Senin, 30 April 2012

Khilaf dari Niat Baik

Diposting oleh Rati Rahmawati di 00.04 0 komentar
23:23pm
29/04/12

Malam ini mencoba meredam resah dan gelisah dengan mengadu pada Sang Penggenggam Hati. Entah kenapa tiba-tiba perasaan bersalah mampir setelah saya melewati hari tanpa bertemu dengannya. Mungkin karena malam ini, lagi-lagi sendiri merenungi segala kata dan perbuatan yang telah terlewat hari ini.

Sejujurnya saya sama sekali tidak berniat dan ingin menyakiti hati siapapun. Meskipun saya akui, saya bukan orang yang berpikir panjang dalam melontarkan kata. Ide apa yang terlintas dan saya anggap tepat, maka itulah yang terlontar. Mungkin karena itu, rasa bersalah telat mampir. Saat ini, saya hanya bisa memohon pada Sang Penggenggam hati agar diampuni segala khilaf dan membuka hati mereka agar setiap kata dan perbuatanku hari ini dapat sampai dengan baik ke mereka.

Saya benar-benar tidak bermaksud lain, hanya sekedar memberi nasihat kebaikan dan berbagi pengalaman demi menjaga nama baik tempat yang selama ini menaungi saya dan mereka. Berharap kali ini saya bisa belajar banyak dan mereka bisa memaklumi segala khilaf dari niat baik. Meskipun saya juga tidak tahu apakah benar-benar telah menyakiti hati mereka atau tidak, dalam hati siapalah yang tahu selain DIA.

Lucu juga rasanya saya jadi uring-uringan karena hal ini. Apalagi jika mengenang diri yang lalu, yang tidak peduli dengan perasaan orang lain. Dengan prinsip “whatever you think, It’s me” saya menjalani hari sendiri. Sekarang, saat tarbiyah menjadi kebutuhan pokok, selalu berusaha menjaga hubungan baik dengan orang lain, meskipun terkadang harus mengorbankan perasaan sendiri. Hanya saja hari ini, mungkin karena saya diposisi orang-orang yang harus menilai, saya jadi tidak memfilter saran. Atau mungkin karena keegoisan tampak dan berpikir saat ini bukan saya yang harus mengorbankan perasaan. Hahaha :D sadis ya..

Tapi saya yakin, apapun yang terjadi hari ini akan selalu terselip hikmah manis di dalamnya. Semoga saya dan mereka bisa menemukannya :)

Rabbi, hamba berserah atas usaha dan upaya hari ini, berlindung dari segala prasangka, memohon ampunan atas segala khilaf, meminta petunjuk dan bimbingan-MU, berharap agar istiqomah dalam indah jalan-MU bersama mereka saudara-saudara seperjuanganku :)


Saudaraku, afwan jiddan. Semoga tak kan ada yang dapat merenggangkan sedikitpun kokohnya ukhuwah kita. Aamiin.. Akan ada nama kalian dalam doa-doaku :)

23:53pm

Sabtu, 28 April 2012

Virgin Snow

Diposting oleh Rati Rahmawati di 06.45 0 komentar
11 Desember 2011
09:57pm

Virgin Snow..
Baru selesai nonton film itu :)
Lumayan, tdk semenarik film-film bagus yg sudah saya nonton. Tapi film ini membuat saya sadar satu hal. Bahwa skenario ALLAH itu sangat indah :)

Sebelum film itu berakhir, saya sempat berpikir seandainya si Min –pemeran utama pria- tidak menyimpan kecewa berlebih atau mungkin dendam karena ditinggalkan si nanae –pemeran utama wanita-, pasti mereka akan tetap bersama lagi :) tapi untungnya bukan hal itu yang terjadi, karena tentu filmnya akan terasa hambar :D

Karena kecewa berlebih –kesalahan- yang dimiliki Min itulah yang membuat ini jadi lebih menarik. Karena dengan kesalahannya dia lebih memaknai cintanya. Dengan kesalahannya dia mengetahui pengorbanan nanae yg lebih dibanding kecewanya, karena itu dia berusaha untuk menemukan nanae di salju pertama :)

See ??
Ada usaha di situ, ada pelajaran :)

Seandainya tak ada kesalahan, kita tidak akan pernah tahu kebenaran :)
Seandainya dia tidak melakukan kesalahan, dia tidak akan pernah belajar dari kesalahannya. Dan begitupun saya, saya tidak akan menemukan pelajaran dari film itu :)

Yup, belajarlah dari kesalahanmu dan kesalahan orang lain :)
Nikmati pelajaranmu, karena itulah nikmat ALLAH :)
Indah bukan ??

10:07pm

Kebutuhanku, kebutuhanmu, kebutuhan Kita :)

Diposting oleh Rati Rahmawati di 00.32 0 komentar
*
Yang namanya manusia itu,
mereka tak bisa hidup tanpa orang lain.
Mungkin, tak peduli seberapa besar tekanan yang mereka hadapi,
tak peduli sebarapa besar rasa putus asa yang mereka rasakan,
bahkan seberapa besar pun cinta yang mereka dapatkan dari keluarga masing-masing,
karena pada akhirnya,
mereka ingin bisa diterima apa adanya oleh orang lain.


**
Setiap orang itu ingin dimengerti, dipahami, diterima, diperhatikan, atau minimal didengarkan.
Pada saat yang sama, setiap orang juga harus menyiapkan diri untuk mau mengerti, memahami, menerima, memperhatikan dan mendengarkan orang lain.
Seseorang suatu saat perlu curhat sekaligus juga menjadi tempat curhat orang lain; teman, saudara atau siapapun.
Memang, tidak selalu menyenangkan, apalagi kalu sedang sumpek dengan masalah diri sendiri.
Namun, rasanya menyenangkan jika kita bisa meringankan beban, syukur-syukur bisa membahagiakan orang lain.
Hidup tidak selalu lurus-lurus saja.
Suatu saat mungkin kitalah yang butuh orang lain supaya mau mendengar keluh kesah kita.
Rasulullah saw pernah mengajarkan kepada kita untuk suka membantu orang lain, kan ??
“Barangsiapa menghilangkan salah satu kesempitan dunia dari seorang mukmin maka Allah swt. akan menghilangkan darinya salah satu kesempitan di dunia dan akhirat. Barangsiapa member kemudahan terhadap seseorang yang mengalami kesulitan, Allah swt. akan memudahkan baginya di dunia dan akhirat. Dan Allah swt. akan senantiasa menolong seorang hamba manakala hamba itu menolong saudaranya.”
(HR. Bukhari – Muslim)


***
Dunia ini begitu gelap,
bila aku hanya bisa mendapatkan kebencian tanpa ada seorang pun yang membutuhkan keberadaanku,
maka keberadaanku yang sekarang ada disini sama sekali tak punya arti.

Hal itu membuat aku merasa kesepian,
aku juga butuh kehadiran seseorang yang akan selalu berada disampingku,
yang akan duduk sama rendah dan berdiri sama tinggi.
Aku juga ingin merasa dibutuhkan,
bukan hanya selalu diberi,
tapi aku juga ingin memberi.
Aku ingin memberikan sesuatu yang hanya bisa diberikan olehku seorang.

Dunia ini bukanlah dunia yang berbalut terangnya cahaya,
tapi bukan hanya itu,
kegelapan pun bukanlah segalanya dalam dunia ini,
kegelapan ini pun bukanlah seluruh dunia.

Sumber : Furuba + Jon Hariyadi + Yuki soma

Rabu, 25 April 2012

Menulis :) Kemarin dan Hari Ini, Tetap saja Menulis :D

Diposting oleh Rati Rahmawati di 11.03 0 komentar
07:28pm
26/1/12

Menulis..
Saya suka menulis. Tapi bukan termasuk orang yg pandai menulis. Selama ini tulisanku Cuma berupa tulisan pendek, atau tumpukan diari, atau malah coret-coretan bermakna dan asal-asalan. Hehe :D

Pengeeeeen sekali bisa menulis dengan baik, dan bisa menghasilkan banyak tulisan yang bermanfaat bagi orang banyak. Kadang ide untuk menulis muncul tiba-tiba, datang lagi, dan datang lagi. Tapi sayang, ide itu hilang sebelum saya bisa menuangkannya lewat tulisan. Hehe :D

Masalahnya….. saya tidak pandai menulis meskipun saya suka menulis. Dalam seminar yg pernah saya ikuti, si pembicara berkata,”tulislah apa yang kau pikirkan, jangan pikir apa yang akan ditulis.” Bingung ?? hehe, awalnya saya juga bingung. Karena menurut saya, untuk menuangkan ide ke dalam tulisan itu harus memilih kata yang tepat, harus menimbang kalimat agar tidak rancu, dan masih banyak lagi yang harus dipikirkan. Tapi, sekarang… taaaarrrraaaaaa… ini buktinya !!! hehe

Saya cuma menulis apa yang saya pikirkan saat ini. Ngaliiiiiiir aja. Ga tau deh ini salahnya di mana, atau berlebihannya di mana. Bentar baru di edit. Xixixixixixi :D yaaaaah, setidaknya sampai detik ini sudah ada empat paragraf. *senangnyaaaa* apakah saya berhasil ??? untuk saat ini, mungkin iya. Dan saya menganggap iya (meskipun belum atau tidak :p ), karena inilah awal, awal dari tulisan-tulisanku selanjutnya. Amiiiiiin :)

Selanjutnyaaa, saya ingin menulis kebaikan-kebaikan dan pelajaran dari kehidupan yang luar biasa,  karya ilmiah yang bermanfaat, proposal + skripsi (kewajiban) yang hebaat, dan buku dahsyat yang bisa bertahan lama Amiiiiin :)

Masiiiih banyak siih, tp itu aja dulu. Satu-satu. Ketinggian yah ??? biarin aja. Karena saya suka menulis, jadi optimis aja. Saya punya kekuatan dari rasa suka itu  lagian ALLAH itu mengikuti prasangka hamba-NYA. Hayyyuuuuuuk berprasangka yg baik-baik. Meraih impian dengan bekal suka dan optimis. Hehe
Okok. Itu aja kali yah.. pelajaran selanjutnya akan dimulai hari ini. Semoga bisa lebih peka dengan pelajaran hidup dari Sang Khalik. Amiiin :)

                                                                                                                                                                                      

10:34am
25/4/12

Nah, tulisan diatas itu salah satu bentuk keseriusanku menulis, dulu tapinya. Tapi sekarang masih serius kok,meskipun seriusnya timbul tenggelam sejak lama. Saya selalu ingin bisa menulis tapi seperti yang saya bilang sebelumnya selalu saja macet. Awalnya tulisan diatas buat diposting di blog saya yang lain. Yaaaah, sebenarnya saya sudah punya beberapa blog. Tapi sayaaang, sampai password blognya kelupaan, isinya juga cuma satu-satu, haha :D  Makanya kali ini mulai lagi, semoga yang ini langgeng deh. Hmm, lagi-lagi saya optimis ini bisa langgeng dan tidak akan senasib dengan blog-blogku yang lain, haha :D

Karena itu sekarang lagi semangat-semangatnya bongkar-bangkir tulisan yang lama, seleksi, trus posting deh di sini. Makanya, jangan heran deh klo tanggal postingannya beda dengan tanggal ditulisnya. Hehe, harap dimaklumi :)
Yaaaah, semoga kali ini benar-benar komitmen buat menulis. Tidak putus nyambung seperti dengan blog-blog saya yang kemarin, hehe (aamiin)

Rangkaian Kata dalam Catatan Kecilku

Diposting oleh Rati Rahmawati di 01.11 0 komentar
Entah sejak kapan tepatnya saya tidak tahu, tapi yang jelas saya mulai merapikannya dalam buku catatan semenjak masuk kuliah beberapa tahun yang lalu. Dan sekarang sudah ada 3 buku catatan :) Saya suka menulis kata-kata yang dapat membuat saya termotivasi atau mungkin sekedar senyum-senyum sendiri. Kata-kata yang menurutku indah itu berasal dari berbagai buku yang saya baca, film yang saya tonton, komik yang saya senangi sampai pengalaman pribadi yang saya kemas hikmahnya dalam rangkaian kata.

Awalnya saya berpikir saya sedikit aneh, tapi saat bahan bacaan mulai meluas dan saya mengenal training-training motivasi, saya jadi bertambah semangat menambah koleksi rangkaian kata ke buku catatanku. Yaaaah, karena pasti akan bermanfaat saat menjadi Trainer nanti (aaamiin) :D

Saat sedang dalam masalah, saat berpikir ujian tak juga beranjak pergi, saat butuh motivasi, saat mencari bahan buat pemecah masalah saudara-saudara, saat itulah saya kembali membuka buku catatanku. Mencari rangkaian kata yang sesuai dengan kondisi saat itu. Dan seperti biasa, setelahnya semangat kembali dengan kokohnya.

Nah, karena itu isi blog kali ini adalah beberapa rangkaian kata yang berhasil saya bentuk dari berbagai pengalaman pribadi. Dan tentu saja dari semuanya, inilah yang berhasil lolos seleksi untuk dimuat di sini, hehe :D Semoga bermanfaat yaa :) aamiin.
 
  • Tidak ada seorangpun yang tahu apa yang ada di dalam hati. Meskipun niat baik tapi kalau caranya salah, tetap juga akan dianggap melakukan kesalahan oleh orang lain. Manusia itu makhluk sosial. Maka berpikirlah sebelum bertindak dan berinteraksilah dengan cara yang baik. Mungkin sulit, tapi cobalah !!!
  • Kenapa harus menderita di atas kebahagiaan orang lain ? Bukankah ada yang namanya IKHLAS ?? Coba temukan !!!
  • Kebaikanmu hari ini mungkin saja akan mereka lupakan keesokan harinya. Itulah manusia ! Tapi tenanglah :) karena Sang Raqib telah mencatat dan Sang RABBI akan membalasnya.
  • Sebenarnya bukan siapa yang melahirkan atau membesarkannya. Tapi dari mana kebaikan itu berasal :)
  • Banyak orang tua menginginkan anaknya menjadi anak yang sholeh/sholehah tetapi sayang tidak mendidiknya ke arah itu.
  • Jika sabar tak ada batasnya, bagaimana dengan usaha ? Sejauh apa berusaha agar tidak terbentur dengan ‘memaksakan diri’ ? #tidakmaumenyerah!
  • Tidak perlu mencari jalan untuk membuka luka meskipun itu akan membawa kelegaan hati. Sabaaaaar, karena skenario ALLAH itu lebih menyembuhkan.
  • Bangkit ketika seolah tak ada lagi jalan, itu luar biasa. Tapi alasan dibalik itu juga penting. Innamal ‘amalu binniyah !!!
Nah, gimana ?? Untuk saat ini segitu saja yah, karena yg lain belum pantas untuk dipublikasikan, hehe. Insya ALLAH bermanfaat :)

01:08am
25/04/12

Senin, 23 April 2012

Hati Mengiyakan Sedang Akal Menolak

Diposting oleh Rati Rahmawati di 15.13 0 komentar
7:28
4 February 2012

Di sini, di kampung halaman di temani teriakan-teriakan kecil zidan (ponakan kecil) dan langit yang tak berbintang. Saya kembali galau. Entah kenapa penyakit galau itu sering muncul ketika berada di kampung sendiri :D
Mungkin karena ketika kembali ke sini saya seolah jadi diriku yang dulu, yang belum mengenal tarbiyah dengan baik dan kekanak-kanakan tentunya. Karena lingkungan ini beserta orang-orang disinilah yang mengembalikan saya seperti dulu :D
Atau mungkin karena di sini jauh dari aktivitas-aktivitas dakwah kampus. Meskipun tidak saya pungkiri bahwa saya punya peluang dakwah di sini. Tapi agak berat terlihat berbeda di kampung halaman sendiri.
Aaaaaah, apa yang harus saya lakukan ???

Hatiku mengiyakan, sedangkan akalku menolak. Padahal saya tahu pasti jawabannya apa. Tapi masiih saja saya mencari tempat nyaman untuk sedikit membela hati.
Lagi-lagi, apa yang harus saya lakukan ??

Jika mengcut langsung, sy takut hanya akan mengembalikan kesan orang-orang yang dulu tentang sy. Atau ketakutanku lagi-lagi untuk memberikan sedikit kenyamanan bagi hati ??? Tapii akalku berontak bahwa ini tidak benar dan harus sy akhiri.

Sejak awal saya sudah menyangka akan seperti ini, tapi tidak juga saya indakan :( Entah apa lagi yang akan terjadi nanti.

Aaaah, saya tahu ini apa karena pernah mengalaminya. Tapi ternyata saya tidak benar-benar belajar dari yang kemarin. Karena masih saja berpihak sedikit pada hati :(
Tii, ayolaaaaah.. kau pasti bisa !!!
Oklah. Mungkin mmg tidak harus instan. Pelan-pelan yah. Batasi. Kau harus menguasai hatimu. Berpikirlah dulu sebelum bawa rasa ke hati. Okok

Rabbi, tolonglah hamba.. Berikan perlindungan dan penjagaanmu.
Engkaulah sebaik-baik tempat berlindung :)
Jangan biarkan hamba masuk ke lubang yang sama berkali-kali Rabbi..
Izinkan hamba untuk tidak melupakan kekhilafan kemarin. Biarkan tetap dihati hamba, agar hamba tak pernah berani bahkan untuk mendekatinya lagi.

Aamiin :)

Khilaf dari Niat Baik

23:23pm
29/04/12

Malam ini mencoba meredam resah dan gelisah dengan mengadu pada Sang Penggenggam Hati. Entah kenapa tiba-tiba perasaan bersalah mampir setelah saya melewati hari tanpa bertemu dengannya. Mungkin karena malam ini, lagi-lagi sendiri merenungi segala kata dan perbuatan yang telah terlewat hari ini.

Sejujurnya saya sama sekali tidak berniat dan ingin menyakiti hati siapapun. Meskipun saya akui, saya bukan orang yang berpikir panjang dalam melontarkan kata. Ide apa yang terlintas dan saya anggap tepat, maka itulah yang terlontar. Mungkin karena itu, rasa bersalah telat mampir. Saat ini, saya hanya bisa memohon pada Sang Penggenggam hati agar diampuni segala khilaf dan membuka hati mereka agar setiap kata dan perbuatanku hari ini dapat sampai dengan baik ke mereka.

Saya benar-benar tidak bermaksud lain, hanya sekedar memberi nasihat kebaikan dan berbagi pengalaman demi menjaga nama baik tempat yang selama ini menaungi saya dan mereka. Berharap kali ini saya bisa belajar banyak dan mereka bisa memaklumi segala khilaf dari niat baik. Meskipun saya juga tidak tahu apakah benar-benar telah menyakiti hati mereka atau tidak, dalam hati siapalah yang tahu selain DIA.

Lucu juga rasanya saya jadi uring-uringan karena hal ini. Apalagi jika mengenang diri yang lalu, yang tidak peduli dengan perasaan orang lain. Dengan prinsip “whatever you think, It’s me” saya menjalani hari sendiri. Sekarang, saat tarbiyah menjadi kebutuhan pokok, selalu berusaha menjaga hubungan baik dengan orang lain, meskipun terkadang harus mengorbankan perasaan sendiri. Hanya saja hari ini, mungkin karena saya diposisi orang-orang yang harus menilai, saya jadi tidak memfilter saran. Atau mungkin karena keegoisan tampak dan berpikir saat ini bukan saya yang harus mengorbankan perasaan. Hahaha :D sadis ya..

Tapi saya yakin, apapun yang terjadi hari ini akan selalu terselip hikmah manis di dalamnya. Semoga saya dan mereka bisa menemukannya :)

Rabbi, hamba berserah atas usaha dan upaya hari ini, berlindung dari segala prasangka, memohon ampunan atas segala khilaf, meminta petunjuk dan bimbingan-MU, berharap agar istiqomah dalam indah jalan-MU bersama mereka saudara-saudara seperjuanganku :)


Saudaraku, afwan jiddan. Semoga tak kan ada yang dapat merenggangkan sedikitpun kokohnya ukhuwah kita. Aamiin.. Akan ada nama kalian dalam doa-doaku :)

23:53pm

Virgin Snow

11 Desember 2011
09:57pm

Virgin Snow..
Baru selesai nonton film itu :)
Lumayan, tdk semenarik film-film bagus yg sudah saya nonton. Tapi film ini membuat saya sadar satu hal. Bahwa skenario ALLAH itu sangat indah :)

Sebelum film itu berakhir, saya sempat berpikir seandainya si Min –pemeran utama pria- tidak menyimpan kecewa berlebih atau mungkin dendam karena ditinggalkan si nanae –pemeran utama wanita-, pasti mereka akan tetap bersama lagi :) tapi untungnya bukan hal itu yang terjadi, karena tentu filmnya akan terasa hambar :D

Karena kecewa berlebih –kesalahan- yang dimiliki Min itulah yang membuat ini jadi lebih menarik. Karena dengan kesalahannya dia lebih memaknai cintanya. Dengan kesalahannya dia mengetahui pengorbanan nanae yg lebih dibanding kecewanya, karena itu dia berusaha untuk menemukan nanae di salju pertama :)

See ??
Ada usaha di situ, ada pelajaran :)

Seandainya tak ada kesalahan, kita tidak akan pernah tahu kebenaran :)
Seandainya dia tidak melakukan kesalahan, dia tidak akan pernah belajar dari kesalahannya. Dan begitupun saya, saya tidak akan menemukan pelajaran dari film itu :)

Yup, belajarlah dari kesalahanmu dan kesalahan orang lain :)
Nikmati pelajaranmu, karena itulah nikmat ALLAH :)
Indah bukan ??

10:07pm

Kebutuhanku, kebutuhanmu, kebutuhan Kita :)

*
Yang namanya manusia itu,
mereka tak bisa hidup tanpa orang lain.
Mungkin, tak peduli seberapa besar tekanan yang mereka hadapi,
tak peduli sebarapa besar rasa putus asa yang mereka rasakan,
bahkan seberapa besar pun cinta yang mereka dapatkan dari keluarga masing-masing,
karena pada akhirnya,
mereka ingin bisa diterima apa adanya oleh orang lain.


**
Setiap orang itu ingin dimengerti, dipahami, diterima, diperhatikan, atau minimal didengarkan.
Pada saat yang sama, setiap orang juga harus menyiapkan diri untuk mau mengerti, memahami, menerima, memperhatikan dan mendengarkan orang lain.
Seseorang suatu saat perlu curhat sekaligus juga menjadi tempat curhat orang lain; teman, saudara atau siapapun.
Memang, tidak selalu menyenangkan, apalagi kalu sedang sumpek dengan masalah diri sendiri.
Namun, rasanya menyenangkan jika kita bisa meringankan beban, syukur-syukur bisa membahagiakan orang lain.
Hidup tidak selalu lurus-lurus saja.
Suatu saat mungkin kitalah yang butuh orang lain supaya mau mendengar keluh kesah kita.
Rasulullah saw pernah mengajarkan kepada kita untuk suka membantu orang lain, kan ??
“Barangsiapa menghilangkan salah satu kesempitan dunia dari seorang mukmin maka Allah swt. akan menghilangkan darinya salah satu kesempitan di dunia dan akhirat. Barangsiapa member kemudahan terhadap seseorang yang mengalami kesulitan, Allah swt. akan memudahkan baginya di dunia dan akhirat. Dan Allah swt. akan senantiasa menolong seorang hamba manakala hamba itu menolong saudaranya.”
(HR. Bukhari – Muslim)


***
Dunia ini begitu gelap,
bila aku hanya bisa mendapatkan kebencian tanpa ada seorang pun yang membutuhkan keberadaanku,
maka keberadaanku yang sekarang ada disini sama sekali tak punya arti.

Hal itu membuat aku merasa kesepian,
aku juga butuh kehadiran seseorang yang akan selalu berada disampingku,
yang akan duduk sama rendah dan berdiri sama tinggi.
Aku juga ingin merasa dibutuhkan,
bukan hanya selalu diberi,
tapi aku juga ingin memberi.
Aku ingin memberikan sesuatu yang hanya bisa diberikan olehku seorang.

Dunia ini bukanlah dunia yang berbalut terangnya cahaya,
tapi bukan hanya itu,
kegelapan pun bukanlah segalanya dalam dunia ini,
kegelapan ini pun bukanlah seluruh dunia.

Sumber : Furuba + Jon Hariyadi + Yuki soma

Menulis :) Kemarin dan Hari Ini, Tetap saja Menulis :D

07:28pm
26/1/12

Menulis..
Saya suka menulis. Tapi bukan termasuk orang yg pandai menulis. Selama ini tulisanku Cuma berupa tulisan pendek, atau tumpukan diari, atau malah coret-coretan bermakna dan asal-asalan. Hehe :D

Pengeeeeen sekali bisa menulis dengan baik, dan bisa menghasilkan banyak tulisan yang bermanfaat bagi orang banyak. Kadang ide untuk menulis muncul tiba-tiba, datang lagi, dan datang lagi. Tapi sayang, ide itu hilang sebelum saya bisa menuangkannya lewat tulisan. Hehe :D

Masalahnya….. saya tidak pandai menulis meskipun saya suka menulis. Dalam seminar yg pernah saya ikuti, si pembicara berkata,”tulislah apa yang kau pikirkan, jangan pikir apa yang akan ditulis.” Bingung ?? hehe, awalnya saya juga bingung. Karena menurut saya, untuk menuangkan ide ke dalam tulisan itu harus memilih kata yang tepat, harus menimbang kalimat agar tidak rancu, dan masih banyak lagi yang harus dipikirkan. Tapi, sekarang… taaaarrrraaaaaa… ini buktinya !!! hehe

Saya cuma menulis apa yang saya pikirkan saat ini. Ngaliiiiiiir aja. Ga tau deh ini salahnya di mana, atau berlebihannya di mana. Bentar baru di edit. Xixixixixixi :D yaaaaah, setidaknya sampai detik ini sudah ada empat paragraf. *senangnyaaaa* apakah saya berhasil ??? untuk saat ini, mungkin iya. Dan saya menganggap iya (meskipun belum atau tidak :p ), karena inilah awal, awal dari tulisan-tulisanku selanjutnya. Amiiiiiin :)

Selanjutnyaaa, saya ingin menulis kebaikan-kebaikan dan pelajaran dari kehidupan yang luar biasa,  karya ilmiah yang bermanfaat, proposal + skripsi (kewajiban) yang hebaat, dan buku dahsyat yang bisa bertahan lama Amiiiiin :)

Masiiiih banyak siih, tp itu aja dulu. Satu-satu. Ketinggian yah ??? biarin aja. Karena saya suka menulis, jadi optimis aja. Saya punya kekuatan dari rasa suka itu  lagian ALLAH itu mengikuti prasangka hamba-NYA. Hayyyuuuuuuk berprasangka yg baik-baik. Meraih impian dengan bekal suka dan optimis. Hehe
Okok. Itu aja kali yah.. pelajaran selanjutnya akan dimulai hari ini. Semoga bisa lebih peka dengan pelajaran hidup dari Sang Khalik. Amiiin :)

                                                                                                                                                                                      

10:34am
25/4/12

Nah, tulisan diatas itu salah satu bentuk keseriusanku menulis, dulu tapinya. Tapi sekarang masih serius kok,meskipun seriusnya timbul tenggelam sejak lama. Saya selalu ingin bisa menulis tapi seperti yang saya bilang sebelumnya selalu saja macet. Awalnya tulisan diatas buat diposting di blog saya yang lain. Yaaaah, sebenarnya saya sudah punya beberapa blog. Tapi sayaaang, sampai password blognya kelupaan, isinya juga cuma satu-satu, haha :D  Makanya kali ini mulai lagi, semoga yang ini langgeng deh. Hmm, lagi-lagi saya optimis ini bisa langgeng dan tidak akan senasib dengan blog-blogku yang lain, haha :D

Karena itu sekarang lagi semangat-semangatnya bongkar-bangkir tulisan yang lama, seleksi, trus posting deh di sini. Makanya, jangan heran deh klo tanggal postingannya beda dengan tanggal ditulisnya. Hehe, harap dimaklumi :)
Yaaaah, semoga kali ini benar-benar komitmen buat menulis. Tidak putus nyambung seperti dengan blog-blog saya yang kemarin, hehe (aamiin)

Rangkaian Kata dalam Catatan Kecilku

Entah sejak kapan tepatnya saya tidak tahu, tapi yang jelas saya mulai merapikannya dalam buku catatan semenjak masuk kuliah beberapa tahun yang lalu. Dan sekarang sudah ada 3 buku catatan :) Saya suka menulis kata-kata yang dapat membuat saya termotivasi atau mungkin sekedar senyum-senyum sendiri. Kata-kata yang menurutku indah itu berasal dari berbagai buku yang saya baca, film yang saya tonton, komik yang saya senangi sampai pengalaman pribadi yang saya kemas hikmahnya dalam rangkaian kata.

Awalnya saya berpikir saya sedikit aneh, tapi saat bahan bacaan mulai meluas dan saya mengenal training-training motivasi, saya jadi bertambah semangat menambah koleksi rangkaian kata ke buku catatanku. Yaaaah, karena pasti akan bermanfaat saat menjadi Trainer nanti (aaamiin) :D

Saat sedang dalam masalah, saat berpikir ujian tak juga beranjak pergi, saat butuh motivasi, saat mencari bahan buat pemecah masalah saudara-saudara, saat itulah saya kembali membuka buku catatanku. Mencari rangkaian kata yang sesuai dengan kondisi saat itu. Dan seperti biasa, setelahnya semangat kembali dengan kokohnya.

Nah, karena itu isi blog kali ini adalah beberapa rangkaian kata yang berhasil saya bentuk dari berbagai pengalaman pribadi. Dan tentu saja dari semuanya, inilah yang berhasil lolos seleksi untuk dimuat di sini, hehe :D Semoga bermanfaat yaa :) aamiin.
 
  • Tidak ada seorangpun yang tahu apa yang ada di dalam hati. Meskipun niat baik tapi kalau caranya salah, tetap juga akan dianggap melakukan kesalahan oleh orang lain. Manusia itu makhluk sosial. Maka berpikirlah sebelum bertindak dan berinteraksilah dengan cara yang baik. Mungkin sulit, tapi cobalah !!!
  • Kenapa harus menderita di atas kebahagiaan orang lain ? Bukankah ada yang namanya IKHLAS ?? Coba temukan !!!
  • Kebaikanmu hari ini mungkin saja akan mereka lupakan keesokan harinya. Itulah manusia ! Tapi tenanglah :) karena Sang Raqib telah mencatat dan Sang RABBI akan membalasnya.
  • Sebenarnya bukan siapa yang melahirkan atau membesarkannya. Tapi dari mana kebaikan itu berasal :)
  • Banyak orang tua menginginkan anaknya menjadi anak yang sholeh/sholehah tetapi sayang tidak mendidiknya ke arah itu.
  • Jika sabar tak ada batasnya, bagaimana dengan usaha ? Sejauh apa berusaha agar tidak terbentur dengan ‘memaksakan diri’ ? #tidakmaumenyerah!
  • Tidak perlu mencari jalan untuk membuka luka meskipun itu akan membawa kelegaan hati. Sabaaaaar, karena skenario ALLAH itu lebih menyembuhkan.
  • Bangkit ketika seolah tak ada lagi jalan, itu luar biasa. Tapi alasan dibalik itu juga penting. Innamal ‘amalu binniyah !!!
Nah, gimana ?? Untuk saat ini segitu saja yah, karena yg lain belum pantas untuk dipublikasikan, hehe. Insya ALLAH bermanfaat :)

01:08am
25/04/12

Hati Mengiyakan Sedang Akal Menolak

7:28
4 February 2012

Di sini, di kampung halaman di temani teriakan-teriakan kecil zidan (ponakan kecil) dan langit yang tak berbintang. Saya kembali galau. Entah kenapa penyakit galau itu sering muncul ketika berada di kampung sendiri :D
Mungkin karena ketika kembali ke sini saya seolah jadi diriku yang dulu, yang belum mengenal tarbiyah dengan baik dan kekanak-kanakan tentunya. Karena lingkungan ini beserta orang-orang disinilah yang mengembalikan saya seperti dulu :D
Atau mungkin karena di sini jauh dari aktivitas-aktivitas dakwah kampus. Meskipun tidak saya pungkiri bahwa saya punya peluang dakwah di sini. Tapi agak berat terlihat berbeda di kampung halaman sendiri.
Aaaaaah, apa yang harus saya lakukan ???

Hatiku mengiyakan, sedangkan akalku menolak. Padahal saya tahu pasti jawabannya apa. Tapi masiih saja saya mencari tempat nyaman untuk sedikit membela hati.
Lagi-lagi, apa yang harus saya lakukan ??

Jika mengcut langsung, sy takut hanya akan mengembalikan kesan orang-orang yang dulu tentang sy. Atau ketakutanku lagi-lagi untuk memberikan sedikit kenyamanan bagi hati ??? Tapii akalku berontak bahwa ini tidak benar dan harus sy akhiri.

Sejak awal saya sudah menyangka akan seperti ini, tapi tidak juga saya indakan :( Entah apa lagi yang akan terjadi nanti.

Aaaah, saya tahu ini apa karena pernah mengalaminya. Tapi ternyata saya tidak benar-benar belajar dari yang kemarin. Karena masih saja berpihak sedikit pada hati :(
Tii, ayolaaaaah.. kau pasti bisa !!!
Oklah. Mungkin mmg tidak harus instan. Pelan-pelan yah. Batasi. Kau harus menguasai hatimu. Berpikirlah dulu sebelum bawa rasa ke hati. Okok

Rabbi, tolonglah hamba.. Berikan perlindungan dan penjagaanmu.
Engkaulah sebaik-baik tempat berlindung :)
Jangan biarkan hamba masuk ke lubang yang sama berkali-kali Rabbi..
Izinkan hamba untuk tidak melupakan kekhilafan kemarin. Biarkan tetap dihati hamba, agar hamba tak pernah berani bahkan untuk mendekatinya lagi.

Aamiin :)
 

Sang Rabitha Copyright © 2010 Design by Ipietoon Blogger Template Graphic from Enakei