Minggu, 19 November 2017

Sayyidul Istighfar


(sumber gambar : https://twitter.com/muhammadalislam/status/223443597649903618)


 
(Allahumma Anta Rabbi, Laa Ilaaha Illa Anta,Khalaqtani wa ana abduKa,
wa ana ‘alaa ‘ahdika wa wa’dika mastatho’tu,
Audzubika min syarri maa shana’tu, Abuu u laka bi ni’matiKa ‘alaiyya
wa abuu u bidzanbi faghfirlii fainnahu laa yaghfiru dzunuuba illa Anta )
 

"Ya Allah! Engkau adalah Rabku, tidak ada Rabb yg berhak disembah kecuali Engkau. Engkaulah yg menciptakanku. Aku adalah hamba-Mu. Aku akan setia pd perjanjianku dg-Mu semampuku. Aku berlindung kpd-Mu dari kejelekan yg kuperbuat. Aku mengakui nikmat-Mu kpdku & aku mengakui dosaku, oleh karena itu, ampunilah aku. Sesungguhnya tiada yg mengampuni dosa kecuali Engkau”. (HR. Bukhari no. 6306).
 

"Barangsiapa mengucapkannya di pagi hari dalam keadaan yakin dengannya kemudian dia mati pada hari itu sebelum petang hari, maka dia termasuk penduduk syurga dan siapa yang mengucapkannya di waktu sore hari dalam keadaan dia yakin dengannya, kemudian dia mati
sebelum shubuh maka dia termasuk penduduk syurga.” (HR. Al-Bukhari – Fathul Baari 11/97).


 

Rabu, 15 November 2017

Berprasangka baik kepada anak

Sebagai orang tua baru saya harus banyak-banyak belajar dan terus berlomba dengan tumbuh kembang anak yang pesat. Satu hal yang saya pelajari adalah belajar untuk terus berprasangka baik kepada anak. Saya pernah sangat menyesali perlakuan saya ke Ghaza yang saya anggap lepas kontrol. Waktu itu Ghaza rewel dan tidak mau tidur bahkan saat jam menunjukkan sepertiga malam. Saya yang lelah dengan rutinitas harian ditambah mengantuk berat pun mulai tidak bisa menjaga "kewarasan" sampai akhirnya saya pun marah ke Ghaza. Meskipun tidak dengan teriakan, tapi ekspresi saya jelas ditangkap oleh Ghaza yang akhirnya menangis. Saya membujuknya dengan menawarkan memijatnya dengan minyak gosok. Beberapa lama setelah dipijat, Ghaza pun BAB. Ternyata dia tidak mau tidur karena sakit perut dan susah BAB. Saya sangat merasa bersalah dan sejak itu setiap saya merasakan sakit perut saya memikirkan mungkin seperti itulah yang Ghaza rasakan.

Beberapa hari ini Ghaza malas makan sampai kemarin sama sekali tidak mau makan dan tidur tidak nyenyak kemungkinan karena sakit perut masuk angin disebabkan tidak makan tsb. Saya berusaha untuk berpikir positif dan mencari penyebabnya. Apapun yang Ghaza rasakan, dialah yg paling menderita, bukan saya atau pun suami. Ghaza yang harus menahan lapar, Ghaza yang kesakitan, Ghaza yang tidak nyenyak tidur, Ghaza yang merasakan semuanya dengan tubuh kecilnya yang tidak bisa menjelaskan dimana sakitnya, seperti apa kesusahannya. Ghaza nak T.T

Awalnya saya berpikir mungkin karena giginya mau tumbuh karena memang beberapa hari ini air liur Ghaza selalu keluar. Tetapi saya periksa berulang kali, tidak juga. Sampai kemarin saat Ghaza tertawa saya sempat melihat ternyata ada sariawan di bagian bawah ujung lidahnya. Pantas Ghaza menolak makan T.T Alhamdulillah Ghaza bisa makan lahap hari ini setelah saya buatkan bubur dan lauk yang lembek. Alhamdulillaah..

Semoga saya bisa terus belajar dari pengalaman dan tidak mengulangi kesalahan yang sama. Ghaza nak, maafkan Umma yang masih banyak kurangnya. Terima kasih Ghaza mau bersabar dan menjadi sahabat terbaik Umma. Umma sayang Ghaza karena Allah..

Ngambek ? Aah, sudahlah!

Disalah satu film yang saya nonton, ada adegan dimana sang suami meninggal dan si istri sambil menangis terisak-isak berkata bahwa ia akan menyetujui semua kemauan suami asal tidak meninggalkannya seperti itu. Meskipun bukan pemeran utama, tetapi adegan ini berarti sekali bagi saya. Saya pun berpikir kadang kita tidak sadar seberapa besar cinta yang kita punya sampai kita kehilangan apa yang kita cintai. So, tidak harus menunggu kehilangan dulu baru mendukung dan bersikap baik ke suami kan ?

Maka ketika suami pulang terlambat tanpa mengabari sebelumnya ala-ala lelaki pada umumnya, rasanya ingin ngambek dan pasang wajah cemberut. Tapi saat saya mengingat film tersebut, luluh seketika. Alhamdulillah suami pulang dengan selamat, itu saja sudah cukup kan ? Membesar-besarkan masalah hanya akan membuat penyesalan. Lagi pula mau ngambek sampai kapan klo sudah jam segini ? Sampai besok kan tidak mungkin, bisa-bisa hanya menjauhkan diri dari surga!

Ada satu hadist yang saya baca jauh sebelum menikah, saya baca dari buku Udah Putusin Aja by Ust. Felix. Hadistnya seperti ini :

Diriwayatkan dari Anas bin Malik radhiyallaahu ‘anhu dari Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam beliau bersabda:

أَلاَ أُخْبِرُكُمْ بِنِسَائِكُمْ فِي الْجَنَّةِ؟قُلْنَا بَلَى يَا رَسُوْلَ الله كُلُّ وَدُوْدٍ وَلُوْدٍ، إِذَا غَضِبَتْ أَوْ أُسِيْءَ إِلَيْهَا أَوْ غَضِبَ زَوْجُهَا، قَالَتْ: هَذِهِ يَدِيْ فِي يَدِكَ، لاَ أَكْتَحِلُ بِغَمْضٍ حَتَّى تَرْضَى

“Maukah kalian aku beritahu tentang istri-istri kalian di dalam surga?” Mereka menjawab: “Tentu saja wahai Rasulullaah!” Nabi Shallallaahu ‘alaihi wa sallam menjawab: “Wanita yang penyayang lagi subur. Apabila ia marah, atau diperlakukan buruk atau suaminya marah kepadanya, ia berkata: “Ini tanganku di atas tanganmu, mataku tidak akan bisa terpejam hingga engkau ridha.” (HR. Ath Thabarani dalam Al Ausath dan Ash Shaghir. Lihat Ash Shahihah hadits no. 3380)

Awal membaca ini saya merasa tidak adil, astaghfirullaah. Masa iya meski istri diperlakukan buruk oleh suami tetap si istri yang harus datang meminta maaf ? Dan semua itupun terbantahkan ketika saya sadar sungguh tidak pantas meragukan keadilan Allah Ázza wa jalla yang Maha Adil begitupun dengan perkataan Rosulullah SAW. Astaghfirullah wa atubu ilaih.. Maka pantaslah seorang istri dapat masuk surga dari pintu mana saja hanya dengan menjalankan sholat wajib, berpuasa Ramadhan, menjauhi zina dan taat pada suaminya. Maasya Allah..

Menulis ini bagian dari muhasabah dan pengingat bagi diri sendiri bahwa bersabar dan mengalah jauh lebih karena yang paling pantas mendapatkan akhlak terbaik kita adalah keluarga kita sendiri.

Selasa, 14 November 2017

Aliran Rasa | MENSTIMULASI ANAK SUKA MEMBACA



Sungguh benar bahwa buku adalah jendela dunia. Saya termasuk ibu rumah tangga yang tak bisa kemana-mana tanpa suami hehe Meskipun kadang keluarnya bersama saudara atau sahabat, tetapi sebagian besar bersama suami. Maka waktu yang saya habiskan lebih banyak di rumah dan kadang berakhir pekan di luar bersama keluarga. Awalnya saya sempat khawatir bagaimana cara mengenalkan banyak hal pada ghaza sementara aktivitas kami lebih banyak di dalam rumah. tapi dengan buku, alhamdulillah saya bisa mengenalkan banyak hal pada Ghaza.

Ghaza pun sangat senang bila sesuatu yang dilihatnya di buku bisa dilihatnya secara langsung. seperti saat kami ke Lapangan Walikota tempo hari dan terdengar suara pesawat maka saya segera mengenalkannya pada Ghaza dan saking senangnya  Ghaza terus mengulang-ngulang itu sampai di rumah. Begitupun dengan hewan-hewan yang kami temui di sepanjang perjalanan menuju suatu tempat. ghaza benar-benar senang bisa melihat langsung sesuatu yang sebelumnya dilihatnya hanya dari buku.

Saya sangat bersyukur dengan tantangan kali ini, bukan karena berhasil menyelasikan tantangan full dan mendapatkan badge ini, tetapi karena banyaknya manfaat yang kami rasakan bersama. Ghaza semakin dekat dengan buku-bukunya, saat menangis dapat dialihkan dengan buku, mencari bukunya bahkan saat kami di luar rumah. Saya pun mulai merasakan kembali nikmatnya membaca dan perlahan-lahan menyiapkan waktu untuk membaca bahkan sekedar hal kecil yang bermanfaat. Untuk suami, ada peningkatan setelah hari ini tiba-tiba mengajak kami ke perpustakaan daerah hihi maasya Allah..

Saya berharap, meski dengan langkah tertatih, saya dan suami dapat saling mendukung untuk terus menstimulasi Ghaza suka membaca, membimbing ghaza untuk mencintai ilmu hingga kelak dapat mengikat ilmu dengan cinta dan diberkahi Allah ázza wa jalla..

Rumput tetangga selalu lebih hijau..



Rumput tetangga selalu lebih hijau..

Pernah mendengar kalimat itu ? Perasaan di mana melihat apa yang dimiliki orang lain lebih baik baik daripada punya sendiri. Saya sekilas merasakannya malam ini. Saat mencoba membuka salah satu media sosial yang jarang dibuka dan menemukan postingan teman-teman lama. Aaaa, rindunya..

Saya merindukan orang-orangnya, terlebih kegiatan-kegiatannya. Saya memang lagi berusaha Move On, Move On dari seorang wanita yang punya segudang aktivitas di luar rumah ke seorang ibu dan istri yang profesional sebagai ibu rumah tangga.

Saya masih ingin disibukkan dengan kegiatan-kegiatan bermanfaat, dengan segala aktivitas dakwah yang menguras keringat dan air mata, bertemu dengan orang-orang baru yang melembutkan hati, bersama dengan teman-teman perjuangan yang menguatkan, mengasah kemampuan, menantang diri sendiri, sedikit melawan arus, dan menikmati setiap sepi.

Meskipun ingin, saya sadar bahwa bukan saatnya saya menikmati hal-hal seperti itu lagi. Tapi saya bisa mengubah apa yang ada saat ini untuk menuju ke arah yang sama. Meskipun berbeda jalan, bukankah masih satu tujuan ?
Saya masih bisa melakukan kegiatan-kegiatan bermanfaat bersama suami dan anak. Meskipun saat ini masih dalam tahap belajar tapi saya bisa berbagi lewat Institut Ibu Profesional (IIP), Tamyiz dan HebAT. Sungguh ada banyak orang-orang baru sekaligus guru yang saya temukan di situ. Saya pun masih dalam tahap berjuang bersama mereka dan saling menguatkan. Banyak hal baru dan menjadi peluang bagi saya untuk terus mengasah kemampuan. Karenanya kadang tanpa berpikir panjang saya mengangkat tangan mengambil kesempatan yang diberikan untuk menantang diri sendiri. Dan semua itu saya dapatkan hanya dengan tetap di rumah, sebagai istri sekaligu ibu yang tidak pernah sempat merasa sepi.

Alhamdulillah ála kulli haal.. Wajar bila saya masih sedikit memendam rindu karena bertahun-tahun menjalani hari-hari itu. Saya masih beradaptasi dan terus berproses menjadi Profesional untuk amanah saat ini.

Bersyukur dipertemukan dengan ketiga komunitas tersebut yang membuka peluang belajar lewat online. Sehingga ibu-ibu yang lagi belajar move on seperti saya bisa betah di rumah. Rumput tetangga memang selalu lebih hijau, hanya saja kita kadang tidak sadar bahwa itu rumput plastik, rumput segar di pekarangan sendiri jauh lebih menyenangkan, kurang lebih begitu kata Ustad Salim hehe

Ini pilihanku, ini jalanku. Saya menghargai diriku yang sedang berproses berusaha menjadi baik setiap harinya. Jalan kita boleh berbeda, tapi tetap kebaikan akhirat tujuan kita. Semangat berjuang di ranah masing-masing Sahabat!



Palu, 13 November 2017
01:17am

Sabtu, 11 November 2017

Menstimulasi Anak Suka Membaca | DAY 17



Bismillaah..
Tidak terasa yaa, sampai di hari terakhir tantangan Game level 5 dan Alhamdulillah akhirnya bisa konsisten menulis dan setoran tugas tepat waktu. Saya pikir karena tantangan kali ini yang sudah mulai saya laksanakan pelan-pelan sedari dulu dan bersyukur saat ini sudah bisa konsisten setiap harinya. Saya pikir sepertinya saya perlu menulis setiap hari untuk memastikan setiap tantangan di kelas Bunda Sayang saya amalkan bersama Ghaza. Insya Allah..

Pagi ini kami menghadiri walimahan seorang sahabat dan tidak lupa Umma membawakan Ghaza buku favoritnya. Saat Ghaza rewel karena kepanasan, Umma membujuknya dengan buku sambil mengajaknya membaca di luar. Tidak lama kemudian, datang salah seorang anak teman kami ikut membaca bersama Ghaza. Lalu satu per satu datang anak-anak lainnya ikut membaca, sampai-sampai Ghaza tidak ikut kebagian bukunya haha Senang melihat ketertarikan anak-anak dengan buku yang kami bawa :)

Saya pikir sebenarnya ada banyak buku menarik buat anak-anak yang dapat membuat anak-anak menjadi suka membaca, hanya saja tidak ada minat orang tua untuk mengenalkan dunia literasi pada anak-anak. Tidak semua orang tua mengerti betapa pentingnya membaca bagi masa depan anak-anak. Tadi saja karena melihat cap Perpustakaan Daerah d buku, banyak yang bertanya soal itu dan ternyata mereka baru mengetahui ada buku-buku semenarik itu di Perpustakaan Daerah kami.

Malam ini Umma sedikit mengutak-ati dapur untuk membuat cemilan, sementara Ghaza ditemani oleh kakeknya. Karena jarak dapur dan kamar kami sangat dekat, jadi Umma bisa mendengar Ghaza bersama Kakek. Dan sepertinya mereka lagi membaca deh hehe ^^ Saya sangat senang dengan tantangan kali ini, karena manfaatnya terasa ke seisi rumah. Kakek yang tidak pernah membaca buku sebelumnya, harus rela membacakan buku yang diminta Ghaza. Abah pun jadi lebih sering menemani Ghaza membaca. Nenek pun senang melihat kegiatan membaca Ghaza. Alhamdulillaah..

Family reading time kami kali ini, Umma menemani Ghaza membaca beberapa buku diantaranya Liburan Terbaik dan Mengenal Angka Arab, sampai Ghaza meminta buku lain pada saya sambil berkata, "papi (sapi)" berulang-ulang kali. Umma bingung buku sapi ini yang mana, baru kali ini Umma mendengarnya. Sampai saya keluarkan buku favorit Ghaza "Di Peternakan" dari dalam tas yang dipakai tadi pagi. Lalu dnegan senyum manisnya Ghaza mengambil buku tersebut dari tangan Umma. Loh, bukannya buku ini disebut Ghaza dengan "Baa Baa" karena ada gambar domba di bagian depannya ? Sekarang ganti sapi lagi yaa. Haha Mungkin karena beberapa hari ini Ghaza lagi belajar mengatakan kata sapi, sebelumnya Ghaza hanya menyebutkan bunyinya "Mooo"untuk sapi.

Oh iya, ini foto Pohan Literasi kami, dengan judul-judul buku yang kami baca tertera di daun dan bunga untuk menunjukkan buku yang sudah selesai Umma atau Abah baca. Sayangnya baru satu yaa hihi Jadi malu nih. Umma masih punya PR untuk menyiapkan waktu khusus membaca dan PR besarnya adalah Menstimulasi Abah Suka Membaca hahaha

Alhamdulillaah.. Terima kasih IIP tantangannya kali ini. Mengerjakannya setiap hari selama 17 hari ini memberi kesan mendalam bagi kami sekeluarga. Sampai bertemu di tantangan selanjutnya. Semoga Istiqomah ^^

Jumat, 10 November 2017

Menstimulasi Anak Suka Membaca | Day 16

Bismillaah..
Semakin bertambah usia seorang anak, semakin bertambah pula tantangan-tantangan yang harus dihadapi ibunya. Dulu sebelum Ghaza bisa berjalan saya berpikir alangkah senangnya bila Ghaza sudah bisa berjalan, saya akan dengan mudah mengerjakan pekerjaan domestik dan Ghaza bisa berjalan bermain di dalam rumah. Tapi ternyata tidak semudah itu karena setelah Ghaza berjalan, saya harus tetap mengawasinya agar tidak memanjat dan melakukan hal-hal berbahaya lainnya.

Dibalik kesulitan ada kemudahan, itu janji Allah. Alhamdulillah dibalik tantangan tsb, ada kemudahan yang selalu Allah berikan. Saat ini saya mulai bisa meninggalkan Ghaza bermain sendiri di kamar sedikit lebih lama. Tentu saja setelah memastikan tidak ada sesuatu yang berbahaya di sekitarnya. Seperti hari ini, saya bisa mengerjakan pekerjaan domestik dengan sesekali menengok ke kamar untuk melihat Ghaza. Salah satu yang membuat Ghaza betah bermain sendiri yaitu letak buku-buku dan mainnya sudah saya letakkan di tempat yang bisa dijangkaunya dengan mudah.

Siang ini Ghaza bermain sambil membawa buku "Di Peternakan" ke mana-mana, padahal ada banyak buku yang bisa diambilnya dengan mudah. Bahkan Ghaza membawa bukunya keluar dan meminta kakek membacakannya. Di bawa lagi bukunya ke kamar sambil bermain dan sesekali membolak balikkan halaman buku sampai tiba waktunya Ghaza jalan sore bersama kakek, Ghaza pun meninggalkan bukunya begitu saja. Lalu Umma mengabadikan momen si Buku yang akhirnya bisa beristirahat hihi

Malam ini ada banyak buku yang diambil Ghaza, sebagian besar bukunya berserakan di kamar. Ada beberapa buku yang dibaca Ghaza tapi tidak selesai karena Ghaza hanya melihat dan menunjuk-nunjuk hewan di dalamnya, mulai dari Juz Ámma for Kids sampai buku bantal dan buku tentang binatang yang sudah robek sebagian besarnya. Yang lucu adalah ketika Ghaza makan buah, Ghaza menyuapi katak yang ada di buku Petualangan Si Kelinci. Saya sampai harus menyembuyikan buku itu karena si Katak yang sudah belepotan buah Haha

Selamat menikmati hari-harimu bersama buku Ghaza nak. Umma akan berusaha istiqomah untuk menstimulasi Ghaza mencintai buku dan kegiatan membaca. Semangat!!!

Sayyidul Istighfar


(sumber gambar : https://twitter.com/muhammadalislam/status/223443597649903618)


 
(Allahumma Anta Rabbi, Laa Ilaaha Illa Anta,Khalaqtani wa ana abduKa,
wa ana ‘alaa ‘ahdika wa wa’dika mastatho’tu,
Audzubika min syarri maa shana’tu, Abuu u laka bi ni’matiKa ‘alaiyya
wa abuu u bidzanbi faghfirlii fainnahu laa yaghfiru dzunuuba illa Anta )
 

"Ya Allah! Engkau adalah Rabku, tidak ada Rabb yg berhak disembah kecuali Engkau. Engkaulah yg menciptakanku. Aku adalah hamba-Mu. Aku akan setia pd perjanjianku dg-Mu semampuku. Aku berlindung kpd-Mu dari kejelekan yg kuperbuat. Aku mengakui nikmat-Mu kpdku & aku mengakui dosaku, oleh karena itu, ampunilah aku. Sesungguhnya tiada yg mengampuni dosa kecuali Engkau”. (HR. Bukhari no. 6306).
 

"Barangsiapa mengucapkannya di pagi hari dalam keadaan yakin dengannya kemudian dia mati pada hari itu sebelum petang hari, maka dia termasuk penduduk syurga dan siapa yang mengucapkannya di waktu sore hari dalam keadaan dia yakin dengannya, kemudian dia mati
sebelum shubuh maka dia termasuk penduduk syurga.” (HR. Al-Bukhari – Fathul Baari 11/97).


 

Berprasangka baik kepada anak

Sebagai orang tua baru saya harus banyak-banyak belajar dan terus berlomba dengan tumbuh kembang anak yang pesat. Satu hal yang saya pelajari adalah belajar untuk terus berprasangka baik kepada anak. Saya pernah sangat menyesali perlakuan saya ke Ghaza yang saya anggap lepas kontrol. Waktu itu Ghaza rewel dan tidak mau tidur bahkan saat jam menunjukkan sepertiga malam. Saya yang lelah dengan rutinitas harian ditambah mengantuk berat pun mulai tidak bisa menjaga "kewarasan" sampai akhirnya saya pun marah ke Ghaza. Meskipun tidak dengan teriakan, tapi ekspresi saya jelas ditangkap oleh Ghaza yang akhirnya menangis. Saya membujuknya dengan menawarkan memijatnya dengan minyak gosok. Beberapa lama setelah dipijat, Ghaza pun BAB. Ternyata dia tidak mau tidur karena sakit perut dan susah BAB. Saya sangat merasa bersalah dan sejak itu setiap saya merasakan sakit perut saya memikirkan mungkin seperti itulah yang Ghaza rasakan.

Beberapa hari ini Ghaza malas makan sampai kemarin sama sekali tidak mau makan dan tidur tidak nyenyak kemungkinan karena sakit perut masuk angin disebabkan tidak makan tsb. Saya berusaha untuk berpikir positif dan mencari penyebabnya. Apapun yang Ghaza rasakan, dialah yg paling menderita, bukan saya atau pun suami. Ghaza yang harus menahan lapar, Ghaza yang kesakitan, Ghaza yang tidak nyenyak tidur, Ghaza yang merasakan semuanya dengan tubuh kecilnya yang tidak bisa menjelaskan dimana sakitnya, seperti apa kesusahannya. Ghaza nak T.T

Awalnya saya berpikir mungkin karena giginya mau tumbuh karena memang beberapa hari ini air liur Ghaza selalu keluar. Tetapi saya periksa berulang kali, tidak juga. Sampai kemarin saat Ghaza tertawa saya sempat melihat ternyata ada sariawan di bagian bawah ujung lidahnya. Pantas Ghaza menolak makan T.T Alhamdulillah Ghaza bisa makan lahap hari ini setelah saya buatkan bubur dan lauk yang lembek. Alhamdulillaah..

Semoga saya bisa terus belajar dari pengalaman dan tidak mengulangi kesalahan yang sama. Ghaza nak, maafkan Umma yang masih banyak kurangnya. Terima kasih Ghaza mau bersabar dan menjadi sahabat terbaik Umma. Umma sayang Ghaza karena Allah..

Ngambek ? Aah, sudahlah!

Disalah satu film yang saya nonton, ada adegan dimana sang suami meninggal dan si istri sambil menangis terisak-isak berkata bahwa ia akan menyetujui semua kemauan suami asal tidak meninggalkannya seperti itu. Meskipun bukan pemeran utama, tetapi adegan ini berarti sekali bagi saya. Saya pun berpikir kadang kita tidak sadar seberapa besar cinta yang kita punya sampai kita kehilangan apa yang kita cintai. So, tidak harus menunggu kehilangan dulu baru mendukung dan bersikap baik ke suami kan ?

Maka ketika suami pulang terlambat tanpa mengabari sebelumnya ala-ala lelaki pada umumnya, rasanya ingin ngambek dan pasang wajah cemberut. Tapi saat saya mengingat film tersebut, luluh seketika. Alhamdulillah suami pulang dengan selamat, itu saja sudah cukup kan ? Membesar-besarkan masalah hanya akan membuat penyesalan. Lagi pula mau ngambek sampai kapan klo sudah jam segini ? Sampai besok kan tidak mungkin, bisa-bisa hanya menjauhkan diri dari surga!

Ada satu hadist yang saya baca jauh sebelum menikah, saya baca dari buku Udah Putusin Aja by Ust. Felix. Hadistnya seperti ini :

Diriwayatkan dari Anas bin Malik radhiyallaahu ‘anhu dari Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam beliau bersabda:

أَلاَ أُخْبِرُكُمْ بِنِسَائِكُمْ فِي الْجَنَّةِ؟قُلْنَا بَلَى يَا رَسُوْلَ الله كُلُّ وَدُوْدٍ وَلُوْدٍ، إِذَا غَضِبَتْ أَوْ أُسِيْءَ إِلَيْهَا أَوْ غَضِبَ زَوْجُهَا، قَالَتْ: هَذِهِ يَدِيْ فِي يَدِكَ، لاَ أَكْتَحِلُ بِغَمْضٍ حَتَّى تَرْضَى

“Maukah kalian aku beritahu tentang istri-istri kalian di dalam surga?” Mereka menjawab: “Tentu saja wahai Rasulullaah!” Nabi Shallallaahu ‘alaihi wa sallam menjawab: “Wanita yang penyayang lagi subur. Apabila ia marah, atau diperlakukan buruk atau suaminya marah kepadanya, ia berkata: “Ini tanganku di atas tanganmu, mataku tidak akan bisa terpejam hingga engkau ridha.” (HR. Ath Thabarani dalam Al Ausath dan Ash Shaghir. Lihat Ash Shahihah hadits no. 3380)

Awal membaca ini saya merasa tidak adil, astaghfirullaah. Masa iya meski istri diperlakukan buruk oleh suami tetap si istri yang harus datang meminta maaf ? Dan semua itupun terbantahkan ketika saya sadar sungguh tidak pantas meragukan keadilan Allah Ázza wa jalla yang Maha Adil begitupun dengan perkataan Rosulullah SAW. Astaghfirullah wa atubu ilaih.. Maka pantaslah seorang istri dapat masuk surga dari pintu mana saja hanya dengan menjalankan sholat wajib, berpuasa Ramadhan, menjauhi zina dan taat pada suaminya. Maasya Allah..

Menulis ini bagian dari muhasabah dan pengingat bagi diri sendiri bahwa bersabar dan mengalah jauh lebih karena yang paling pantas mendapatkan akhlak terbaik kita adalah keluarga kita sendiri.

Aliran Rasa | MENSTIMULASI ANAK SUKA MEMBACA



Sungguh benar bahwa buku adalah jendela dunia. Saya termasuk ibu rumah tangga yang tak bisa kemana-mana tanpa suami hehe Meskipun kadang keluarnya bersama saudara atau sahabat, tetapi sebagian besar bersama suami. Maka waktu yang saya habiskan lebih banyak di rumah dan kadang berakhir pekan di luar bersama keluarga. Awalnya saya sempat khawatir bagaimana cara mengenalkan banyak hal pada ghaza sementara aktivitas kami lebih banyak di dalam rumah. tapi dengan buku, alhamdulillah saya bisa mengenalkan banyak hal pada Ghaza.

Ghaza pun sangat senang bila sesuatu yang dilihatnya di buku bisa dilihatnya secara langsung. seperti saat kami ke Lapangan Walikota tempo hari dan terdengar suara pesawat maka saya segera mengenalkannya pada Ghaza dan saking senangnya  Ghaza terus mengulang-ngulang itu sampai di rumah. Begitupun dengan hewan-hewan yang kami temui di sepanjang perjalanan menuju suatu tempat. ghaza benar-benar senang bisa melihat langsung sesuatu yang sebelumnya dilihatnya hanya dari buku.

Saya sangat bersyukur dengan tantangan kali ini, bukan karena berhasil menyelasikan tantangan full dan mendapatkan badge ini, tetapi karena banyaknya manfaat yang kami rasakan bersama. Ghaza semakin dekat dengan buku-bukunya, saat menangis dapat dialihkan dengan buku, mencari bukunya bahkan saat kami di luar rumah. Saya pun mulai merasakan kembali nikmatnya membaca dan perlahan-lahan menyiapkan waktu untuk membaca bahkan sekedar hal kecil yang bermanfaat. Untuk suami, ada peningkatan setelah hari ini tiba-tiba mengajak kami ke perpustakaan daerah hihi maasya Allah..

Saya berharap, meski dengan langkah tertatih, saya dan suami dapat saling mendukung untuk terus menstimulasi Ghaza suka membaca, membimbing ghaza untuk mencintai ilmu hingga kelak dapat mengikat ilmu dengan cinta dan diberkahi Allah ázza wa jalla..

Rumput tetangga selalu lebih hijau..



Rumput tetangga selalu lebih hijau..

Pernah mendengar kalimat itu ? Perasaan di mana melihat apa yang dimiliki orang lain lebih baik baik daripada punya sendiri. Saya sekilas merasakannya malam ini. Saat mencoba membuka salah satu media sosial yang jarang dibuka dan menemukan postingan teman-teman lama. Aaaa, rindunya..

Saya merindukan orang-orangnya, terlebih kegiatan-kegiatannya. Saya memang lagi berusaha Move On, Move On dari seorang wanita yang punya segudang aktivitas di luar rumah ke seorang ibu dan istri yang profesional sebagai ibu rumah tangga.

Saya masih ingin disibukkan dengan kegiatan-kegiatan bermanfaat, dengan segala aktivitas dakwah yang menguras keringat dan air mata, bertemu dengan orang-orang baru yang melembutkan hati, bersama dengan teman-teman perjuangan yang menguatkan, mengasah kemampuan, menantang diri sendiri, sedikit melawan arus, dan menikmati setiap sepi.

Meskipun ingin, saya sadar bahwa bukan saatnya saya menikmati hal-hal seperti itu lagi. Tapi saya bisa mengubah apa yang ada saat ini untuk menuju ke arah yang sama. Meskipun berbeda jalan, bukankah masih satu tujuan ?
Saya masih bisa melakukan kegiatan-kegiatan bermanfaat bersama suami dan anak. Meskipun saat ini masih dalam tahap belajar tapi saya bisa berbagi lewat Institut Ibu Profesional (IIP), Tamyiz dan HebAT. Sungguh ada banyak orang-orang baru sekaligus guru yang saya temukan di situ. Saya pun masih dalam tahap berjuang bersama mereka dan saling menguatkan. Banyak hal baru dan menjadi peluang bagi saya untuk terus mengasah kemampuan. Karenanya kadang tanpa berpikir panjang saya mengangkat tangan mengambil kesempatan yang diberikan untuk menantang diri sendiri. Dan semua itu saya dapatkan hanya dengan tetap di rumah, sebagai istri sekaligu ibu yang tidak pernah sempat merasa sepi.

Alhamdulillah ála kulli haal.. Wajar bila saya masih sedikit memendam rindu karena bertahun-tahun menjalani hari-hari itu. Saya masih beradaptasi dan terus berproses menjadi Profesional untuk amanah saat ini.

Bersyukur dipertemukan dengan ketiga komunitas tersebut yang membuka peluang belajar lewat online. Sehingga ibu-ibu yang lagi belajar move on seperti saya bisa betah di rumah. Rumput tetangga memang selalu lebih hijau, hanya saja kita kadang tidak sadar bahwa itu rumput plastik, rumput segar di pekarangan sendiri jauh lebih menyenangkan, kurang lebih begitu kata Ustad Salim hehe

Ini pilihanku, ini jalanku. Saya menghargai diriku yang sedang berproses berusaha menjadi baik setiap harinya. Jalan kita boleh berbeda, tapi tetap kebaikan akhirat tujuan kita. Semangat berjuang di ranah masing-masing Sahabat!



Palu, 13 November 2017
01:17am

Menstimulasi Anak Suka Membaca | DAY 17



Bismillaah..
Tidak terasa yaa, sampai di hari terakhir tantangan Game level 5 dan Alhamdulillah akhirnya bisa konsisten menulis dan setoran tugas tepat waktu. Saya pikir karena tantangan kali ini yang sudah mulai saya laksanakan pelan-pelan sedari dulu dan bersyukur saat ini sudah bisa konsisten setiap harinya. Saya pikir sepertinya saya perlu menulis setiap hari untuk memastikan setiap tantangan di kelas Bunda Sayang saya amalkan bersama Ghaza. Insya Allah..

Pagi ini kami menghadiri walimahan seorang sahabat dan tidak lupa Umma membawakan Ghaza buku favoritnya. Saat Ghaza rewel karena kepanasan, Umma membujuknya dengan buku sambil mengajaknya membaca di luar. Tidak lama kemudian, datang salah seorang anak teman kami ikut membaca bersama Ghaza. Lalu satu per satu datang anak-anak lainnya ikut membaca, sampai-sampai Ghaza tidak ikut kebagian bukunya haha Senang melihat ketertarikan anak-anak dengan buku yang kami bawa :)

Saya pikir sebenarnya ada banyak buku menarik buat anak-anak yang dapat membuat anak-anak menjadi suka membaca, hanya saja tidak ada minat orang tua untuk mengenalkan dunia literasi pada anak-anak. Tidak semua orang tua mengerti betapa pentingnya membaca bagi masa depan anak-anak. Tadi saja karena melihat cap Perpustakaan Daerah d buku, banyak yang bertanya soal itu dan ternyata mereka baru mengetahui ada buku-buku semenarik itu di Perpustakaan Daerah kami.

Malam ini Umma sedikit mengutak-ati dapur untuk membuat cemilan, sementara Ghaza ditemani oleh kakeknya. Karena jarak dapur dan kamar kami sangat dekat, jadi Umma bisa mendengar Ghaza bersama Kakek. Dan sepertinya mereka lagi membaca deh hehe ^^ Saya sangat senang dengan tantangan kali ini, karena manfaatnya terasa ke seisi rumah. Kakek yang tidak pernah membaca buku sebelumnya, harus rela membacakan buku yang diminta Ghaza. Abah pun jadi lebih sering menemani Ghaza membaca. Nenek pun senang melihat kegiatan membaca Ghaza. Alhamdulillaah..

Family reading time kami kali ini, Umma menemani Ghaza membaca beberapa buku diantaranya Liburan Terbaik dan Mengenal Angka Arab, sampai Ghaza meminta buku lain pada saya sambil berkata, "papi (sapi)" berulang-ulang kali. Umma bingung buku sapi ini yang mana, baru kali ini Umma mendengarnya. Sampai saya keluarkan buku favorit Ghaza "Di Peternakan" dari dalam tas yang dipakai tadi pagi. Lalu dnegan senyum manisnya Ghaza mengambil buku tersebut dari tangan Umma. Loh, bukannya buku ini disebut Ghaza dengan "Baa Baa" karena ada gambar domba di bagian depannya ? Sekarang ganti sapi lagi yaa. Haha Mungkin karena beberapa hari ini Ghaza lagi belajar mengatakan kata sapi, sebelumnya Ghaza hanya menyebutkan bunyinya "Mooo"untuk sapi.

Oh iya, ini foto Pohan Literasi kami, dengan judul-judul buku yang kami baca tertera di daun dan bunga untuk menunjukkan buku yang sudah selesai Umma atau Abah baca. Sayangnya baru satu yaa hihi Jadi malu nih. Umma masih punya PR untuk menyiapkan waktu khusus membaca dan PR besarnya adalah Menstimulasi Abah Suka Membaca hahaha

Alhamdulillaah.. Terima kasih IIP tantangannya kali ini. Mengerjakannya setiap hari selama 17 hari ini memberi kesan mendalam bagi kami sekeluarga. Sampai bertemu di tantangan selanjutnya. Semoga Istiqomah ^^

Menstimulasi Anak Suka Membaca | Day 16

Bismillaah..
Semakin bertambah usia seorang anak, semakin bertambah pula tantangan-tantangan yang harus dihadapi ibunya. Dulu sebelum Ghaza bisa berjalan saya berpikir alangkah senangnya bila Ghaza sudah bisa berjalan, saya akan dengan mudah mengerjakan pekerjaan domestik dan Ghaza bisa berjalan bermain di dalam rumah. Tapi ternyata tidak semudah itu karena setelah Ghaza berjalan, saya harus tetap mengawasinya agar tidak memanjat dan melakukan hal-hal berbahaya lainnya.

Dibalik kesulitan ada kemudahan, itu janji Allah. Alhamdulillah dibalik tantangan tsb, ada kemudahan yang selalu Allah berikan. Saat ini saya mulai bisa meninggalkan Ghaza bermain sendiri di kamar sedikit lebih lama. Tentu saja setelah memastikan tidak ada sesuatu yang berbahaya di sekitarnya. Seperti hari ini, saya bisa mengerjakan pekerjaan domestik dengan sesekali menengok ke kamar untuk melihat Ghaza. Salah satu yang membuat Ghaza betah bermain sendiri yaitu letak buku-buku dan mainnya sudah saya letakkan di tempat yang bisa dijangkaunya dengan mudah.

Siang ini Ghaza bermain sambil membawa buku "Di Peternakan" ke mana-mana, padahal ada banyak buku yang bisa diambilnya dengan mudah. Bahkan Ghaza membawa bukunya keluar dan meminta kakek membacakannya. Di bawa lagi bukunya ke kamar sambil bermain dan sesekali membolak balikkan halaman buku sampai tiba waktunya Ghaza jalan sore bersama kakek, Ghaza pun meninggalkan bukunya begitu saja. Lalu Umma mengabadikan momen si Buku yang akhirnya bisa beristirahat hihi

Malam ini ada banyak buku yang diambil Ghaza, sebagian besar bukunya berserakan di kamar. Ada beberapa buku yang dibaca Ghaza tapi tidak selesai karena Ghaza hanya melihat dan menunjuk-nunjuk hewan di dalamnya, mulai dari Juz Ámma for Kids sampai buku bantal dan buku tentang binatang yang sudah robek sebagian besarnya. Yang lucu adalah ketika Ghaza makan buah, Ghaza menyuapi katak yang ada di buku Petualangan Si Kelinci. Saya sampai harus menyembuyikan buku itu karena si Katak yang sudah belepotan buah Haha

Selamat menikmati hari-harimu bersama buku Ghaza nak. Umma akan berusaha istiqomah untuk menstimulasi Ghaza mencintai buku dan kegiatan membaca. Semangat!!!