Selasa, 24 Oktober 2017

Kakak VS Adik






Alhamdulillah, Selalu bersyukur dipertemukan dengan orang-orang baik yang menjadi teladan nyata dalam mendidik anak di jaman fitnah ini. Salah satu teladan saya yaitu Bunda Julia Sarah Rangkuti yang ide-idenya sering saya contek dan modifikasi lewat buku Rumah Main Anak (RMA) karya beliau. Beberapa pekan lalu saya bergabung dalam Grup RMA yang rutin berbagi tulisan-tulisan beliau seputar pengasuhan anak. Setelah beberapa hari lalu baper karena tulisan beliau, malam inipun demikian. Saking bapernya, memaksa saya untuk melawan katuk dan menulisnya seegera mungkin sebelum hilang begitu saja. Iya, saya lagi berusaha untuk mengikat ilmu dengan tulisan.

Saat membaca tulisan diatas bagaimana pendapat bunda ? Apa pernah mengalaminya sebagai kakak yang diminta terus mengalah atau sebagai adik yang selalu menang ? Atau mungkin bunda baru saja memperlakukan kakak dan adik seperti itu ?

Saya pernah mengalaminya.. Berada di posisi adik yang dipelototin kakak karena dibela Mama dan Papa. Dan seringnya berada diposisi kakak yang menangis karena merasa tidak adil atas perlakuan Papa. Mungkin karena usia saya yang terpaut jauh dengan kakak-kakak saya dan hanya berbeda dua tahun dengan adik saya, maka saya lebih sering mengalami posisi diadili sebagai kakak dibanding adik.

Saat bermain bersama, si adik terluka, jelas si salah pastinya kakak. Saat bertengkar dan dua-duanya menangis, jelas kakak lg yang salah (apalagi klo hanya si adik yg nangis *alamak). Saat memperebutkan sesuatu, tentu si kakak yang harus mengalah. Seperti itu yaa.. Saya ingat sering menangis masuk kamar dan peluk guling. Hahahaha mungkin ini salah satu alasan saya jadi suka ngambekan :D

Aaaah saya benar-benar berharap Ghaza tidak akan merasakan segala hal baik yang sudah saya sebutkan tadi atau belum. Saya tidak ingin menjadi seorang ibu yang menomorsatukan adik dan terus mengadili si kakak. Ini juga salah satu alasan saya menimbang-nimbang sudah tepatkah bagi Ghaza untuk memiliki adik saat ini. Juga menjadi salah satu motivasi saya untuk terus belajar sebagai ibu yang baik dan amanah. Dan salah satu alasan untuk terus membenahi ruhiyah agar bisa tenang menghadapi situasi apapun dengan pertolongan-Nya.


Palu, 24/10/17
Ummu Ghaza




Selanjutnya sy sharing tulisan Bunda Julia Sarah Rangkuti yaaa.. Semoga bermanfaat :)



***




Mengapa Abang/Kakak yang harus terus mengalah, Ibuuuk? Apakah karena ia anak pertama? Apakah karena ia lebih besar? Ow..oww...it's not fair..
Menjadi seorang Kakak bukanlah suatu hal yang mudah untuk anak balita, khususnya. Jika dahulu sebelum kita menikah kita tak pernah belajar parenting, apatah lagi si Kakak: ia pun tak pernah dan tak punya pengalaman menjadi Kakak. Lalu, mengapa kita harus terus mengadilinya? Memintanya mengalah. Memintanya berbagi. Berharap ia dapat menjaga adik-adiknya. Dan, berharap Kakak bisa mengerti atas harapan-harapan kita padanya.
Hingga..pada suatu titik, kita lupa bahwa harapan kita padanya terlalu besar dan melampaui kapasitas diri mungilnya. Sehingga, betapa mudah kita mencapnya sebagai anak pelit, tak sayang adik, juga labelling negatif lain yang tak sepantasnya. Ahhh..ibuuuuk...it's not fair! 😒
Padahal, kita saja yang belajar parenting-entah dari seminar ataupun buku-buku, seringkali melakukan salah yang sama, tak terhitung masuk lubang yang sama berkali-kali. Mengapa kita tak bersabar dengan usahanya yang (lagi-lagi) tak pernah belajar dan tak punya pengalaman menjadi Kakak sebelumnya.
Ahhh..ibuuuk..betapa anak pertama kita pun ingin dimanjakan. Dibela hak-haknya. Disikapi secara adil. Dipeluk tubuhnya. Didekap hatinya. Digendong seperti adiknya.
Aahhhh..ibuuuk..betapa anak pertama kita sungguh-sungguh telah berjuang untuk menjadi Kakak yang baik seperti yg kita inginkan, namun mungkin mereka seringkali tak tahu caranya. Bukankah, mereka seringkali mengajak bermain adiknya? Melucu untuk adiknya dan membuatnya tertawa? Membelikan jajanan yang sama untuk adiknya?
Ahhh..ibuuuk..bukankah anak pertama kita senantiasa istimewa? Sebab, atas kelahiran dirinyalah kita benar-benar menjadi IBU..
Ahhh..ibuuuuk..sungguh mereka pun sedang belajar. Tolong maafkan jika masih banyak kesalahan dan kekurangan. Sama seperti mereka yang selalu memaafkan salah dan kurang kita.
Aaahhh..ibuuuk...ayo peluk anak pertama kita. Buah hati pertama yang selalu istimewa 😘😘
Peluk sayang untuk semua anak pertama. Hai Kakak, dimanapun kalian berada semoga Bapak-Ibumu senantiasa bersikap adil.
Special notes untuk Abang Kenzie. You are special boy. Forever πŸ˜™πŸ˜™
***
Tangerang, Mei 2017
Dari seorang ibu yang terus belajar bersikap adil pada anak-anaknya
IG: @juliasarahrangkuti
FP FB: Julia Sarah Rangkuti
Web: juliasarahrangkuti.com


Sabtu, 07 Oktober 2017




Nasihat dari TERE LIYE 
(penulis buku best seller)




Untuk jadi sarjana ekonomi atau insinyur, kita butuh 6 tahun SD, 3 tahun SMP, 3 tahun SMA, 4 tahun kuliah, dapat gelar sarjana.

Untuk jadi apoteker, akuntan, psikolog, dokter, dan gelar profesi lain, kita tambah lagi 2 tahun sekolah profesi, pengabdian, dan sebagainya..

Tetapi untuk menjadi ibu rumah tangga? dikumpulkan seluruh pendidikan tersebut, ditambah lagi bertahun-tahun, bertahun-tahun, bertahun tahun kemudian, tetap tidak akan cukup untuk bisa memastikan seseorang berhak menyandang: ibu rumah tangga TERBAIK. karena panjang dan pentingnya proses pendidikan ibu rumah tangga.

Nah kalau semua orang ingin sekolah tinggi-tinggi demi gelar, profesi, pekerjaan, dan sebagainya, maka ajaib sekali, kenapa orang-orang begitu menyepelekan pendidikan super tinggi untuk menjadi ibu rumah tangga? padahal memiliki anak yang berakhlak baik, keluarga yang bahagia, jauh lebih penting dibandingkan kesuksesan karir dan sebagainya.

Berikan pendidikan kepada anak-anak perempuan kita setinggi mungkin, agar kelak saat menjadi Ibu, sungguh berguna semua ilmunya. Satu Ibu yang baik, akan melahirkan satu keluarga yang baik. Satu generasi Ibu yang baik, maka akan datanglah penerus yang dijanjikan.

Selasa, 26 September 2017

Aliran Rasa | Gaya Belajar Anak



Bismillaah..
Diawal mendapat materi tentang Gaya Belajar Anak, saya hampir menangis karena merasa saya kemana saja selama ini kok baru ketemu ilmu bermanfat yang satu ini. Saya benar-benar merasa kosong dan belum tahu apa-apa. Langsung saja saya mencari di internet materi tambahan tentang gaya belajar audiotory, visual dan kinestetik ini. Sayangnya saya belum bisa menebak Gaya Belajar Ghaza karena usianya yang baru 16 bulan, namun saya bisa mengetahui gaya belajar sya dan suami, juga menebak-nebak gaya belajar ponakan.
Untuk Ghaza saya memberikan stimulus berbeda-beda setiap harinya untuk melatih gaya belajarnya. Selain itu, dalam bermain saya sudah bisa menentukan gaya belajar yang sedang kami gunakan untuk suatu permainan. Alhamdulillah, sungguh ilmu baru baru baru yang sanggaaaat bermanfaat.

Terima kasih IIP dan seluruh isinya :*





Palu, 26 September 2017
Salam Ibu Profesional
Rati Rahmawati | Ummu Ghaza
Kelas Bunda Sayang 2 Sulawesi


#Rahmawati
#AliranRasa
#Tantangan10Hari
#GameLevel4
#GayaBelajarAnak
#KulianBunSayIIP
#BundaSayang
#IbuProfesional
#IIP

Sabtu, 23 September 2017

Gaya Belajar Anak | DAY 10

Bismillaah..
Hari ini batas akhir setoran tantangan di game level 4 bulan ini. Sebenarnya saya sudah merencanakan permainan besar dengan menggunakan cat air, tapi sayang banyak pekerjaan domestik dan tantangan rumbel yang harus diselesaikan. Jadi hari ini Ghaza bermain sambil menemani saya mengerjakan tantangan di rumbel crafting, bayangkan keseruannya ^^. Alhamdulillaah, bahan-bahan crafting yang tadinya bisa dihemat sukses dibuat mainan sama Ghaza dan sama sekali tidak bisa digunakan lagi, yeeeeaaaah :D


Alhamdulillaah tantangan menyulap botol bekas hari ini berhasil saya selesaikan karena tadi selain sibuk bongkar-bongkar, Ghaza juga sibuk belajar menjumput benda-benda kecil dan memasukkannya kembali ke dalam wadah. Setelah bosan, saya tidak kehabisan akal membuat Ghaza sibuk, saya memberinya botol kecil dan stik-stik es krim lalu Ghaza mulai memasukkan satu persatu stik es krim ke dalam mulut botol. Lumayan praktek-praktek sambil melatih motorik halusnya..
Insya Allah besok-besok bisa main cat air yaa Ghaza nak ^^





Palu, 23 September 2017
Salam Ibu Profesional
Rati Rahmawati | Ummu Ghaza
Kelas Bunda Sayang 2 Sulawesi




#Rahmawati
#Day10
#Tantangan10Hari
#GameLevel4
#GayaBelajarAnak
#KulianBunSayIIP
#BundaSayang
#IbuProfesional
#IIP




Gaya Belajar Anak | DAY 9

Bismillaah..
Tidak terasa bulan ini akan segera berakhir dan Tantangan level ini pun demikian. Di hari ke 9 ini, kami sekeluarga jalan-jalan ke mall untuk membeli beberapa keperluan, sekalian mengajak Ghaza bermain. Saat berbeanja, saya melihat beberapa pajangan boneka hewan, lalu saya mengajak Ghaza dan mennagyakan jenis-jenis hewan tsb. Ghaza sedikit heran dengan boneka-boneka hewan karena bentuknya yang mungkin berbeda dari asli ataupun yang selama ini dia lihat di TV. Meskipun begitu, Ghaza tetap bisa menebak hewannya.

Sebelum tidur Ghaza belajar menyusun balok berwarna merah, kuning dan biru untuk belajar mengenal warna dan melatih motorik halusnya. Sayangnya Ghaza lebih suka meruntuhkan balok dibanding menyusunnya haha. PR nih buat saya untuk mengajarkan Ghaza menyusun balok. Semangat Semangat!



Palu, 22 September 2017
Salam Ibu Profesional
Rati Rahmawati | Ummu Ghaza
Kelas Bunda Sayang 2 Sulawesi


#Rahmawati
#Day9
#Tantangan10Hari
#GameLevel4
#GayaBelajarAnak
#KulianBunSayIIP
#BundaSayang
#IbuProfesional
#IIP



Kamis, 21 September 2017

Gaya Belajar Anak | DAY 8

Bismillaah..
Hari ini saya memanfaatkan bongkahan-bongkahan es di kulkas untuk media belajar Ghaza. Saya ingin mengenalkan rasa dingin pada Ghaza melalui praktek langsung kali ini. Untuk rasa panas, Ghaza sudah cukup mengetahuinya bahkan mengatakan “panas” meski yang terdengar hanya huruf “S’nya haha. Saya mengenalkan rasa panas lewat berbagai makanan yang kami makan bersama. Jika saya membawa makanan yang masih panas dan Ghaza memintanya, saya akan jelaskan bahwa makanana tsb masih panas sambil memberinya ijin untuk menyentuh makanan tersebut. Beda dengan dingin, mungkin karena saya jarang minum yang dingin-dingin jadi Ghaza masih asing dengan rasa dingin.

Permainan kami kali ini, saya menyediakan wadah untuk bongkahan es lalu saya tambahkan waterbeads dan boneka bebek kesukaan Ghaza. Saya meminta Ghaza untuk memasukkan waterbeads tsb ke dalam botol, jadi sekali mendayung dua tiga pulau terlampui hahaha emak-emak bgt yaa..

Alhamdulillah.. Bersyukur dipertemukan dengan emak-emak kece yang semangat belajar juga menularkan semangatnya. Jadi ibu-ibu baru seperti saya bisa banyak belajar, mengamati, meniru dan memodifikasi permainan-permainan buat anak-anak. Semoga berkah dan menjadi amal jariyah yaa bu ibu :*



Palu, 21 September 2017
Salam Ibu Profesional
Rati Rahmawati | Ummu Ghaza
Kelas Bunda Sayang 2 Sulawesi




#Rahmawati
#Day8
#Tantangan10Hari
#GameLevel4
#GayaBelajarAnak
#KulianBunSayIIP
#BundaSayang
#IbuProfesional
#IIP


Rabu, 20 September 2017

Gaya Belajar Anak | DAY 7

Bismillaah..
Hari ke 7 di Tantangan 10 hari, masih dalam tahap menstimulasi gaya belajar auditori, visual dan kinestetik Ghaza. Kali ini kami belajar mengenal beberapa hewan baru bagi Ghaza. Medianya berbeda lagi, lewat poster huruf hijaiya yang tertempel di dinding kamar. Di poster ini ada beberapa hewan yang sudah dikenali Ghaza terutama adalah hewan ternak dam beberapa lainnya baru saya ajarkan seperti cicak, udang, rusa, dll. Cara mengenalkannya masih dengan cara visual (poster bergambar) dan audio (mengenalkan suara/ciri khasnya). Iya, untuk beberapa hewan seperti udang, saya hanya menggambarkan ciri khasnya seperti warnanya atau letaknya (di atas katak). Untuk audio, saya menggunakan kalimat sependek mungkin, dengan intonasi menarik, dan terus saya ulang-ulang dengan menekankan intonasi pada suara/ciri khas yang saya sebutkan.

Alhamdulillah cara ini cepat berhasil di Ghaza dan bertambah lagi hewan yang diketahuinya. Ini sebenarnya saya rekam, tapi mengupload video di blog dengan kondisi jaringan dan paket data yang terbatas sangat tidak memungkinkan hehe. Jadi gambarnya saja yaaah...








Palu, 20 September 2017
Salam Ibu Profesional
Rati Rahmawati | Ummu Ghaza
Kelas Bunda Sayang 2 Sulawesi




#Rahmawati
#Day7
#Tantangan10Hari
#GameLevel4
#GayaBelajarAnak
#KulianBunSayIIP
#BundaSayang
#IbuProfesional
#IIP




Selasa, 19 September 2017

Gaya Belajar Anak | DAY 6

Bismillaah..
Hari ke 6 untuk tantangan kali ini, kami bermain menemukan benda dan memasukkannya ke dalam wadah.Saya meletakkan beberapa permainan Ghaza di atas tempat tidur, mulai dari tutup botol, bebek, kartu, puzzle, dll, kemudian menunjuk salah satunya lalu meminta Ghaza mengambil dan memasukkannya ke dalam wadah yang sudah saya sediakan. Permainan kali ini juga melatih Ghaza mengikuti intruksi/perintah dan belajar menemukan benda sesuai arah telunjuk.



Permainan ini tidak begitu asing bagi Ghaza karena saya sering melibatkannya membantu merapikan tempat tidur. Saya meminta Ghaza mengambil barang dan mainannya yang berserakan di atas tempat tidur, setelah itu saya akan meminta Ghaza naik di atas bantal lalu membersihkan tempat tidur. Dalam permainan kali ini saya masih harus tenang, menjaga intonasi dan mengulang-ulang perintah karena Ghaza belum benar-benar mengerti arah yang saya tunjuk.

Pelan-pelan.. Saya juga tidak berharap banyak, hanya berusaha menikmati setiap permainan yang kami lakukan. Sebisa mungkin saya berusaha melibatkan Ghaza dalam setiap hal yang saya kerjakan dan membantunya mandiri. Seperti kata Bu Septi bahwa anak di atas satu tahun bukanlah bayi lagi, maka perlu diajarkan kemandirian.Semangat belajar Ummu Ghaza, Semangat berlatih Ghaza nak J



Palu, 19 September 2017
Salam Ibu Profesional
Rati Rahmawati | Ummu Ghaza
Kelas Bunda Sayang 2 Sulawesi


#Rahmawati
#Day6
#Tantangan10Hari
#GameLevel4
#GayaBelajarAnak
#KulianBunSayIIP
#BundaSayang
#IbuProfesional
#IIP


Gaya Belajar Anak | DAY 5

Bismillaah..
Hari ke 5 kali ini kami menghabiskan waktu seharian di rumah saudara sepupu yang mengadakan walimahan kemarin. Ghaza senang bermain bersama sepupu-sepupunya dan kami juga sempat bermain “Kalau kau suka hati” bersama-sama. Semakin sering diulang-ulang, Ghaza semakin mahir bertepuk tangan sesuai irama dan sesekali mulai menepuk paha dan menyentakkan kakinya.

Di rumah sepupu saya menemukan bantal beruang dan menjadikannya sbg alat peraga untuk melatih Ghaza mengingat anggota tubuh bagian kepala. Saya mulai menanyakan satu per satu yang mana Mata, hidung, telinga, mulut dan pipi. Alhamdulillah Ghaza sudah bisa menunjukkannya satu per satu, meskipun diawal saya tetap harus mengenalkan letak mulut dan hidung beruang tsb pada Ghaza, mengingat mulut dan hidung boneka beruang yang berbeda dengan manusia.

Alhamdulillaah.. Meskipun awalnya saya pesimis bisa menemukan permainan yang cocok dengan tantangan kali ini di tengah kesibukan walimahan sepupu, namun selalu ada saja permainan sederhana yang terlintas dan bisa kami mainkan bersama. Alhamdulillaah Γ‘la kulli haal..





Palu, 17 September 2017
Salam Ibu Profesional
Rati Rahmawati | Ummu Ghaza
Kelas Bunda Sayang 2 Sulawesi


#Rahmawati
#Day5
#Tantangan10Hari
#GameLevel4
#GayaBelajarAnak
#KulianBunSayIIP
#BundaSayang
#IbuProfesional
#IIP


Gaya Belajar Anak | DAY 4

Bismillaah..
Hari ke 4 ini bertepatan dengan walimahan saudara sepupu saya. Meski sibuk bantu-bantu persiapan sampai hari H tetapi kami tetap bermain bersama Ghaza. Permainan yang mudah dan melibatkan gerakan juga nyanyian. Kali ini saya mengenalkan tangan, paha, dan kaki melalui lagu,“Kalau kau suka hati”. Sebenarnya sejak usia 10 bulan Ghaza sudah saya perkenalkan lagu ini dan mulai bisa mengikuti gerakannya meski hanya sekedar tepuk tangan. Dan kali ini saya mengenalkan menepuk paha dan juga menyentakkan kaki pada Ghaza. Awal-awal Ghaza hanya menepuk tangan saja di semua gerakan. Lama kelamaan Ghaza sudah bisa ikut menyentakkan kaki namun masih bingung saat bagian menepuk paha. Mungkin karena paha merupakan hal yang baru bagi Ghaza.




Alhamdulillaah.. Sesempit-sempitnya waktu bersama, saya berusaha selalu bermain bersama Ghaza meski permainan yang sederhana. Semoga Umma diberi kesempatan untuk selalu bermain bersama Ghaza ya nak.. :* :* :*






Palu, 16 September 2017
Salam Ibu Profesional
Rati Rahmawati | Ummu Ghaza
Kelas Bunda Sayang 2 Sulawesi


#Rahmawati
#Day4
#Tantangan10Hari
#GameLevel4
#GayaBelajarAnak
#KulianBunSayIIP
#BundaSayang
#IbuProfesional
#IIP


Kakak VS Adik






Alhamdulillah, Selalu bersyukur dipertemukan dengan orang-orang baik yang menjadi teladan nyata dalam mendidik anak di jaman fitnah ini. Salah satu teladan saya yaitu Bunda Julia Sarah Rangkuti yang ide-idenya sering saya contek dan modifikasi lewat buku Rumah Main Anak (RMA) karya beliau. Beberapa pekan lalu saya bergabung dalam Grup RMA yang rutin berbagi tulisan-tulisan beliau seputar pengasuhan anak. Setelah beberapa hari lalu baper karena tulisan beliau, malam inipun demikian. Saking bapernya, memaksa saya untuk melawan katuk dan menulisnya seegera mungkin sebelum hilang begitu saja. Iya, saya lagi berusaha untuk mengikat ilmu dengan tulisan.

Saat membaca tulisan diatas bagaimana pendapat bunda ? Apa pernah mengalaminya sebagai kakak yang diminta terus mengalah atau sebagai adik yang selalu menang ? Atau mungkin bunda baru saja memperlakukan kakak dan adik seperti itu ?

Saya pernah mengalaminya.. Berada di posisi adik yang dipelototin kakak karena dibela Mama dan Papa. Dan seringnya berada diposisi kakak yang menangis karena merasa tidak adil atas perlakuan Papa. Mungkin karena usia saya yang terpaut jauh dengan kakak-kakak saya dan hanya berbeda dua tahun dengan adik saya, maka saya lebih sering mengalami posisi diadili sebagai kakak dibanding adik.

Saat bermain bersama, si adik terluka, jelas si salah pastinya kakak. Saat bertengkar dan dua-duanya menangis, jelas kakak lg yang salah (apalagi klo hanya si adik yg nangis *alamak). Saat memperebutkan sesuatu, tentu si kakak yang harus mengalah. Seperti itu yaa.. Saya ingat sering menangis masuk kamar dan peluk guling. Hahahaha mungkin ini salah satu alasan saya jadi suka ngambekan :D

Aaaah saya benar-benar berharap Ghaza tidak akan merasakan segala hal baik yang sudah saya sebutkan tadi atau belum. Saya tidak ingin menjadi seorang ibu yang menomorsatukan adik dan terus mengadili si kakak. Ini juga salah satu alasan saya menimbang-nimbang sudah tepatkah bagi Ghaza untuk memiliki adik saat ini. Juga menjadi salah satu motivasi saya untuk terus belajar sebagai ibu yang baik dan amanah. Dan salah satu alasan untuk terus membenahi ruhiyah agar bisa tenang menghadapi situasi apapun dengan pertolongan-Nya.


Palu, 24/10/17
Ummu Ghaza




Selanjutnya sy sharing tulisan Bunda Julia Sarah Rangkuti yaaa.. Semoga bermanfaat :)



***




Mengapa Abang/Kakak yang harus terus mengalah, Ibuuuk? Apakah karena ia anak pertama? Apakah karena ia lebih besar? Ow..oww...it's not fair..
Menjadi seorang Kakak bukanlah suatu hal yang mudah untuk anak balita, khususnya. Jika dahulu sebelum kita menikah kita tak pernah belajar parenting, apatah lagi si Kakak: ia pun tak pernah dan tak punya pengalaman menjadi Kakak. Lalu, mengapa kita harus terus mengadilinya? Memintanya mengalah. Memintanya berbagi. Berharap ia dapat menjaga adik-adiknya. Dan, berharap Kakak bisa mengerti atas harapan-harapan kita padanya.
Hingga..pada suatu titik, kita lupa bahwa harapan kita padanya terlalu besar dan melampaui kapasitas diri mungilnya. Sehingga, betapa mudah kita mencapnya sebagai anak pelit, tak sayang adik, juga labelling negatif lain yang tak sepantasnya. Ahhh..ibuuuuk...it's not fair! 😒
Padahal, kita saja yang belajar parenting-entah dari seminar ataupun buku-buku, seringkali melakukan salah yang sama, tak terhitung masuk lubang yang sama berkali-kali. Mengapa kita tak bersabar dengan usahanya yang (lagi-lagi) tak pernah belajar dan tak punya pengalaman menjadi Kakak sebelumnya.
Ahhh..ibuuuk..betapa anak pertama kita pun ingin dimanjakan. Dibela hak-haknya. Disikapi secara adil. Dipeluk tubuhnya. Didekap hatinya. Digendong seperti adiknya.
Aahhhh..ibuuuk..betapa anak pertama kita sungguh-sungguh telah berjuang untuk menjadi Kakak yang baik seperti yg kita inginkan, namun mungkin mereka seringkali tak tahu caranya. Bukankah, mereka seringkali mengajak bermain adiknya? Melucu untuk adiknya dan membuatnya tertawa? Membelikan jajanan yang sama untuk adiknya?
Ahhh..ibuuuk..bukankah anak pertama kita senantiasa istimewa? Sebab, atas kelahiran dirinyalah kita benar-benar menjadi IBU..
Ahhh..ibuuuuk..sungguh mereka pun sedang belajar. Tolong maafkan jika masih banyak kesalahan dan kekurangan. Sama seperti mereka yang selalu memaafkan salah dan kurang kita.
Aaahhh..ibuuuk...ayo peluk anak pertama kita. Buah hati pertama yang selalu istimewa 😘😘
Peluk sayang untuk semua anak pertama. Hai Kakak, dimanapun kalian berada semoga Bapak-Ibumu senantiasa bersikap adil.
Special notes untuk Abang Kenzie. You are special boy. Forever πŸ˜™πŸ˜™
***
Tangerang, Mei 2017
Dari seorang ibu yang terus belajar bersikap adil pada anak-anaknya
IG: @juliasarahrangkuti
FP FB: Julia Sarah Rangkuti
Web: juliasarahrangkuti.com





Nasihat dari TERE LIYE 
(penulis buku best seller)




Untuk jadi sarjana ekonomi atau insinyur, kita butuh 6 tahun SD, 3 tahun SMP, 3 tahun SMA, 4 tahun kuliah, dapat gelar sarjana.

Untuk jadi apoteker, akuntan, psikolog, dokter, dan gelar profesi lain, kita tambah lagi 2 tahun sekolah profesi, pengabdian, dan sebagainya..

Tetapi untuk menjadi ibu rumah tangga? dikumpulkan seluruh pendidikan tersebut, ditambah lagi bertahun-tahun, bertahun-tahun, bertahun tahun kemudian, tetap tidak akan cukup untuk bisa memastikan seseorang berhak menyandang: ibu rumah tangga TERBAIK. karena panjang dan pentingnya proses pendidikan ibu rumah tangga.

Nah kalau semua orang ingin sekolah tinggi-tinggi demi gelar, profesi, pekerjaan, dan sebagainya, maka ajaib sekali, kenapa orang-orang begitu menyepelekan pendidikan super tinggi untuk menjadi ibu rumah tangga? padahal memiliki anak yang berakhlak baik, keluarga yang bahagia, jauh lebih penting dibandingkan kesuksesan karir dan sebagainya.

Berikan pendidikan kepada anak-anak perempuan kita setinggi mungkin, agar kelak saat menjadi Ibu, sungguh berguna semua ilmunya. Satu Ibu yang baik, akan melahirkan satu keluarga yang baik. Satu generasi Ibu yang baik, maka akan datanglah penerus yang dijanjikan.

Aliran Rasa | Gaya Belajar Anak



Bismillaah..
Diawal mendapat materi tentang Gaya Belajar Anak, saya hampir menangis karena merasa saya kemana saja selama ini kok baru ketemu ilmu bermanfat yang satu ini. Saya benar-benar merasa kosong dan belum tahu apa-apa. Langsung saja saya mencari di internet materi tambahan tentang gaya belajar audiotory, visual dan kinestetik ini. Sayangnya saya belum bisa menebak Gaya Belajar Ghaza karena usianya yang baru 16 bulan, namun saya bisa mengetahui gaya belajar sya dan suami, juga menebak-nebak gaya belajar ponakan.
Untuk Ghaza saya memberikan stimulus berbeda-beda setiap harinya untuk melatih gaya belajarnya. Selain itu, dalam bermain saya sudah bisa menentukan gaya belajar yang sedang kami gunakan untuk suatu permainan. Alhamdulillah, sungguh ilmu baru baru baru yang sanggaaaat bermanfaat.

Terima kasih IIP dan seluruh isinya :*





Palu, 26 September 2017
Salam Ibu Profesional
Rati Rahmawati | Ummu Ghaza
Kelas Bunda Sayang 2 Sulawesi


#Rahmawati
#AliranRasa
#Tantangan10Hari
#GameLevel4
#GayaBelajarAnak
#KulianBunSayIIP
#BundaSayang
#IbuProfesional
#IIP

Gaya Belajar Anak | DAY 10

Bismillaah..
Hari ini batas akhir setoran tantangan di game level 4 bulan ini. Sebenarnya saya sudah merencanakan permainan besar dengan menggunakan cat air, tapi sayang banyak pekerjaan domestik dan tantangan rumbel yang harus diselesaikan. Jadi hari ini Ghaza bermain sambil menemani saya mengerjakan tantangan di rumbel crafting, bayangkan keseruannya ^^. Alhamdulillaah, bahan-bahan crafting yang tadinya bisa dihemat sukses dibuat mainan sama Ghaza dan sama sekali tidak bisa digunakan lagi, yeeeeaaaah :D


Alhamdulillaah tantangan menyulap botol bekas hari ini berhasil saya selesaikan karena tadi selain sibuk bongkar-bongkar, Ghaza juga sibuk belajar menjumput benda-benda kecil dan memasukkannya kembali ke dalam wadah. Setelah bosan, saya tidak kehabisan akal membuat Ghaza sibuk, saya memberinya botol kecil dan stik-stik es krim lalu Ghaza mulai memasukkan satu persatu stik es krim ke dalam mulut botol. Lumayan praktek-praktek sambil melatih motorik halusnya..
Insya Allah besok-besok bisa main cat air yaa Ghaza nak ^^





Palu, 23 September 2017
Salam Ibu Profesional
Rati Rahmawati | Ummu Ghaza
Kelas Bunda Sayang 2 Sulawesi




#Rahmawati
#Day10
#Tantangan10Hari
#GameLevel4
#GayaBelajarAnak
#KulianBunSayIIP
#BundaSayang
#IbuProfesional
#IIP




Gaya Belajar Anak | DAY 9

Bismillaah..
Tidak terasa bulan ini akan segera berakhir dan Tantangan level ini pun demikian. Di hari ke 9 ini, kami sekeluarga jalan-jalan ke mall untuk membeli beberapa keperluan, sekalian mengajak Ghaza bermain. Saat berbeanja, saya melihat beberapa pajangan boneka hewan, lalu saya mengajak Ghaza dan mennagyakan jenis-jenis hewan tsb. Ghaza sedikit heran dengan boneka-boneka hewan karena bentuknya yang mungkin berbeda dari asli ataupun yang selama ini dia lihat di TV. Meskipun begitu, Ghaza tetap bisa menebak hewannya.

Sebelum tidur Ghaza belajar menyusun balok berwarna merah, kuning dan biru untuk belajar mengenal warna dan melatih motorik halusnya. Sayangnya Ghaza lebih suka meruntuhkan balok dibanding menyusunnya haha. PR nih buat saya untuk mengajarkan Ghaza menyusun balok. Semangat Semangat!



Palu, 22 September 2017
Salam Ibu Profesional
Rati Rahmawati | Ummu Ghaza
Kelas Bunda Sayang 2 Sulawesi


#Rahmawati
#Day9
#Tantangan10Hari
#GameLevel4
#GayaBelajarAnak
#KulianBunSayIIP
#BundaSayang
#IbuProfesional
#IIP



Gaya Belajar Anak | DAY 8

Bismillaah..
Hari ini saya memanfaatkan bongkahan-bongkahan es di kulkas untuk media belajar Ghaza. Saya ingin mengenalkan rasa dingin pada Ghaza melalui praktek langsung kali ini. Untuk rasa panas, Ghaza sudah cukup mengetahuinya bahkan mengatakan “panas” meski yang terdengar hanya huruf “S’nya haha. Saya mengenalkan rasa panas lewat berbagai makanan yang kami makan bersama. Jika saya membawa makanan yang masih panas dan Ghaza memintanya, saya akan jelaskan bahwa makanana tsb masih panas sambil memberinya ijin untuk menyentuh makanan tersebut. Beda dengan dingin, mungkin karena saya jarang minum yang dingin-dingin jadi Ghaza masih asing dengan rasa dingin.

Permainan kami kali ini, saya menyediakan wadah untuk bongkahan es lalu saya tambahkan waterbeads dan boneka bebek kesukaan Ghaza. Saya meminta Ghaza untuk memasukkan waterbeads tsb ke dalam botol, jadi sekali mendayung dua tiga pulau terlampui hahaha emak-emak bgt yaa..

Alhamdulillah.. Bersyukur dipertemukan dengan emak-emak kece yang semangat belajar juga menularkan semangatnya. Jadi ibu-ibu baru seperti saya bisa banyak belajar, mengamati, meniru dan memodifikasi permainan-permainan buat anak-anak. Semoga berkah dan menjadi amal jariyah yaa bu ibu :*



Palu, 21 September 2017
Salam Ibu Profesional
Rati Rahmawati | Ummu Ghaza
Kelas Bunda Sayang 2 Sulawesi




#Rahmawati
#Day8
#Tantangan10Hari
#GameLevel4
#GayaBelajarAnak
#KulianBunSayIIP
#BundaSayang
#IbuProfesional
#IIP


Gaya Belajar Anak | DAY 7

Bismillaah..
Hari ke 7 di Tantangan 10 hari, masih dalam tahap menstimulasi gaya belajar auditori, visual dan kinestetik Ghaza. Kali ini kami belajar mengenal beberapa hewan baru bagi Ghaza. Medianya berbeda lagi, lewat poster huruf hijaiya yang tertempel di dinding kamar. Di poster ini ada beberapa hewan yang sudah dikenali Ghaza terutama adalah hewan ternak dam beberapa lainnya baru saya ajarkan seperti cicak, udang, rusa, dll. Cara mengenalkannya masih dengan cara visual (poster bergambar) dan audio (mengenalkan suara/ciri khasnya). Iya, untuk beberapa hewan seperti udang, saya hanya menggambarkan ciri khasnya seperti warnanya atau letaknya (di atas katak). Untuk audio, saya menggunakan kalimat sependek mungkin, dengan intonasi menarik, dan terus saya ulang-ulang dengan menekankan intonasi pada suara/ciri khas yang saya sebutkan.

Alhamdulillah cara ini cepat berhasil di Ghaza dan bertambah lagi hewan yang diketahuinya. Ini sebenarnya saya rekam, tapi mengupload video di blog dengan kondisi jaringan dan paket data yang terbatas sangat tidak memungkinkan hehe. Jadi gambarnya saja yaaah...








Palu, 20 September 2017
Salam Ibu Profesional
Rati Rahmawati | Ummu Ghaza
Kelas Bunda Sayang 2 Sulawesi




#Rahmawati
#Day7
#Tantangan10Hari
#GameLevel4
#GayaBelajarAnak
#KulianBunSayIIP
#BundaSayang
#IbuProfesional
#IIP




Gaya Belajar Anak | DAY 6

Bismillaah..
Hari ke 6 untuk tantangan kali ini, kami bermain menemukan benda dan memasukkannya ke dalam wadah.Saya meletakkan beberapa permainan Ghaza di atas tempat tidur, mulai dari tutup botol, bebek, kartu, puzzle, dll, kemudian menunjuk salah satunya lalu meminta Ghaza mengambil dan memasukkannya ke dalam wadah yang sudah saya sediakan. Permainan kali ini juga melatih Ghaza mengikuti intruksi/perintah dan belajar menemukan benda sesuai arah telunjuk.



Permainan ini tidak begitu asing bagi Ghaza karena saya sering melibatkannya membantu merapikan tempat tidur. Saya meminta Ghaza mengambil barang dan mainannya yang berserakan di atas tempat tidur, setelah itu saya akan meminta Ghaza naik di atas bantal lalu membersihkan tempat tidur. Dalam permainan kali ini saya masih harus tenang, menjaga intonasi dan mengulang-ulang perintah karena Ghaza belum benar-benar mengerti arah yang saya tunjuk.

Pelan-pelan.. Saya juga tidak berharap banyak, hanya berusaha menikmati setiap permainan yang kami lakukan. Sebisa mungkin saya berusaha melibatkan Ghaza dalam setiap hal yang saya kerjakan dan membantunya mandiri. Seperti kata Bu Septi bahwa anak di atas satu tahun bukanlah bayi lagi, maka perlu diajarkan kemandirian.Semangat belajar Ummu Ghaza, Semangat berlatih Ghaza nak J



Palu, 19 September 2017
Salam Ibu Profesional
Rati Rahmawati | Ummu Ghaza
Kelas Bunda Sayang 2 Sulawesi


#Rahmawati
#Day6
#Tantangan10Hari
#GameLevel4
#GayaBelajarAnak
#KulianBunSayIIP
#BundaSayang
#IbuProfesional
#IIP


Gaya Belajar Anak | DAY 5

Bismillaah..
Hari ke 5 kali ini kami menghabiskan waktu seharian di rumah saudara sepupu yang mengadakan walimahan kemarin. Ghaza senang bermain bersama sepupu-sepupunya dan kami juga sempat bermain “Kalau kau suka hati” bersama-sama. Semakin sering diulang-ulang, Ghaza semakin mahir bertepuk tangan sesuai irama dan sesekali mulai menepuk paha dan menyentakkan kakinya.

Di rumah sepupu saya menemukan bantal beruang dan menjadikannya sbg alat peraga untuk melatih Ghaza mengingat anggota tubuh bagian kepala. Saya mulai menanyakan satu per satu yang mana Mata, hidung, telinga, mulut dan pipi. Alhamdulillah Ghaza sudah bisa menunjukkannya satu per satu, meskipun diawal saya tetap harus mengenalkan letak mulut dan hidung beruang tsb pada Ghaza, mengingat mulut dan hidung boneka beruang yang berbeda dengan manusia.

Alhamdulillaah.. Meskipun awalnya saya pesimis bisa menemukan permainan yang cocok dengan tantangan kali ini di tengah kesibukan walimahan sepupu, namun selalu ada saja permainan sederhana yang terlintas dan bisa kami mainkan bersama. Alhamdulillaah Γ‘la kulli haal..





Palu, 17 September 2017
Salam Ibu Profesional
Rati Rahmawati | Ummu Ghaza
Kelas Bunda Sayang 2 Sulawesi


#Rahmawati
#Day5
#Tantangan10Hari
#GameLevel4
#GayaBelajarAnak
#KulianBunSayIIP
#BundaSayang
#IbuProfesional
#IIP


Gaya Belajar Anak | DAY 4

Bismillaah..
Hari ke 4 ini bertepatan dengan walimahan saudara sepupu saya. Meski sibuk bantu-bantu persiapan sampai hari H tetapi kami tetap bermain bersama Ghaza. Permainan yang mudah dan melibatkan gerakan juga nyanyian. Kali ini saya mengenalkan tangan, paha, dan kaki melalui lagu,“Kalau kau suka hati”. Sebenarnya sejak usia 10 bulan Ghaza sudah saya perkenalkan lagu ini dan mulai bisa mengikuti gerakannya meski hanya sekedar tepuk tangan. Dan kali ini saya mengenalkan menepuk paha dan juga menyentakkan kaki pada Ghaza. Awal-awal Ghaza hanya menepuk tangan saja di semua gerakan. Lama kelamaan Ghaza sudah bisa ikut menyentakkan kaki namun masih bingung saat bagian menepuk paha. Mungkin karena paha merupakan hal yang baru bagi Ghaza.




Alhamdulillaah.. Sesempit-sempitnya waktu bersama, saya berusaha selalu bermain bersama Ghaza meski permainan yang sederhana. Semoga Umma diberi kesempatan untuk selalu bermain bersama Ghaza ya nak.. :* :* :*






Palu, 16 September 2017
Salam Ibu Profesional
Rati Rahmawati | Ummu Ghaza
Kelas Bunda Sayang 2 Sulawesi


#Rahmawati
#Day4
#Tantangan10Hari
#GameLevel4
#GayaBelajarAnak
#KulianBunSayIIP
#BundaSayang
#IbuProfesional
#IIP