Rabu, 16 Agustus 2017

Family Project | DAY 2

Diposting oleh Rati Rahmawati di 15.51 0 komentar Link ke posting ini



Bismillaah..
Setelah diskusi dan menentukan apa yang akan kami lakukan untuk Tantangan di bulan ini, selanjutnya giliran saya yang bertugas mengumpulkan bahan dan membuat Agenda Bermain Ghaza. Ternyata tidak semudah yang saya bayangkan yaa, haha
Saya tidak mau sekedar mencontek apa yang ada di buku Rumah Main Anak (RMA) sbg patokan utama saya. Saya ingin menyesuaikannya sesuai dengan apa yang kami sbg orang tua inginkan buat Ghaza, apa yang Ghaza sukai, dan apa yang baik untuk tumbuh kembangnya. Seperti itupun yang saya pelajari dari panduan yang di berikan di buku RMA. Selain buku itu, saya juga kembali membuka buku Bunda Sayang, 5 Guru Kecilku, dan beberapa buku lainnya. Juga mencari bahan di internet dan media sosial tentang permainan-permainan yang baik untuk menstimulasi tumbuh kembang Ghaza.
Alhamdulillaah..
Meskipun terkendala karena saya kurang sehat seminggu ini, tapi cukup menyenangkan membaca dan mempersiapkan Agenda Bermain Ghaza ini. Semoga besok Agendanya sudah jadi dan bisa di eksekusi langsung bersama Ghaza dan suami..


Palu, 16 Agustus 2017
Salam Ibu Profesional
Rati Rahmawati | Ummu Ghaza
Kelas Bunda Sayang 2 Sulawesi


#Rahmawati
#Day2
#Tantangan10Hari
#GameLevel3
#MyFamilyMyTeam
#KulianBunSayIIP
#BundaSayang
#IbuProfesional
#IIP
#FamilyProject
#FamilyForum




Senin, 14 Agustus 2017

Family Project | DAY 1

Diposting oleh Rati Rahmawati di 13.07 0 komentar Link ke posting ini
Bismillaah..
Game level 3 untuk Materi ke 3 kali kali ini adalah membuat Family Project. Awalnya saya bingung akan membuat proyek seperti apa untuk keluarga, mengingat suami yang sering lembur dan Ghaza yang baru usia 14 bulan. Tetapi saya mengikuti tahapan-tahapan yang diberikan fasil dalam membuat tantangan kali ini, dan menemukan solusinya.

Sebisa mungkin saat di rumah, saya mengajak suami untuk berdiskusi. Mulai dari tantangannya, dan apa yang akan kami lakukan di Game kali ini. Alhamdulillah meskipun jarang terlibat dalam tantangan-tantangan sebelumnya, suami selalu tahu tentang prosesnya dari cerita-ceritaku. Dan kali ini pun demikian, hingga kami sepakat untuk membuat kurikulum dalam mendidik Ghaza, mungkin lebih tepatnya Agenda Bermain Ghaza. Saya terinspirasi dari buku “Rumah Main Anak”dan ingin membuatnya sejak mengerjakan NHW 5 di kelas Matrikulasi. Alhamdulillah, melalui tantangan kali ini saya berharap bisa  mewujudkannya..

Nah, Family Project ini adalah membuat Agenda Bermain Ghaza dan Merealisasikannya. Saya sebagai “Pendidik Utama” bagi Ghaza akan mengumpulkan semua informasi terkait ini dan membuat rancangan utamanya kemudian suami sebagai “Kepala Sekolah”akan meninjaunya dan kami akan mendiskusikannya dalam Family Forum untuk mengambil keputusan.

Alasan memilih ini sebagai Family Project adalah sejak awal saya menyadari bahwa tantangan-tantangan dalam tiap game di kelas Bunda Sayang adalah sesuatu yang harus dipraktekkan terus menerus, bukan hanya menjadi tantangan 10 hari, tetapi tantangan seumur hidup kami. Sebab itu membuat kurikulum dalam menstimulasi masa pertumbuhan Ghaza pun menjadi sesuatu yang besar bagi saya dan suami, karena ini adalah awal untuk mendampingi Ghaza setiap hari dengan agenda-agenda bermain yang menyenangkan dan bermanfaat baginya. Untuk prakteknya, tentu saja sebagian besar akan ditemani oleh saya dan melibatkan suami di akhir minggu untuk “Tour The Talens”. Aaaah, sudah ada beberapa ide di kepala yang ingin segera dituangkan. Dan semuanya menjadi begitu menyenangkan dan ringan jika punya tujuan, terarah dan tugas dibagi seperti ini.

Alhamdulillaah..
Terima Kasih Bunda Septi, terima kasih IIP, terima kasih bunda-bunda fasil.. Selalu banyak syukur setiap kali menulis tugas seperti ini. Semoga Allah membalas segala jerih payah bunda semuanya yang berjuang mengembalikan posisi seorang IBU pada tempatnya, “Madrasah Utama”bagi anak-anaknya. Aamiin


Palu, 14 Agustus 2017
Salam Ibu Profesional
Rati Rahmawati | Ummu Ghaza
Kelas Bunda Sayang 2 Sulawesi




#Rahmawati
#Day1
#Tantangan10Hari
#GameLevel3
#MyFamilyMyTeam
#KulianBunSayIIP
#BundaSayang
#IbuProfesiona
#IIP
#FamilyProject
#FamilyForum


Sabtu, 05 Agustus 2017

Malatih Kemandirian | ALIRAN RASA

Diposting oleh Rati Rahmawati di 22.47 0 komentar Link ke posting ini



Melatih kemandirian berati memberikan kepercayaan kepada anak kita sehingga dia lebih percaya diri dan bangga atas kepercayaan tsb.

Itulah yang saya rasakan selama melatih kemandirian Ghaza kali ini. Saya belajar untuk memberikan kepercayaan pada Ghaza, saya belajar "percaya" Ghaza bisa makan sendiri, Ghaza bs jalan sendiri tanpa bantuan. Saya belajar mengesampingkan alasan² untuk tidak melakukannya, krn sy percaya penting untuk melatih kemandirian Ghaza sejak dini.

Dan hasilnya saya melihat betapa bahagianya Ghaza saat bisa menyuapi dirinya sendiri (meskipun lebih banyak yg tumpah ^^), betapa bangganya Ghaza krn merasa dipercaya oleh sy, betapa senangnya Ghaza saat berhasil dan mendapat pujian dr sy.

Sekarang, Ghaza sering menolak jika disuapi, dia memilih untuk makan sendiri. Dan alhamdulillah, sekerang Ghaza sudah bisa jalan sendiri tanpa bantuan, meskipun baru 6-7 langkah..

Alhamdulillah 'ala kulli haal..
Saya benar² menikmati tantangan kali ini.. Dan menantikan tantangan selanjutnya.. 😍😍😍



Palu, 5 Agustus 2017
Rati Rahmawati | Ummu Ghaza
Kelas Bunda Sayang 2 Sulawesi



#Rahmawati
#AliranRasa
#gamelevel2
#bundaSayang
#IIP
#KuliahBunsayIIP
#KemandirianAnak

Sabtu, 29 Juli 2017

Melatih Kemandirian | DAY 10

Diposting oleh Rati Rahmawati di 23.46 0 komentar Link ke posting ini
Bismillaah..
Hari terakhir untuk #Tantangan10Hari melatih kemandirian, namun bukan akir bagi kami. Karena melatih Ghaza untuk mandiri adalah salah satu hal wajib yang harus saya lakukan. Tidak ada jaminan bahwa orang tua akan selalu bersama anak-anaknya kan?

Hari ini sangat menyenangkan bagi Ghaza. Menginap di rumah sanak keluarga, suasana yang ramai dengan 2 orang sepupu laki-laki membuat Ghaza rela menahan kantuknya untuk bermain bersama. Dan Ummi (panggilan Ghaza buat sepupu suami) yang rela memegang tangan Ghaza kesana kemari untuk menemaninya bermain. Mulai dari mendorong kursi plastik, sepeda, mobil-mobilan semua ditemani Ummi. Saya menemaninya sesekali sambil memegang salah satu tangannya.

Alhamdulillaah..
Dulu kalau melatih Ghaza berjalan hanya dengan memegang salah satu tangannya, Ghaza akan berjalan miring (arahnya tidak lurus) sambil tangan satunya mencari pegangan terdekat. Tapi tadi saya perhatikan Ghaza sudah bisa berjalan lurud ke depan meskipun tetap dengan tangan terjulur mencari-cari pegangan.

Saya percaya bahwa usaha tidak akan mengecewakan hasil. Jadi meskipun mungkin tidak ada hasil yang saya dapatkan hari ini, dengan tidak menyerah melatih kemandirian Ghaza maka hasilnya akan tetap ada suatu saat nanti.
Tantangan kali ini tidak akan berakhir di sini, karena saya masih terus berusaha berkomunikasi produktif dan melatih kemandirian Ghaza setiap hari. Para ibu, untuk setiap hal baik yang kita upayakan buat anak kita, semoga menjadi catatan besar yang akan membuat kita berkumpul lagi  bersama mereka di Jannah-NYA. Aamiin


Palu, 29 Juli 2017
Rati Rahmawati | Ummu Ghaza
Kelas Bunda Sayang 2 Sulawesi







#Rahmawati
#Day10
#GameLevel2
#Tantangan10Hari
#KuliahBunSayIIP
#MelatihKemandirian
#ForThingsToChangeIMustChangeFirst




Jumat, 28 Juli 2017

Melatih Kemandirian | DAY 9

Diposting oleh Rati Rahmawati di 23.47 0 komentar Link ke posting ini
Bismillaah..
Tidak terasa #Tantangan10Hari bulan akan segera berakhir, meskipun belum benar-benar berhasil dalam target-target melatih kemandirian Ghaza tapi saya sudah tidak sabar dengan tantangan selanjutnya. Hmm.. akan berkembang seperti apa sy dan Ghaza pada Tantangan selanjutnya ya ?

Sampai saat ini saya belum menemukan stimulasi baru untuk melatih Ghaza berjalan sendiri. Untuk sekarang sy masih berusaha untuk terus melatihnya berjalan dengan kedua tangannya atau salah satunya saya pegangi. Masih susah untuk memintanya berjalan sendiri. Bahkan untuk berdiri lama-lama dan memintanya berjalan, dia tidak akan menunggu lama dan langsung duduk kembali.
Selain itu saya juga terus sounding kalimat positif sebelum dan sesudah tidur pada Ghaza. "Ghaza anak berani, bisa jalan sendiri. Ghaza rajin latihan jalan sama Umma yaa nak." Seperti itu alimat yang paling sering saya sampaikan.

"Segala sesuatu itu akan ada masanya." itu salah satu hal yang saya yakini. Ghaza yang dulu malas makan, setiap makan hanya beberapa suap, sekarang makannya sudah rajin. Meskipun baru bangun dan minum asi lama, Ghaza kadang tetap meminta makan. "Ummaa, mam.. mam". begitu katanya ^^ Seperti itupun dengan berjalan sendiri, akan datang masanya Ghaza bisa berjalan. Yang perlu saya lakukan saat ini adalah melatihnya, menstimulasi, dan menyemangatinya.

Semangat berjuang para Bunda sholihah.. Jangan khawatir, kita harus tetap menjaga "kewarasan" agar tetap bisa berpikir positif demi anak dan keluarga kita. Semangat berjuang menjadi ibu teladan, kebanggaan keluarga :*



Palu, 28 Juli 2017
Rati Rahmawati | Ummu Ghaza
Kelas Bunda Sayang 2 Sulawesi



#Rahmawati
#Day9
#GameLevel2
#Tantangan10Hari
#KuliahBunSayIIP
#MelatihKemandirian
#ForThingsToChangeIMustChangeFirst

Rabu, 26 Juli 2017

Melatih Kemandirian | DAY 8

Diposting oleh Rati Rahmawati di 22.09 0 komentar Link ke posting ini
Bismillaah..
Hari ke 8 dalam #Tantangan10Hari melatih kemandirian Ghaza masih tentang melatih Ghaza berjalan sendiri tanpa bantuan. Pagi ini seperti biasa, sy mengajak Ghaza jalan pagi. Tp kali ini bersama suami dengan rute yang agak panjang keliling kompleks.

Masih sama seperti kemarin-kemarin, Ghaza tidak mau jalan kalau tangannya dilepas (tanpa berpegangan). Saya mencoba memegang salah satu tangannya, Ghaza bisa jalan tapi tidak berlangsung lama karena Ghaza jalannya suka terburu-buru akhirnya jatuh kehilangan keseimbangan. Mungkin benar kata bunda-bunda sahabat saya alumni kelas matriks IIP, bahwa Ghaza lebih memilih merangkak daripada berjalan karena merasa dengan merangkak dia akan lebih cepat sampai ke tujuannya. Dan benar saja, tadi pagi Abahnya Ghaza sampai menyerah krn Ghaza ingin cepat-cepat megejar ayam, maunya berbelok tapi arah kami seharusnya lurus atau Ghaza bertahan menonton kucing yg lagi tidur. Akhirnya belum sampai rumah, Ghaza sudah digendong Abahnya naik kepunggung ^^



Alhamdulillah ‘ala kulli haal..
Saya sungguh menikmati setiap proses bersama Ghaza. Saya percaya bahwa tumbuh kembang setiap anak berbeda. Melatih Ghaza berjalan tanpa bantuan bukan semata-mata krn ingin Ghaza seperti anak lainnya yang bisa berjalan di usia setahun. Ibu mana yang tidak menginginkan itu ? Tapi bukan itu tujuan utama saya. Saya tidak ingin Ghaza menjadi anak yang malas atau tidak berani, itu yang sy takutkan saat melatih Ghaza berjalan tanpa berpegangan namun Ghaza menolak dengan duduk dan merangkak. Aaahh kekhawatiran emak-emak..

Apapun itu, bagaimanapun itu.. Umma mencintai Ghaza apa adanya :*
Semoga kita selalu dalam kebaikan dan tidak pernah menyerah atau bermalas-malasan untuk mengupayakan yang terbaik baik anak-anak kita yaa bunda-bunda sholihah ^^


Palu, 26 Juli 2017
Rati Rahmawati | Ummu Ghaza
Kelas Bunda Sayang 2 Sulawesi







#Rahmawati
#Day8
#GameLevel2
#Tantangan10Hari
#KuliahBunSayIIP
#MelatihKemandirian
#ForThingsToChangeIMustChangeFirst



Selasa, 25 Juli 2017

Melatih Kemandirian | DAY 7

Diposting oleh Rati Rahmawati di 22.48 0 komentar Link ke posting ini


Bismillaah..
Hari ke 7 dalam #Tantangan10HAri kali ini saya akan melatih kemandirian Ghaza dalam berjalan tanpa bantuan. Saat ini Ghaza berusia 14 bulan dan dalam tahap belajar berjalan tanpa bantuan. Untuk berdiri sendiri dan berjalan sambil berpegangan, alhamdulillaah sudah bisa hanya saja untuk berjalan sendiri tanpa berpegangan Ghaza lebih memilih duduk dan merangkak. Berkali-kali saya coba, dan selalu seperti itu pula hasilnya. Entah karena takut atau malas hahaha

Sebisa mungkin setiap pagi dan sore saya mengajak Ghaza berjalan-jalan di kompleks rumah untuk melatihnya berjalan. Seperti pagi dan sore ini, saya memegang kedua tangan Ghaza dan Ghaza dengan semangatnya berjalan di depanku. Ghaza sangat menyukai rutinitas ini, dan jika sedang berjalan-jalan lalu di tanya,
Umma : ”Ghaza, sudah boleh ya.. Kita pulang sekarang ya nak?”
Ghaza : “No No No.”
Hahahahaha :D
Sayangnya, saya belum menemukan ide untuk membuat Ghaza mau mencoba untuk berjalan sendiri tanpa bantuan.
Semoga dengan memasukkannya dalam #Tantangan10HAri kali ini saya bs menemukan ide untuk membantu Ghaza berjalan sendiri. Aamiin


Palu, 25 Juli 2017
Rati Rahmawati | Ummu Ghaza
Kelas Bunda Sayang 2 Sulawesi





#Rahmawati
#Day7
#GameLevel2
#Tantangan10Hari
#KuliahBunSayIIP
#MelatihKemandirian
#ForThingsToChangeIMustChangeFirst


Senin, 24 Juli 2017

Melatih Kemandirian | DAY 6

Diposting oleh Rati Rahmawati di 23.53 0 komentar Link ke posting ini
Bismillaah..

Hari ke 6 dalam melatih kemandirian Ghaza kali ini masih tentang melatih Ghaza makan sendiri dan mencuci tangan dengan bantuan. Dan besok sy akan mulai fokus melatih Ghaza untuk membaca "basmallah" sebelum makan dan minum, juga melatih Ghaza untuk berjalan sendiri tanpa bantuan. Tentu saja hal ini bukan krn sy merasa berhasil dlm melatih Ghaza makan sendiri dan mencuci tangan, insya Allah hal tsb akan ttp sy lakukan bersama Ghaza.
Sy melihat Ghaza sekarang lebih suka makan sendiri dibanding disuapi. Jd sy berusaha untuk lebih percaya kepada Ghaza bahwa dia bisa. Meskipun kdg tdk tega melihat Ghaza yg menyuap makanan ke mulutnya tp lebih banyak yg tumpah dan harus banyak bersabar krn aktivitas itu cukup memakan waktu lama.
Bukan hanya itu, sabar juga dibutuhkan dalam membantu Ghaza mencuci tangan, hal yang mudah di awal-awal tantangan ini menjadi semakin berat krn Ghaza semakin suka main air hehe Jadi sy berusaha untuk mencari ide membujuk Ghaza menyudahi cuci tangannya tanpa harus membohonginya. Saya Percaya seperti halnya orang dewasa, anak kecil pun tak ingin dibohongi. Dan bukankah sebagai orang tua kita harus memberikan teladan ? ^^
Alhamdulillah.. Semuanya jd terasa ringan jika disyukuri. Sy merasa menjadi semakin dekat dgn Ghaza mungkin krn sy menikmati proses mencari ide buat aktivitas melatih kemandiriaan Ghaza ini dan juga krn waktu makannya yg lama, sy lebih banyak bercerita dan memberikan pujian pada Ghaza. Ghaza jg menjadi lebih peercaya diri dan senang makannya. Bahkan meski Ghaza sdh selesai makan, kalau dia melihat sy makan Ghaza akan minta makan lagi sambil berkata,"mam mam" ^^

Ini Ghaza saat makan siang dan camilan Ubi goreng.. Terlihat kan serius dan senangnya Ghaza 😊 Umma percaya pada Ghaza nak, ayo kita kerjasama buat Tantangan² selanjutnya nak 😘



Palu, 24 Juli 2017
Rati Rahmawati | Ummu Ghaza
Kelas Bunda Sayang 2 Sulawesi




#Rahmawati
#Day6
#GameLevel2
#Tantangan10Hari
#KuliahBunSayIIP
#MelatihKemandirian
#ForThingsToChangeIMustChangeFirst





Family Project | DAY 2




Bismillaah..
Setelah diskusi dan menentukan apa yang akan kami lakukan untuk Tantangan di bulan ini, selanjutnya giliran saya yang bertugas mengumpulkan bahan dan membuat Agenda Bermain Ghaza. Ternyata tidak semudah yang saya bayangkan yaa, haha
Saya tidak mau sekedar mencontek apa yang ada di buku Rumah Main Anak (RMA) sbg patokan utama saya. Saya ingin menyesuaikannya sesuai dengan apa yang kami sbg orang tua inginkan buat Ghaza, apa yang Ghaza sukai, dan apa yang baik untuk tumbuh kembangnya. Seperti itupun yang saya pelajari dari panduan yang di berikan di buku RMA. Selain buku itu, saya juga kembali membuka buku Bunda Sayang, 5 Guru Kecilku, dan beberapa buku lainnya. Juga mencari bahan di internet dan media sosial tentang permainan-permainan yang baik untuk menstimulasi tumbuh kembang Ghaza.
Alhamdulillaah..
Meskipun terkendala karena saya kurang sehat seminggu ini, tapi cukup menyenangkan membaca dan mempersiapkan Agenda Bermain Ghaza ini. Semoga besok Agendanya sudah jadi dan bisa di eksekusi langsung bersama Ghaza dan suami..


Palu, 16 Agustus 2017
Salam Ibu Profesional
Rati Rahmawati | Ummu Ghaza
Kelas Bunda Sayang 2 Sulawesi


#Rahmawati
#Day2
#Tantangan10Hari
#GameLevel3
#MyFamilyMyTeam
#KulianBunSayIIP
#BundaSayang
#IbuProfesional
#IIP
#FamilyProject
#FamilyForum




Family Project | DAY 1

Bismillaah..
Game level 3 untuk Materi ke 3 kali kali ini adalah membuat Family Project. Awalnya saya bingung akan membuat proyek seperti apa untuk keluarga, mengingat suami yang sering lembur dan Ghaza yang baru usia 14 bulan. Tetapi saya mengikuti tahapan-tahapan yang diberikan fasil dalam membuat tantangan kali ini, dan menemukan solusinya.

Sebisa mungkin saat di rumah, saya mengajak suami untuk berdiskusi. Mulai dari tantangannya, dan apa yang akan kami lakukan di Game kali ini. Alhamdulillah meskipun jarang terlibat dalam tantangan-tantangan sebelumnya, suami selalu tahu tentang prosesnya dari cerita-ceritaku. Dan kali ini pun demikian, hingga kami sepakat untuk membuat kurikulum dalam mendidik Ghaza, mungkin lebih tepatnya Agenda Bermain Ghaza. Saya terinspirasi dari buku “Rumah Main Anak”dan ingin membuatnya sejak mengerjakan NHW 5 di kelas Matrikulasi. Alhamdulillah, melalui tantangan kali ini saya berharap bisa  mewujudkannya..

Nah, Family Project ini adalah membuat Agenda Bermain Ghaza dan Merealisasikannya. Saya sebagai “Pendidik Utama” bagi Ghaza akan mengumpulkan semua informasi terkait ini dan membuat rancangan utamanya kemudian suami sebagai “Kepala Sekolah”akan meninjaunya dan kami akan mendiskusikannya dalam Family Forum untuk mengambil keputusan.

Alasan memilih ini sebagai Family Project adalah sejak awal saya menyadari bahwa tantangan-tantangan dalam tiap game di kelas Bunda Sayang adalah sesuatu yang harus dipraktekkan terus menerus, bukan hanya menjadi tantangan 10 hari, tetapi tantangan seumur hidup kami. Sebab itu membuat kurikulum dalam menstimulasi masa pertumbuhan Ghaza pun menjadi sesuatu yang besar bagi saya dan suami, karena ini adalah awal untuk mendampingi Ghaza setiap hari dengan agenda-agenda bermain yang menyenangkan dan bermanfaat baginya. Untuk prakteknya, tentu saja sebagian besar akan ditemani oleh saya dan melibatkan suami di akhir minggu untuk “Tour The Talens”. Aaaah, sudah ada beberapa ide di kepala yang ingin segera dituangkan. Dan semuanya menjadi begitu menyenangkan dan ringan jika punya tujuan, terarah dan tugas dibagi seperti ini.

Alhamdulillaah..
Terima Kasih Bunda Septi, terima kasih IIP, terima kasih bunda-bunda fasil.. Selalu banyak syukur setiap kali menulis tugas seperti ini. Semoga Allah membalas segala jerih payah bunda semuanya yang berjuang mengembalikan posisi seorang IBU pada tempatnya, “Madrasah Utama”bagi anak-anaknya. Aamiin


Palu, 14 Agustus 2017
Salam Ibu Profesional
Rati Rahmawati | Ummu Ghaza
Kelas Bunda Sayang 2 Sulawesi




#Rahmawati
#Day1
#Tantangan10Hari
#GameLevel3
#MyFamilyMyTeam
#KulianBunSayIIP
#BundaSayang
#IbuProfesiona
#IIP
#FamilyProject
#FamilyForum


Malatih Kemandirian | ALIRAN RASA




Melatih kemandirian berati memberikan kepercayaan kepada anak kita sehingga dia lebih percaya diri dan bangga atas kepercayaan tsb.

Itulah yang saya rasakan selama melatih kemandirian Ghaza kali ini. Saya belajar untuk memberikan kepercayaan pada Ghaza, saya belajar "percaya" Ghaza bisa makan sendiri, Ghaza bs jalan sendiri tanpa bantuan. Saya belajar mengesampingkan alasan² untuk tidak melakukannya, krn sy percaya penting untuk melatih kemandirian Ghaza sejak dini.

Dan hasilnya saya melihat betapa bahagianya Ghaza saat bisa menyuapi dirinya sendiri (meskipun lebih banyak yg tumpah ^^), betapa bangganya Ghaza krn merasa dipercaya oleh sy, betapa senangnya Ghaza saat berhasil dan mendapat pujian dr sy.

Sekarang, Ghaza sering menolak jika disuapi, dia memilih untuk makan sendiri. Dan alhamdulillah, sekerang Ghaza sudah bisa jalan sendiri tanpa bantuan, meskipun baru 6-7 langkah..

Alhamdulillah 'ala kulli haal..
Saya benar² menikmati tantangan kali ini.. Dan menantikan tantangan selanjutnya.. 😍😍😍



Palu, 5 Agustus 2017
Rati Rahmawati | Ummu Ghaza
Kelas Bunda Sayang 2 Sulawesi



#Rahmawati
#AliranRasa
#gamelevel2
#bundaSayang
#IIP
#KuliahBunsayIIP
#KemandirianAnak

Melatih Kemandirian | DAY 10

Bismillaah..
Hari terakhir untuk #Tantangan10Hari melatih kemandirian, namun bukan akir bagi kami. Karena melatih Ghaza untuk mandiri adalah salah satu hal wajib yang harus saya lakukan. Tidak ada jaminan bahwa orang tua akan selalu bersama anak-anaknya kan?

Hari ini sangat menyenangkan bagi Ghaza. Menginap di rumah sanak keluarga, suasana yang ramai dengan 2 orang sepupu laki-laki membuat Ghaza rela menahan kantuknya untuk bermain bersama. Dan Ummi (panggilan Ghaza buat sepupu suami) yang rela memegang tangan Ghaza kesana kemari untuk menemaninya bermain. Mulai dari mendorong kursi plastik, sepeda, mobil-mobilan semua ditemani Ummi. Saya menemaninya sesekali sambil memegang salah satu tangannya.

Alhamdulillaah..
Dulu kalau melatih Ghaza berjalan hanya dengan memegang salah satu tangannya, Ghaza akan berjalan miring (arahnya tidak lurus) sambil tangan satunya mencari pegangan terdekat. Tapi tadi saya perhatikan Ghaza sudah bisa berjalan lurud ke depan meskipun tetap dengan tangan terjulur mencari-cari pegangan.

Saya percaya bahwa usaha tidak akan mengecewakan hasil. Jadi meskipun mungkin tidak ada hasil yang saya dapatkan hari ini, dengan tidak menyerah melatih kemandirian Ghaza maka hasilnya akan tetap ada suatu saat nanti.
Tantangan kali ini tidak akan berakhir di sini, karena saya masih terus berusaha berkomunikasi produktif dan melatih kemandirian Ghaza setiap hari. Para ibu, untuk setiap hal baik yang kita upayakan buat anak kita, semoga menjadi catatan besar yang akan membuat kita berkumpul lagi  bersama mereka di Jannah-NYA. Aamiin


Palu, 29 Juli 2017
Rati Rahmawati | Ummu Ghaza
Kelas Bunda Sayang 2 Sulawesi







#Rahmawati
#Day10
#GameLevel2
#Tantangan10Hari
#KuliahBunSayIIP
#MelatihKemandirian
#ForThingsToChangeIMustChangeFirst




Melatih Kemandirian | DAY 9

Bismillaah..
Tidak terasa #Tantangan10Hari bulan akan segera berakhir, meskipun belum benar-benar berhasil dalam target-target melatih kemandirian Ghaza tapi saya sudah tidak sabar dengan tantangan selanjutnya. Hmm.. akan berkembang seperti apa sy dan Ghaza pada Tantangan selanjutnya ya ?

Sampai saat ini saya belum menemukan stimulasi baru untuk melatih Ghaza berjalan sendiri. Untuk sekarang sy masih berusaha untuk terus melatihnya berjalan dengan kedua tangannya atau salah satunya saya pegangi. Masih susah untuk memintanya berjalan sendiri. Bahkan untuk berdiri lama-lama dan memintanya berjalan, dia tidak akan menunggu lama dan langsung duduk kembali.
Selain itu saya juga terus sounding kalimat positif sebelum dan sesudah tidur pada Ghaza. "Ghaza anak berani, bisa jalan sendiri. Ghaza rajin latihan jalan sama Umma yaa nak." Seperti itu alimat yang paling sering saya sampaikan.

"Segala sesuatu itu akan ada masanya." itu salah satu hal yang saya yakini. Ghaza yang dulu malas makan, setiap makan hanya beberapa suap, sekarang makannya sudah rajin. Meskipun baru bangun dan minum asi lama, Ghaza kadang tetap meminta makan. "Ummaa, mam.. mam". begitu katanya ^^ Seperti itupun dengan berjalan sendiri, akan datang masanya Ghaza bisa berjalan. Yang perlu saya lakukan saat ini adalah melatihnya, menstimulasi, dan menyemangatinya.

Semangat berjuang para Bunda sholihah.. Jangan khawatir, kita harus tetap menjaga "kewarasan" agar tetap bisa berpikir positif demi anak dan keluarga kita. Semangat berjuang menjadi ibu teladan, kebanggaan keluarga :*



Palu, 28 Juli 2017
Rati Rahmawati | Ummu Ghaza
Kelas Bunda Sayang 2 Sulawesi



#Rahmawati
#Day9
#GameLevel2
#Tantangan10Hari
#KuliahBunSayIIP
#MelatihKemandirian
#ForThingsToChangeIMustChangeFirst

Melatih Kemandirian | DAY 8

Bismillaah..
Hari ke 8 dalam #Tantangan10Hari melatih kemandirian Ghaza masih tentang melatih Ghaza berjalan sendiri tanpa bantuan. Pagi ini seperti biasa, sy mengajak Ghaza jalan pagi. Tp kali ini bersama suami dengan rute yang agak panjang keliling kompleks.

Masih sama seperti kemarin-kemarin, Ghaza tidak mau jalan kalau tangannya dilepas (tanpa berpegangan). Saya mencoba memegang salah satu tangannya, Ghaza bisa jalan tapi tidak berlangsung lama karena Ghaza jalannya suka terburu-buru akhirnya jatuh kehilangan keseimbangan. Mungkin benar kata bunda-bunda sahabat saya alumni kelas matriks IIP, bahwa Ghaza lebih memilih merangkak daripada berjalan karena merasa dengan merangkak dia akan lebih cepat sampai ke tujuannya. Dan benar saja, tadi pagi Abahnya Ghaza sampai menyerah krn Ghaza ingin cepat-cepat megejar ayam, maunya berbelok tapi arah kami seharusnya lurus atau Ghaza bertahan menonton kucing yg lagi tidur. Akhirnya belum sampai rumah, Ghaza sudah digendong Abahnya naik kepunggung ^^



Alhamdulillah ‘ala kulli haal..
Saya sungguh menikmati setiap proses bersama Ghaza. Saya percaya bahwa tumbuh kembang setiap anak berbeda. Melatih Ghaza berjalan tanpa bantuan bukan semata-mata krn ingin Ghaza seperti anak lainnya yang bisa berjalan di usia setahun. Ibu mana yang tidak menginginkan itu ? Tapi bukan itu tujuan utama saya. Saya tidak ingin Ghaza menjadi anak yang malas atau tidak berani, itu yang sy takutkan saat melatih Ghaza berjalan tanpa berpegangan namun Ghaza menolak dengan duduk dan merangkak. Aaahh kekhawatiran emak-emak..

Apapun itu, bagaimanapun itu.. Umma mencintai Ghaza apa adanya :*
Semoga kita selalu dalam kebaikan dan tidak pernah menyerah atau bermalas-malasan untuk mengupayakan yang terbaik baik anak-anak kita yaa bunda-bunda sholihah ^^


Palu, 26 Juli 2017
Rati Rahmawati | Ummu Ghaza
Kelas Bunda Sayang 2 Sulawesi







#Rahmawati
#Day8
#GameLevel2
#Tantangan10Hari
#KuliahBunSayIIP
#MelatihKemandirian
#ForThingsToChangeIMustChangeFirst



Melatih Kemandirian | DAY 7



Bismillaah..
Hari ke 7 dalam #Tantangan10HAri kali ini saya akan melatih kemandirian Ghaza dalam berjalan tanpa bantuan. Saat ini Ghaza berusia 14 bulan dan dalam tahap belajar berjalan tanpa bantuan. Untuk berdiri sendiri dan berjalan sambil berpegangan, alhamdulillaah sudah bisa hanya saja untuk berjalan sendiri tanpa berpegangan Ghaza lebih memilih duduk dan merangkak. Berkali-kali saya coba, dan selalu seperti itu pula hasilnya. Entah karena takut atau malas hahaha

Sebisa mungkin setiap pagi dan sore saya mengajak Ghaza berjalan-jalan di kompleks rumah untuk melatihnya berjalan. Seperti pagi dan sore ini, saya memegang kedua tangan Ghaza dan Ghaza dengan semangatnya berjalan di depanku. Ghaza sangat menyukai rutinitas ini, dan jika sedang berjalan-jalan lalu di tanya,
Umma : ”Ghaza, sudah boleh ya.. Kita pulang sekarang ya nak?”
Ghaza : “No No No.”
Hahahahaha :D
Sayangnya, saya belum menemukan ide untuk membuat Ghaza mau mencoba untuk berjalan sendiri tanpa bantuan.
Semoga dengan memasukkannya dalam #Tantangan10HAri kali ini saya bs menemukan ide untuk membantu Ghaza berjalan sendiri. Aamiin


Palu, 25 Juli 2017
Rati Rahmawati | Ummu Ghaza
Kelas Bunda Sayang 2 Sulawesi





#Rahmawati
#Day7
#GameLevel2
#Tantangan10Hari
#KuliahBunSayIIP
#MelatihKemandirian
#ForThingsToChangeIMustChangeFirst


Melatih Kemandirian | DAY 6

Bismillaah..

Hari ke 6 dalam melatih kemandirian Ghaza kali ini masih tentang melatih Ghaza makan sendiri dan mencuci tangan dengan bantuan. Dan besok sy akan mulai fokus melatih Ghaza untuk membaca "basmallah" sebelum makan dan minum, juga melatih Ghaza untuk berjalan sendiri tanpa bantuan. Tentu saja hal ini bukan krn sy merasa berhasil dlm melatih Ghaza makan sendiri dan mencuci tangan, insya Allah hal tsb akan ttp sy lakukan bersama Ghaza.
Sy melihat Ghaza sekarang lebih suka makan sendiri dibanding disuapi. Jd sy berusaha untuk lebih percaya kepada Ghaza bahwa dia bisa. Meskipun kdg tdk tega melihat Ghaza yg menyuap makanan ke mulutnya tp lebih banyak yg tumpah dan harus banyak bersabar krn aktivitas itu cukup memakan waktu lama.
Bukan hanya itu, sabar juga dibutuhkan dalam membantu Ghaza mencuci tangan, hal yang mudah di awal-awal tantangan ini menjadi semakin berat krn Ghaza semakin suka main air hehe Jadi sy berusaha untuk mencari ide membujuk Ghaza menyudahi cuci tangannya tanpa harus membohonginya. Saya Percaya seperti halnya orang dewasa, anak kecil pun tak ingin dibohongi. Dan bukankah sebagai orang tua kita harus memberikan teladan ? ^^
Alhamdulillah.. Semuanya jd terasa ringan jika disyukuri. Sy merasa menjadi semakin dekat dgn Ghaza mungkin krn sy menikmati proses mencari ide buat aktivitas melatih kemandiriaan Ghaza ini dan juga krn waktu makannya yg lama, sy lebih banyak bercerita dan memberikan pujian pada Ghaza. Ghaza jg menjadi lebih peercaya diri dan senang makannya. Bahkan meski Ghaza sdh selesai makan, kalau dia melihat sy makan Ghaza akan minta makan lagi sambil berkata,"mam mam" ^^

Ini Ghaza saat makan siang dan camilan Ubi goreng.. Terlihat kan serius dan senangnya Ghaza 😊 Umma percaya pada Ghaza nak, ayo kita kerjasama buat Tantangan² selanjutnya nak 😘



Palu, 24 Juli 2017
Rati Rahmawati | Ummu Ghaza
Kelas Bunda Sayang 2 Sulawesi




#Rahmawati
#Day6
#GameLevel2
#Tantangan10Hari
#KuliahBunSayIIP
#MelatihKemandirian
#ForThingsToChangeIMustChangeFirst





 

Sang Rabitha Copyright © 2010 Design by Ipietoon Blogger Template Graphic from Enakei