum tidur. Sehingga kuman-kuman jahat tidak mau pergi dan membuat lubang di atasnya. Gigi Geraham yang mengetahui penyebabnya bertekad untuk rajin mandi sebelum dan sesudah tidur. Alhamdulillaah, Gigi Geraham tidak mengeluh sakit lagi dan kuman-kuman jahat pun menjauh darinya.

Sepertinya cerita kali ini tidak didengarkan Ghaza sampai selesai, mungkin karena kecapean Ghaza sudah tertidur sebelum Umma menyelesaikan ceritanya. Tetapi karena masih tetap nenen, Umma berharap Ghaza masih mendengar akhir ceritanya. Tak apalah.. Besok diulang lagiπŸ˜€

Senin, 23 April 2018

Umma Mendongeng | DAY 5

MEMBANGUN KARAKTER ANAK LEWAT DONGENG


Bismillaah..
Dongeng hari ini berjalan begitu saja saat Ghaza minta nenen.. Umma bercerita tentang seekor anak sapi yang dijauhi teman-temannya karena kebiasaannya yang suka melempar barang. Saat bermain bola, si anak sapi melempar bola jauh-jauh sampai hilang dan tak ditemukan lagi. Saat membaca buku, si Anak sapi melempar bukunya hingga robek dan tidak bisa di baca lagi. Begitu juga dengan permainan lainnya yang menjadi rusak dan tidak bisa digunakan lagi karena sering dilempar si Anak sapi. Teman-temannya pun menjauhinya dan tidak mau bermain dengannya.
Anak sapi yang sedih, pulang ke rumah dan bercerita pada Ibunya sambil menangis.
Umma menirukan percakapan si anak sapi dan ibunya dengan intonasi sesuai cerita, lucunya, saat menirukan anak sapi yang sedang menangis sambil bercerita ke Ibunya, Ghaza juga ikut menangis. Waaaah, rupanya dia terbawa suasana.. Entah karena baru saja lempar-lempar mainan, atau karena sedih mendengar anak sapi yang sedih.

Cerita sempat terhenti sebentar disini, Umma sibuk membujuk Ghaza hehe Umma sampaikan agar Ghaza ikut menasihati si Anak Sapi agar tidak melempar-lempar barang dan mainannya lagi. Ghaza pun diam dan pelan-pelan ikut meski cuma sekedar no no.

Alhamdulillah..
ini sekarang klo Ghaza melempar barang, abah tinggal mengingatkan ttg cerita si Anak Sapi, Ghaza langsung diam duduk merajuk menutu mata hahaha. Umma bujuk lagi, sampaikan klo Ghaza anak baik yang tidak suka melempar barang. Lalu Umma minta Ghaza mengulang kembali nasihat buat si Anak Sapi..

Ternyata dongeng bisa sangat berpengaruh yaa.. Cerita-cerita kemarin mungkin juga membawa pengaruh meskipun kadang tidak Umma sadari. Tapi kali ini benar-benar berasa. Aaah, Semangat membentuk karakter lewat dongeng Umma :)

Minggu, 22 April 2018

Umma Mendongeng | DAY 4

MEMBANGUN KARAKTER ANAK LEWAT DONGENG


Bismillaah..
Hari ini Umma mendongeng, benar-benar mendongeng hehe. Tentang seekor anak Jerapah baik hati bernama Jaffa. Suatu hari, Jaffa bersama teman-temannya Momo si Monyet, Zizi si Zebra dan Badu si Badak bermain bola di lapangan luas yang ada di tengah hutan tempat tinggal mereka. Saat asik bermain, tiba-tiba bola yang ditendang Badu melayang jauh ke udara dan menghilang dari pandnagan mereka. Mereka pun sepakat akan berpencar mencari bola tersebut. Beberapa lama berjalan, Jaffa mendengar suara minta tolong dari arah kanan. Jaffa pun buru-buru mencari asal suara itu dan menemukan seekor anak rusa terjerat akar pohon. Jaffa yang baik hati segera menolong anak rusa tersebut. Sayangnya, akar pohon itu terlalu kencang melilit si anak rusa. Jaffa lalu meninta anak rusa menunggu dan Jaffa bergegas mencari teman-temannya untuk meminta bantuan. Tidak lama kemudian, Jaffa dan teman-temannya datang, dan bekerja sama menolong si Anak Rusa. Alhamdulillah, Anak Rusa itupun berhasil diselamatkan.

Lumayan yah, setelah beberapa hari bercerita dan belajar mendongeng, Umma merasa cerita kali ini lah yang lebih ke arah dongeng. Umma tetap memilih cerita yang pendek, dengan tokoh-tokoh yang Ghaza kenali. Kali ini, Umma tidak menggunakan media apapun sebagai bantuan karena Umma menceritakannya selagi Ghaza nenen berharap Ghaza bisa tertidur setelahnya. Sayangnya tidak, hehe

Masih seperti kemarin, cerita kali ini tentang tolong-mrnolong. Jika kemarin tentang mobil yang meminta bantuan, kali ini tentang Jerapah yang senang membantu. Jerapah dan teman-temannya rela tidak melanjutkan mencari bola mereka, untuk menolong si Anak Rusa. Semoga Ghaza tumbuh menjadi anak yang suka menolong yaa.. ^^

Sabtu, 21 April 2018

Umma Mendongeng | DAY 3

MEMBANGUN KARAKTER ANAK MELALUI DONGENG


Bismillah..

Semakin ke sini rasanya Umma makin sadar klo Umm memang tidak mahir mengarang dongeng deh πŸ˜‚ seharian ini memikirkan cerita yang pas buat Ghaza tapi belum ketemu juga. Akhirnya Umma memutuskan menggunakan buku untuk membantu Umma mengarang cerita dan membuat Ghaza fokus.

Umma memilih buku ini :
Dari beberapa halaman, hanya 4 halaman yang Umma gunakan untuk bercerita. Ceritanya tidak sama persis dengan di buku, Umma mengarang cerita baru versi pendek yaitu tentang si Purple, mobil ungu yang akan melakukan perjalanan untuk menemui temannya si Red Fire Truck. Purple sangat senang saat melewati pinggir pantai, dia bisa melihat kapal dan beberapa kelinci yang sedang bermain pasir. Saat melanjutkan perjalanan, ternyata ada jalan yang sedang dalam perbaikan. Jalanannya rusak, becek dan ada pula bebatuan. Tidak cuma itu, di depan purple ternyata ada tumpukan batu yang sangat banyak yang membuatnya tidak bisa lewat. Purple pun meminta bantuan Pak Yellow Buldozer yang sedang bekerja. Dengan senang hati Pak Yellow menyingkirkan batu-batu yang menghalangi jalan dan purple pun melanjutkan perjalanan setelah mengucapkan terima kasih. Alhamdulillah.. Purple tiba di rumah Red Fire Truck dengan tepat waktu.

Singkat..
Iya, karena Ghaza belum bisa fokus duduk doam berlama-lama apalagi tanpa bantuan media lain. Ini saja pakai bantuan buku, Ghaza sibuk ingin membolak-balik halaman buku padahal Umma belum selesai di halaman yang satu hahaha tantangan banget yaa.. Alhamdulillah Ghaza tadi lebih dulu berkata "tolong" saat Umma menceritakan purple yang meminta bantuan ke buldozer. Sepertinya Ghaza mulai paham setelah beberapa hari ini terus Umma sounding. Semoga bisa semakin paham yaa Ghaza nak..

Jumat, 20 April 2018

Umma Mendongeng | DAY 2

MEMBANGUN KARAKTER ANAK MELALUI DONGENG

Bissmillah..

Hal yang ingin Umma tanamkan dalam cerita hari ini adalah meminta pertolongan saat sedang membutuhkan. Akhir-akhir ini Umma melihat Ghaza berusaha menyelesaikan hal yang dihadapinya sendiri dan menangis saat merasa tidak mampu lagi. Mungkin karena Ghaza mengerti Umma yang mulai jualan sudah tidak bisa menghabiskan waktu seharian bersamanya. Umma paham tangisan Ghaza juga adalah caranya meminta bantuan/pertolongan. Tapi Umma ingin menunjukkan cara yang baik itu yaitu dengan meminta tolong, berkata "tolong" dengan mengatakan maksud. Untuk kemampuan berbahasa Ghaza sekarang, Umma yakin Ghaza sdh bisa melakukannya.

Setelah menutup "Jajanan Teras" malam ini, Umma mulai sounding ke Ghaza akan bercerita lagi padanya. Kali ini Umma memilih menggunakan mobil²an Ghaza sbg pemerannya. Kali ini Umma tetap berusaha membuat cerita sependek mungkin namun tetap bisa nyambung dan dipahami Ghaza.
 
Ceritanya...
Tentang 3 Truk yang bersahabat dan memutuskan hari itu akan melakukan lomba untuk menentukan siapa yang paling cepat. Ada si Truk Merah, Biru dan Hijau. Saat lomba berlangsung, si Truk Biru yang tidak hati-hati terperosok ke dalam lubang. Dia berusaha sekuat tenaga untuk mengeluarkan salah satu ban nya dari lubang tsb yang sayangnya usahanya tidak berhasil. Si Biru enggan meminta tolong pada teman-temannya karena merasa mampu dengan usahanya sendiri. Setelah berjuang beberapa lama, akhirnya dia pun menyerah dan meminta bantuan teman-temannya.

Si Biru berteriak, "Toloooong.." berulang-ulang kali sambil terus membunyikan klakson (ini bagian kesukaan Ghaza 😁)

Truk Merah dan Hijau yang mendengarnya segera berbalik arah dan datang menolong Truk Biru. Alhamdulillah... Truk Biru berhasil mengeluarkan ban nya dr dalam lubang dengan bantuan teman-temannya.


Alhamdulillaah.. Cerita malam ini lumayan menarik perhatian Ghaza meskipun tetap saja Ghaza tidak bisa diam dan ingin ikut berperan menggerakkan truk-truknya. Umma berusaha menggunakan kata-kata yang sering Ghaza dengar dan benda-benda yang dia sukai. Umma juga memperhatikan intonasi dan beberapa kali meminta Ghaza meneruskan kata yang ingin Umma sebutkan atau menanyakan kembali beberapa hal yang Umma ucapkan sebelumnya. Lumayan mengras pikiran dan tenaga untuk membuatnya tetap fokus pada cerita haha

Umma sadar, Ghaza tidak akan langsung paham maksud dari cerita-cerita Umma. Karena itu, Umma akan berusaha untuk konsisten bercerita dan memberi pengertian dengan cara lainnya. Mohon doanya yaa..

Kamis, 19 April 2018

Umma Mendongeng | DAY 1

MEMBANGUN KARAKTER ANAK MELALUI DONGENG

Bismillaah..
Wow, ini benar-benar tantangan yang sangat menantang bagi Umma. Mendongeng..
Sewaktu kecil, Umma sangat suka mendengar kakek Ghaza mendongeng. Dongeng menjadi salah satu cara ampuh untuk membujuk Umma dan imi untuk tidur siang. Sayangnya sekarang Umma tidak tahu cara mendongeng hiks.. Pernah juga Umma ikut kelas bercerita di WA dan tidak lulus hehe Semoga kali ini bisa sukses mendongeng/berkisah/bercerita buat Ghaza yaa..

Tadi Umma mendapat kesempatan untuk bercerita pada Ghaza saat lagi di kamar mandi hihi. Seperti biasa, Ghaza asik menggambar di tutup ember yang kering menggunakan jari telunjuknya yang basah. Umma pun memulainya dengan bertanya, "Ghaza lagi menggambar apa nak ?", Ghaza menjawab, "Bus", "oh, bus warna apa itu ?", "kuning",katanya. Umma pun menawarkan diri menggambar seorang anak perempuan lalu mulai bercerita tentang anak perempuan yang sedang menunggu bus. Sayangnya, percobaan pertama ini, Umma anggap gagal karena waktunya sempit dan Umma blank, tidak siap dengan ceritanya hahaha. Umma mesti banyak-banyak belajar ini!!! Umma mengambil cerita tentang anak perempuan karena sepertinya, Ghaza kurang suka bermain dengan anak perempuan. Mungkin karena fitrahnya sbg laki-laki. Tapi Umma ingin Ghaza bisa ramah pada siapa saja.

Percobaan kedua kali ini, Umma mempersiapkan ceritanya, tentang perjalanan seekor kelinci mencari makanan kesukaannya, yaitu wortel. Tujuannya, agar Ghaza semakin mengenal wortel dan juga bisa suka makan wortel. Akhir-akhir ini Ghaza suka pilih-pilih makanan karena lagi proses tumbuh gigi. Semoga tujuan Umma tercapai yaa.. aamiin

Umma pun menyiapkan peraga yaitu kubus meraba Ghaza sewaktu bayi dan buku Hijaiyah yang ada gambar kelinci sedang memakan wortel. Dan Umma mulai mempraktekkan ilmu dari cemilan rabu kemarin :
Umma mengajak Ghaza duduk dan menyampaikan bahwa Umma akan bercerita tentang seekor kelinci. Kemudian Umma bertanya, makanan kesukaan kelinci apa ? Ghaza pun menjawab dengan benar, wortel. Umma pun menggerak-gerakkan kubus kelinci yang Umma pegang dan bersuara seolah-olah kelinci, memperkenalkan diri pada Ghaza dan berkata bahwa dia sedang lapar dan akan mencari makanan kesukaannya. Di perjalanan kelinci bertemu dengan Pak Ular (salah satu hewan di kubus meraba) dan bertanya dimana dia bisa menemukan wortel. Sayangnya Pak Ular tidak tahu, dan menyarankan kelinci bertanya pada Bu Domba yang sedang makan di padang rumput. Kelinci pun kesana, dan Bu Domba memberitahukan bahwa di dekat taman bunga ada banyak wortel disana. Saat sampai di padang bunga, kelinci sudah melihat kelinci-kelinci lainnya sedang menikmati wortel dan juga bermain disekitar padang bunga. Kelinci pun ikut bergabung dan menikmati wortel kesukaannya.

Alhamdulillah..
Cerita pendek ini berhasil Umma bawakan dengan penuh drama hahaha Karena sejak mulai bercerita bahwa kelinci sedang mencari wortel, Ghaza sudah sibuk memberi wortel ke mulut kelinci yang Umma pegang haha. Ghaza juga belum bisa fokus dari awal cerita sampai akhir. Umma maklum, karena ini adalah hari pertama. Tak apa yaa... Besok belajar lagi..

SEMANGAT!!!!

Kamis, 12 April 2018

Aliran Rasa | Kreativitas



Bismillaah..

Tantangan di level kali ini adalah salah satu tantangan paling asik menurut Umma. Lewat tantangan ini, membuka hati untuk lebih peka terhadap kreatifitas anak. Menjadikannya motivasi agar lebih kreatif. Setelah melihat kreativitas anak sendiri, Umma jadi malu kalau tidak belajar menjadi kreatif. Tentu bukan cuma itu saja yaa.. Umma juga harus belajar untuk menerima kreativitas Ghaza dan membantunya untuk mengasah kreativitasnya..

Alhamdulillah 'ala kulli haal..
Dari beberapa masalah yang Umma jadikan tantangan di bulan ini, sebagian berhasil dan sebagian lagi tidak. Tantangan untuk Umma, alhamdulillah berhasil. Setelah sibuk kesana kemari untuk persiapan membuka usaha, alhamdulillah "Jajanan Teras", usaha kecil-kecilan Umma dan Abah sudah buka sejak selasa kemarin. Maasya Allah, rasanya nao-nano hehe

Tantangan buat Ghaza, Alhamdulillah Umma berusaha untuk menerima kreativitas Ghaza dan berusaha bermain dengan Ghaza meskipun tidak bisa setiap hari dengan situasi saat ini. Sedangkan tantangan buat Abah, hiks.. Umma gagal. Karena kemarin lebih sering nginap di rumah keluarga dan keluar rumah untuk persiapan buka usaha. Dan sekarang, saat Umma sibuk jaga "Jajanan Teras" di depan, otomatis Umma susah menari di dapur. Maafkan Umma yaa bah.. Umma lagi belajar beradaptasi...

Alhamdulillah 'ala kulli haal..
Umma sangat bersyukur tantangan-tantangan di kelas Bunda sayang ini menemani hari-hari keluarga kami untuk terus berproses dalam kebaikan. Semoga ditantangan selanjutnya bisa lebih baik lagi dan berhasil :) Aamiin

Sabtu, 07 April 2018

Be Creative! Day 10

Bismillah..

Hari terakhir di tantangan level 9 kali ini. Tidak terasa yaa.. Berbulan-bulan tantangan di kelas Bunda Sayang menemani hari-hari keluarga kami. Mendukung dan membantu Umma dalam membersamai dan menstimulus tumbuh kembang Ghaza. Alhamdulillah 'ala kulli haal.. Tak henti²nya mendoakan kebaikan buat seluruh yang terlibat di IIP dan IP, semoga menjadi amal jariyah.. Aamiin

Umma, Ghaza dan Abah beberapa hari ini menginap lagi di rumah keluarga. Dan seperti biasa, Umma harus siap dengan segala perlengkapan bermain Ghaza. Yang Umma bawa kali ini adalah kotak belajar, beberapa mobil²an kecil dan 2 bentuk puzzle. Banyak ? Lumayan, buat berjaga-jaga. Anaknya kadang suka nagih mainan favoritnya sih, maka Umma pun berinisiatif untuk 'menyediakan payung sebelum hujan' 😊


Dan benar saja, Ghaza malamnya minta belajar. Umma tentu saja sudah siap dengan kotak belajar Ghaza dan meminta Ghaza memilih ingin belajar apa. Ghaza memilih mainan kancing warna warni dan memulai pelajarannya. Umma pun mengawasi Ghaza sambil sesekali memberi petunjuk dengan pertanyaan 😁 Tidak lama belajar, bukannya menyusun kancing sesuai warnanya, Ghaza mulai mendorong kancingnya ke arah belakang dengan menggunakan telunjuknya sambil berpura-pura seolah kancing itu adalah mobil²an πŸ˜₯ Iyaa, bagus sih. Kreatif. Aktingnya jago. Tapi setelahnya Umma harus sibuk mencari kancing² kecil tsb agar tidak hilang πŸ˜– Tak apa laah yaa.. Ingat Umma, jangan batasi kreatifitas anak huhuhu πŸ˜†πŸ˜†πŸ’ͺ🏻πŸ’ͺ🏻πŸ’ͺ🏻

Akhir-akhir ini, Ghaza memang lagi senang-senangnya bermain peran. Semakin lama, kelihatan semakin meningkat durasinya, percakapannya dan aktingnya 🀣🀣🀣
Seperti malam ini..
Abah kan belum pulang, dan Ghaza menemukan stiker telepon yang tertempel di ranjang. Ghaza pun mulai berpura-pura seolah sedang menelpon abahnya. Dia menekan tombol hijaunya, lalu berkata, "hallo, abah" dan berekspresi kecewa sambil bilang,"abah nda angkat telpon." *alamaakk ditolak πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚
Umma buru-buru mengambil HP dan merekamnya sambil sesekali bertanya pada Ghaza. Umma jg sdh siap ikut dalam naskahnya si kecil ini, dan meminta Ghaza menelpon Umma biar percakannya berlanjut di telepon tanpa alasan tidak diangkat lg. Tp Ghaza ttp tidak mau, dan bertahan dengan naskahnya "Telepon Yang Tak Diangkat" πŸ˜₯πŸ˜‚πŸ˜†πŸ€£πŸ€£πŸ€£πŸ€£





Palu, 6 April 2018
Rati Rahmawati | Ummu Ghaza
Kelas Bunda Sayang 2 Sulawesi

Be Creative! Day 9

Bismillah..

Umma berusaha untuk mencari berbagai macam permainan yang dapat membantu Umma menstimulasi kreatifitas Ghaza. Dan kali ini, Umma menggambar sesuatu yg ada dibuku bersama Ghaza. Umma pun memilih salah satu buku favorit Ghaza sewaktu bayi, lalu menyediakan kertas dan alat tulis. Umma mengajak Ghaza menggambar wortel. Saat Umma asik menggambar, Ghaza tentu saja hanya mencoret². Umma pun bertanya apa yang sedang Ghaza gambar, dan Ghaza menjawab, "Ghaza nda mau gambar wortel, Ghaza gambar telur aja." πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚
Ooh, iyaa.. Umma pun ingat pernah mengajarkan Ghaza cara menulis lingkaran. Dan setelag Umma perhatikan cara Ghaza menggambar, memang spt akan membentuk lingkaran yg ujung²nya hanya berbentuk coretan tidak karuan. Tapi Ghaza tetap keukeuh bahwa yg di gambar nya adalah telur.. Ok nak, itu telur.. I see 😎

Nah, ada lg nih satu hal kreatif yang dilakukan Ghaza 😁 Ghaza membalikkan mobil²annya, lalu memutarnya seperti sedang bermain gasing. Entah idenya didapat dari mana, karena setahu Umma, kami tidak pernah melihat gasing atau bermain gasing..


Bukan cuma Umma yaa yg sibuk mencari cara bermain bersama Ghaza. Ghazapun bisa menemukan permainan untuk dirinya sendiri. Menyusun mobil²annya dari yang terbesar sampai terkecil seperti ini pun menjadi favoritnya, lalu dengan senang hati Ghaza akan mendorong dari belakang sambil berteriak "tuuut ttuuuut train" 😍😎😘


Sama-sama belajar yaa Ghaza nak..
Umma berusaha untuk menemukan permainan seru yang dapat menstimulasi tumbuh kembang Ghaza. Dan Ghaza pun boleh membuat permainan yang Ghaza senangi..
Dunia anak-anak itu memang bermain yaa..
Maka Umma belajar untuk masuk ke dunia Ghaza dna bermain bersama Ghaza..

Semoga istiqomah yaa kita nak 😘 menjadi pribadi yang lebih baik dan bermanfaat dari hari ke hari.

Aamiin..





Palu, 2 April 2018
Rati Rahmawati | Ummu Ghaza
Kelas Bunda Sayang 2 Sulawesi

Be Creative! Day 8

Bismillah..

Dulu Umma merasa kata "kreatif" itu amat sangat jauh dari diri pribadi hihi. Rasanya suka bikin², tapi tidak tahu mau mulai dari mana dan bagaimana. Maka saat bergabung di IP Sulawesi dan bertemu dengan Rumbel Crafting, alhamdulilah serasa menemukan tempat berteduh ditengah terik matahari hahaha *lebay

Umma pun mulai belajar lagi, mengamati, meniru dan memodifikasi hasil karya bunda2 di Rumbel Crafting dan berbagi dengan teman di sosmed. Alhamdulillah, semakin mengenal bunda² kreatif d rumbel crafting, rasanya semakin mendekat ke arah kata "kreatif" yg selama ini rasanya kejauhan hehe

Dan hasil crafting Umma kali ini adalah tempat pulpen/pensil sekaligus tempat notes buat d meja Umma. Ini jg hasil cahlleng dr Rumbel Crafting bln maret kmrn yg dikerjakan menjelang deadline 🀣



Untuk Ghaza, hmm.. Ghaza sibuk main perosotan menggunakan tas ransel abahnya πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚


Esok harinya Umma menempelkan bubble wrap ke dinding buat bahan permainan Ghaza, yg ternyata Umma pun keasikan ikut main πŸ˜† Ghaza mencoba berbagai cara untuk membuat bubble wrapnya bunyi. Mulai dari dipencet satu persatu, ditepuk-tepuk pakai tangan bahkan di dorong pakai belakangnya hahaha


Setelah itu Ghaza jalan² sore dan pulangnya bermain puzzle bareng Umma. Alhamdulillah Ghaza sdh bs menyusun semua puzzlenya. Meskipun kadang suka bingung kalau puzzlenya terbalik 😁 Padahal ini puzzle untuk usia 3+, dan berkat sering latihan alhamdulillah sekarang Ghaza sdh bisa..



Kreatifitas ternyata memang harus terus diasah secara konsisten yaa. Lingkungan yang mendukung pun bs memperbanyak ide dan menambah kreatifitas.
Semangat belajar menjadi kreatif dan berbagi kreatifitas Ghaza dan Umma..




Palu, 1 April 2018
Rati Rahmwati | Ummu Ghaza
Kelas Bunda Sayang 2 Sulawesi

Kamis, 05 April 2018

Be Creative! DAY 7

Bismillaah..

Bagi saya, membersamai anak setiap harinya berarti merawat cinta yang sudah tumbuh bahkan sejak dalam kandungan. Rutinitas yang dijalani, kadang berlalu begitu saja dan kadang pula penuh cerita lucu, sedih, gembira dan hikmah yang bisa diambil.


Hari ini, Umma merasa lucu dengan tingkah pola Ghaza yang menurut Umma kreatif. Ghaza sengaja menjatuhkan remot AC ke belakang tempat tidur, maka Umma pun menurunkan sakelar untuk mematikan AC. Saat sudah hampir siang dan Ghaza kepanasan, Ghaza meminta Umma untuk menyalakan AC. Umma pun mengingatkan Ghaza tentang remot AC yang dijatuhkannya pagi tadi. Ghaza yang mengingatnya segera mengintip ke tempat ia menjatuhkan remot AC. Umma hanya duduk dan mengamati Ghaza sambil sesekali menengok ke HP. Saat menengok ke Ghaza lagi, Umma tertawa melihat apa yang Ghaza lakukan. Ghaza sudah menaiki bantal dan berusaha memanjat sisi tempat tidur untuk meraih sakelar AC. Sepertinya dia melihat sewaktu Umma mematikan AC lewat sakelar. Anak-anak memang peniru ulung yaa..

Saat ini, Ghaza sudah berusia 22 bulan. Setiap bulannya Umma berusaha melihat stimulasi apa yang tepat untuk Ghaza sesuai usianya. Salah satu capaian untuk usia Ghaza kali ini adalah jalan berjinjit beberapa langkah untuk melatih keseimbangannya. Maka Umma pun melakukan permainan jalan berjinjit sambil berkata "jinjit..jinjit..jinjit" dengan nada ceria yang membuat Ghaza tertarik. Ghaza pun mengikuti cara Umma berjalan sambil ikut berkata "jinjit" dengan tertawa. Lalu Ghaza melakukannya lagi sambil berputar-putar, haha Alhamdulillah, ternyata Ghaza bisa melakukannya..

Malamnya, kami pulang ke rumah karena sudah beberapa malam menginap di rumah saudara dan Datok sudah rindu dengan cucunya. Umma menyelesaikan beberapa pekerjaan yang tertunda sambil tetap mengawasi Ghaza bermain. Hingga Umma tertarik saat melihat Ghaza mendorong remot TV dengan mobil-mobilannya di atas tempat tidur. Anak-anak selalu punya caranya sendiri untuk bermain, karena dunia mereka adalah masa bermain.





Palu, 28 Maret 2018
Rati Rahmawati | Ummu Ghaza
Kelas Bunda Sayang 2 Sulawesi

Senin, 02 April 2018

Mengikat Makna | KREATIVITAS



Ada yang baru di Kelas Bunda Sayang..
Aaahh, bukan cuma di Kelas Bunda Sayang sih, pada dasarnya saya selalu menerima hal baru, belajar ilmu baru dan kejutan-kejutan lainnya di Institut Ibu Profesional (IIP). Alhamdulillah 'ala kulli haal... Semoga Ibu Septi sekeluarga, para guru, fasil, dan segenap yang terlibat di dalamnya mendapat keberkahan dan rahmat dari Allah, sehingga ilmu kami yang teramalkan dapat menjadi amal jariyah bagi guru-guru kami... Aaaa jd baper :')

Materi di level 9 kali ini disajikan berbeda dari biasanya, dan sangat melekat bagi saya yang visual. Karena itu, saat diminta mengikat makna dari materi "Kreativitas" di kelas, sayapun berinisiatif untuk membuatnya seperti di atas, ala-ala emak doodle yang kemarin sempat dipelajari lewat Bunda Wilda. Ini masih banyak kurangnyaa.. Klo kata suami mah "berantakan" hahaha Insya Allah jadi pengalaman pertama, langkah awal untuk pelajaran selanjutnya :)

Be Creative! Day 6

Bismillaah..

Hal kreatif apa hari ini Umma ?
Kemarin dan hari ini Umma sibuk menstimulasi diri sendiri untuk lebih kreatif dengan menyelesaikan tantangan Umma seperti yang tertulis di Day 1, menyiapkan segala kebutuhan untuk memulai jualan. Mohon doanya yaa..

Kemarin Umma mengajak Ghaza main ke Lapangan di dekat rumah, membiarkannya berinteraksi dengan kakak-kakak laki-laki yang sedang main di sana. Ghaza selalu mendapat sambutan hangat dari anak-anak di kompleks, alhamdulillah.. Meski masih suka malu, Ghaza tetap mencoba berinteraksi dengan mereka yang usianya jauh diatasnya. Ghaza meniru mereka bermain, sesekali lari ke arah mereka dan kembali berlari memeluk Umma.

 



Malamnya, Ghaza bermain dengan kotak biru, wadah pemberian dari ini untuk bekal jualan Umma. Umma biarkan Ghaza bermain dengan itu, sambil tetap mengawasinya agar tidak memecahkan kotaknya. Dan beberapa kali Ghaza meminta Umma melihat kotak yang disusunnya keatas, katanya eskavator, dan ke smaping yang katanya buldoser. Umma pun memuji Ghaza untuk menyepakati imajinasinya :)



Palu, 27 Maret 2018
Rati Rahmawati | Ummu Ghaza
Kelas Bunda Sayang 2 Sulawesi

Minggu, 01 April 2018

NHW 10 | Membangun Komunitas, Membangun Peradaban


Sekretaris Kota


Bismillaah..

Saat ini saya diberi amanah sebagai sekretaris untuk Ibu Profesional Sulawesi Tengah (IP Sulteng) yang sedang berjuang untuk launching dan menebar manfaat di wilayah Sulawesi Tengah. Sebagaimana IP Sulteng yang baru, begitupun pengalaman saya sebagai sekretaris. Sebelumnya selalu mendapat amanah sebagai orang lapangan ataupun pemegang dana, karena itu saya selalu penasaran dengan jabatan sekretaris yang beberapa kali saya tolak di organisasi-organisasi sebelumnya.

Setelah lama fakum di dunia luar dan berdiam diri di rumah dengan gelar baru sebagai seorang ibu, saya pun mulai lebih mengenal diri sendiri dengan bantuan tugas-tugas di kelas Matrikulasi. Alhamdulillah, meskipun saya masih harus banyak belajar tentang tata cara surat menyurat dan ilmu-ilmu lainnya untuk sekretaris, namun saya menemukan diri saya sangat antusias dan lebih giat belajar. Suka pelajaran Bahasa Indonesia, memastikan kata yang dirnagkai harus tepat, mencatat segala hal dalam notes, merapikan data adalah hal-hal yang saya sukai sejak lama yang membuat saya mempunyai sedikit bekal dalam menjalani peran ini. Alhamdulillaah ‘ala kulli haal…

Sejauh ini tantangan yang saya hadapi adalah beradaptasi dengan peraturan-peraturan komunitas terkait surat menyurat dan tugas-tugas sekretaris lainnya. Alhamdulillah, tantangan ini menjadi lebih mudah dengan bantuan para sekretaris kota yang terkumpul dalam grup Sharing Sekretaris Kota. Menerima kebaikan hati dan keramahan para bunda sekretaris membuat saya yang masih sangat baru tidak segan untuk bertanya bahkan untuk hal kecil sekalipun. Terima kasih bunda-bunda semuanya. Berharap Allah membalasnya dengan kebaikan berlimpah, jazakunnallah khoyron..

Sejauh ini, belum begitu banyak yang saya lakukan sebagai sekretaris. Saya masih harus terus belajar, berbagi dan melayani. Alhamdulillah beberapa program kerja telah kami jalankan dan mendapat antusias dari masyarakat Sulawesi Tengah, Palu khususnya. Maka penguruspun mulai terjun bekerja sesuai perannya masing-masing. Masih banyak hal yang harus kami lakukan mengingat belum begitu banyak komunitas parenting di kota ini, belum begitu banyak ilmu-ilmu parenting yang tersebar bagi para ibu di provinsi ini dan masih banyak para ibu yang haus akan ilmu mendidik anak.

Berharap kami, para pengurus bias menjalankan amanah ini dengan baik dan menjadi perpanjangan tangan dari Institut Ibu Profesional untuk berbagi dan melayani pada segenap masyarakat Sulawesi Tengah, kota Palu dan sekitarnya pada khususnya. Aamiin..





Palu, 1 April 2018
Rati Rahmawati | Ummu Ghaza
Kelas MIIP Koordinator E B#5

Umma Mendongeng | DAY 12

MEMBANGUN KARAKTER ANAK LEWAT DONGENG


Bismillaah..

Hari ini Ghaza belum move on dengan DIY Animals Shadow Puppets yang Umma buat semalam. Ghaza terus memainkannya dan meminta Umma bercerita. Umma pun bercerita namun kali ini menggunakan menggunakan bantal sebagai panggungnya. Ghaza terima-terima saja meski tanpa mematikan lampu dan menggunakan bayangannya. Umma bercerita tentang hewan-hewan di hutan yang ramah dan senang bermain bersama-sama. Umma mengangkat cerita ini agar Ghaza tidak mudah berkata "NO" pada orang baru maupun teman-teman seusianya. Maklum, karena jarang keluar rumah dan bertemu dengan orang-orang, Ghaza kadang lebih nyaman bermain sendiri. Semoga dengan cerita-cerita dan latihan yang Umma berikan, Ghaza bisa dan mau bersosialisasi dengn baik. Aamiin..



Umma Mendongeng | DAY 11

MEMBANGUN KARAKTER ANAK LEWAT DONGENG


Bismillaah..
Ini salah satu yang ingin Umma buatkan untuk Ghaza sejak lama, alhamdulillah bisa terealisasi bersamaan dengan tantangan kali ini, Animals Shadow puppets. Bahan-bahannya sederhana, cukup sediakan kertas tebal (karton,dll) untuk memprint pritablenya juga stik es krim dan cahaya lampu (Umma pakai lampu HP).

Kali ini, Umma bercerita tentang persahabatan hewan-hewan di hutan. Alhamdulillah Ghaza sangat senang, ini saking senangnya cerita Umma tidak bisa selesai karena anaknya sibuk ingin main dengan bayangan hewannya. Umma biarkan dulu kali ini, Insya Allah besok bisa main dengan cerita yang lainnya.



oiya, bunda-bunda yang ingin printable bisa didapatkan di sini yaa :
https://bit.ly/2jeiX1X

Semoga bermanfaat :)

Umma Mendongeng | DAY 10

Bismillaah..

Seharian ini Umma sibuk menyiapkan jualan untuk berjualan di salah satu kegiatan di Golni, sejak sore Ghaza di rumah bersama Abah. Pulang dari tempat kegiatan, Umma buru-buru mengambil buku dan bercerita pada Ghaza. Kisah kali ini adalah tentang seekor anjing yang kehausan dan ditolong oleh seorang pria yang baik hati. Umma belum bisa mengarang cerita dan mempersiapkan bahan lagi hari ini, jadi lagi-lagi mmeinta bantuan buku cerita Ghaza.


Umma berusaha sebisa mungkin menemani Ghaza terutama menyempatkan waktu untuk bercerita padanya. Beberapa hari bercerita, Umma melihat Ghaza senang dan sering minta sendiri untuk dibacakan buku atau Umma bercerita. Karena itu, Umma tidak ingin ini terputus hanya karena kesibukan. Semoga Umma bisa istiqomah yaa nak sayang.. Ini juga menjadi tebusan atas rasa bersalah Umma yang tidak bisa menemani Ghaza main seharian seperti dulu lagi.. Semangat Semangat!!!


Umma Mendongeng | DAY 9

MEMBANGUN KARAKTER ANAK LEWAT DONGENG


Bismillaah..

Seperti kemarin.. Umma yang sibuk dengan dagangan di teras berusaha sebisa mungkin meluangkan waktu bermain dan bercerita pada Ghaza. Kali ini masih dengan bantuan buku, Umma bercerita tentang Mobil merah yang sakit dan membutuhkan pertolongan. Kemudian datanglah si mobil kuning mengantar mobil merah ke bengkel. Di bengkel, mobil merah dibantu oleh seorang mekanik. Berkat bantuan mobil kuning dan mekanik, mobil merah sembuh dan bisa berjalan lagi seperti biasa.


Kurang lebih seperti itu cerita singkatnya. Umma ingin menanamkan pada Ghaza betapa senangnya bila saling tolong menolong. Ghaza senang dibacakan cerita ini dan meminta dibacakan cerita dr buku lainnya.

Alhamdulillah.. Beberapa hari dibacakan cerita, Ghaza memperlihatkan respon yang baik dan terus meminta dibacakan cerita² lainnya. Meskipun cerita yang Umma bawakan sebagian besar hanya hasil karangan sendiri ataupun mengambil ide cerita dari gambar-gambar di buku. Semoga bisa terus istiqomah sesibuk apapun yaa umm..

Umma Mendongeng | DAY 8

MEMBANGUN KARAKTER ANAK LEWAT DONGENG


Bismillaah..
Hari-hari kembali normal setelah mulai jualan lagi hehe. Karena waktu bersama Ghaza menjadi lebih sedikit, Umma belum sempat mempersiapkan dongeng/cerita baru. Jadi kali ini, lagi-lagi Umma menggunakan buku sebagai bantuan. Kali ini Umma bercerita tentang si Sapi yang kehilangan kakinya dan berusaha untuk menemukannya. Umma banyak melibatkan Ghaza dalam cerita kali ini. Ghaza yang membolak-balikan buku dan mencari kaki si Sapi dan juga Umma meminta Ghaza menyebutkan satu per satu kaki yang ditemukannya hingga berhasil menemukan kaki sapi yang sebenarnya.


Sedikit yaa.. Hiks.. Maafkan Umma Ghaza nak..
Insya Allah besok bisa mendongeng lebih banyak dna lebih lama lagi ya nak yaa..

Umma Mendongeng | DAY 7

MEMBANGUN KARAKTER ANAK LEWAT DONGENG


Bismillaah..
Sepertinya Ghaza mulai terbiasa dengan cerita-cerita Umma, terbukti hari ini Ghaza menyodorkan bukunya dan meminta Umma bercerita. Menerima permintaan Ghaza, Umma pun mulai bercerita berbekal gambar yang Ghaza pilih. Umma bercerita seperti saat materi mendongeng kemarin, dimana kami diberikan sebuah gambar lalu diminta bercerita dari gamar tersebut.

Gambar pertama yang Ghaza pilih adalah tentang kelinci. Umma pun mulai bercerita menggambarkan suasana seperti di buku saat pagi hari yang cerah, matahari bersinar terang dan awan-awan putih di langit, 2 ekor kelinci sedang menikmati makanannya di taman bunga. Kurang lebih seperti itu cerita Umma dan kemudian Ghaza membolak-balik halaman buku untuk meminta Umma menceritakan gambar lainnya.


Kali ini tentang 4 ekor ikan yang sedang bermain petak umpet di lautan luas. Mereka bersembunyi di balik terumbu-terumbu karang dan rumput laut. Umma menceritakan suasana lautan dengan menyebutkan segala sesuatu seperti digambar dan memberi kesan tentang indahnya bermain bersama teman.

Cerita selanjutnya tentang Ibu Singa dan 2 ekor Anak Singa yang sedang menanti Bapak Singa pulang dari berburu. Ibu dan anak-anak singa tersebut dengan sabar menunggu makan malam mereka dibawakan oleh si Bapak Singa. Mereka menunggu sambil bermain dan bercerita. Mereka percaya bahwa hari ini akan ada rejeki yang Allah titipkan buat mereka lewat Bapak Singa.

Cerita-cerita pendek ini cukup berkesan buat Umma dan Ghaza. Umma jadi banyak belajar untuk belajar bercerita lewat gambar dengan berusaha memasukkan nilai-nilai yang ingin Umma tanamkan pada Ghaza. Dan Ghaza pun bersabar menunggu Umma menyelesaikan cerita baru kemudian mencari gambar lainnya.

Alhamdulillah 'ala kulli haal..

Umma Mendongeng | DAY 6

MEMBANGUN KARAKTER ANAK LEWAT DONGENG


Bismillaah..
Umma senang saat dongeng kemarin "berhasil" menurut Umma. Maka kali ini pun Umma mencoba memilih waktu bercerita yang sama seperti kemarin, yaitu saat Ghaza lagi nenen sebelum tidur. Kali ini Umma berkisah tentang Gigi Seri, gigi Taring dan Gigi Geraham yang hidup bahagia. Mereka senang saat memakan makanan yang manis, minum teh, makan sayur dan buah juga nasi dan kentang. Umma menyebutkan satu per satu makanan kesukaan Ghaza untuk menarik perhatiannya. Nah, suatu hari, si Gigi Geraham mengeluh kesakitan, ternyata ada lubang kecil di bagian atasnya. Setelah dicari tahu, penyebabnya adalah si Gigi Geraham yang malas mandi (menggosok gigi) sebelum tidur. Sehingga kuman-kuman jahat tidak mau pergi dan membuat lubang di atasnya. Gigi Geraham yang mengetahui penyebabnya bertekad untuk rajin mandi sebelum dan sesudah tidur. Alhamdulillaah, Gigi Geraham tidak mengeluh sakit lagi dan kuman-kuman jahat pun menjauh darinya.

Sepertinya cerita kali ini tidak didengarkan Ghaza sampai selesai, mungkin karena kecapean Ghaza sudah tertidur sebelum Umma menyelesaikan ceritanya. Tetapi karena masih tetap nenen, Umma berharap Ghaza masih mendengar akhir ceritanya. Tak apalah.. Besok diulang lagiπŸ˜€

Umma Mendongeng | DAY 5

MEMBANGUN KARAKTER ANAK LEWAT DONGENG


Bismillaah..
Dongeng hari ini berjalan begitu saja saat Ghaza minta nenen.. Umma bercerita tentang seekor anak sapi yang dijauhi teman-temannya karena kebiasaannya yang suka melempar barang. Saat bermain bola, si anak sapi melempar bola jauh-jauh sampai hilang dan tak ditemukan lagi. Saat membaca buku, si Anak sapi melempar bukunya hingga robek dan tidak bisa di baca lagi. Begitu juga dengan permainan lainnya yang menjadi rusak dan tidak bisa digunakan lagi karena sering dilempar si Anak sapi. Teman-temannya pun menjauhinya dan tidak mau bermain dengannya.
Anak sapi yang sedih, pulang ke rumah dan bercerita pada Ibunya sambil menangis.
Umma menirukan percakapan si anak sapi dan ibunya dengan intonasi sesuai cerita, lucunya, saat menirukan anak sapi yang sedang menangis sambil bercerita ke Ibunya, Ghaza juga ikut menangis. Waaaah, rupanya dia terbawa suasana.. Entah karena baru saja lempar-lempar mainan, atau karena sedih mendengar anak sapi yang sedih.

Cerita sempat terhenti sebentar disini, Umma sibuk membujuk Ghaza hehe Umma sampaikan agar Ghaza ikut menasihati si Anak Sapi agar tidak melempar-lempar barang dan mainannya lagi. Ghaza pun diam dan pelan-pelan ikut meski cuma sekedar no no.

Alhamdulillah..
ini sekarang klo Ghaza melempar barang, abah tinggal mengingatkan ttg cerita si Anak Sapi, Ghaza langsung diam duduk merajuk menutu mata hahaha. Umma bujuk lagi, sampaikan klo Ghaza anak baik yang tidak suka melempar barang. Lalu Umma minta Ghaza mengulang kembali nasihat buat si Anak Sapi..

Ternyata dongeng bisa sangat berpengaruh yaa.. Cerita-cerita kemarin mungkin juga membawa pengaruh meskipun kadang tidak Umma sadari. Tapi kali ini benar-benar berasa. Aaah, Semangat membentuk karakter lewat dongeng Umma :)

Umma Mendongeng | DAY 4

MEMBANGUN KARAKTER ANAK LEWAT DONGENG


Bismillaah..
Hari ini Umma mendongeng, benar-benar mendongeng hehe. Tentang seekor anak Jerapah baik hati bernama Jaffa. Suatu hari, Jaffa bersama teman-temannya Momo si Monyet, Zizi si Zebra dan Badu si Badak bermain bola di lapangan luas yang ada di tengah hutan tempat tinggal mereka. Saat asik bermain, tiba-tiba bola yang ditendang Badu melayang jauh ke udara dan menghilang dari pandnagan mereka. Mereka pun sepakat akan berpencar mencari bola tersebut. Beberapa lama berjalan, Jaffa mendengar suara minta tolong dari arah kanan. Jaffa pun buru-buru mencari asal suara itu dan menemukan seekor anak rusa terjerat akar pohon. Jaffa yang baik hati segera menolong anak rusa tersebut. Sayangnya, akar pohon itu terlalu kencang melilit si anak rusa. Jaffa lalu meninta anak rusa menunggu dan Jaffa bergegas mencari teman-temannya untuk meminta bantuan. Tidak lama kemudian, Jaffa dan teman-temannya datang, dan bekerja sama menolong si Anak Rusa. Alhamdulillah, Anak Rusa itupun berhasil diselamatkan.

Lumayan yah, setelah beberapa hari bercerita dan belajar mendongeng, Umma merasa cerita kali ini lah yang lebih ke arah dongeng. Umma tetap memilih cerita yang pendek, dengan tokoh-tokoh yang Ghaza kenali. Kali ini, Umma tidak menggunakan media apapun sebagai bantuan karena Umma menceritakannya selagi Ghaza nenen berharap Ghaza bisa tertidur setelahnya. Sayangnya tidak, hehe

Masih seperti kemarin, cerita kali ini tentang tolong-mrnolong. Jika kemarin tentang mobil yang meminta bantuan, kali ini tentang Jerapah yang senang membantu. Jerapah dan teman-temannya rela tidak melanjutkan mencari bola mereka, untuk menolong si Anak Rusa. Semoga Ghaza tumbuh menjadi anak yang suka menolong yaa.. ^^

Umma Mendongeng | DAY 3

MEMBANGUN KARAKTER ANAK MELALUI DONGENG


Bismillah..

Semakin ke sini rasanya Umma makin sadar klo Umm memang tidak mahir mengarang dongeng deh πŸ˜‚ seharian ini memikirkan cerita yang pas buat Ghaza tapi belum ketemu juga. Akhirnya Umma memutuskan menggunakan buku untuk membantu Umma mengarang cerita dan membuat Ghaza fokus.

Umma memilih buku ini :
Dari beberapa halaman, hanya 4 halaman yang Umma gunakan untuk bercerita. Ceritanya tidak sama persis dengan di buku, Umma mengarang cerita baru versi pendek yaitu tentang si Purple, mobil ungu yang akan melakukan perjalanan untuk menemui temannya si Red Fire Truck. Purple sangat senang saat melewati pinggir pantai, dia bisa melihat kapal dan beberapa kelinci yang sedang bermain pasir. Saat melanjutkan perjalanan, ternyata ada jalan yang sedang dalam perbaikan. Jalanannya rusak, becek dan ada pula bebatuan. Tidak cuma itu, di depan purple ternyata ada tumpukan batu yang sangat banyak yang membuatnya tidak bisa lewat. Purple pun meminta bantuan Pak Yellow Buldozer yang sedang bekerja. Dengan senang hati Pak Yellow menyingkirkan batu-batu yang menghalangi jalan dan purple pun melanjutkan perjalanan setelah mengucapkan terima kasih. Alhamdulillah.. Purple tiba di rumah Red Fire Truck dengan tepat waktu.

Singkat..
Iya, karena Ghaza belum bisa fokus duduk doam berlama-lama apalagi tanpa bantuan media lain. Ini saja pakai bantuan buku, Ghaza sibuk ingin membolak-balik halaman buku padahal Umma belum selesai di halaman yang satu hahaha tantangan banget yaa.. Alhamdulillah Ghaza tadi lebih dulu berkata "tolong" saat Umma menceritakan purple yang meminta bantuan ke buldozer. Sepertinya Ghaza mulai paham setelah beberapa hari ini terus Umma sounding. Semoga bisa semakin paham yaa Ghaza nak..

Umma Mendongeng | DAY 2

MEMBANGUN KARAKTER ANAK MELALUI DONGENG

Bissmillah..

Hal yang ingin Umma tanamkan dalam cerita hari ini adalah meminta pertolongan saat sedang membutuhkan. Akhir-akhir ini Umma melihat Ghaza berusaha menyelesaikan hal yang dihadapinya sendiri dan menangis saat merasa tidak mampu lagi. Mungkin karena Ghaza mengerti Umma yang mulai jualan sudah tidak bisa menghabiskan waktu seharian bersamanya. Umma paham tangisan Ghaza juga adalah caranya meminta bantuan/pertolongan. Tapi Umma ingin menunjukkan cara yang baik itu yaitu dengan meminta tolong, berkata "tolong" dengan mengatakan maksud. Untuk kemampuan berbahasa Ghaza sekarang, Umma yakin Ghaza sdh bisa melakukannya.

Setelah menutup "Jajanan Teras" malam ini, Umma mulai sounding ke Ghaza akan bercerita lagi padanya. Kali ini Umma memilih menggunakan mobil²an Ghaza sbg pemerannya. Kali ini Umma tetap berusaha membuat cerita sependek mungkin namun tetap bisa nyambung dan dipahami Ghaza.
 
Ceritanya...
Tentang 3 Truk yang bersahabat dan memutuskan hari itu akan melakukan lomba untuk menentukan siapa yang paling cepat. Ada si Truk Merah, Biru dan Hijau. Saat lomba berlangsung, si Truk Biru yang tidak hati-hati terperosok ke dalam lubang. Dia berusaha sekuat tenaga untuk mengeluarkan salah satu ban nya dari lubang tsb yang sayangnya usahanya tidak berhasil. Si Biru enggan meminta tolong pada teman-temannya karena merasa mampu dengan usahanya sendiri. Setelah berjuang beberapa lama, akhirnya dia pun menyerah dan meminta bantuan teman-temannya.

Si Biru berteriak, "Toloooong.." berulang-ulang kali sambil terus membunyikan klakson (ini bagian kesukaan Ghaza 😁)

Truk Merah dan Hijau yang mendengarnya segera berbalik arah dan datang menolong Truk Biru. Alhamdulillah... Truk Biru berhasil mengeluarkan ban nya dr dalam lubang dengan bantuan teman-temannya.


Alhamdulillaah.. Cerita malam ini lumayan menarik perhatian Ghaza meskipun tetap saja Ghaza tidak bisa diam dan ingin ikut berperan menggerakkan truk-truknya. Umma berusaha menggunakan kata-kata yang sering Ghaza dengar dan benda-benda yang dia sukai. Umma juga memperhatikan intonasi dan beberapa kali meminta Ghaza meneruskan kata yang ingin Umma sebutkan atau menanyakan kembali beberapa hal yang Umma ucapkan sebelumnya. Lumayan mengras pikiran dan tenaga untuk membuatnya tetap fokus pada cerita haha

Umma sadar, Ghaza tidak akan langsung paham maksud dari cerita-cerita Umma. Karena itu, Umma akan berusaha untuk konsisten bercerita dan memberi pengertian dengan cara lainnya. Mohon doanya yaa..

Umma Mendongeng | DAY 1

MEMBANGUN KARAKTER ANAK MELALUI DONGENG

Bismillaah..
Wow, ini benar-benar tantangan yang sangat menantang bagi Umma. Mendongeng..
Sewaktu kecil, Umma sangat suka mendengar kakek Ghaza mendongeng. Dongeng menjadi salah satu cara ampuh untuk membujuk Umma dan imi untuk tidur siang. Sayangnya sekarang Umma tidak tahu cara mendongeng hiks.. Pernah juga Umma ikut kelas bercerita di WA dan tidak lulus hehe Semoga kali ini bisa sukses mendongeng/berkisah/bercerita buat Ghaza yaa..

Tadi Umma mendapat kesempatan untuk bercerita pada Ghaza saat lagi di kamar mandi hihi. Seperti biasa, Ghaza asik menggambar di tutup ember yang kering menggunakan jari telunjuknya yang basah. Umma pun memulainya dengan bertanya, "Ghaza lagi menggambar apa nak ?", Ghaza menjawab, "Bus", "oh, bus warna apa itu ?", "kuning",katanya. Umma pun menawarkan diri menggambar seorang anak perempuan lalu mulai bercerita tentang anak perempuan yang sedang menunggu bus. Sayangnya, percobaan pertama ini, Umma anggap gagal karena waktunya sempit dan Umma blank, tidak siap dengan ceritanya hahaha. Umma mesti banyak-banyak belajar ini!!! Umma mengambil cerita tentang anak perempuan karena sepertinya, Ghaza kurang suka bermain dengan anak perempuan. Mungkin karena fitrahnya sbg laki-laki. Tapi Umma ingin Ghaza bisa ramah pada siapa saja.

Percobaan kedua kali ini, Umma mempersiapkan ceritanya, tentang perjalanan seekor kelinci mencari makanan kesukaannya, yaitu wortel. Tujuannya, agar Ghaza semakin mengenal wortel dan juga bisa suka makan wortel. Akhir-akhir ini Ghaza suka pilih-pilih makanan karena lagi proses tumbuh gigi. Semoga tujuan Umma tercapai yaa.. aamiin

Umma pun menyiapkan peraga yaitu kubus meraba Ghaza sewaktu bayi dan buku Hijaiyah yang ada gambar kelinci sedang memakan wortel. Dan Umma mulai mempraktekkan ilmu dari cemilan rabu kemarin :
Umma mengajak Ghaza duduk dan menyampaikan bahwa Umma akan bercerita tentang seekor kelinci. Kemudian Umma bertanya, makanan kesukaan kelinci apa ? Ghaza pun menjawab dengan benar, wortel. Umma pun menggerak-gerakkan kubus kelinci yang Umma pegang dan bersuara seolah-olah kelinci, memperkenalkan diri pada Ghaza dan berkata bahwa dia sedang lapar dan akan mencari makanan kesukaannya. Di perjalanan kelinci bertemu dengan Pak Ular (salah satu hewan di kubus meraba) dan bertanya dimana dia bisa menemukan wortel. Sayangnya Pak Ular tidak tahu, dan menyarankan kelinci bertanya pada Bu Domba yang sedang makan di padang rumput. Kelinci pun kesana, dan Bu Domba memberitahukan bahwa di dekat taman bunga ada banyak wortel disana. Saat sampai di padang bunga, kelinci sudah melihat kelinci-kelinci lainnya sedang menikmati wortel dan juga bermain disekitar padang bunga. Kelinci pun ikut bergabung dan menikmati wortel kesukaannya.

Alhamdulillah..
Cerita pendek ini berhasil Umma bawakan dengan penuh drama hahaha Karena sejak mulai bercerita bahwa kelinci sedang mencari wortel, Ghaza sudah sibuk memberi wortel ke mulut kelinci yang Umma pegang haha. Ghaza juga belum bisa fokus dari awal cerita sampai akhir. Umma maklum, karena ini adalah hari pertama. Tak apa yaa... Besok belajar lagi..

SEMANGAT!!!!

Aliran Rasa | Kreativitas



Bismillaah..

Tantangan di level kali ini adalah salah satu tantangan paling asik menurut Umma. Lewat tantangan ini, membuka hati untuk lebih peka terhadap kreatifitas anak. Menjadikannya motivasi agar lebih kreatif. Setelah melihat kreativitas anak sendiri, Umma jadi malu kalau tidak belajar menjadi kreatif. Tentu bukan cuma itu saja yaa.. Umma juga harus belajar untuk menerima kreativitas Ghaza dan membantunya untuk mengasah kreativitasnya..

Alhamdulillah 'ala kulli haal..
Dari beberapa masalah yang Umma jadikan tantangan di bulan ini, sebagian berhasil dan sebagian lagi tidak. Tantangan untuk Umma, alhamdulillah berhasil. Setelah sibuk kesana kemari untuk persiapan membuka usaha, alhamdulillah "Jajanan Teras", usaha kecil-kecilan Umma dan Abah sudah buka sejak selasa kemarin. Maasya Allah, rasanya nao-nano hehe

Tantangan buat Ghaza, Alhamdulillah Umma berusaha untuk menerima kreativitas Ghaza dan berusaha bermain dengan Ghaza meskipun tidak bisa setiap hari dengan situasi saat ini. Sedangkan tantangan buat Abah, hiks.. Umma gagal. Karena kemarin lebih sering nginap di rumah keluarga dan keluar rumah untuk persiapan buka usaha. Dan sekarang, saat Umma sibuk jaga "Jajanan Teras" di depan, otomatis Umma susah menari di dapur. Maafkan Umma yaa bah.. Umma lagi belajar beradaptasi...

Alhamdulillah 'ala kulli haal..
Umma sangat bersyukur tantangan-tantangan di kelas Bunda sayang ini menemani hari-hari keluarga kami untuk terus berproses dalam kebaikan. Semoga ditantangan selanjutnya bisa lebih baik lagi dan berhasil :) Aamiin

Be Creative! Day 10

Bismillah..

Hari terakhir di tantangan level 9 kali ini. Tidak terasa yaa.. Berbulan-bulan tantangan di kelas Bunda Sayang menemani hari-hari keluarga kami. Mendukung dan membantu Umma dalam membersamai dan menstimulus tumbuh kembang Ghaza. Alhamdulillah 'ala kulli haal.. Tak henti²nya mendoakan kebaikan buat seluruh yang terlibat di IIP dan IP, semoga menjadi amal jariyah.. Aamiin

Umma, Ghaza dan Abah beberapa hari ini menginap lagi di rumah keluarga. Dan seperti biasa, Umma harus siap dengan segala perlengkapan bermain Ghaza. Yang Umma bawa kali ini adalah kotak belajar, beberapa mobil²an kecil dan 2 bentuk puzzle. Banyak ? Lumayan, buat berjaga-jaga. Anaknya kadang suka nagih mainan favoritnya sih, maka Umma pun berinisiatif untuk 'menyediakan payung sebelum hujan' 😊


Dan benar saja, Ghaza malamnya minta belajar. Umma tentu saja sudah siap dengan kotak belajar Ghaza dan meminta Ghaza memilih ingin belajar apa. Ghaza memilih mainan kancing warna warni dan memulai pelajarannya. Umma pun mengawasi Ghaza sambil sesekali memberi petunjuk dengan pertanyaan 😁 Tidak lama belajar, bukannya menyusun kancing sesuai warnanya, Ghaza mulai mendorong kancingnya ke arah belakang dengan menggunakan telunjuknya sambil berpura-pura seolah kancing itu adalah mobil²an πŸ˜₯ Iyaa, bagus sih. Kreatif. Aktingnya jago. Tapi setelahnya Umma harus sibuk mencari kancing² kecil tsb agar tidak hilang πŸ˜– Tak apa laah yaa.. Ingat Umma, jangan batasi kreatifitas anak huhuhu πŸ˜†πŸ˜†πŸ’ͺ🏻πŸ’ͺ🏻πŸ’ͺ🏻

Akhir-akhir ini, Ghaza memang lagi senang-senangnya bermain peran. Semakin lama, kelihatan semakin meningkat durasinya, percakapannya dan aktingnya 🀣🀣🀣
Seperti malam ini..
Abah kan belum pulang, dan Ghaza menemukan stiker telepon yang tertempel di ranjang. Ghaza pun mulai berpura-pura seolah sedang menelpon abahnya. Dia menekan tombol hijaunya, lalu berkata, "hallo, abah" dan berekspresi kecewa sambil bilang,"abah nda angkat telpon." *alamaakk ditolak πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚
Umma buru-buru mengambil HP dan merekamnya sambil sesekali bertanya pada Ghaza. Umma jg sdh siap ikut dalam naskahnya si kecil ini, dan meminta Ghaza menelpon Umma biar percakannya berlanjut di telepon tanpa alasan tidak diangkat lg. Tp Ghaza ttp tidak mau, dan bertahan dengan naskahnya "Telepon Yang Tak Diangkat" πŸ˜₯πŸ˜‚πŸ˜†πŸ€£πŸ€£πŸ€£πŸ€£





Palu, 6 April 2018
Rati Rahmawati | Ummu Ghaza
Kelas Bunda Sayang 2 Sulawesi

Be Creative! Day 9

Bismillah..

Umma berusaha untuk mencari berbagai macam permainan yang dapat membantu Umma menstimulasi kreatifitas Ghaza. Dan kali ini, Umma menggambar sesuatu yg ada dibuku bersama Ghaza. Umma pun memilih salah satu buku favorit Ghaza sewaktu bayi, lalu menyediakan kertas dan alat tulis. Umma mengajak Ghaza menggambar wortel. Saat Umma asik menggambar, Ghaza tentu saja hanya mencoret². Umma pun bertanya apa yang sedang Ghaza gambar, dan Ghaza menjawab, "Ghaza nda mau gambar wortel, Ghaza gambar telur aja." πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚
Ooh, iyaa.. Umma pun ingat pernah mengajarkan Ghaza cara menulis lingkaran. Dan setelag Umma perhatikan cara Ghaza menggambar, memang spt akan membentuk lingkaran yg ujung²nya hanya berbentuk coretan tidak karuan. Tapi Ghaza tetap keukeuh bahwa yg di gambar nya adalah telur.. Ok nak, itu telur.. I see 😎

Nah, ada lg nih satu hal kreatif yang dilakukan Ghaza 😁 Ghaza membalikkan mobil²annya, lalu memutarnya seperti sedang bermain gasing. Entah idenya didapat dari mana, karena setahu Umma, kami tidak pernah melihat gasing atau bermain gasing..


Bukan cuma Umma yaa yg sibuk mencari cara bermain bersama Ghaza. Ghazapun bisa menemukan permainan untuk dirinya sendiri. Menyusun mobil²annya dari yang terbesar sampai terkecil seperti ini pun menjadi favoritnya, lalu dengan senang hati Ghaza akan mendorong dari belakang sambil berteriak "tuuut ttuuuut train" 😍😎😘


Sama-sama belajar yaa Ghaza nak..
Umma berusaha untuk menemukan permainan seru yang dapat menstimulasi tumbuh kembang Ghaza. Dan Ghaza pun boleh membuat permainan yang Ghaza senangi..
Dunia anak-anak itu memang bermain yaa..
Maka Umma belajar untuk masuk ke dunia Ghaza dna bermain bersama Ghaza..

Semoga istiqomah yaa kita nak 😘 menjadi pribadi yang lebih baik dan bermanfaat dari hari ke hari.

Aamiin..





Palu, 2 April 2018
Rati Rahmawati | Ummu Ghaza
Kelas Bunda Sayang 2 Sulawesi

Be Creative! Day 8

Bismillah..

Dulu Umma merasa kata "kreatif" itu amat sangat jauh dari diri pribadi hihi. Rasanya suka bikin², tapi tidak tahu mau mulai dari mana dan bagaimana. Maka saat bergabung di IP Sulawesi dan bertemu dengan Rumbel Crafting, alhamdulilah serasa menemukan tempat berteduh ditengah terik matahari hahaha *lebay

Umma pun mulai belajar lagi, mengamati, meniru dan memodifikasi hasil karya bunda2 di Rumbel Crafting dan berbagi dengan teman di sosmed. Alhamdulillah, semakin mengenal bunda² kreatif d rumbel crafting, rasanya semakin mendekat ke arah kata "kreatif" yg selama ini rasanya kejauhan hehe

Dan hasil crafting Umma kali ini adalah tempat pulpen/pensil sekaligus tempat notes buat d meja Umma. Ini jg hasil cahlleng dr Rumbel Crafting bln maret kmrn yg dikerjakan menjelang deadline 🀣



Untuk Ghaza, hmm.. Ghaza sibuk main perosotan menggunakan tas ransel abahnya πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚


Esok harinya Umma menempelkan bubble wrap ke dinding buat bahan permainan Ghaza, yg ternyata Umma pun keasikan ikut main πŸ˜† Ghaza mencoba berbagai cara untuk membuat bubble wrapnya bunyi. Mulai dari dipencet satu persatu, ditepuk-tepuk pakai tangan bahkan di dorong pakai belakangnya hahaha


Setelah itu Ghaza jalan² sore dan pulangnya bermain puzzle bareng Umma. Alhamdulillah Ghaza sdh bs menyusun semua puzzlenya. Meskipun kadang suka bingung kalau puzzlenya terbalik 😁 Padahal ini puzzle untuk usia 3+, dan berkat sering latihan alhamdulillah sekarang Ghaza sdh bisa..



Kreatifitas ternyata memang harus terus diasah secara konsisten yaa. Lingkungan yang mendukung pun bs memperbanyak ide dan menambah kreatifitas.
Semangat belajar menjadi kreatif dan berbagi kreatifitas Ghaza dan Umma..




Palu, 1 April 2018
Rati Rahmwati | Ummu Ghaza
Kelas Bunda Sayang 2 Sulawesi

Be Creative! DAY 7

Bismillaah..

Bagi saya, membersamai anak setiap harinya berarti merawat cinta yang sudah tumbuh bahkan sejak dalam kandungan. Rutinitas yang dijalani, kadang berlalu begitu saja dan kadang pula penuh cerita lucu, sedih, gembira dan hikmah yang bisa diambil.


Hari ini, Umma merasa lucu dengan tingkah pola Ghaza yang menurut Umma kreatif. Ghaza sengaja menjatuhkan remot AC ke belakang tempat tidur, maka Umma pun menurunkan sakelar untuk mematikan AC. Saat sudah hampir siang dan Ghaza kepanasan, Ghaza meminta Umma untuk menyalakan AC. Umma pun mengingatkan Ghaza tentang remot AC yang dijatuhkannya pagi tadi. Ghaza yang mengingatnya segera mengintip ke tempat ia menjatuhkan remot AC. Umma hanya duduk dan mengamati Ghaza sambil sesekali menengok ke HP. Saat menengok ke Ghaza lagi, Umma tertawa melihat apa yang Ghaza lakukan. Ghaza sudah menaiki bantal dan berusaha memanjat sisi tempat tidur untuk meraih sakelar AC. Sepertinya dia melihat sewaktu Umma mematikan AC lewat sakelar. Anak-anak memang peniru ulung yaa..

Saat ini, Ghaza sudah berusia 22 bulan. Setiap bulannya Umma berusaha melihat stimulasi apa yang tepat untuk Ghaza sesuai usianya. Salah satu capaian untuk usia Ghaza kali ini adalah jalan berjinjit beberapa langkah untuk melatih keseimbangannya. Maka Umma pun melakukan permainan jalan berjinjit sambil berkata "jinjit..jinjit..jinjit" dengan nada ceria yang membuat Ghaza tertarik. Ghaza pun mengikuti cara Umma berjalan sambil ikut berkata "jinjit" dengan tertawa. Lalu Ghaza melakukannya lagi sambil berputar-putar, haha Alhamdulillah, ternyata Ghaza bisa melakukannya..

Malamnya, kami pulang ke rumah karena sudah beberapa malam menginap di rumah saudara dan Datok sudah rindu dengan cucunya. Umma menyelesaikan beberapa pekerjaan yang tertunda sambil tetap mengawasi Ghaza bermain. Hingga Umma tertarik saat melihat Ghaza mendorong remot TV dengan mobil-mobilannya di atas tempat tidur. Anak-anak selalu punya caranya sendiri untuk bermain, karena dunia mereka adalah masa bermain.





Palu, 28 Maret 2018
Rati Rahmawati | Ummu Ghaza
Kelas Bunda Sayang 2 Sulawesi

Mengikat Makna | KREATIVITAS



Ada yang baru di Kelas Bunda Sayang..
Aaahh, bukan cuma di Kelas Bunda Sayang sih, pada dasarnya saya selalu menerima hal baru, belajar ilmu baru dan kejutan-kejutan lainnya di Institut Ibu Profesional (IIP). Alhamdulillah 'ala kulli haal... Semoga Ibu Septi sekeluarga, para guru, fasil, dan segenap yang terlibat di dalamnya mendapat keberkahan dan rahmat dari Allah, sehingga ilmu kami yang teramalkan dapat menjadi amal jariyah bagi guru-guru kami... Aaaa jd baper :')

Materi di level 9 kali ini disajikan berbeda dari biasanya, dan sangat melekat bagi saya yang visual. Karena itu, saat diminta mengikat makna dari materi "Kreativitas" di kelas, sayapun berinisiatif untuk membuatnya seperti di atas, ala-ala emak doodle yang kemarin sempat dipelajari lewat Bunda Wilda. Ini masih banyak kurangnyaa.. Klo kata suami mah "berantakan" hahaha Insya Allah jadi pengalaman pertama, langkah awal untuk pelajaran selanjutnya :)

Be Creative! Day 6

Bismillaah..

Hal kreatif apa hari ini Umma ?
Kemarin dan hari ini Umma sibuk menstimulasi diri sendiri untuk lebih kreatif dengan menyelesaikan tantangan Umma seperti yang tertulis di Day 1, menyiapkan segala kebutuhan untuk memulai jualan. Mohon doanya yaa..

Kemarin Umma mengajak Ghaza main ke Lapangan di dekat rumah, membiarkannya berinteraksi dengan kakak-kakak laki-laki yang sedang main di sana. Ghaza selalu mendapat sambutan hangat dari anak-anak di kompleks, alhamdulillah.. Meski masih suka malu, Ghaza tetap mencoba berinteraksi dengan mereka yang usianya jauh diatasnya. Ghaza meniru mereka bermain, sesekali lari ke arah mereka dan kembali berlari memeluk Umma.

 



Malamnya, Ghaza bermain dengan kotak biru, wadah pemberian dari ini untuk bekal jualan Umma. Umma biarkan Ghaza bermain dengan itu, sambil tetap mengawasinya agar tidak memecahkan kotaknya. Dan beberapa kali Ghaza meminta Umma melihat kotak yang disusunnya keatas, katanya eskavator, dan ke smaping yang katanya buldoser. Umma pun memuji Ghaza untuk menyepakati imajinasinya :)



Palu, 27 Maret 2018
Rati Rahmawati | Ummu Ghaza
Kelas Bunda Sayang 2 Sulawesi

NHW 10 | Membangun Komunitas, Membangun Peradaban


Sekretaris Kota


Bismillaah..

Saat ini saya diberi amanah sebagai sekretaris untuk Ibu Profesional Sulawesi Tengah (IP Sulteng) yang sedang berjuang untuk launching dan menebar manfaat di wilayah Sulawesi Tengah. Sebagaimana IP Sulteng yang baru, begitupun pengalaman saya sebagai sekretaris. Sebelumnya selalu mendapat amanah sebagai orang lapangan ataupun pemegang dana, karena itu saya selalu penasaran dengan jabatan sekretaris yang beberapa kali saya tolak di organisasi-organisasi sebelumnya.

Setelah lama fakum di dunia luar dan berdiam diri di rumah dengan gelar baru sebagai seorang ibu, saya pun mulai lebih mengenal diri sendiri dengan bantuan tugas-tugas di kelas Matrikulasi. Alhamdulillah, meskipun saya masih harus banyak belajar tentang tata cara surat menyurat dan ilmu-ilmu lainnya untuk sekretaris, namun saya menemukan diri saya sangat antusias dan lebih giat belajar. Suka pelajaran Bahasa Indonesia, memastikan kata yang dirnagkai harus tepat, mencatat segala hal dalam notes, merapikan data adalah hal-hal yang saya sukai sejak lama yang membuat saya mempunyai sedikit bekal dalam menjalani peran ini. Alhamdulillaah ‘ala kulli haal…

Sejauh ini tantangan yang saya hadapi adalah beradaptasi dengan peraturan-peraturan komunitas terkait surat menyurat dan tugas-tugas sekretaris lainnya. Alhamdulillah, tantangan ini menjadi lebih mudah dengan bantuan para sekretaris kota yang terkumpul dalam grup Sharing Sekretaris Kota. Menerima kebaikan hati dan keramahan para bunda sekretaris membuat saya yang masih sangat baru tidak segan untuk bertanya bahkan untuk hal kecil sekalipun. Terima kasih bunda-bunda semuanya. Berharap Allah membalasnya dengan kebaikan berlimpah, jazakunnallah khoyron..

Sejauh ini, belum begitu banyak yang saya lakukan sebagai sekretaris. Saya masih harus terus belajar, berbagi dan melayani. Alhamdulillah beberapa program kerja telah kami jalankan dan mendapat antusias dari masyarakat Sulawesi Tengah, Palu khususnya. Maka penguruspun mulai terjun bekerja sesuai perannya masing-masing. Masih banyak hal yang harus kami lakukan mengingat belum begitu banyak komunitas parenting di kota ini, belum begitu banyak ilmu-ilmu parenting yang tersebar bagi para ibu di provinsi ini dan masih banyak para ibu yang haus akan ilmu mendidik anak.

Berharap kami, para pengurus bias menjalankan amanah ini dengan baik dan menjadi perpanjangan tangan dari Institut Ibu Profesional untuk berbagi dan melayani pada segenap masyarakat Sulawesi Tengah, kota Palu dan sekitarnya pada khususnya. Aamiin..





Palu, 1 April 2018
Rati Rahmawati | Ummu Ghaza
Kelas MIIP Koordinator E B#5