Kamis, 19 April 2018

Umma Mendongeng | DAY 1

MEMBANGUN KARAKTER ANAK MELALUI DONGENG

Bismillaah..
Wow, ini benar-benar tantangan yang sangat menantang bagi Umma. Mendongeng..
Sewaktu kecil, Umma sangat suka mendengar kakek Ghaza mendongeng. Dongeng menjadi salah satu cara ampuh untuk membujuk Umma dan imi untuk tidur siang. Sayangnya sekarang Umma tidak tahu cara mendongeng hiks.. Pernah juga Umma ikut kelas bercerita di WA dan tidak lulus hehe Semoga kali ini bisa sukses mendongeng/berkisah/bercerita buat Ghaza yaa..

Tadi Umma mendapat kesempatan untuk bercerita pada Ghaza saat lagi di kamar mandi hihi. Seperti biasa, Ghaza asik menggambar di tutup ember yang kering menggunakan jari telunjuknya yang basah. Umma pun memulainya dengan bertanya, "Ghaza lagi menggambar apa nak ?", Ghaza menjawab, "Bus", "oh, bus warna apa itu ?", "kuning",katanya. Umma pun menawarkan diri menggambar seorang anak perempuan lalu mulai bercerita tentang anak perempuan yang sedang menunggu bus. Sayangnya, percobaan pertama ini, Umma anggap gagal karena waktunya sempit dan Umma blank, tidak siap dengan ceritanya hahaha. Umma mesti banyak-banyak belajar ini!!! Umma mengambil cerita tentang anak perempuan karena sepertinya, Ghaza kurang suka bermain dengan anak perempuan. Mungkin karena fitrahnya sbg laki-laki. Tapi Umma ingin Ghaza bisa ramah pada siapa saja.

Percobaan kedua kali ini, Umma mempersiapkan ceritanya, tentang perjalanan seekor kelinci mencari makanan kesukaannya, yaitu wortel. Tujuannya, agar Ghaza semakin mengenal wortel dan juga bisa suka makan wortel. Akhir-akhir ini Ghaza suka pilih-pilih makanan karena lagi proses tumbuh gigi. Semoga tujuan Umma tercapai yaa.. aamiin

Umma pun menyiapkan peraga yaitu kubus meraba Ghaza sewaktu bayi dan buku Hijaiyah yang ada gambar kelinci sedang memakan wortel. Dan Umma mulai mempraktekkan ilmu dari cemilan rabu kemarin :
Umma mengajak Ghaza duduk dan menyampaikan bahwa Umma akan bercerita tentang seekor kelinci. Kemudian Umma bertanya, makanan kesukaan kelinci apa ? Ghaza pun menjawab dengan benar, wortel. Umma pun menggerak-gerakkan kubus kelinci yang Umma pegang dan bersuara seolah-olah kelinci, memperkenalkan diri pada Ghaza dan berkata bahwa dia sedang lapar dan akan mencari makanan kesukaannya. Di perjalanan kelinci bertemu dengan Pak Ular (salah satu hewan di kubus meraba) dan bertanya dimana dia bisa menemukan wortel. Sayangnya Pak Ular tidak tahu, dan menyarankan kelinci bertanya pada Bu Domba yang sedang makan di padang rumput. Kelinci pun kesana, dan Bu Domba memberitahukan bahwa di dekat taman bunga ada banyak wortel disana. Saat sampai di padang bunga, kelinci sudah melihat kelinci-kelinci lainnya sedang menikmati wortel dan juga bermain disekitar padang bunga. Kelinci pun ikut bergabung dan menikmati wortel kesukaannya.

Alhamdulillah..
Cerita pendek ini berhasil Umma bawakan dengan penuh drama hahaha Karena sejak mulai bercerita bahwa kelinci sedang mencari wortel, Ghaza sudah sibuk memberi wortel ke mulut kelinci yang Umma pegang haha. Ghaza juga belum bisa fokus dari awal cerita sampai akhir. Umma maklum, karena ini adalah hari pertama. Tak apa yaa... Besok belajar lagi..

SEMANGAT!!!!

Kamis, 12 April 2018

Aliran Rasa | Kreativitas



Bismillaah..

Tantangan di level kali ini adalah salah satu tantangan paling asik menurut Umma. Lewat tantangan ini, membuka hati untuk lebih peka terhadap kreatifitas anak. Menjadikannya motivasi agar lebih kreatif. Setelah melihat kreativitas anak sendiri, Umma jadi malu kalau tidak belajar menjadi kreatif. Tentu bukan cuma itu saja yaa.. Umma juga harus belajar untuk menerima kreativitas Ghaza dan membantunya untuk mengasah kreativitasnya..

Alhamdulillah 'ala kulli haal..
Dari beberapa masalah yang Umma jadikan tantangan di bulan ini, sebagian berhasil dan sebagian lagi tidak. Tantangan untuk Umma, alhamdulillah berhasil. Setelah sibuk kesana kemari untuk persiapan membuka usaha, alhamdulillah "Jajanan Teras", usaha kecil-kecilan Umma dan Abah sudah buka sejak selasa kemarin. Maasya Allah, rasanya nao-nano hehe

Tantangan buat Ghaza, Alhamdulillah Umma berusaha untuk menerima kreativitas Ghaza dan berusaha bermain dengan Ghaza meskipun tidak bisa setiap hari dengan situasi saat ini. Sedangkan tantangan buat Abah, hiks.. Umma gagal. Karena kemarin lebih sering nginap di rumah keluarga dan keluar rumah untuk persiapan buka usaha. Dan sekarang, saat Umma sibuk jaga "Jajanan Teras" di depan, otomatis Umma susah menari di dapur. Maafkan Umma yaa bah.. Umma lagi belajar beradaptasi...

Alhamdulillah 'ala kulli haal..
Umma sangat bersyukur tantangan-tantangan di kelas Bunda sayang ini menemani hari-hari keluarga kami untuk terus berproses dalam kebaikan. Semoga ditantangan selanjutnya bisa lebih baik lagi dan berhasil :) Aamiin

Sabtu, 07 April 2018

Be Creative! Day 10

Bismillah..

Hari terakhir di tantangan level 9 kali ini. Tidak terasa yaa.. Berbulan-bulan tantangan di kelas Bunda Sayang menemani hari-hari keluarga kami. Mendukung dan membantu Umma dalam membersamai dan menstimulus tumbuh kembang Ghaza. Alhamdulillah 'ala kulli haal.. Tak henti²nya mendoakan kebaikan buat seluruh yang terlibat di IIP dan IP, semoga menjadi amal jariyah.. Aamiin

Umma, Ghaza dan Abah beberapa hari ini menginap lagi di rumah keluarga. Dan seperti biasa, Umma harus siap dengan segala perlengkapan bermain Ghaza. Yang Umma bawa kali ini adalah kotak belajar, beberapa mobil²an kecil dan 2 bentuk puzzle. Banyak ? Lumayan, buat berjaga-jaga. Anaknya kadang suka nagih mainan favoritnya sih, maka Umma pun berinisiatif untuk 'menyediakan payung sebelum hujan' 😊


Dan benar saja, Ghaza malamnya minta belajar. Umma tentu saja sudah siap dengan kotak belajar Ghaza dan meminta Ghaza memilih ingin belajar apa. Ghaza memilih mainan kancing warna warni dan memulai pelajarannya. Umma pun mengawasi Ghaza sambil sesekali memberi petunjuk dengan pertanyaan 😁 Tidak lama belajar, bukannya menyusun kancing sesuai warnanya, Ghaza mulai mendorong kancingnya ke arah belakang dengan menggunakan telunjuknya sambil berpura-pura seolah kancing itu adalah mobil²an 😥 Iyaa, bagus sih. Kreatif. Aktingnya jago. Tapi setelahnya Umma harus sibuk mencari kancing² kecil tsb agar tidak hilang 😖 Tak apa laah yaa.. Ingat Umma, jangan batasi kreatifitas anak huhuhu 😆😆💪🏻💪🏻💪🏻

Akhir-akhir ini, Ghaza memang lagi senang-senangnya bermain peran. Semakin lama, kelihatan semakin meningkat durasinya, percakapannya dan aktingnya 🤣🤣🤣
Seperti malam ini..
Abah kan belum pulang, dan Ghaza menemukan stiker telepon yang tertempel di ranjang. Ghaza pun mulai berpura-pura seolah sedang menelpon abahnya. Dia menekan tombol hijaunya, lalu berkata, "hallo, abah" dan berekspresi kecewa sambil bilang,"abah nda angkat telpon." *alamaakk ditolak 😂😂😂😂
Umma buru-buru mengambil HP dan merekamnya sambil sesekali bertanya pada Ghaza. Umma jg sdh siap ikut dalam naskahnya si kecil ini, dan meminta Ghaza menelpon Umma biar percakannya berlanjut di telepon tanpa alasan tidak diangkat lg. Tp Ghaza ttp tidak mau, dan bertahan dengan naskahnya "Telepon Yang Tak Diangkat" 😥😂😆🤣🤣🤣🤣





Palu, 6 April 2018
Rati Rahmawati | Ummu Ghaza
Kelas Bunda Sayang 2 Sulawesi

Be Creative! Day 9

Bismillah..

Umma berusaha untuk mencari berbagai macam permainan yang dapat membantu Umma menstimulasi kreatifitas Ghaza. Dan kali ini, Umma menggambar sesuatu yg ada dibuku bersama Ghaza. Umma pun memilih salah satu buku favorit Ghaza sewaktu bayi, lalu menyediakan kertas dan alat tulis. Umma mengajak Ghaza menggambar wortel. Saat Umma asik menggambar, Ghaza tentu saja hanya mencoret². Umma pun bertanya apa yang sedang Ghaza gambar, dan Ghaza menjawab, "Ghaza nda mau gambar wortel, Ghaza gambar telur aja." 😂😂😂
Ooh, iyaa.. Umma pun ingat pernah mengajarkan Ghaza cara menulis lingkaran. Dan setelag Umma perhatikan cara Ghaza menggambar, memang spt akan membentuk lingkaran yg ujung²nya hanya berbentuk coretan tidak karuan. Tapi Ghaza tetap keukeuh bahwa yg di gambar nya adalah telur.. Ok nak, itu telur.. I see 😎

Nah, ada lg nih satu hal kreatif yang dilakukan Ghaza 😁 Ghaza membalikkan mobil²annya, lalu memutarnya seperti sedang bermain gasing. Entah idenya didapat dari mana, karena setahu Umma, kami tidak pernah melihat gasing atau bermain gasing..


Bukan cuma Umma yaa yg sibuk mencari cara bermain bersama Ghaza. Ghazapun bisa menemukan permainan untuk dirinya sendiri. Menyusun mobil²annya dari yang terbesar sampai terkecil seperti ini pun menjadi favoritnya, lalu dengan senang hati Ghaza akan mendorong dari belakang sambil berteriak "tuuut ttuuuut train" 😍😎😘


Sama-sama belajar yaa Ghaza nak..
Umma berusaha untuk menemukan permainan seru yang dapat menstimulasi tumbuh kembang Ghaza. Dan Ghaza pun boleh membuat permainan yang Ghaza senangi..
Dunia anak-anak itu memang bermain yaa..
Maka Umma belajar untuk masuk ke dunia Ghaza dna bermain bersama Ghaza..

Semoga istiqomah yaa kita nak 😘 menjadi pribadi yang lebih baik dan bermanfaat dari hari ke hari.

Aamiin..





Palu, 2 April 2018
Rati Rahmawati | Ummu Ghaza
Kelas Bunda Sayang 2 Sulawesi

Be Creative! Day 8

Bismillah..

Dulu Umma merasa kata "kreatif" itu amat sangat jauh dari diri pribadi hihi. Rasanya suka bikin², tapi tidak tahu mau mulai dari mana dan bagaimana. Maka saat bergabung di IP Sulawesi dan bertemu dengan Rumbel Crafting, alhamdulilah serasa menemukan tempat berteduh ditengah terik matahari hahaha *lebay

Umma pun mulai belajar lagi, mengamati, meniru dan memodifikasi hasil karya bunda2 di Rumbel Crafting dan berbagi dengan teman di sosmed. Alhamdulillah, semakin mengenal bunda² kreatif d rumbel crafting, rasanya semakin mendekat ke arah kata "kreatif" yg selama ini rasanya kejauhan hehe

Dan hasil crafting Umma kali ini adalah tempat pulpen/pensil sekaligus tempat notes buat d meja Umma. Ini jg hasil cahlleng dr Rumbel Crafting bln maret kmrn yg dikerjakan menjelang deadline 🤣



Untuk Ghaza, hmm.. Ghaza sibuk main perosotan menggunakan tas ransel abahnya 😂😂😂


Esok harinya Umma menempelkan bubble wrap ke dinding buat bahan permainan Ghaza, yg ternyata Umma pun keasikan ikut main 😆 Ghaza mencoba berbagai cara untuk membuat bubble wrapnya bunyi. Mulai dari dipencet satu persatu, ditepuk-tepuk pakai tangan bahkan di dorong pakai belakangnya hahaha


Setelah itu Ghaza jalan² sore dan pulangnya bermain puzzle bareng Umma. Alhamdulillah Ghaza sdh bs menyusun semua puzzlenya. Meskipun kadang suka bingung kalau puzzlenya terbalik 😁 Padahal ini puzzle untuk usia 3+, dan berkat sering latihan alhamdulillah sekarang Ghaza sdh bisa..



Kreatifitas ternyata memang harus terus diasah secara konsisten yaa. Lingkungan yang mendukung pun bs memperbanyak ide dan menambah kreatifitas.
Semangat belajar menjadi kreatif dan berbagi kreatifitas Ghaza dan Umma..




Palu, 1 April 2018
Rati Rahmwati | Ummu Ghaza
Kelas Bunda Sayang 2 Sulawesi

Kamis, 05 April 2018

Be Creative! DAY 7

Bismillaah..

Bagi saya, membersamai anak setiap harinya berarti merawat cinta yang sudah tumbuh bahkan sejak dalam kandungan. Rutinitas yang dijalani, kadang berlalu begitu saja dan kadang pula penuh cerita lucu, sedih, gembira dan hikmah yang bisa diambil.


Hari ini, Umma merasa lucu dengan tingkah pola Ghaza yang menurut Umma kreatif. Ghaza sengaja menjatuhkan remot AC ke belakang tempat tidur, maka Umma pun menurunkan sakelar untuk mematikan AC. Saat sudah hampir siang dan Ghaza kepanasan, Ghaza meminta Umma untuk menyalakan AC. Umma pun mengingatkan Ghaza tentang remot AC yang dijatuhkannya pagi tadi. Ghaza yang mengingatnya segera mengintip ke tempat ia menjatuhkan remot AC. Umma hanya duduk dan mengamati Ghaza sambil sesekali menengok ke HP. Saat menengok ke Ghaza lagi, Umma tertawa melihat apa yang Ghaza lakukan. Ghaza sudah menaiki bantal dan berusaha memanjat sisi tempat tidur untuk meraih sakelar AC. Sepertinya dia melihat sewaktu Umma mematikan AC lewat sakelar. Anak-anak memang peniru ulung yaa..

Saat ini, Ghaza sudah berusia 22 bulan. Setiap bulannya Umma berusaha melihat stimulasi apa yang tepat untuk Ghaza sesuai usianya. Salah satu capaian untuk usia Ghaza kali ini adalah jalan berjinjit beberapa langkah untuk melatih keseimbangannya. Maka Umma pun melakukan permainan jalan berjinjit sambil berkata "jinjit..jinjit..jinjit" dengan nada ceria yang membuat Ghaza tertarik. Ghaza pun mengikuti cara Umma berjalan sambil ikut berkata "jinjit" dengan tertawa. Lalu Ghaza melakukannya lagi sambil berputar-putar, haha Alhamdulillah, ternyata Ghaza bisa melakukannya..

Malamnya, kami pulang ke rumah karena sudah beberapa malam menginap di rumah saudara dan Datok sudah rindu dengan cucunya. Umma menyelesaikan beberapa pekerjaan yang tertunda sambil tetap mengawasi Ghaza bermain. Hingga Umma tertarik saat melihat Ghaza mendorong remot TV dengan mobil-mobilannya di atas tempat tidur. Anak-anak selalu punya caranya sendiri untuk bermain, karena dunia mereka adalah masa bermain.





Palu, 28 Maret 2018
Rati Rahmawati | Ummu Ghaza
Kelas Bunda Sayang 2 Sulawesi

Senin, 02 April 2018

Mengikat Makna | KREATIVITAS



Ada yang baru di Kelas Bunda Sayang..
Aaahh, bukan cuma di Kelas Bunda Sayang sih, pada dasarnya saya selalu menerima hal baru, belajar ilmu baru dan kejutan-kejutan lainnya di Institut Ibu Profesional (IIP). Alhamdulillah 'ala kulli haal... Semoga Ibu Septi sekeluarga, para guru, fasil, dan segenap yang terlibat di dalamnya mendapat keberkahan dan rahmat dari Allah, sehingga ilmu kami yang teramalkan dapat menjadi amal jariyah bagi guru-guru kami... Aaaa jd baper :')

Materi di level 9 kali ini disajikan berbeda dari biasanya, dan sangat melekat bagi saya yang visual. Karena itu, saat diminta mengikat makna dari materi "Kreativitas" di kelas, sayapun berinisiatif untuk membuatnya seperti di atas, ala-ala emak doodle yang kemarin sempat dipelajari lewat Bunda Wilda. Ini masih banyak kurangnyaa.. Klo kata suami mah "berantakan" hahaha Insya Allah jadi pengalaman pertama, langkah awal untuk pelajaran selanjutnya :)

Be Creative! Day 6

Bismillaah..

Hal kreatif apa hari ini Umma ?
Kemarin dan hari ini Umma sibuk menstimulasi diri sendiri untuk lebih kreatif dengan menyelesaikan tantangan Umma seperti yang tertulis di Day 1, menyiapkan segala kebutuhan untuk memulai jualan. Mohon doanya yaa..

Kemarin Umma mengajak Ghaza main ke Lapangan di dekat rumah, membiarkannya berinteraksi dengan kakak-kakak laki-laki yang sedang main di sana. Ghaza selalu mendapat sambutan hangat dari anak-anak di kompleks, alhamdulillah.. Meski masih suka malu, Ghaza tetap mencoba berinteraksi dengan mereka yang usianya jauh diatasnya. Ghaza meniru mereka bermain, sesekali lari ke arah mereka dan kembali berlari memeluk Umma.

 



Malamnya, Ghaza bermain dengan kotak biru, wadah pemberian dari ini untuk bekal jualan Umma. Umma biarkan Ghaza bermain dengan itu, sambil tetap mengawasinya agar tidak memecahkan kotaknya. Dan beberapa kali Ghaza meminta Umma melihat kotak yang disusunnya keatas, katanya eskavator, dan ke smaping yang katanya buldoser. Umma pun memuji Ghaza untuk menyepakati imajinasinya :)



Palu, 27 Maret 2018
Rati Rahmawati | Ummu Ghaza
Kelas Bunda Sayang 2 Sulawesi

Minggu, 01 April 2018

NHW 10 | Membangun Komunitas, Membangun Peradaban


Sekretaris Kota


Bismillaah..

Saat ini saya diberi amanah sebagai sekretaris untuk Ibu Profesional Sulawesi Tengah (IP Sulteng) yang sedang berjuang untuk launching dan menebar manfaat di wilayah Sulawesi Tengah. Sebagaimana IP Sulteng yang baru, begitupun pengalaman saya sebagai sekretaris. Sebelumnya selalu mendapat amanah sebagai orang lapangan ataupun pemegang dana, karena itu saya selalu penasaran dengan jabatan sekretaris yang beberapa kali saya tolak di organisasi-organisasi sebelumnya.

Setelah lama fakum di dunia luar dan berdiam diri di rumah dengan gelar baru sebagai seorang ibu, saya pun mulai lebih mengenal diri sendiri dengan bantuan tugas-tugas di kelas Matrikulasi. Alhamdulillah, meskipun saya masih harus banyak belajar tentang tata cara surat menyurat dan ilmu-ilmu lainnya untuk sekretaris, namun saya menemukan diri saya sangat antusias dan lebih giat belajar. Suka pelajaran Bahasa Indonesia, memastikan kata yang dirnagkai harus tepat, mencatat segala hal dalam notes, merapikan data adalah hal-hal yang saya sukai sejak lama yang membuat saya mempunyai sedikit bekal dalam menjalani peran ini. Alhamdulillaah ‘ala kulli haal…

Sejauh ini tantangan yang saya hadapi adalah beradaptasi dengan peraturan-peraturan komunitas terkait surat menyurat dan tugas-tugas sekretaris lainnya. Alhamdulillah, tantangan ini menjadi lebih mudah dengan bantuan para sekretaris kota yang terkumpul dalam grup Sharing Sekretaris Kota. Menerima kebaikan hati dan keramahan para bunda sekretaris membuat saya yang masih sangat baru tidak segan untuk bertanya bahkan untuk hal kecil sekalipun. Terima kasih bunda-bunda semuanya. Berharap Allah membalasnya dengan kebaikan berlimpah, jazakunnallah khoyron..

Sejauh ini, belum begitu banyak yang saya lakukan sebagai sekretaris. Saya masih harus terus belajar, berbagi dan melayani. Alhamdulillah beberapa program kerja telah kami jalankan dan mendapat antusias dari masyarakat Sulawesi Tengah, Palu khususnya. Maka penguruspun mulai terjun bekerja sesuai perannya masing-masing. Masih banyak hal yang harus kami lakukan mengingat belum begitu banyak komunitas parenting di kota ini, belum begitu banyak ilmu-ilmu parenting yang tersebar bagi para ibu di provinsi ini dan masih banyak para ibu yang haus akan ilmu mendidik anak.

Berharap kami, para pengurus bias menjalankan amanah ini dengan baik dan menjadi perpanjangan tangan dari Institut Ibu Profesional untuk berbagi dan melayani pada segenap masyarakat Sulawesi Tengah, kota Palu dan sekitarnya pada khususnya. Aamiin..





Palu, 1 April 2018
Rati Rahmawati | Ummu Ghaza
Kelas MIIP Koordinator E B#5

Kamis, 29 Maret 2018

Be Creative! Day 5

Bismillaah..

Duet kreatif apa lagi yaa hari ini bersama Ghaza ?
Alhamdulillah 'ala kulli haal.. Idenya selalu datang bersamaan dengan tingkah pola anak :)
Karena sejak semalam jaringan di rumah putus, Umma dan Ghaza lebih banyak menghabiskan waktu bersama. Beberapa kali Ghaza meminta untuk menonton, Umma menjelaskan berbekal materi komprod level 1 dan alhamdulillah Ghaza bisa mengerti. Ghaza sibuk main mobil-mobilan, membongkar perangkat belajarnya dan mengambil beberapa buku. Saat mengambil buku, Umma pun mendapat ide untuk meminta Ghaza "membaca" bukunya sendiri dengan sesekali Umma beri pertanyaan. Dan ternyata Ghaza bisa menjawabnya sesuai apa yang pernah Umma ceritakan dan apa yang sudah Ghaza pelajari. Pelajari ? iya, Ghaza sudah belajar konsep atas-bawah, besar-kecil, berat-ringan dan belum untuk depan-belakang seperti di buku. Insya Allah besok-besok yaa nak..



Hari ini Umma membuatkan Ghaza DIY Parkiran mobil, niatnya sudah lamaaa sekali tapi belum-belum sempat direalisasikan. Ini pun dibuatkan karena Alhamdulillah Ghaza sudah punya beberapa mobil-mobilan kecil hadiah dari imi, dan Umma ingin mendukung kreativitas Ghaza yang menyimpan mobil-mobilannya di atas kardus dengan rapi seperti ini.

Alhamdulillah.. Kali ini duetnya bareng Abah. Ghaza kebagian bermain saja hahaha
Itupun parkirannya belum selesai, Ghaza sudah sibuk menggunakannya sebagai perosotan mobil hahaha

Umma puas bisa mewujudkan niat yang sudah lama, Abah mengambil peran membantu, dan anaknya bermain dengan bahagia..



Palu, 26 Maret 2018
Rati Rahmawati | Ummu Ghaza
Kelas Bunda Sayang 2 Sulawesi


Be Creative! Day 4

Bismillaah..

Hari minggu, waktunya berkegiatan besar.. Besar ? Besar menurut Umma hehe
Hari ini Umma sudah menyiapkan kegiatan buat Ghaza, yaitu mebuat kolase topeng. Dan alhamdulillah hari ini ada Mas Dirga ke rumah mau main sama Ghaza katanya..


Sayangnyaa.. Hiks.. Saat membuat kolase topeng, hanya Umma dan Mas Dirga yang sibuk dengan lem dan kertas. Ghaza ? hahaha Ghaza hanya datang sesekali lalu pergi lagi main mobil-mobilan. Tak apa lah yaa.. Ada Mas Dirga yang menemani Umma. Ini juga buka pengalaman pertama Umma ditolak Ghaza hehe Umma paham kenyamanan dan kebahagiaan Ghazalah yang utama. Percuma kan main sambil belajar klo anaknya tidak menikmatinya, begitu pikir Umma.


Hmm, tantangan untuk menjadi kreatif ternyata tidak mudah. Alhamdulillaah, malamnya Ghaza mengambil tas mainannya dan meminta Umma untuk menemaninya belajar. Nah, untuk menstimulasi kreativitas Ghaza, kali ini Umma tidak menentuka jenis permainan yang akan kami pelajari melainkan Umma bertanya pada Ghaza. Ghaza pun memilih salah satu mainan huruf, sambil berkata," A..a..aaa, c.. c.. ceee". Waaah, meskipun tahu mengucapkan beberapa huruf tetapi belum masuk usia Ghaza untuk mempelajari ini. Tapi kasian klo ditolak sementara Umma sudah memberinya kesempatan memilih. Dan Umma pun mendapat ide untuk merubah cara memainkannya. Jadi Umma hanya meminta Ghaza meletakkan lingkarang huruf dengan tepat ke lingkaran huruf lainnya. Bukan mencocokkan huruf, tetapi mencocokkan lingkaran. Nah, mempelajari lingkaran br tepat untuk Ghaza..

Umma harus pintar-pintar dalam mendapingi Ghaza diusia ini, disaat Ghaza sudah bisa berpendapat sendiri, menentukan pilihan termasuk protes tentu saja. Menjadi kreatif itu wajib ternyata, karena anak-anak kita sudah terlahir kreatif kan ?
Semangat belajar bunda pembelajar.. Semoga istiqomah dan menjadi amal jariyah :)





Palu, 25 Maret 2018
Rati Rahmawati | Ummu Ghaza
 Kelas Bunda Sayang 2 Sulawesi

Sabtu, 24 Maret 2018

Be Creative! Day 3

Bismillaah..

Penyajian materi seperti kemarin alhamdulillah sangat membekas diingatan Umma yang lebih senang dengan gaya belajar visual. Salah satu yang Umma ingat adalah stimulasi anak dengan pertanyaan, jangan kebanyakan pernyataan. Dan itu juga salah satu hal yang Umma sampaikan pada Abah Ghaza, agar bisa kompak dalam mendampingi Ghaza.

Masih seperti kemarin, Ghaza tidak terlalu sering meminta menonton TV karena asik bermain dengan Mas Dirga, dan siangnya balik ke rumah Ghaza hanya sempat menonton sedikit lalu tertidur sampai sore. Setelahnya Ghaza hanya sibuk bermain dengan beberapa mobil-mobilannya yang ada di rumah.

Malamnya, kami pergi ke salah satu rumah makan untuk menghadiri acara keluarga. Di sana, tempatnya sangat menarik karena ada mobil yang disusun-susun sampai tinggi, disebut sate mobil. Selain itu juga ada kolam, kereta, mobil2 bekas, motor, sepeda, dll. Ghaza sangat senang di sana terutama saat melihat beberapa jenis kendaraan yang dia kenali. Pulangnya, Umma dan Abah pun menanyai Ghaza tentang apa saja yang Ghaza lihat di sana, Ghaza mulai menjawab satu per satu dengan detail. Umma kadang suka gemes kalau Ghaza mulai berbicara dengan mendetail, karena Ghaza butuh waktu untuk berpikir dan menjelaskannya satu per satu. Tetapi Umma ingat lagi materi kreativitas kemarin bahwa orang tua harus lebih banyak sabar dan memberi kesempatan pada anak.

Selain itu, ada beberapa hal yang Umma anggap kreatif hari ini :

* Saat masuk ke kamar mandi, Ghaza mencoret-coret bagian ember yang kering dengan tangannya yang basah, lalu berkata,"Umma, Ghaza babar (menggambar)."

* Saat main dengan mainan favoritnya (eskavator dan truk), Ghaza sengaja memiringkan keduanya, Umma yang melihatnya pun bertanya dan Ghaza menjawab bahwa eskavator dan truknya lagi tidur hahaha

* Ghaza tiba-tiba memanggil Umma lalu berkata,"Umma, Ghaza baca", sambil menghadap ke gambar hewan2 laut yang ditempel didinding dengan mulut komat kamit hahaha

Jumat, 23 Maret 2018

Be Creative! Day 2

Bismillaah..

Hari ke dua yeaaayyy..
Hahahaha berasa hari ke 17 yaa.. Soalnya 2 hari ini Alhamdulillah bisa mengisi hari-hari dengan bermain bersama Ghaza. Dan kegiatan-kegiatan seperti ini memang ampuh untuk mengalihkan perhatian Ghaza dari TV.

Alhamdulillah 2 hari ini Umma juga fokus untuk mencari lokasi tempat menjual minuman sesuai yang sudah Umma dan Abah rencanakan. Ghaza ditinggal di rumah sebentar dengan Dato Ayah dan Dato Ibu juga tidak protes, tapi sayangnya yaa itu,, sambil menonton TV.

Setelah itu kegiatan kami banyak di luar rumah karena kami berkunjung dan menginap di rumah saudara. Jarak dai rumah saudara lebih dekat ke tempat Umma belajar ngaji dan juga ke tempat Abah berkegiatan.

Di tempat ngaji, seperti biasa Umma membawakan Ghaza beberapa mainan agar Ghaza tidak bosan menunggu Umma belajar. Di sana Ghaza pun memanfaatkan semua mainannya dan beberapa penjepit yang Umma bawakan. Sambil belajar, sesekali Umma memperhatikan Ghaza yang sedang asik bermain. Umma melihat Ghaza meletakkan beberapa penjepit ke dalam eskavator, kemudian ke treknya dan mendorongnya maju dan mundur. Lucu yaa.. Ghaza tahu urutannya dan di mana harus meetakkan penjepit kayunya.. Selebihnya, Ghaza asik main sendiri dan lari-larian di seitar Umma sambil sesekali meminta minum atau nenen hihi

Di rumah saudara, Ghaza punya kakak sesepupu laki-laki (Mas Dirga) yang selalu bermain dengannya. Karena sering bermain berdua, mereka kadang lupa dengan TV atau HP yang sering di pegangnya. Meskipun begitu, sempat juga mereka meminta menonton TV bersama. Tidak apa, pelan-pelan yaa..

Saat lagi menonton bersama Mas Dirga, tiba-tiba Ghaza mengambil sendiri tempat peralatannya di dalam tas Umma dan berkata, "Umma, Ghaza belajar." dengan bahasa versi dia haha
Alhamdullah.. Umma punya sekotak materi belajar dalam bentuk permainan buat Ghaza yang Umma siapkan (barang dagangan sendiri) untuk Ghaza. Nah, pekan lalu saat menginap di sini, Ghaza merasa bosan dan ingin belajar. Sayangnya saat itu Umma tidak membawanya. Umma pun membawanya hari ini buat berjaga-jaga jika Ghaza minta belajar lagi.

Belajar..
Umma menyebut beberapa permainan kami bersama Ghaza dengan sebutan belajar. Umma ingin menanamkan sejak dini pada Ghaza bahwa belajar itu menyenangkan dan tidak melulu harus dengan buku, sekolah, dll. Belajar bisa di mana saja dan kapan saja. Saat ita bisa mengambil manfaat dari suatu peristiwa, saat bisa memahami suatu kasus, saat mampu memecahkan suatu rumus, dan hal-hal sejenisnya, maka itu pun belajar...

Lalu anak dua ini pun sibuk belajar malam-malam Hahahaha


Kamis, 22 Maret 2018

Be Creative! Day 1

Bismillaah...
Alhamdulillah, Senang sekali rasanya bs bertemu lg dengan tantangan di kelas Bunda Sayang. Tantangan di kelas ini mmg selalu dirindukan, apalg setelah libur cawu kemarin..
Banyak kejutan di kelas kali ini, Fasil baru, penyajian materi baru, tugas kejutan, sampai tantangannya yg unik. Benar-benar cocok dengan tantangan di level 9 kali ini : Be Creative!

Dari gambar di atas, Umma menyimpulkan bahwa terlebih dulu Umma harus menemukan masalah apa sebenarnya yg sedang Umma hadapi di rumah dan menjadikannya sbg tantangan. Kemudian memecahkannya dgn cara-cara yg kreatif dgn ketentuan harus mengamalkan materi level kali ini dan belajar menjadi lebih kreatif untuk menemani Ghaza yg sdh terlahir kreatif.

Maka Umma pun membuat poin² spt ini :

Tantangan (Ghaza) :
Mendisplinkan Ghaza dgn jadwal menonton TV

Solusi :
Beri aktivitas menarik yg menyibukkannya



1. Kancing Flanel
2. Motorik kasar
3. ‎Mencuci mainan
4. ‎Kipas tangan
5. ‎

🚧🚧🚧🚧🚧🚧🚧

Tantangan (Umma) :
Punya Usaha mandiri, biar bs nabung buku buat Ghaza dan nabung umroh

Solusi :
Aktif menjual buku dan gencar promosi.
Buka lapak minuman dan makanan di sekolah.



1. Puzzle Hijaiyah
2. ‎MDS
3. ‎Tira
4. ‎Minuman coklat
5. ‎Somai
6. ‎Roti goreng
7. ‎


🚧🚧🚧🚧🚧🚧🚧🚧

Tantangan (Abah) :
Menu makan malam yg itu² saja (dr menu siang)

Solusi :
Memperbarui menu makan malam dgn masakan baru di sore hari.



1. Belanja ikan dan sayur 2hr sekali
2. ‎Stok bahan makanan di kulkas
3. ‎Masak d sore hari
4. ‎

Yup, itulah beberapa poin yang sudah Umma siapkan untuk berubah dan mengerjakan tantangan kali ini. Tetapi yang akan Umma laporkan setiap hari hanya tantangan yang berkaitan dengan Ghaza. Sedangkan tantangan yang berkaitan dengan Umma dan Abah, dituliskan di tempat lain hehe.

Alhamdulillah untuk hari ini.. Umma mulai pelan² mengurangi jadwal menonton Ghaza dengan mengajaknya bermain bersama dan membuat prakarya (namanya apa yaa 😕)

Siang tadi kami Umma berencana membuat kipas dari tangan, sayangnya Ghaza tidak mau tangannya di gambar 🤣 maunya gambar sendiri, sementara klo Ghaza gambar sendiri tidak berbentuk kan yaaa..
Umma pun memilih untuk menunda membuatnya sampai Ghaza bersedia mengikhlaskan telapak tangannya Umma bentuk..
Aaah, setelah menulis ini Umma br ingat salah satu isi dr materi level ini. Harusnya Umma lebih sabar yaa.. Dan biarkan Ghaza bereksperimen sendiri dengan pensil ditangannya.. Huhuhu Maafkan Umma anak Sholih 😘

Malamnya kami bermain dengan menggunakan sterofoam, karet gelang dan push pin. Karena ini hal baru bagi Ghaza jadi untuk permulaan Umma hanya meminta Ghaza menusuk push lin ke sterofoam, setelah itu Umma membuat beberapa titik dan meminta Ghaza menusuk push pin tepat pada titik2 tsb. Alhamdulillah Ghaza bisa 😍 Setelahnya kami bermain dgn meletakkan karet gelang ke push pin. Karet gelang sesuatu yg baru bagi Ghaza, jd Ghaza masih asik memegang² karet gelang l, menggulungnya, dll. Mungkin krn Ghaza masih merasa baru sama bahannya..


Umma pun meminta Ghaza memasang karet gelang pd push pinnya setelah lebih dulu mencontohkannya. Tp lucunya Ghaza tdk melakukan spt yg Umma contohkan, dia sibuk menyusun karet gelang d atas push pin dan setelah selesai berkata,"tuuut tuuuut traaaaain" 😂😂😂

Aaaah, anak² mmg sudah terlahir kreatif yaa 😎

Train versi Ghaza


Sabtu, 03 Februari 2018

Mendidik Anak Cerdas Finansial | DAY 2


Bismillah..

Hari ke dua di tantangan gamelevel 8 kali ini, Umma mengajak Ghaza untuk bermain peran antara penjual dan pembeli. Sayangnya ini terlalu cepat bagi Ghaza yg baru mulai dikenalkan soal tabungan hehe. Ghaza terlihat bingung namun ttp menikmati memilih mainan dan memberi Umma tisu yg kami andaikan sbg uang. Maafkan Umma nak, krn lg menginap di rumah saudara dan Ghaza tdk membawa kaleng tabungannya, jd Umma memilih jalan pintas dan ternyata salah 😣


Umma berpikir untuk mengenalkan uang terlebih dahulu pada Ghaza dengan cara sesering mungkin mengucapkan juga memperlihatkannya pada Ghaza. Main setelah membaca lg materinya, aahh sy rupanya melupakan satu hal penting. Selain sounding ttg uang, Umma harus sounding tentang rejeki terlebih dahulu. Menanamkan tauhid sejak dini lewat game kali ini dengan mengutip kalimat penting dalam materi bahwa uang ada bagian kecil dari rejeki.


Karena itu, sebisa mungkin Umma berusaha menduetkan kata rejeki dan uang saat berbicara dengan Ghaza. Alhamdulillah Umma mendapat beberapa kali kesempatan hari ini. Saat berhenti di lampu merah, ada beberapa mahasiswa yg membawa kotak sumbangan untuk membantu anak-anak Suku Asmat penderita busung lapar. Umma menemani Ghaza menaruh selembar uang ke dalam kotak sumbangan sambil memperkenalkan uang dan memintanya berdoa agar berkah. Selain itu ada jg beberapa obrolan Umma dan Ghaza yang Umma selipkan ttg rejeki dan uang didalamnya. Umma jg mengajak Ghaza ke beberapa tempat untuk mengantarkan barang pesanan dan menerima uangnya. Umma berusaha melibatkan Ghaza agar lebih familiar dengan uang, jual beli, dll. Namun sepertinya ini tugas berat, tetapi berdasarkan pengalaman seberat apapun rasanya jika disampaikan terus menerus, Insya Allah Ghaza akan mengerti.


Umma sangat bersyukur tantangan demi tantangan di Kelas Bunda Sayang ini menemani tumbuh kembang Ghaza. Dan tentu saja sangat amat membantu untuk menstimulasi perkembangannya. Terima kasih Ibu Septi, terima kasih IIP, smg menjadi amal jariyah bagi semua yang terlibat didalamnya 😊❤



Kamis, 01 Februari 2018

Mendidik Anak Cerdas Finansial | DAY 1

Bismillaah..
Selalu dan selalu banyak hal baru yang Umma temukan sejak mengenal Institut Ibu Profesional (IIP). Umma "dipaksa" untuk mempelajari dan mengamalkannya. Aaah, senang sekali rasanya Umma yang kurang disiplin ini dipertemukan Allah dengan IIP. Setelah beberapa bulan kemarin kagum dengan tantangan menstimulasi matematika sederhana sejak dini, ditantangan kali ini harus mendidik anak cerdas finansial sejak dini, kereeen kan. Langsung terbayang wajah-wajah dosen Akuntansi dan keuangan jaman kuliah, hahaha Umma mikirnya ketinggian yaa.. Mungkin krn itu, selalu terkejut dan takjub dengan tantangan-tantangan di IIP yang ternyata bisa diperkenalkan pada anak seusia Ghaza.

Salah satu cara untuk mendidik anak cerdas finansial adalah dengan mengenalkan proses menabung dan mengelola tabungan. Untuk menabung sendiri, Umma pernah beberapa kali meminta Ghaza mengisi tabungan sedekah yang Umma siapkan buat satu masjid di Toli-toli yang salah satu programnya yaitu mengumpulkan uang koin. Sayangnya karena tidak disertai ilmu, yaa jadinya sesekali tanpa pengantar dan penutup hehe. Alhamdulillah dapat kesempatan kali ini untuk menseriusinya dengan ilmu dari kelas bunda sayang insya Allah.

Alhamdulillah, kemarin dapat banyak stok uang koin dari nenek, dan bisa digunakan untuk menabung hari ini. Sebelum menabun, Umma perkenalkan dulu kaleng tabungan yang sudah Umma buat beberapa bulan lalu saat challenge rumbel crafting, kemudian Umma perlihatkan uang koin dan sampaikan ini dari nenek, lalu mengajak Ghaza memasukkannya ke dalam kaleng tabungan. Setelah itu Umma jelaskan bahwa ini nantinya buat sedekah membantu masjid. Tanggapan Ghaza, tidak ada hahaha Ghaza hanya sibuk memasukkan koin satu per satu. Lihat wajah serius Ghaza 😍

Untuk selanjutnya, jadi tantangan buat Umma nih mendidik Ghaza cerdas finansial dengan cara apa lagi selain menabung ? 😕💪😎

Umma Mendongeng | DAY 1

MEMBANGUN KARAKTER ANAK MELALUI DONGENG

Bismillaah..
Wow, ini benar-benar tantangan yang sangat menantang bagi Umma. Mendongeng..
Sewaktu kecil, Umma sangat suka mendengar kakek Ghaza mendongeng. Dongeng menjadi salah satu cara ampuh untuk membujuk Umma dan imi untuk tidur siang. Sayangnya sekarang Umma tidak tahu cara mendongeng hiks.. Pernah juga Umma ikut kelas bercerita di WA dan tidak lulus hehe Semoga kali ini bisa sukses mendongeng/berkisah/bercerita buat Ghaza yaa..

Tadi Umma mendapat kesempatan untuk bercerita pada Ghaza saat lagi di kamar mandi hihi. Seperti biasa, Ghaza asik menggambar di tutup ember yang kering menggunakan jari telunjuknya yang basah. Umma pun memulainya dengan bertanya, "Ghaza lagi menggambar apa nak ?", Ghaza menjawab, "Bus", "oh, bus warna apa itu ?", "kuning",katanya. Umma pun menawarkan diri menggambar seorang anak perempuan lalu mulai bercerita tentang anak perempuan yang sedang menunggu bus. Sayangnya, percobaan pertama ini, Umma anggap gagal karena waktunya sempit dan Umma blank, tidak siap dengan ceritanya hahaha. Umma mesti banyak-banyak belajar ini!!! Umma mengambil cerita tentang anak perempuan karena sepertinya, Ghaza kurang suka bermain dengan anak perempuan. Mungkin karena fitrahnya sbg laki-laki. Tapi Umma ingin Ghaza bisa ramah pada siapa saja.

Percobaan kedua kali ini, Umma mempersiapkan ceritanya, tentang perjalanan seekor kelinci mencari makanan kesukaannya, yaitu wortel. Tujuannya, agar Ghaza semakin mengenal wortel dan juga bisa suka makan wortel. Akhir-akhir ini Ghaza suka pilih-pilih makanan karena lagi proses tumbuh gigi. Semoga tujuan Umma tercapai yaa.. aamiin

Umma pun menyiapkan peraga yaitu kubus meraba Ghaza sewaktu bayi dan buku Hijaiyah yang ada gambar kelinci sedang memakan wortel. Dan Umma mulai mempraktekkan ilmu dari cemilan rabu kemarin :
Umma mengajak Ghaza duduk dan menyampaikan bahwa Umma akan bercerita tentang seekor kelinci. Kemudian Umma bertanya, makanan kesukaan kelinci apa ? Ghaza pun menjawab dengan benar, wortel. Umma pun menggerak-gerakkan kubus kelinci yang Umma pegang dan bersuara seolah-olah kelinci, memperkenalkan diri pada Ghaza dan berkata bahwa dia sedang lapar dan akan mencari makanan kesukaannya. Di perjalanan kelinci bertemu dengan Pak Ular (salah satu hewan di kubus meraba) dan bertanya dimana dia bisa menemukan wortel. Sayangnya Pak Ular tidak tahu, dan menyarankan kelinci bertanya pada Bu Domba yang sedang makan di padang rumput. Kelinci pun kesana, dan Bu Domba memberitahukan bahwa di dekat taman bunga ada banyak wortel disana. Saat sampai di padang bunga, kelinci sudah melihat kelinci-kelinci lainnya sedang menikmati wortel dan juga bermain disekitar padang bunga. Kelinci pun ikut bergabung dan menikmati wortel kesukaannya.

Alhamdulillah..
Cerita pendek ini berhasil Umma bawakan dengan penuh drama hahaha Karena sejak mulai bercerita bahwa kelinci sedang mencari wortel, Ghaza sudah sibuk memberi wortel ke mulut kelinci yang Umma pegang haha. Ghaza juga belum bisa fokus dari awal cerita sampai akhir. Umma maklum, karena ini adalah hari pertama. Tak apa yaa... Besok belajar lagi..

SEMANGAT!!!!

Aliran Rasa | Kreativitas



Bismillaah..

Tantangan di level kali ini adalah salah satu tantangan paling asik menurut Umma. Lewat tantangan ini, membuka hati untuk lebih peka terhadap kreatifitas anak. Menjadikannya motivasi agar lebih kreatif. Setelah melihat kreativitas anak sendiri, Umma jadi malu kalau tidak belajar menjadi kreatif. Tentu bukan cuma itu saja yaa.. Umma juga harus belajar untuk menerima kreativitas Ghaza dan membantunya untuk mengasah kreativitasnya..

Alhamdulillah 'ala kulli haal..
Dari beberapa masalah yang Umma jadikan tantangan di bulan ini, sebagian berhasil dan sebagian lagi tidak. Tantangan untuk Umma, alhamdulillah berhasil. Setelah sibuk kesana kemari untuk persiapan membuka usaha, alhamdulillah "Jajanan Teras", usaha kecil-kecilan Umma dan Abah sudah buka sejak selasa kemarin. Maasya Allah, rasanya nao-nano hehe

Tantangan buat Ghaza, Alhamdulillah Umma berusaha untuk menerima kreativitas Ghaza dan berusaha bermain dengan Ghaza meskipun tidak bisa setiap hari dengan situasi saat ini. Sedangkan tantangan buat Abah, hiks.. Umma gagal. Karena kemarin lebih sering nginap di rumah keluarga dan keluar rumah untuk persiapan buka usaha. Dan sekarang, saat Umma sibuk jaga "Jajanan Teras" di depan, otomatis Umma susah menari di dapur. Maafkan Umma yaa bah.. Umma lagi belajar beradaptasi...

Alhamdulillah 'ala kulli haal..
Umma sangat bersyukur tantangan-tantangan di kelas Bunda sayang ini menemani hari-hari keluarga kami untuk terus berproses dalam kebaikan. Semoga ditantangan selanjutnya bisa lebih baik lagi dan berhasil :) Aamiin

Be Creative! Day 10

Bismillah..

Hari terakhir di tantangan level 9 kali ini. Tidak terasa yaa.. Berbulan-bulan tantangan di kelas Bunda Sayang menemani hari-hari keluarga kami. Mendukung dan membantu Umma dalam membersamai dan menstimulus tumbuh kembang Ghaza. Alhamdulillah 'ala kulli haal.. Tak henti²nya mendoakan kebaikan buat seluruh yang terlibat di IIP dan IP, semoga menjadi amal jariyah.. Aamiin

Umma, Ghaza dan Abah beberapa hari ini menginap lagi di rumah keluarga. Dan seperti biasa, Umma harus siap dengan segala perlengkapan bermain Ghaza. Yang Umma bawa kali ini adalah kotak belajar, beberapa mobil²an kecil dan 2 bentuk puzzle. Banyak ? Lumayan, buat berjaga-jaga. Anaknya kadang suka nagih mainan favoritnya sih, maka Umma pun berinisiatif untuk 'menyediakan payung sebelum hujan' 😊


Dan benar saja, Ghaza malamnya minta belajar. Umma tentu saja sudah siap dengan kotak belajar Ghaza dan meminta Ghaza memilih ingin belajar apa. Ghaza memilih mainan kancing warna warni dan memulai pelajarannya. Umma pun mengawasi Ghaza sambil sesekali memberi petunjuk dengan pertanyaan 😁 Tidak lama belajar, bukannya menyusun kancing sesuai warnanya, Ghaza mulai mendorong kancingnya ke arah belakang dengan menggunakan telunjuknya sambil berpura-pura seolah kancing itu adalah mobil²an 😥 Iyaa, bagus sih. Kreatif. Aktingnya jago. Tapi setelahnya Umma harus sibuk mencari kancing² kecil tsb agar tidak hilang 😖 Tak apa laah yaa.. Ingat Umma, jangan batasi kreatifitas anak huhuhu 😆😆💪🏻💪🏻💪🏻

Akhir-akhir ini, Ghaza memang lagi senang-senangnya bermain peran. Semakin lama, kelihatan semakin meningkat durasinya, percakapannya dan aktingnya 🤣🤣🤣
Seperti malam ini..
Abah kan belum pulang, dan Ghaza menemukan stiker telepon yang tertempel di ranjang. Ghaza pun mulai berpura-pura seolah sedang menelpon abahnya. Dia menekan tombol hijaunya, lalu berkata, "hallo, abah" dan berekspresi kecewa sambil bilang,"abah nda angkat telpon." *alamaakk ditolak 😂😂😂😂
Umma buru-buru mengambil HP dan merekamnya sambil sesekali bertanya pada Ghaza. Umma jg sdh siap ikut dalam naskahnya si kecil ini, dan meminta Ghaza menelpon Umma biar percakannya berlanjut di telepon tanpa alasan tidak diangkat lg. Tp Ghaza ttp tidak mau, dan bertahan dengan naskahnya "Telepon Yang Tak Diangkat" 😥😂😆🤣🤣🤣🤣





Palu, 6 April 2018
Rati Rahmawati | Ummu Ghaza
Kelas Bunda Sayang 2 Sulawesi

Be Creative! Day 9

Bismillah..

Umma berusaha untuk mencari berbagai macam permainan yang dapat membantu Umma menstimulasi kreatifitas Ghaza. Dan kali ini, Umma menggambar sesuatu yg ada dibuku bersama Ghaza. Umma pun memilih salah satu buku favorit Ghaza sewaktu bayi, lalu menyediakan kertas dan alat tulis. Umma mengajak Ghaza menggambar wortel. Saat Umma asik menggambar, Ghaza tentu saja hanya mencoret². Umma pun bertanya apa yang sedang Ghaza gambar, dan Ghaza menjawab, "Ghaza nda mau gambar wortel, Ghaza gambar telur aja." 😂😂😂
Ooh, iyaa.. Umma pun ingat pernah mengajarkan Ghaza cara menulis lingkaran. Dan setelag Umma perhatikan cara Ghaza menggambar, memang spt akan membentuk lingkaran yg ujung²nya hanya berbentuk coretan tidak karuan. Tapi Ghaza tetap keukeuh bahwa yg di gambar nya adalah telur.. Ok nak, itu telur.. I see 😎

Nah, ada lg nih satu hal kreatif yang dilakukan Ghaza 😁 Ghaza membalikkan mobil²annya, lalu memutarnya seperti sedang bermain gasing. Entah idenya didapat dari mana, karena setahu Umma, kami tidak pernah melihat gasing atau bermain gasing..


Bukan cuma Umma yaa yg sibuk mencari cara bermain bersama Ghaza. Ghazapun bisa menemukan permainan untuk dirinya sendiri. Menyusun mobil²annya dari yang terbesar sampai terkecil seperti ini pun menjadi favoritnya, lalu dengan senang hati Ghaza akan mendorong dari belakang sambil berteriak "tuuut ttuuuut train" 😍😎😘


Sama-sama belajar yaa Ghaza nak..
Umma berusaha untuk menemukan permainan seru yang dapat menstimulasi tumbuh kembang Ghaza. Dan Ghaza pun boleh membuat permainan yang Ghaza senangi..
Dunia anak-anak itu memang bermain yaa..
Maka Umma belajar untuk masuk ke dunia Ghaza dna bermain bersama Ghaza..

Semoga istiqomah yaa kita nak 😘 menjadi pribadi yang lebih baik dan bermanfaat dari hari ke hari.

Aamiin..





Palu, 2 April 2018
Rati Rahmawati | Ummu Ghaza
Kelas Bunda Sayang 2 Sulawesi

Be Creative! Day 8

Bismillah..

Dulu Umma merasa kata "kreatif" itu amat sangat jauh dari diri pribadi hihi. Rasanya suka bikin², tapi tidak tahu mau mulai dari mana dan bagaimana. Maka saat bergabung di IP Sulawesi dan bertemu dengan Rumbel Crafting, alhamdulilah serasa menemukan tempat berteduh ditengah terik matahari hahaha *lebay

Umma pun mulai belajar lagi, mengamati, meniru dan memodifikasi hasil karya bunda2 di Rumbel Crafting dan berbagi dengan teman di sosmed. Alhamdulillah, semakin mengenal bunda² kreatif d rumbel crafting, rasanya semakin mendekat ke arah kata "kreatif" yg selama ini rasanya kejauhan hehe

Dan hasil crafting Umma kali ini adalah tempat pulpen/pensil sekaligus tempat notes buat d meja Umma. Ini jg hasil cahlleng dr Rumbel Crafting bln maret kmrn yg dikerjakan menjelang deadline 🤣



Untuk Ghaza, hmm.. Ghaza sibuk main perosotan menggunakan tas ransel abahnya 😂😂😂


Esok harinya Umma menempelkan bubble wrap ke dinding buat bahan permainan Ghaza, yg ternyata Umma pun keasikan ikut main 😆 Ghaza mencoba berbagai cara untuk membuat bubble wrapnya bunyi. Mulai dari dipencet satu persatu, ditepuk-tepuk pakai tangan bahkan di dorong pakai belakangnya hahaha


Setelah itu Ghaza jalan² sore dan pulangnya bermain puzzle bareng Umma. Alhamdulillah Ghaza sdh bs menyusun semua puzzlenya. Meskipun kadang suka bingung kalau puzzlenya terbalik 😁 Padahal ini puzzle untuk usia 3+, dan berkat sering latihan alhamdulillah sekarang Ghaza sdh bisa..



Kreatifitas ternyata memang harus terus diasah secara konsisten yaa. Lingkungan yang mendukung pun bs memperbanyak ide dan menambah kreatifitas.
Semangat belajar menjadi kreatif dan berbagi kreatifitas Ghaza dan Umma..




Palu, 1 April 2018
Rati Rahmwati | Ummu Ghaza
Kelas Bunda Sayang 2 Sulawesi

Be Creative! DAY 7

Bismillaah..

Bagi saya, membersamai anak setiap harinya berarti merawat cinta yang sudah tumbuh bahkan sejak dalam kandungan. Rutinitas yang dijalani, kadang berlalu begitu saja dan kadang pula penuh cerita lucu, sedih, gembira dan hikmah yang bisa diambil.


Hari ini, Umma merasa lucu dengan tingkah pola Ghaza yang menurut Umma kreatif. Ghaza sengaja menjatuhkan remot AC ke belakang tempat tidur, maka Umma pun menurunkan sakelar untuk mematikan AC. Saat sudah hampir siang dan Ghaza kepanasan, Ghaza meminta Umma untuk menyalakan AC. Umma pun mengingatkan Ghaza tentang remot AC yang dijatuhkannya pagi tadi. Ghaza yang mengingatnya segera mengintip ke tempat ia menjatuhkan remot AC. Umma hanya duduk dan mengamati Ghaza sambil sesekali menengok ke HP. Saat menengok ke Ghaza lagi, Umma tertawa melihat apa yang Ghaza lakukan. Ghaza sudah menaiki bantal dan berusaha memanjat sisi tempat tidur untuk meraih sakelar AC. Sepertinya dia melihat sewaktu Umma mematikan AC lewat sakelar. Anak-anak memang peniru ulung yaa..

Saat ini, Ghaza sudah berusia 22 bulan. Setiap bulannya Umma berusaha melihat stimulasi apa yang tepat untuk Ghaza sesuai usianya. Salah satu capaian untuk usia Ghaza kali ini adalah jalan berjinjit beberapa langkah untuk melatih keseimbangannya. Maka Umma pun melakukan permainan jalan berjinjit sambil berkata "jinjit..jinjit..jinjit" dengan nada ceria yang membuat Ghaza tertarik. Ghaza pun mengikuti cara Umma berjalan sambil ikut berkata "jinjit" dengan tertawa. Lalu Ghaza melakukannya lagi sambil berputar-putar, haha Alhamdulillah, ternyata Ghaza bisa melakukannya..

Malamnya, kami pulang ke rumah karena sudah beberapa malam menginap di rumah saudara dan Datok sudah rindu dengan cucunya. Umma menyelesaikan beberapa pekerjaan yang tertunda sambil tetap mengawasi Ghaza bermain. Hingga Umma tertarik saat melihat Ghaza mendorong remot TV dengan mobil-mobilannya di atas tempat tidur. Anak-anak selalu punya caranya sendiri untuk bermain, karena dunia mereka adalah masa bermain.





Palu, 28 Maret 2018
Rati Rahmawati | Ummu Ghaza
Kelas Bunda Sayang 2 Sulawesi

Mengikat Makna | KREATIVITAS



Ada yang baru di Kelas Bunda Sayang..
Aaahh, bukan cuma di Kelas Bunda Sayang sih, pada dasarnya saya selalu menerima hal baru, belajar ilmu baru dan kejutan-kejutan lainnya di Institut Ibu Profesional (IIP). Alhamdulillah 'ala kulli haal... Semoga Ibu Septi sekeluarga, para guru, fasil, dan segenap yang terlibat di dalamnya mendapat keberkahan dan rahmat dari Allah, sehingga ilmu kami yang teramalkan dapat menjadi amal jariyah bagi guru-guru kami... Aaaa jd baper :')

Materi di level 9 kali ini disajikan berbeda dari biasanya, dan sangat melekat bagi saya yang visual. Karena itu, saat diminta mengikat makna dari materi "Kreativitas" di kelas, sayapun berinisiatif untuk membuatnya seperti di atas, ala-ala emak doodle yang kemarin sempat dipelajari lewat Bunda Wilda. Ini masih banyak kurangnyaa.. Klo kata suami mah "berantakan" hahaha Insya Allah jadi pengalaman pertama, langkah awal untuk pelajaran selanjutnya :)

Be Creative! Day 6

Bismillaah..

Hal kreatif apa hari ini Umma ?
Kemarin dan hari ini Umma sibuk menstimulasi diri sendiri untuk lebih kreatif dengan menyelesaikan tantangan Umma seperti yang tertulis di Day 1, menyiapkan segala kebutuhan untuk memulai jualan. Mohon doanya yaa..

Kemarin Umma mengajak Ghaza main ke Lapangan di dekat rumah, membiarkannya berinteraksi dengan kakak-kakak laki-laki yang sedang main di sana. Ghaza selalu mendapat sambutan hangat dari anak-anak di kompleks, alhamdulillah.. Meski masih suka malu, Ghaza tetap mencoba berinteraksi dengan mereka yang usianya jauh diatasnya. Ghaza meniru mereka bermain, sesekali lari ke arah mereka dan kembali berlari memeluk Umma.

 



Malamnya, Ghaza bermain dengan kotak biru, wadah pemberian dari ini untuk bekal jualan Umma. Umma biarkan Ghaza bermain dengan itu, sambil tetap mengawasinya agar tidak memecahkan kotaknya. Dan beberapa kali Ghaza meminta Umma melihat kotak yang disusunnya keatas, katanya eskavator, dan ke smaping yang katanya buldoser. Umma pun memuji Ghaza untuk menyepakati imajinasinya :)



Palu, 27 Maret 2018
Rati Rahmawati | Ummu Ghaza
Kelas Bunda Sayang 2 Sulawesi

NHW 10 | Membangun Komunitas, Membangun Peradaban


Sekretaris Kota


Bismillaah..

Saat ini saya diberi amanah sebagai sekretaris untuk Ibu Profesional Sulawesi Tengah (IP Sulteng) yang sedang berjuang untuk launching dan menebar manfaat di wilayah Sulawesi Tengah. Sebagaimana IP Sulteng yang baru, begitupun pengalaman saya sebagai sekretaris. Sebelumnya selalu mendapat amanah sebagai orang lapangan ataupun pemegang dana, karena itu saya selalu penasaran dengan jabatan sekretaris yang beberapa kali saya tolak di organisasi-organisasi sebelumnya.

Setelah lama fakum di dunia luar dan berdiam diri di rumah dengan gelar baru sebagai seorang ibu, saya pun mulai lebih mengenal diri sendiri dengan bantuan tugas-tugas di kelas Matrikulasi. Alhamdulillah, meskipun saya masih harus banyak belajar tentang tata cara surat menyurat dan ilmu-ilmu lainnya untuk sekretaris, namun saya menemukan diri saya sangat antusias dan lebih giat belajar. Suka pelajaran Bahasa Indonesia, memastikan kata yang dirnagkai harus tepat, mencatat segala hal dalam notes, merapikan data adalah hal-hal yang saya sukai sejak lama yang membuat saya mempunyai sedikit bekal dalam menjalani peran ini. Alhamdulillaah ‘ala kulli haal…

Sejauh ini tantangan yang saya hadapi adalah beradaptasi dengan peraturan-peraturan komunitas terkait surat menyurat dan tugas-tugas sekretaris lainnya. Alhamdulillah, tantangan ini menjadi lebih mudah dengan bantuan para sekretaris kota yang terkumpul dalam grup Sharing Sekretaris Kota. Menerima kebaikan hati dan keramahan para bunda sekretaris membuat saya yang masih sangat baru tidak segan untuk bertanya bahkan untuk hal kecil sekalipun. Terima kasih bunda-bunda semuanya. Berharap Allah membalasnya dengan kebaikan berlimpah, jazakunnallah khoyron..

Sejauh ini, belum begitu banyak yang saya lakukan sebagai sekretaris. Saya masih harus terus belajar, berbagi dan melayani. Alhamdulillah beberapa program kerja telah kami jalankan dan mendapat antusias dari masyarakat Sulawesi Tengah, Palu khususnya. Maka penguruspun mulai terjun bekerja sesuai perannya masing-masing. Masih banyak hal yang harus kami lakukan mengingat belum begitu banyak komunitas parenting di kota ini, belum begitu banyak ilmu-ilmu parenting yang tersebar bagi para ibu di provinsi ini dan masih banyak para ibu yang haus akan ilmu mendidik anak.

Berharap kami, para pengurus bias menjalankan amanah ini dengan baik dan menjadi perpanjangan tangan dari Institut Ibu Profesional untuk berbagi dan melayani pada segenap masyarakat Sulawesi Tengah, kota Palu dan sekitarnya pada khususnya. Aamiin..





Palu, 1 April 2018
Rati Rahmawati | Ummu Ghaza
Kelas MIIP Koordinator E B#5

Be Creative! Day 5

Bismillaah..

Duet kreatif apa lagi yaa hari ini bersama Ghaza ?
Alhamdulillah 'ala kulli haal.. Idenya selalu datang bersamaan dengan tingkah pola anak :)
Karena sejak semalam jaringan di rumah putus, Umma dan Ghaza lebih banyak menghabiskan waktu bersama. Beberapa kali Ghaza meminta untuk menonton, Umma menjelaskan berbekal materi komprod level 1 dan alhamdulillah Ghaza bisa mengerti. Ghaza sibuk main mobil-mobilan, membongkar perangkat belajarnya dan mengambil beberapa buku. Saat mengambil buku, Umma pun mendapat ide untuk meminta Ghaza "membaca" bukunya sendiri dengan sesekali Umma beri pertanyaan. Dan ternyata Ghaza bisa menjawabnya sesuai apa yang pernah Umma ceritakan dan apa yang sudah Ghaza pelajari. Pelajari ? iya, Ghaza sudah belajar konsep atas-bawah, besar-kecil, berat-ringan dan belum untuk depan-belakang seperti di buku. Insya Allah besok-besok yaa nak..



Hari ini Umma membuatkan Ghaza DIY Parkiran mobil, niatnya sudah lamaaa sekali tapi belum-belum sempat direalisasikan. Ini pun dibuatkan karena Alhamdulillah Ghaza sudah punya beberapa mobil-mobilan kecil hadiah dari imi, dan Umma ingin mendukung kreativitas Ghaza yang menyimpan mobil-mobilannya di atas kardus dengan rapi seperti ini.

Alhamdulillah.. Kali ini duetnya bareng Abah. Ghaza kebagian bermain saja hahaha
Itupun parkirannya belum selesai, Ghaza sudah sibuk menggunakannya sebagai perosotan mobil hahaha

Umma puas bisa mewujudkan niat yang sudah lama, Abah mengambil peran membantu, dan anaknya bermain dengan bahagia..



Palu, 26 Maret 2018
Rati Rahmawati | Ummu Ghaza
Kelas Bunda Sayang 2 Sulawesi


Be Creative! Day 4

Bismillaah..

Hari minggu, waktunya berkegiatan besar.. Besar ? Besar menurut Umma hehe
Hari ini Umma sudah menyiapkan kegiatan buat Ghaza, yaitu mebuat kolase topeng. Dan alhamdulillah hari ini ada Mas Dirga ke rumah mau main sama Ghaza katanya..


Sayangnyaa.. Hiks.. Saat membuat kolase topeng, hanya Umma dan Mas Dirga yang sibuk dengan lem dan kertas. Ghaza ? hahaha Ghaza hanya datang sesekali lalu pergi lagi main mobil-mobilan. Tak apa lah yaa.. Ada Mas Dirga yang menemani Umma. Ini juga buka pengalaman pertama Umma ditolak Ghaza hehe Umma paham kenyamanan dan kebahagiaan Ghazalah yang utama. Percuma kan main sambil belajar klo anaknya tidak menikmatinya, begitu pikir Umma.


Hmm, tantangan untuk menjadi kreatif ternyata tidak mudah. Alhamdulillaah, malamnya Ghaza mengambil tas mainannya dan meminta Umma untuk menemaninya belajar. Nah, untuk menstimulasi kreativitas Ghaza, kali ini Umma tidak menentuka jenis permainan yang akan kami pelajari melainkan Umma bertanya pada Ghaza. Ghaza pun memilih salah satu mainan huruf, sambil berkata," A..a..aaa, c.. c.. ceee". Waaah, meskipun tahu mengucapkan beberapa huruf tetapi belum masuk usia Ghaza untuk mempelajari ini. Tapi kasian klo ditolak sementara Umma sudah memberinya kesempatan memilih. Dan Umma pun mendapat ide untuk merubah cara memainkannya. Jadi Umma hanya meminta Ghaza meletakkan lingkarang huruf dengan tepat ke lingkaran huruf lainnya. Bukan mencocokkan huruf, tetapi mencocokkan lingkaran. Nah, mempelajari lingkaran br tepat untuk Ghaza..

Umma harus pintar-pintar dalam mendapingi Ghaza diusia ini, disaat Ghaza sudah bisa berpendapat sendiri, menentukan pilihan termasuk protes tentu saja. Menjadi kreatif itu wajib ternyata, karena anak-anak kita sudah terlahir kreatif kan ?
Semangat belajar bunda pembelajar.. Semoga istiqomah dan menjadi amal jariyah :)





Palu, 25 Maret 2018
Rati Rahmawati | Ummu Ghaza
 Kelas Bunda Sayang 2 Sulawesi

Be Creative! Day 3

Bismillaah..

Penyajian materi seperti kemarin alhamdulillah sangat membekas diingatan Umma yang lebih senang dengan gaya belajar visual. Salah satu yang Umma ingat adalah stimulasi anak dengan pertanyaan, jangan kebanyakan pernyataan. Dan itu juga salah satu hal yang Umma sampaikan pada Abah Ghaza, agar bisa kompak dalam mendampingi Ghaza.

Masih seperti kemarin, Ghaza tidak terlalu sering meminta menonton TV karena asik bermain dengan Mas Dirga, dan siangnya balik ke rumah Ghaza hanya sempat menonton sedikit lalu tertidur sampai sore. Setelahnya Ghaza hanya sibuk bermain dengan beberapa mobil-mobilannya yang ada di rumah.

Malamnya, kami pergi ke salah satu rumah makan untuk menghadiri acara keluarga. Di sana, tempatnya sangat menarik karena ada mobil yang disusun-susun sampai tinggi, disebut sate mobil. Selain itu juga ada kolam, kereta, mobil2 bekas, motor, sepeda, dll. Ghaza sangat senang di sana terutama saat melihat beberapa jenis kendaraan yang dia kenali. Pulangnya, Umma dan Abah pun menanyai Ghaza tentang apa saja yang Ghaza lihat di sana, Ghaza mulai menjawab satu per satu dengan detail. Umma kadang suka gemes kalau Ghaza mulai berbicara dengan mendetail, karena Ghaza butuh waktu untuk berpikir dan menjelaskannya satu per satu. Tetapi Umma ingat lagi materi kreativitas kemarin bahwa orang tua harus lebih banyak sabar dan memberi kesempatan pada anak.

Selain itu, ada beberapa hal yang Umma anggap kreatif hari ini :

* Saat masuk ke kamar mandi, Ghaza mencoret-coret bagian ember yang kering dengan tangannya yang basah, lalu berkata,"Umma, Ghaza babar (menggambar)."

* Saat main dengan mainan favoritnya (eskavator dan truk), Ghaza sengaja memiringkan keduanya, Umma yang melihatnya pun bertanya dan Ghaza menjawab bahwa eskavator dan truknya lagi tidur hahaha

* Ghaza tiba-tiba memanggil Umma lalu berkata,"Umma, Ghaza baca", sambil menghadap ke gambar hewan2 laut yang ditempel didinding dengan mulut komat kamit hahaha

Be Creative! Day 2

Bismillaah..

Hari ke dua yeaaayyy..
Hahahaha berasa hari ke 17 yaa.. Soalnya 2 hari ini Alhamdulillah bisa mengisi hari-hari dengan bermain bersama Ghaza. Dan kegiatan-kegiatan seperti ini memang ampuh untuk mengalihkan perhatian Ghaza dari TV.

Alhamdulillah 2 hari ini Umma juga fokus untuk mencari lokasi tempat menjual minuman sesuai yang sudah Umma dan Abah rencanakan. Ghaza ditinggal di rumah sebentar dengan Dato Ayah dan Dato Ibu juga tidak protes, tapi sayangnya yaa itu,, sambil menonton TV.

Setelah itu kegiatan kami banyak di luar rumah karena kami berkunjung dan menginap di rumah saudara. Jarak dai rumah saudara lebih dekat ke tempat Umma belajar ngaji dan juga ke tempat Abah berkegiatan.

Di tempat ngaji, seperti biasa Umma membawakan Ghaza beberapa mainan agar Ghaza tidak bosan menunggu Umma belajar. Di sana Ghaza pun memanfaatkan semua mainannya dan beberapa penjepit yang Umma bawakan. Sambil belajar, sesekali Umma memperhatikan Ghaza yang sedang asik bermain. Umma melihat Ghaza meletakkan beberapa penjepit ke dalam eskavator, kemudian ke treknya dan mendorongnya maju dan mundur. Lucu yaa.. Ghaza tahu urutannya dan di mana harus meetakkan penjepit kayunya.. Selebihnya, Ghaza asik main sendiri dan lari-larian di seitar Umma sambil sesekali meminta minum atau nenen hihi

Di rumah saudara, Ghaza punya kakak sesepupu laki-laki (Mas Dirga) yang selalu bermain dengannya. Karena sering bermain berdua, mereka kadang lupa dengan TV atau HP yang sering di pegangnya. Meskipun begitu, sempat juga mereka meminta menonton TV bersama. Tidak apa, pelan-pelan yaa..

Saat lagi menonton bersama Mas Dirga, tiba-tiba Ghaza mengambil sendiri tempat peralatannya di dalam tas Umma dan berkata, "Umma, Ghaza belajar." dengan bahasa versi dia haha
Alhamdullah.. Umma punya sekotak materi belajar dalam bentuk permainan buat Ghaza yang Umma siapkan (barang dagangan sendiri) untuk Ghaza. Nah, pekan lalu saat menginap di sini, Ghaza merasa bosan dan ingin belajar. Sayangnya saat itu Umma tidak membawanya. Umma pun membawanya hari ini buat berjaga-jaga jika Ghaza minta belajar lagi.

Belajar..
Umma menyebut beberapa permainan kami bersama Ghaza dengan sebutan belajar. Umma ingin menanamkan sejak dini pada Ghaza bahwa belajar itu menyenangkan dan tidak melulu harus dengan buku, sekolah, dll. Belajar bisa di mana saja dan kapan saja. Saat ita bisa mengambil manfaat dari suatu peristiwa, saat bisa memahami suatu kasus, saat mampu memecahkan suatu rumus, dan hal-hal sejenisnya, maka itu pun belajar...

Lalu anak dua ini pun sibuk belajar malam-malam Hahahaha


Be Creative! Day 1

Bismillaah...
Alhamdulillah, Senang sekali rasanya bs bertemu lg dengan tantangan di kelas Bunda Sayang. Tantangan di kelas ini mmg selalu dirindukan, apalg setelah libur cawu kemarin..
Banyak kejutan di kelas kali ini, Fasil baru, penyajian materi baru, tugas kejutan, sampai tantangannya yg unik. Benar-benar cocok dengan tantangan di level 9 kali ini : Be Creative!

Dari gambar di atas, Umma menyimpulkan bahwa terlebih dulu Umma harus menemukan masalah apa sebenarnya yg sedang Umma hadapi di rumah dan menjadikannya sbg tantangan. Kemudian memecahkannya dgn cara-cara yg kreatif dgn ketentuan harus mengamalkan materi level kali ini dan belajar menjadi lebih kreatif untuk menemani Ghaza yg sdh terlahir kreatif.

Maka Umma pun membuat poin² spt ini :

Tantangan (Ghaza) :
Mendisplinkan Ghaza dgn jadwal menonton TV

Solusi :
Beri aktivitas menarik yg menyibukkannya



1. Kancing Flanel
2. Motorik kasar
3. ‎Mencuci mainan
4. ‎Kipas tangan
5. ‎

🚧🚧🚧🚧🚧🚧🚧

Tantangan (Umma) :
Punya Usaha mandiri, biar bs nabung buku buat Ghaza dan nabung umroh

Solusi :
Aktif menjual buku dan gencar promosi.
Buka lapak minuman dan makanan di sekolah.



1. Puzzle Hijaiyah
2. ‎MDS
3. ‎Tira
4. ‎Minuman coklat
5. ‎Somai
6. ‎Roti goreng
7. ‎


🚧🚧🚧🚧🚧🚧🚧🚧

Tantangan (Abah) :
Menu makan malam yg itu² saja (dr menu siang)

Solusi :
Memperbarui menu makan malam dgn masakan baru di sore hari.



1. Belanja ikan dan sayur 2hr sekali
2. ‎Stok bahan makanan di kulkas
3. ‎Masak d sore hari
4. ‎

Yup, itulah beberapa poin yang sudah Umma siapkan untuk berubah dan mengerjakan tantangan kali ini. Tetapi yang akan Umma laporkan setiap hari hanya tantangan yang berkaitan dengan Ghaza. Sedangkan tantangan yang berkaitan dengan Umma dan Abah, dituliskan di tempat lain hehe.

Alhamdulillah untuk hari ini.. Umma mulai pelan² mengurangi jadwal menonton Ghaza dengan mengajaknya bermain bersama dan membuat prakarya (namanya apa yaa 😕)

Siang tadi kami Umma berencana membuat kipas dari tangan, sayangnya Ghaza tidak mau tangannya di gambar 🤣 maunya gambar sendiri, sementara klo Ghaza gambar sendiri tidak berbentuk kan yaaa..
Umma pun memilih untuk menunda membuatnya sampai Ghaza bersedia mengikhlaskan telapak tangannya Umma bentuk..
Aaah, setelah menulis ini Umma br ingat salah satu isi dr materi level ini. Harusnya Umma lebih sabar yaa.. Dan biarkan Ghaza bereksperimen sendiri dengan pensil ditangannya.. Huhuhu Maafkan Umma anak Sholih 😘

Malamnya kami bermain dengan menggunakan sterofoam, karet gelang dan push pin. Karena ini hal baru bagi Ghaza jadi untuk permulaan Umma hanya meminta Ghaza menusuk push lin ke sterofoam, setelah itu Umma membuat beberapa titik dan meminta Ghaza menusuk push pin tepat pada titik2 tsb. Alhamdulillah Ghaza bisa 😍 Setelahnya kami bermain dgn meletakkan karet gelang ke push pin. Karet gelang sesuatu yg baru bagi Ghaza, jd Ghaza masih asik memegang² karet gelang l, menggulungnya, dll. Mungkin krn Ghaza masih merasa baru sama bahannya..


Umma pun meminta Ghaza memasang karet gelang pd push pinnya setelah lebih dulu mencontohkannya. Tp lucunya Ghaza tdk melakukan spt yg Umma contohkan, dia sibuk menyusun karet gelang d atas push pin dan setelah selesai berkata,"tuuut tuuuut traaaaain" 😂😂😂

Aaaah, anak² mmg sudah terlahir kreatif yaa 😎

Train versi Ghaza


Mendidik Anak Cerdas Finansial | DAY 2


Bismillah..

Hari ke dua di tantangan gamelevel 8 kali ini, Umma mengajak Ghaza untuk bermain peran antara penjual dan pembeli. Sayangnya ini terlalu cepat bagi Ghaza yg baru mulai dikenalkan soal tabungan hehe. Ghaza terlihat bingung namun ttp menikmati memilih mainan dan memberi Umma tisu yg kami andaikan sbg uang. Maafkan Umma nak, krn lg menginap di rumah saudara dan Ghaza tdk membawa kaleng tabungannya, jd Umma memilih jalan pintas dan ternyata salah 😣


Umma berpikir untuk mengenalkan uang terlebih dahulu pada Ghaza dengan cara sesering mungkin mengucapkan juga memperlihatkannya pada Ghaza. Main setelah membaca lg materinya, aahh sy rupanya melupakan satu hal penting. Selain sounding ttg uang, Umma harus sounding tentang rejeki terlebih dahulu. Menanamkan tauhid sejak dini lewat game kali ini dengan mengutip kalimat penting dalam materi bahwa uang ada bagian kecil dari rejeki.


Karena itu, sebisa mungkin Umma berusaha menduetkan kata rejeki dan uang saat berbicara dengan Ghaza. Alhamdulillah Umma mendapat beberapa kali kesempatan hari ini. Saat berhenti di lampu merah, ada beberapa mahasiswa yg membawa kotak sumbangan untuk membantu anak-anak Suku Asmat penderita busung lapar. Umma menemani Ghaza menaruh selembar uang ke dalam kotak sumbangan sambil memperkenalkan uang dan memintanya berdoa agar berkah. Selain itu ada jg beberapa obrolan Umma dan Ghaza yang Umma selipkan ttg rejeki dan uang didalamnya. Umma jg mengajak Ghaza ke beberapa tempat untuk mengantarkan barang pesanan dan menerima uangnya. Umma berusaha melibatkan Ghaza agar lebih familiar dengan uang, jual beli, dll. Namun sepertinya ini tugas berat, tetapi berdasarkan pengalaman seberat apapun rasanya jika disampaikan terus menerus, Insya Allah Ghaza akan mengerti.


Umma sangat bersyukur tantangan demi tantangan di Kelas Bunda Sayang ini menemani tumbuh kembang Ghaza. Dan tentu saja sangat amat membantu untuk menstimulasi perkembangannya. Terima kasih Ibu Septi, terima kasih IIP, smg menjadi amal jariyah bagi semua yang terlibat didalamnya 😊❤



Mendidik Anak Cerdas Finansial | DAY 1

Bismillaah..
Selalu dan selalu banyak hal baru yang Umma temukan sejak mengenal Institut Ibu Profesional (IIP). Umma "dipaksa" untuk mempelajari dan mengamalkannya. Aaah, senang sekali rasanya Umma yang kurang disiplin ini dipertemukan Allah dengan IIP. Setelah beberapa bulan kemarin kagum dengan tantangan menstimulasi matematika sederhana sejak dini, ditantangan kali ini harus mendidik anak cerdas finansial sejak dini, kereeen kan. Langsung terbayang wajah-wajah dosen Akuntansi dan keuangan jaman kuliah, hahaha Umma mikirnya ketinggian yaa.. Mungkin krn itu, selalu terkejut dan takjub dengan tantangan-tantangan di IIP yang ternyata bisa diperkenalkan pada anak seusia Ghaza.

Salah satu cara untuk mendidik anak cerdas finansial adalah dengan mengenalkan proses menabung dan mengelola tabungan. Untuk menabung sendiri, Umma pernah beberapa kali meminta Ghaza mengisi tabungan sedekah yang Umma siapkan buat satu masjid di Toli-toli yang salah satu programnya yaitu mengumpulkan uang koin. Sayangnya karena tidak disertai ilmu, yaa jadinya sesekali tanpa pengantar dan penutup hehe. Alhamdulillah dapat kesempatan kali ini untuk menseriusinya dengan ilmu dari kelas bunda sayang insya Allah.

Alhamdulillah, kemarin dapat banyak stok uang koin dari nenek, dan bisa digunakan untuk menabung hari ini. Sebelum menabun, Umma perkenalkan dulu kaleng tabungan yang sudah Umma buat beberapa bulan lalu saat challenge rumbel crafting, kemudian Umma perlihatkan uang koin dan sampaikan ini dari nenek, lalu mengajak Ghaza memasukkannya ke dalam kaleng tabungan. Setelah itu Umma jelaskan bahwa ini nantinya buat sedekah membantu masjid. Tanggapan Ghaza, tidak ada hahaha Ghaza hanya sibuk memasukkan koin satu per satu. Lihat wajah serius Ghaza 😍

Untuk selanjutnya, jadi tantangan buat Umma nih mendidik Ghaza cerdas finansial dengan cara apa lagi selain menabung ? 😕💪😎