Selasa, 17 Juni 2014

Jawaban Teregois

Diposting oleh Rati Rahmawati di 03.08 0 komentar Link ke posting ini
Pernikahan itu pembuka pintu-pintu surga bagi wanita. Lalu mengapa tak segera kau bukakan pintu itu untukku?

Kamis, 29 Mei 2014

Semangat & Doa

Diposting oleh Rati Rahmawati di 11.20 0 komentar Link ke posting ini


*
ALLAH telah mencatat semuanya di dalam Lauhi Mahfudz.
Ia sudah menetapkan, dan itu tidak dapat di ganggu gugat.
Allah Maha Tahu yang terbaik.
Kita jangan terlalu bersedih dengan apa yang luput dari hidup kita.
Itulah ujian.
Dan kita harus menghadapinya.
Kita harus tetap jalan, kita harus tetap hidup, karena kita belum mati.
Sampai waktu itu tiba, teruslah hidup karena hidup adalah bekal.
Yang penting bagi hidup ini adalah kita menyadari kematian bisa datang kapan saja dan menjadikannya alasan untuk hidup lebih baik..

Sumber : Annida


**
Ya ALLAH,
berilah kami rasa takut kepada-MU,
yang dapat menghalangi kami dari maksiat kepada-MU.
Dan berilah kami kepatuhan,
yang dapat mengantarkan kami kepada surga-MU.
Dan berilah kami keyakinan,
yang dapat memudahkan kami menghadapi berbagai musibah dunia.
Dan berilah kami kenikmatan,
dengan pendengaran kami, penglihatan kami,
kekuatan kami selama Engkau menghidupkan kami.
Dan jadikanlah hal ini terus beserta kami.
Jadikanlah bala kami hanya menimpa orang-orang yang dzalim kepada kami.
Dan janganlah Engkau jadikan dunia suatu yang paling kami gandrungi dan tujuan akhir ilmu kami.
Dan janganlah Engkau beri kekuasaan kepada orang yang tidak akan menyayangi kami.

(Riwayat At-tirmidzi)

Nafsul Muthmainnah

Diposting oleh Rati Rahmawati di 11.13 0 komentar Link ke posting ini


Allah,
jangan biarkan layar hati itu kembali terkembang..
aku ingin menggulungnya..
menghempaskan dalam lautan cinta-Mu saja..
Hingga ia tenggelam..
Dan aku tak kepayahan karenanya..

Allah,
jika sekarang masih terlarang,,
jangan Kau hadirkan siapa pun..
Jagalah sepotong daging ini,,
sebagaimana Engkau memfungsikannya sebagai Penawar Racun...

PESAN

Diposting oleh Rati Rahmawati di 11.10 0 komentar Link ke posting ini

melalui gerimis
langit meneteskan jutaan doa

kau bilang
kau titip larik
di beberapa tetesnya untuk ku..

terbaca di situ
: biar kuarungi sepimu


by. Epri Tsaqib

Senin, 26 Mei 2014

Wahai hati, janganlah berpihak!

Diposting oleh Rati Rahmawati di 22.13 0 komentar Link ke posting ini
Benar bahwa tak boleh dibawa bercanda karena bisa dianggap serius.
Benar bahwa harus menyelisih hawa nafsu dalam memilih.
Benar bahwa mereka boleh saja memilih, namun kitapun berhak menolak.
Begitu banyak hal benar yang benar-benar sulit dilakukan.
Wahai hati, janganlah berpihak!

Rabu, 19 Februari 2014

Kau Bisa! Istiqomahlah!

Diposting oleh Rati Rahmawati di 20.50 0 komentar Link ke posting ini


Engkau berpikir tentang dirimu hanya sebagai seonggok materi semata, padahal di dalam dirimu terdapat kekuatan yang tidak terbatas..
(Ali bin abi thalib)

Segala potensi kebaikan ada pada bumi dan makhluk..
Tanah yg subur, air yg bening, hutan yg lebat, laut yg kaya, dan manusia yg berakal..
Tinggal satu yg dijalankan agar semua tetap baik seperti awalnya..
Yaitu "pemeliharaan"..
Kalau kita tidak memelihara potensi tsb, maka semua akan musnah..
Air jd banjir, tanah longsor, hutan gundul, manusia tumpul otak dan budi pekertinya, dll ..
Ada org baik, tapi tidak bisa memelihara kebaikannya..
Mereka kurang memelihara diri, kurang menjaga diri..
Mungkin karena pemahaman yg kurang,
Masalah shalat, puasa, zakat, yg dasar aja dulu dibenerin..
Agama itu tak semata menghukumi orang,,
Tapi,
Agama itu memelihara orang tetap pada potensi kebaikannya..

(Ain`s n d gank)

Jawaban Teregois

Pernikahan itu pembuka pintu-pintu surga bagi wanita. Lalu mengapa tak segera kau bukakan pintu itu untukku?

Semangat & Doa



*
ALLAH telah mencatat semuanya di dalam Lauhi Mahfudz.
Ia sudah menetapkan, dan itu tidak dapat di ganggu gugat.
Allah Maha Tahu yang terbaik.
Kita jangan terlalu bersedih dengan apa yang luput dari hidup kita.
Itulah ujian.
Dan kita harus menghadapinya.
Kita harus tetap jalan, kita harus tetap hidup, karena kita belum mati.
Sampai waktu itu tiba, teruslah hidup karena hidup adalah bekal.
Yang penting bagi hidup ini adalah kita menyadari kematian bisa datang kapan saja dan menjadikannya alasan untuk hidup lebih baik..

Sumber : Annida


**
Ya ALLAH,
berilah kami rasa takut kepada-MU,
yang dapat menghalangi kami dari maksiat kepada-MU.
Dan berilah kami kepatuhan,
yang dapat mengantarkan kami kepada surga-MU.
Dan berilah kami keyakinan,
yang dapat memudahkan kami menghadapi berbagai musibah dunia.
Dan berilah kami kenikmatan,
dengan pendengaran kami, penglihatan kami,
kekuatan kami selama Engkau menghidupkan kami.
Dan jadikanlah hal ini terus beserta kami.
Jadikanlah bala kami hanya menimpa orang-orang yang dzalim kepada kami.
Dan janganlah Engkau jadikan dunia suatu yang paling kami gandrungi dan tujuan akhir ilmu kami.
Dan janganlah Engkau beri kekuasaan kepada orang yang tidak akan menyayangi kami.

(Riwayat At-tirmidzi)

Nafsul Muthmainnah



Allah,
jangan biarkan layar hati itu kembali terkembang..
aku ingin menggulungnya..
menghempaskan dalam lautan cinta-Mu saja..
Hingga ia tenggelam..
Dan aku tak kepayahan karenanya..

Allah,
jika sekarang masih terlarang,,
jangan Kau hadirkan siapa pun..
Jagalah sepotong daging ini,,
sebagaimana Engkau memfungsikannya sebagai Penawar Racun...

PESAN


melalui gerimis
langit meneteskan jutaan doa

kau bilang
kau titip larik
di beberapa tetesnya untuk ku..

terbaca di situ
: biar kuarungi sepimu


by. Epri Tsaqib

Wahai hati, janganlah berpihak!

Benar bahwa tak boleh dibawa bercanda karena bisa dianggap serius.
Benar bahwa harus menyelisih hawa nafsu dalam memilih.
Benar bahwa mereka boleh saja memilih, namun kitapun berhak menolak.
Begitu banyak hal benar yang benar-benar sulit dilakukan.
Wahai hati, janganlah berpihak!

Kau Bisa! Istiqomahlah!



Engkau berpikir tentang dirimu hanya sebagai seonggok materi semata, padahal di dalam dirimu terdapat kekuatan yang tidak terbatas..
(Ali bin abi thalib)

Segala potensi kebaikan ada pada bumi dan makhluk..
Tanah yg subur, air yg bening, hutan yg lebat, laut yg kaya, dan manusia yg berakal..
Tinggal satu yg dijalankan agar semua tetap baik seperti awalnya..
Yaitu "pemeliharaan"..
Kalau kita tidak memelihara potensi tsb, maka semua akan musnah..
Air jd banjir, tanah longsor, hutan gundul, manusia tumpul otak dan budi pekertinya, dll ..
Ada org baik, tapi tidak bisa memelihara kebaikannya..
Mereka kurang memelihara diri, kurang menjaga diri..
Mungkin karena pemahaman yg kurang,
Masalah shalat, puasa, zakat, yg dasar aja dulu dibenerin..
Agama itu tak semata menghukumi orang,,
Tapi,
Agama itu memelihara orang tetap pada potensi kebaikannya..

(Ain`s n d gank)
 

Sang Rabitha Copyright © 2010 Design by Ipietoon Blogger Template Graphic from Enakei