Sabtu, 29 Desember 2012

???

Diposting oleh Rati Rahmawati di 17.21 0 komentar Link ke posting ini
Salah memang saya..
Saya tahu..
Tapi bagaimana biar bisa keluar dari zona nyaman yang salah ini ???
Azzam..
Iyah, saya tahu, mungkin itu jawabannya.
Tapi lagi-lagi bagaimana biar saya bisa punya azzam, tekad yang kuat ??
Apa memang saya tidak punya semua hal yang saya butuhkan untuk bergerak maju ?

Kadang saya berpikir, karena salahnya di saya, jadi musuhku yang sebenarnya adalah diriku sendiri.
Tapi bagaimana saya bisa melawan diriku sendiri ????????

Minggu, 16 Desember 2012

Mengeluhkan Keluhan

Diposting oleh Rati Rahmawati di 00.49 0 komentar Link ke posting ini


Mungkin memang saya orang yang selalu mengeluh tanpa saya sadari. Untuk itu tolong ingatkan saya. Karena saya benar-benar tidak suka dengan orang yang sering mengeluh.

Setiap hari, keluhan.
Setiap ketemu, mengeluh.
Bergerak sedikit, mengeluh.
Berpindah dari satu aktivitas ke aktivitas lain, mengeluh.
Mengeluuuuuuuuuuuuuuuh teruuuus.

Akhirnya, klo ketemu orang kayak begini, bawaannya dahi selalu berkerut. Paling parah malah klo ikut terbawa sampai ke hati. Entah jadi uring-uringan, jadi tertular ikut-ikutan mengeluh, atau penuh sesak karena dijadikan tempat pembuangan keluhan. Klo sudah kayak begini, rasanya ingin teriak,"aaaaaaarrrrrrggggghhhhh HENTIKAAAAAAN!!!”



Bukankah hidup harus disyukuri ??
Kan ada yang namanya sabar.
Susah memang, susah. Tidak semudah mengatakan,”sabaar,sabaaar.”
Tapi pasti ada, yakin saja, dan cobalah temukan.
“Tidak ada yang mustahil bagi hati yang berkemauan.” Kan ?

Coba deh, sering-sering baca QS. Al-baqarah : 286,”Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya.”
See??
Karena kita sanggup, makanya kita yang dapat ujian seperti a, b, c, dll.
Kita pasti bisa!! Yakin saja, kan Allah ada bersama kita.
Jadi, daripada ngeluh dan masiih juga ngerjain yang dikeluhkan (RUGI), mending memilih sabar yah. Klopun belum sampai ke titik sabarnya, setidaknya kita mencoba dan tidak membuat orang lain sebagai tempat pembuangan keluhan kita.

Oh ya, di ayat terakhir QS. Al-baqarah itu juga ada doa loh.
“Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami melakukan kesalahan. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebani kami dengan beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami.  Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tidakk sanggup kami memikulnya. Maafkanlah kami, ampunilah kami, dan rahmatilah kami. Engkaulah pelindung kami, maka tolonglah kami menghadapi orang-orang kafir.”
Aamiin ^^

Semoga kita termasuk golongan orang-orang yang senantiasa ikhlas bersabar dan bersyukur :)
aamiin

Jumat, 09 November 2012

Belajar Istiqomah

Diposting oleh Rati Rahmawati di 17.00 0 komentar Link ke posting ini

28 Oktober 2012

01:01am

Istiqomah itu berat ya ? Tadi bahkan saya sempat berpikir, seandainya iman seseorang itu seperti PLURK (salah satu layanan jejaring sosial yang memberi nilai yang disebut karma bagi keaktifan penggunanya) yang kondisinya bisa dilihat dari Karma dan digambarkan pada sebuah grafik , pastilah saya akan sangat malu melihat karma ataupun grafiknya. Bagaimana tidak dengan kondisi iman yang naik turun. Astagfirullah..

Saya sempat merasa iri melihat status-status FB atau twitter beberapa orang teman, yang saya anggap status-status mereka pun istiqomah. Seperti kata “Raditya Dika”, salah satu cara untuk menilai seseorang itu dari Timeline twitternya. Yaaaah, saya sependapat. Meskipun mungkin memang tidak sepenuhnya benar jika menilai hanya dari status/TL jejaring sosial. Karena meskipun tidak mewakili seluruh kondisi hidup, hati, keimanan atau apalah yang cocok sebutannya, tapi lewat status/TL itulah bisa dilihat apa seseorang itu bisa istiqomah memberi kebaikan atau bahkan sebaliknya, mengumbar keluh, galau, dll.

Tidak berniat mengumbar aib atau menyanjung berlebihan, hanya saja ada beberapa pelajaran yang saya ambil tentang istiqomah dari orang-orang disekitarku. Berharap bisa sama-sama memetik hikmah.

Saya pernah merasa kecewa pada seorang senior yang saya anggap hanif karena begitu menginspirasi dalam mempertahankan hijab dan menjaga diri sebagai seorang muslimah. Tapi sayang, beberapa lama tidak bertemu saya terkejut melihat status beliau di beranda FB yang bermesraan dengan seorang ikhwan. Karena takut berprasangka buruk, saya mengkonfirmasi hal tersebut pada seorang teman dan ternyata si muslimah tersebut memang menjalin hubungan dengan seorang ikhwan. Astagfirullah.. Begitu dasyatnya godaan syetan hingga seorang muslimah yang saya kenal begitu teguh dan sholehah bisa jatuh juga. Bagaimana dengan saya yang baru membenahi diri dan  dengan kondisi iman yang naik turun ? Karena hal itu, saya jadi sadar bahwa istiqomah benar-benar amat sangat berat sekali. Bahkan untuk mempertahankan satu kebaikanpun, harus berjuang melawan ribuan godaan terlebih dahulu.

Cerita lainnya tentang seorang anak yang saya kenal beberapa tahun yang lalu. Dia sedikit berbeda dari teman-teman seusianya, mungkin karena semangatnya untuk mencari kebenaranlah yang membuat dia terlihat hanif dimataku. Karena melihat kehanifannya, saya  menjulukinya ‘ustad kecil’. Meskipun demikian, tetap saja dia adalah anak muda dengan dunianya. Iyah, si Ustad Kecil masih pacaran ketika itu. Tapi dengan semangatnya, saya yakin suatu saat dia akan mengerti dan paham.

Tak terasa setahun lebih waktu yang terlewati sejak saat-saat itu. Meskipun sekarang tidak bertemu ataupun mendengar banyak tentang dia, tapi lewat status jejaring sosialnya saya sadar bahwa dugaanku benar. Semangatnya mencari kebenaran masih bisa saya rasakan, kehanifannya makin terlihat. Semakin hari, semakin banyak kebenaran yang di postingnya. Bahkan beberapa kali saya sempat tertegun dan manggut-manggut dibuatnya. Bahkan sekarang pacaranpun diilegalkannya. Hahaha :D anak ini benar-benar membuat saya iri dan terus bertanya,”Bagaimana dengan saya?”, “Apa saya juga lebih baik dari kemarin, atau malah sebaliknya ?”.

Ingin rasanya melihat karma imanku dari tahun ke tahun. Membandingkan kondisi iman dari tahun ke tahun, bulan, bahkan hari. Bagaimana saya yang kemarin dengan saya yang hari ini ?

Tapi ternyata saya melupakan satu hal penting. Karma seseorang dalam plurk bisa dilihat oleh orang lain. Bayangkan bagaimana jika kondisi iman kita seperti karma dan memiliki grafik, kemudian dilihat oleh orang banyak. Entah apa yang akan terjadi. Saya mulai senyam senyum sendiri membayangkan beberapa hal yang bisa saja terjadi.

ALLAH benar-benar Maha Baik, selalu menyembunyikan aib kita dan memberikan apa-apa yang kita butuhkan, bukan semata-mata yang kita inginkan. Dalam kasus kali ini, mungkin muhasabahlah jawaban yang tepat sebagai pengganti karma untuk melihat kondisi iman kita. Muhasabah diri dengan merendahkan dan melembutkan hati.

Sekedar berbagi, salah satu hal yang saya pahami berdasarkan pengalaman. Jika kita bisa menjaga dan memfilter dengan baik apa-apa yang akan masuk ke diri kita, insya ALLAH kita bisa mempertahankan kebaikan dan kebenaran dalam diri kita. Mengutip salah satu tausiah dari Ustad kondang di negeri ini, bahwa hidup itu bagaikan sebuah teko. Ketika teko tersebut diisi dengan kopi, maka  kopi pula yang akan keluar jika isi teko dituang. Jika hal-hal baik yang kita lihat, dengar, baca, dan berbagai hal yang masuk ke diri kita, maka hal-hal baik pula yang akan  keluar sebagai tindakan/perilaku kita.

Saya berharap bisa selalu istiqomah, baik itu dalam mengisi teko kehidupan, menjalankan ibadah, dan segala kebaikan dan kebenaran yang pernah ataupun akan saya dapatkan. Karena kedepannya siapa yang tahu selain DIA ? Maka pantaslah jika kita bersiap siaga agar tidak berakhir buruk. Begitupun bagi si muslimah, berharap engkau kembali menjadi peneguh langkah bagi saudara-saudaramu dan si Ustad Kecil, berharap engkau bisa selalu istiqomah hingga kelak menjadi Ustad Besar :) aamiin

Jika terdapat kesalahan atau kekhilafan dalam tulisan ini, saya mohon sahabat pembaca bisa berbesar hati memaafkan. Karena saya hanyalah manusia dengan kondisi yang tidak sempurna, tempat berteduhnya salah. Kesempurnaan hanyalah milik ALLAH.

Wallahu a’lam bishawab



Suatu Saat Nanti, Bersama...

Diposting oleh Rati Rahmawati di 16.21 0 komentar Link ke posting ini

Suatu saat nanti
entah itu besok, lusa, bahkan keesokannya lagi,
sy berharap
 kenangan hari ini, hari itu, kemarin
dan setiap kebaikan yang kita lewati bersama
tidak akan tertelan habis oleh satu kesalahan yg kita perbuat

 Jangan hanya karena 1 kesalahan, kita melupakan sejuta kebaikan dalam kotak kenangan
 Ingatlah hari ini,
maka kita akan tetap bersama dihari esok :)

aku mencintai kalian karena ALLAH :*


Cobaan

Diposting oleh Rati Rahmawati di 14.43 0 komentar Link ke posting ini

Cobaan berat itu apa sih ?

Saat dapat cobaan, terus rasanya ga sanggup nanggung gitu ??

Atau saat mencoba buat nulis, tp musik keras mengganggu konsentrasi ?

Atau malah, saat ingin berbuat baik tapi merasa berat dan ingin teriak karena berasa hanya diri sendiri yang menanggung sementara yang lain ongkang-ongkang kaki menikmati fasilitas yang sama ?

 

Mungkin semuanya :D

Ikhlas itu sulit ya ???

Mungkin benar saya belum ikhlas.

Tapi benar juga kalo saya hanya ingin menolong. Menolong semuanya.. do my bestlah.

Tapi gimanaa yaa.. Wong saya juga manusia, punya keterbatasan waktu dan tenaga.

Sementara semuanya butuh waktu dan tenaga yang saya punya.

 

Iblis memang luar biasa, menggoda dari atas, bawah, kiri, dan kanan.

Klo si Iblis ga sanggup, si Raja Iblis deh yang turun tangan.

Meskipun niat baik, tapi tetap adaaaaaaaaaa saja godaannya biar kebaikan itu rusak ato minimal lecetlah.

Sudah dengan tulus bantu-bantu orang sekitar, tapi begitu liat orang lain dengan peluang yang sama tidak melakukan apapun tapi dapat fasilitas yang sama, sukses deh si Iblis bikin lecet niat.

Padahal kadang otak yang mulai encer ngingetin klo ALLAH knows dan Maha Adil.

Tapi tetap saja kadang ingin teriak, "helllloooooooooooooooo, plis deh!!!"

hahahahaha :D

Mungkin karena sekarang lagi benar-benar belajar ga curcol (curhat colongan) sembarangan.

Jadinya dieeeem aja, simpan sendiri, keluarin lewat tulisan aja, hehe :D

 

okok, gitu aja ya.. ikutin kata hati, akal yang udah mikir yang benar.

Perbaiki niat deh tii. Kan mo nolongin orang. Ikhlas deh. Ga perlu liat orang lain yang ga peka.

Pintar-pintarlah milih cermin. ALLAH tahu kok, biar deh ALLAH yang nilai. Pasti ALLAH bantu.

Sekarang, prioritasin aja dulu mana yang harus dapat bantuan lebih dulu.

gitu dong :)

Semoga bisa melakukan kebaikan tanpa lecet, dan tak seorangpun yang lecet karena saya :)

 

Rabbi, bantu hamba untuk memperbarui niat. menjaga niat yang baik..

hamba hanya ingin, disisa waktu yang Engkau berikan, benar-benar hamba manfaatkan dengan baik.

Dan ketika hamba harus pergi, hanya kebaikan yang akan ada dalam kenangan mereka :)

Aneh-Ku :D

Diposting oleh Rati Rahmawati di 14.37 0 komentar Link ke posting ini

Rabu, 5 September 2012


It's me now, on Talise beach..

Salah satu tempat nongkrong masyarakat kota Palu.

alone, hahahaha :D

Mungkin memang agak aneh bagi sebagian orang, tapi menurutku terkadang hal seperti inilah yang kita butuhkan.

Memandangi gulungan ombak kecil, merasakan hembusan angin, menikmati gagahnya gunung, dan mentari yang bersembunyi di baliknya.

Yaaaaah, setidaknya dengan ini saya menyadari satu hal. Bahwa begitu banyak hal indah yang ALLAH berikan, namun sayang tidak bisa kita pelihara dengan baik. Seperti pantai ini, begitu banyak hal indah yang saya nikmati di sini namun sayang sampah di sekitar bibir pantai merusak pemandangan mata.

aaaaaaah, eottoke ?? What should I do ??

 

Ok, tinggalkan hal itu sejenak dan kembali ke alasan mengapa saya bisa berada di sini.

Sebenarnya karena lagi-lagi begitu banyak hal yang saya pikirkan hari ini dan saya takut kalau hal-hal itu hanya akan jadi hal yang akan saya lupakan esok hari. Mengapa tidak saya tulis ?? Tapi saya butuh sikon yang mendukung untuk menyulamnya dalam tulisan. dan inilah tempatnya :D

 

Saya merasa takut kehilangan apa yang sudah saya miliki sekarang. Meskipun saya sadar, itu bukanlah benar-benar milikku. Sebenarnya, lebih tepat jika disebut titipan. Tapi, saya takut saat esok hari saya tak lagi memilikinya dan rasa sesal menggerogoti, karena sadar bahwa saya tidak bisa memanfaatkan dengan benar dan menjaga dengan baik apa yang sudah saya miliki.

 

Bukan berarti tak pernah ada catatan kehilangan dalam hidupku, Justru karena itu malah. Saya sudah merasakannya beberapa kali sampai dengan proses menuju kehilangan itu, dan tubuhku tetap tak bergerak untuk mempertahankannya.

Entah apa yang harus saya lakukan.

Kadang sepertinya ingin tertawa terbahak-bahak, menertawakan diri sendiri maksudku. Aneh kan ya ??

 

baiklah, saya rasa cukup..

hampir magrib..

 

bye :)

Selasa, 25 September 2012

NewME

Diposting oleh Rati Rahmawati di 13.44 0 komentar Link ke posting ini
25 January 2012 8:56am

Pagi ini, saat mentari belum menguasai palu, saat yg lain sibuk dengan rutinitas pagi, beberapa ikhwan MPM Al-Iqra sudah jd penunggu salah satu gedung di golni :D
Sekitar jam 8an, sy jadii wanita pertama yg jd penunggu gedung ini haha :D

Hari ini, inilah sy yang baru. Sy berharap demikian.. Tidak akan ada lagi keluhan panjang pada-NYA seperti kemarin. Sy perlahan mulai kembali berusaha bangkit.

Rabbi, tidak peduli berapa kali hamba terjatuh esok hari, tidak peduli seberapa berat jalan yg harus hamba tempuh, tidak peduli seberapa susah berusaha untuk bangkit, hamba tetap akan mengupayakan untuk maju.

Seperti kata ka tuti, ALLAH Maha Adil. Tidak mungkin cobaan ini tidak ada hikmah-NYA. Klopun ini adalah balasan atas kekhilafanQ, sy harus ikhlas menerimanya. Dan jangan terpuruk, mulai dengan hal yg lebih baik :) iya kan ka tuti ?? hehe :D
TemanQ Bagong juga mengingatkan, mungkin sj ini ujian kenaikan level :) klopun demikian, berarti sy harus LULUS ujian ini dengan nilai yg baik dimata ALLAH.

Rabbi, tunjukkan jalan-MU ya Rabb..
Rabbi, bimbing hamba agar tetap di jalan-MU. Jalan ini memang berat, tapi indah ya Rabb. Hamba tahu itu. Meskipun kadang hamba lelah, izinkan hamba beristirahat sejenak tanpa menjauhkan hamba dr jalan ini.

Rabbi, tunjukkan yg benar itu benar dan yg salah itu salah. Jadikan kami orang-orang yg berhati lapang, berjiwa besar dan berpikiran jernih.
Aamiin :)

Jumat, 21 September 2012

Cinta Mama, Cinta ALLAH

Diposting oleh Rati Rahmawati di 21.41 0 komentar Link ke posting ini
02:10am
26/04/12

Hari ini, saya diperlihatkan lagi untuk kesekian kalinya betapa Maha Besar dan Kuasanya Sang Rabbi.

Saya menyadarinya lewat proses kelahiran anak ketiga dari salah seorang kenalan yang sudah saya anggap seperti saudara sendiri, Mbak Yeni. Saat itu saya menerima sms mbak sekitar pukul 01.00am tanggal 25 April, mbak meminta saya untuk ke rumahnya besok pagi-pagi karena malam tadi dokter mengatakan mbak sudah masuk pembukaan satu dan akan segera melahirkan. Saya juga kurang mengerti dengan pembukaan satu yang mbak maksud, yang dalam pikiran saya mbak akan segera melahirkan. Hanya itu ! Alhasil malam itu saya tidak bisa tidur dengan nyenyak karena kepikiran dengan calon adek bayi yang akan lahir.

Esoknya, sekitar pukul 06.00am saya berangkat ke rumah mbak bersama dengan salah satu teman dekat saya yang juga dekat dengan keluarga mbak. Karena jalanan yang sepi, kami berdua bisa sampai ke rumah mbak lebih cepat dari biasanya. Sesampainya di sana, ternyata mbak sudah berangkat sejak subuh tadi bersama suaminya ke Rumah Bersalin yang sudah ditentukan sebelumnya. Ingin rasanya segera menyusul mbak, tapi amanah yang diberikan mbak bukan itu. Saya harus stand by di rumah mbak menemani anak-anak dan ibu mbak yang menanti dengan cemas proses persalinan.

Seharian di rumah mbak, kami hanya bisa menerima kabar dari suami mbak yang pulang sesekali. Dan tak ada satupun kabar yang menunjukkan bayinya akan segera lahir. Setiap kali di tanya yang dijawab hanyalah pembukaan-pembukaan dalam proses menjelang persalinan yang dilewati mbak. Belakangan saya tahu bahwa memang proses pembukaan itu bisa berlangsung 24-48 jam. Sementara mbak, lewat sms beliau mengatakan beliau masih terus berjuang dan menitip doa agar masih diberi kesabaran dan kekuatan. Rabbi, sontak saya terkejut membaca sms mbak. Tidak biasanya mbak seperti ini. Mbak yang kuat, tegar, berani, selalu bisa diandalkan, kenapa jadi melemah seperti ini ?? Saya jadi teringat perkataan sepupuku yang baru melahirkan bayi cantiknya beberapa hari lalu, “Seandainya yang akan saya lahirkan bukanlah anakku, saya mungkin sudah menyerah karena rasa sakit ketika itu.” Rabbi, seperti inikah beratnya melahirkan ? Dan hari itu, dalam tiap sujud dan akhir sholatku selalu ada nama mbak citra dan calon bayinya, dengan harapan terbaik buat mereka.

Pukul 1 lebih dini hari di hari selanjutnya tanggal 26 April, saya terbangun karena mimpi yang aneh, belum sempat kembali pulas, saya menerima sms dari suami mbak yang mengatakan mbak akan dioperasi karena posisi bayinya yang jauh dari mulut rahim. Astagfirullah, kaget dan ketakutan yang melanda saat itu masih terekam jelas dalam ingatanku. Segera saja saya mengambil wudhu untuk memohon pada Sang Pencipta Penguasa langit dan bumi agar membantu proses persalinan mbak. Dan alhamdulillah, sebelum sholat saya menerima sms lagi dari suami mbak bahwa bayi perempuan baru saja lahir dan mbak batal operasi. Alhamdulillah, senang yang tak terhingga mengantarkanku untuk bertemu Sang Rabbi dalam sholat malamku saat itu.

Subhanallah. Rabbi, apa seperti ini beratnya beban yang harus ditanggung oleh seorang ibu ? Berjam-jam menanti melewati proses menjelang persalinan dengan rasa sakit yang menyertai. Dan ini hanyalah proses menjelang persalinan, bagaimana dengan mengandung kemarin atau bahkan proses persalinan yang berlangsung ?

Rabbi, maka pantaslah Engkau melarang kami untuk tidak berkata “ah” sekalipun kepada ibu kami. Saya jadi berpikir bagaimana dengan mama saat melahirkan saya dan saudara-saudaraku ? Dalam hati saya berjanji, esok hari ketika berjumpa mentari saya akan memohon maaf pada mama atas semua salah yang sama sekali tidak pantas mama terima selama ini (hiks) :'(

Rabbi, mengandung dan melahirkan merupakan proses berat yang membahagiakan bagi para wanita. Betapa besar kuasa-Mu yang mengaturnya sedemikian rupa dan memilih kami kaum wanita untuk amanah ini. Segala puji bagi-Mu Wahai Rabbi yang Maha Adil. Yang tentu saja memberikan balasan atas tugas mulia seorang ibu.

Lantas bagaimana dengan saya ? Apa yang bisa saya berikan sebagai balasan atas semua kesabaran dan kebaikan yang saya terima dari mama sejak dalam kandungan ? Saya berpikir, seluruh duniapun saya berikan untuk mama takkan cukup untuk membalas semua yang sudah mama berikan. Maka tak ada jalan lain, balasan yang harus saya berikan atas pengorbanan mama adalah dengan menjadi anak sholehah. Ya! saya harus menjadi anak yang sholehah, untuk membangun istana buat mama di surga-MU Ya rabbi. Maka tunjukanlah jalan yang lurus Rabbi, untuk menggapai mimpi buat mama :)

Minggu, 08 Juli 2012

Sempurna Merapuh

Diposting oleh Rati Rahmawati di 22.35 0 komentar Link ke posting ini
Apakah langit bisa menerka isi hati ?
Lalu mengapa mendung menyelimuti hari ?

Hatiku bersenandung pilu,
Hariku kelabu,

Tersandung dengan keterbatasan,
Sementara ingin rasanya memperbaiki yang telah retak

Rabbi, hanya doa yang teruntai untuk mereka
Berharap kekhilafan segera berakhir
Diganti senyum ceria layaknya dalam kenangan

Selasa, 03 Juli 2012

DICARI !!! Anjing Galak !!!

Diposting oleh Rati Rahmawati di 21.53 0 komentar Link ke posting ini
It’s Sunday on 24th june..

Ada begitu banyak hal dalam kepalaku saat ini, yang sayang tidak bisa saya rajut sekaligus dalam tulisan.
Ada begitu banyak ide dalam kepalaku saat ini, yang sayang tidak diiringi keberanian dan kepercayaan diri untuk menjadikannya nyata.

Tapi saya berusaha, satu persatu, perlahan-lahan, meskipun tanpa kepastian.

Saya tidak tahu hal apa yang bisa membuat saya terdorong untuk lebih produktif dan tidak menyia-nyiakan ide-ide itu. Karena terkadang saat ide itu telah dijadikan nyata oleh seseorang, saat itu juga sesal menggerogoti diri dengan cepat. hahaha :D aneh yaa..

Mungkin saya harus mencari anjing galak, yang dapat membuat saya melesat cepat meskipun tidak memiliki kemampuan berlari yang baik.
Dan pertanyaannya sekarang adalah di mana dan dalam bentuk apakah anjing galak itu ??

aaaaaaaaaa, I really really need that to move on !!!! *belepotan*

Jumat, 25 Mei 2012

Kisah 'Kalajengking' dan 'Ular' dalam BUMI CINTA

Diposting oleh Rati Rahmawati di 00.04 0 komentar Link ke posting ini

Ibnu Qudamah dalam salah satu karyanya berjudul At Tawwabin, menuturkan sebuah kisah menarik tentang kasih sayang dan pertolongan Tuhan. Ibnu Qudamah menyitir kesaksian orang yang mengalami kejadian nyata yang menakjubkan. Orang itu bernama Yusuf Bin husain. Dia menuturkan kisahnya :

“Pernah suatu ketika aku bersama Dzun Nun Al Mishri berada di tepian sebuah anak sungai. Aku melihat seekor kalajengking besar di tempat itu. Tiba-tiba ada seekor katak muncul dipermukaan, dan kalajengking itu kemudian naik di atas punggungnya. Kemudian sang katak itu berenang menyebrangi sungai.

“Dzun Nun Al Mishri berkata, ‘Ada yang aneh dengan kalajengking itu, mari kita ikuti dia!’

“Maka kami lantas menyebrang mengikuti kalajengking yang digendong katak itu. Kami terperanjat ketika menjumpai seseorang tertidur di tepian sungai yang nampaknya habis mabuk. Dan di sampingnya ada seekor ular yang mulai menjalar dari pusar kemudian ke dadanya, kiranya ular tersebut hendak menggigit telinganya.

“Kami lalu menyaksikan kejadian yang luar biasa. Kalajengking itu tiba-tiba melompat secepat kilat ke tubuh ular itu dan menyengat ular itu sejadi-jadinya, hingga sang ular menggeliat-geliat dan terkoyak-koyak tubuhnya.

“Dzun Nun lalu membangunkan anak muda yang habis mabuk itu. Sesaat kemudian anak muda itu terjaga. Dzun Nun berkata, ‘ Hai anak muda, lihatlah betapa besar kasih sayang Allah yang telah menyelamatkanmu. Lihatlah kalajengking yang diutus-NYA untuk membinasakan ular yang hendak membunuhmu!’

“Lalu Dzun Nun melanjutkan nasihatnya, ‘Hai orang yang terlena, padahal Tuhan menjaga dari marabahaya yang merayap di kala gulita. Sungguh aneh, mata manusia mampu terlelap meninggalkan Tuhan Yang Kuasa, yang melimpahinya berbagai nikmat.’

“Setelah itu pemabuk itu berkata, ‘Duhai Tuhanku, betapa agung kasih sayang-Mu sekalipun terhadap diriku yang durhaka kepada-Mu. Jika demikian, bagaimana dengan kasih sayang-Mu kepada orang yang selalu taat kepada-Mu?’

“Pemuda pemabuk itu lallu meniti jalan menuju Allah. Ia sering kali menangis setiap kali teringat masa lalunya yang sia-sia. I a terus meniti jalan Allahyang lurus, jalan untuk orang-orang yang diberi nikmat sejati oleh Allah.”

Penjelasan Muhammad Ayyas (Tokoh Utama Novel BUMI CINTA) :

“Kisah kalajengking yang diutus oleh Allah sesungguhnya bisa terjadi pada siapa saja dan kapan saja. Termasuk pada diri kita. Mungkin kita tidak menyadari, Allah telah mengutus ‘kalajengking’ untuk menyelamatkan kita dari bahaya ‘ular’ yang hendak membinasakan kita.

“Kalajengking penyelamat itu bisa berbentuk hal yang bermacam-macam, dan ular yang hendak membinasakan kita juga bentuknya bermacam-macam. Bahaya itu bisa jadi misalnya berupa hutang yang menumpuk, yang sangat mengancam, yang siap membinasakan kita. Terkadang orang yang memiliki hutang menumpuk malah terlena dan sama sekali tidak sadar kalau ia sedang dililit oleh ular yang sangat besar. Persis seperti pemuda mabuk tadi. Atau ia sadar dililit ular besar dan pasrah sepenuhnya siap untuk binasa, sebab sudah tidak bisa berbuat apa-apa.

“Dalam kondisi kritis, berulang kali Allah menjaga hamba-Nya. Orang yang hutangnya menumpuk itu diberi jalan keluar oleh Allah. Berbagai macam caranya Allah mengirimkan ‘kalajengking’ penyelamat itu. Bisa jadi ada teman lama yang mendengar beritanya dan berkenan membantu menyelesaikan hutang-hutangnya. Bisa jadi Allah membukakan pintu bisnis yang baru. Yang dengan itu ia bangkit lagi, bisa melunasi hutangnya dan kembali hidup sentosa. Ada bermacam-macam sebab, tetapi pada intinya Allahlah yang mengatur semuanya.

“Cobalah sejenak kita inga-ingat sejarah perjalanan hidup kita. Berapa kali sudah Allah mengirimkan ‘kalajengking’ yang menyelamatkan hidup kita ? Berapa kali sudah Allah menolong kita dalam kesusahan dan kesempitan yang mendera ? kalau kita jujur, pastilah berkali-kali. Bahkan kalau kita jujur, setiap saat Allah melindungi kita dalam perlindungan yang tidak kita sadari.

“Kita tidak sadar bahwa setiap detik Allah membersihkan darah kita dari pelbagai jenis racun yang mematikan. Allahlah yang mengatur pembersihan darah itu dengan membuatkan pabrik yang memproduksi zat kimia alami untuk membersihkan darah. Pabri itu bekerja dua puluh empat jam tanpa henti. Dan kita samasekali tidka menyadarinya, atau kita malah ada yang tidak mengetahuinya. Tapi dunia medis telah menjelaskan semua.

“Di dalam tubuh kita, menurut keterangan ilmu medis, Allah telah membuat satu pabrik ajaib yang namanya hati. Hati bisa disebut organ terbesar dalam tubuh manusia dengan berat sekitar 1,5 kg. Fungsinya sangat banyak, bahkan mencapai lebih dari 500 fungsi yang bertalian erat dengan fungsi organ tubuh lainnya. Dengan fungsi yang begitu banyak dan rumit, hati ibarat pabrik kimia serba guna dan paling canggih yang diciptakan oleh Allah, dengan jumlah 300 miliar sel yang tidak bisa ditiru oleh teknologi manusia secanggih apa pun.

“Salah satu fungsi hati adalah menyaring dan mengolah darah. Dalam keadaan normal organ hati dilintasi sedikitnya 1400 cc darah setiap menitnya, atau hampir seperempat darah yang ada dalam tubuh melintasi hati setiap menit. Ini adalah cara tubuh untuk membersihkan darah. Hati menyaring darah yang melewatinya, lalu membersihkannya dari unsur-unsur yang mengotori darah. Jika hati menyaring 1,4 liter darah setia menitnya, berarti dalam waktu satu tahun hati telah menyaring lebih dari 525.000 liter darah.

“Tanpa hati, manusia tidak akan bisa bertahan hidup, bahkan akan mati terbunuh oleh pelbagai racun yang masuk ke dalam tubuh, termasuk obat-obatan kimia sintesis, seperti antibiotik yang diresepkan oleh dokter di mana-mana.

“Dan Allahlah yang menjaga kehidupan seseorang dengan menciptakan hati dan menjaganya terus bekerja. Allah terus menjaga kita siang malam, hanya saja kita yang sering lalai dan sama sekali tidak menyadarinya.

“Pertolongan dan kasih sayang Allah  di dunia ini tidak hanya untuk orang-orang yang taat saja. Orang yang bermaksiat sekalipun masih mendapat cipratan kasih sayang Allah. Contohnya adalah pemuda mabuk di atas. Dia tetap diselamatkan oleh Allah. Semestinya kasih sayang Allah yang sedemikian agungnya membuat siapapun insaf dan terjaga. Yang taat kepada Allah semakin taat. Karena ketaatan kepada Allah sendiri itu adalah bentuk kasih sayang Allah. Dan yang masih juga belum taat, masih suka bermasiat, sebaiknya segera insaf, bahwa ia masih hidup dan bisa bernafas di dunia ini karena dilindungi oleh Allah.”

“Hai orang-orang yang terlena, padahal Tuhan menjaga dari marabahaya yang merayap di kala gulita. Sungguh aneh, mata manusia mampu terlelap meninggalkan Tuhan Yang Kuasa, yang melimpahinya berbagai nikmat.” (Dzun Nun)

Sumber : Novel BUMI CINTA by. Ust Habiburahman El Shirazy



Kamis, 17 Mei 2012

Sesalku :'(

Diposting oleh Rati Rahmawati di 11.10 0 komentar Link ke posting ini
5 April 2012
00:07am

Akhir-akhir ini saya agak sensitif dengan kata “kematian”. Saya mulai kembali tersadar akan kematian sejak Ayah dari dewi (junior sy di kampus) meninggal beberapa hari yang lalu. Saat takziah malam ketiga di rumah duka, dewi menceritakan bagaimana Ayahnya meninggal. Beliau meninggal dengan baik dan mempersiapkan diri seolah tahu akan segera meninggalkan dunia. Sebelum meninggal, beliau berusaha tidak menyusahkan keluarga sedikitpun dan menyelesaikan amanah-amanahnya baik dikantor maupun sebagai kepala keluarga. Saat dewi cerita, saya kembali teringat kematian kakek beberapa bulan yang lalu. Kakek meninggal karena sakit setelah dirawat tidak sampai sehari di Rumah Sakit. Saya sendiri yang menyaksikan ketika kakek menghembuskan nafas terakhirnya. Tapi sayangnya saya tidak berbuat banyak saat kakek sakit.

Waktu itu kakek sakit, sakitnya kakek seperti anak kecil yang lagi ngambek. Tidak mau makan, tidak mau bicara, tidak mau minum obat, bahkan bergerak atau bergeser tempat dudukpun enggan. Karena itu keluarga yang lain menduga kakek hanya sedang minta diperhatikan anak-anaknya. Dengan sikap kakek seperti itu, saya dan  gita (sepupu yang juga ikut menjaga kakek) pun ikut percaya. Dan ternyata, kakek memang sakit dan meninggal karena sakitnya itu. Saya menyesal, menyesal karena tidak berbuat lebih baik lagi bahkan berprasangka yang sama seperti keluarga yang lain ketika itu. Saya menyesal..

Keesokan harinya setelah saya mengenang kembali kakek di malam ketiga takziah Ayah dewi, saat membuka facebook ternyata hari itu adalah hari ulang tahun teman saya. Namanya Irbar, si jombe. Saya mengenalnya saat mengikuti bimbingan belajar STAN di Makassar. Anaknya rame, ramah, dan agak rakus. Karena itu saya selalu memanggilnya dengan sebutan jombe.

Saya pernah bertemu dengannya di salah satu bank di Palu, lengkap dengan seragam polisinya. Saya senang karena ternyata dia masih mengenal saya setelah beberapa tahun sejak bimbingan belajar di Makassar. Ternyata setelah bimbingan itu dia beralih menjadi seorang polisi, dan dipindah tugaskan di Palu. Pernah beberapa kali dia menghubungi saya, meminta tolong untuk dicarikan teman karena dia belum punya banyak teman di Palu. Bukannya tidak mau, saya hanya agak bingung harus cari di mana, teman seperti apa yang dia mau dan teman seperti apa yang saya punya. Dan sampai hari di mana saya tahu bahwa dia telah meninggal, saya belum menemukan teman buat dia.

Saya benar-benar SHOCK !!! Ternyata, dia adalah polisi korban tembak yang meninggal sewaktu melakukan tugas jaga di salah satu bank di Palu. Saya tidak menyangka. Saya tahu kejadian itu, tapi saya tidak tahu kalau ternyata irbarlah polisi yang menjadi korban. Karena saya berpikir dia bertugas di Bank yang berbeda saat pertama kali saya bertemu setelah dari Makassar. Dan lagi-lagi saya menyesal, karena tidak bisa memenuhi permintaannya sampai kepergiannya.

Apa yang saya lakukan selama ini ??? Saya tidak bisa berbuat baik pada orang-orang yang meninggalkan saya. Padahal jika saya bandingkan dengan beberapa kepergian orang disekitarku, sebelum mereka pergi, mereka bahkan menyelesaikan amanah mereka di dunia. Seperti ayah dewi, dan juga kisah tentang kepergian suami mbak Sofi yang di ceritakan kak Ugi. Bagaimana suami mbak Sofi mengajarkan mbak mengendarai motor sebelum dia benar-benar pergi, karena selama ini mbak selalu bersama suaminya kemanapun karena belum bisa mengendarai motor.

Saya jadi berpikir, bagaimana dengan saya ?? Apa saya bisa menyelesaikan amanah-amanahku di dunia sebelum pergi ? Apakah orang-orang disekitarku akan memenuhi permintaanku sebelum saya pergi ?? Atau mungkin sebaliknya, apakah saya bisa memenuhi permintaan orang disekitarku sebelum mereka pergi ??

Rabbi, hamba akan benar-benar berusaha kali ini. Maafkan hamba ya Rabb. Dan tolong biarkan penyesalan ini melekat dalam ingatan, agar tidak akan ada sesal yang sama dikemudian hari.

kakek, Irbar.. Maafkan saya.. Saya tahu, setiap isak tangis yang tercipta tidak akan dapat menghapus salah dan sesalku. Maafkan saya. Berharap tempat terindah untuk kalian di sisi-NYA..

Sekali lagi saya benar-benar belajar, dan pelajaran kali ini adalah Ketika kau berniat baik, maka LAKUKANlah !!! Dan penuhi permintaan orang disekitarmu selama itu baik. Sebelum kau menyesal karena tidak sempat memenuhi permintaannya atau mungkin mereka yang tak sempat menerimanya.


Irbar

Senin, 07 Mei 2012

Tangisku

Diposting oleh Rati Rahmawati di 22.43 0 komentar Link ke posting ini


Terisak dalam ketidak berdayaan menentang takdir.
Tapi apakah ini benar takdir ??
Hanya mendengar pun serasa hati tak sanggup.
Rabbi, izinkan hamba mengubah takdir ini dengan usaha, bkn dengan polesan harta seperti mereka.

28/11/11
11.04

Jumat, 04 Mei 2012

Ukhuwah dalam Rabitha

Diposting oleh Rati Rahmawati di 23.01 0 komentar

20/4/2012
1;17am

Ditemani lagu-lagu Maher Zain mencari bahan lewat mbah google untuk kultum di liqo sabtu besok, sambil melihat foto-foto bersama para saudara yang baru diupdate kemarin.
Tak puas dengan mbah google, saya lanjutkan dengan menengok koleksi-koleksi buku yang mungkin saja bisa menambah bahan buat kultum. Dan tanpa sengaja melihat beberapa buku  yang menyadarkanku bahwa saudara-saudara seperjuanganku kemarin tidak lagi berada di tempat yang sama denganku.

Akhirnya, saya kembali merindukan masa-masa itu.
Ingin rasanya berproses seperti kemarin, ingin rasanya kembali merasakan
perjuangan kemarin.
Namun sedih bila melihat bahwa satu persatu dari kami mulai beranjak pergi, jauh bahkan ada pula yang jatuh.
Perlahan-lahan kami menjauh satu sama lain.

Bagaimana harus menghadapi ini ?
Bagaimana agar bisa melewati ujian ini dengan baik ?
Mungkin saya tahu jawabannya.
Tapi entah kenapa tak ada dorongan yang cukup untuk komitmen melaksanakannya.
Semoga ini bisa menjadi batu loncatan buatku.

Mulai dari diri sendiri.
Untuk mengikat ukhuwah dengan erat meski berjarak.
Untuk menyelamatkan diri dan saudara yang hampir terjatuh dan bergeser dari jalan ini.
Untuk memperkecil jarak dengan mereka, kami, satu sama lain.
Yaaah, saya harus berjuang.
Berjuang demi mereka, orang-orang yang menggiringku menikmati indahnya
jalan ini.
Saya akan bersungguh-sungguh !


Aaah, benar-benar merindukan masa kemarin, saat-saat perjuangan yang berbalut ukhuwah.
Saudari-saudariku, Sungguh aku mencintai kalian karena ALLAH.
Semoga kita tidak termasuk orang-orang yang gugur dalam jalan indah ini.

Saudariku, akan selalu ada namamu dalam rabithaku :)

This picture from google

Selasa, 01 Mei 2012

Super Junior VS Nenek

Diposting oleh Rati Rahmawati di 13.23 0 komentar
14:36
30/04/12
All of this picture from google :)

Kemarin waktu menjenguk nenek di rumah sederhananya, saya  janji untuk menginap di rumah nenek malam ini. Yah, saya sering menginap di rumah nenek, biasanya bersama salah seorang sepupu yang juga teman dekatku. Selain kami berdua sebaya, kami juga dua tahun berturut-turut sekelas sewaktu SMA :D  asiiiik ya ? hehe

So, tadi saya sempatkan untuk menghubungi sepupuku kalau-kalau dia juga bisa ikut nginap lagi kali ini. Tapi sayang, dia tidak bisa karena harus menyaksikan konser “Super Junior” yang akan ditayangkan di salah satu stasiun TV swasta di negeri ini. Yaaaah, meskipun mungkin tayangannya tidak full seluruh konser, tapi dia tetap saja ingin menyaksikan konser yang selama ini dia tunggu-tunggu. Yup, sepupuku adalah salah satu penggemar setia boyband asal Korea ini. Sebenarnya, saya juga termasuk, tapi itu dulu. Dulu, sebelum saya mengenal duniaku saat ini :)

Sejak SMA, sepupuku sudah menyukai hal-hal yang berbau Korea. Mulai dari boyband and girlbandnya, drama, film, tempat-tempat indah di Korea bahkan dia punya beberapa iklan artis Korea. Mungkin karena saya selalu ada di dampingnya sejak SMA, maka saya juga jadi ikut menggemari hal-hal yang dia gemari tentang Korea. Tidak berniat sombong, hehe :D tapi sebelum Boyband/Girlband Korea meradang di Indonesia, kita sudah kena lebih dulu. Bahkan beberapa teman sekelas ketika itu merasa aneh dengan demam korea yang kami punya. Saya masih ingat kata-kata yang sering mereka lontarkan, “huuuuuuuuuuuuuuuuuuu, Korea-korea lagi”. Dan sekarang, saat “Korea-korea” itu lagi meradang di Indonesia, beberapa teman itu malah jadi penggemarnya. Hahahahahha, lucu ya..

Sebenarnya untuk menyembuhkan demam “Korea-korea” itu agak susah dan lama. Saya mulai dengan menyadari arti pentingnya jadi seorang penggemar. Dan setelah berpikir keras, ternyata lebih banyak mudharatnya daripada manfaatnya :) Maka saya putuskan untuk menjauh. Tapi meskipun saya menjauh, info seputar mereka tetap juga sampai di telingaku. Ya tentu saja lewat sepupuku yang sampai detik ini masih bersama saya dan satu lagi, adikku, yang juga sudah terjangkit. hehe

So, waktu sepupuku sampaikan alasannya tidak ikut nginap, sempat juga ada terbersit,” saya juga ahh, dgn alasan yang sama.” Hahahhahaha :D Tapi kemudian saya kembali meluruskan niat, janji adalah janji. Lagian akhir-akhir ini, saya menyadari satu hal. Apa yang masuk dalam diri kita, maka itu pula yang akan kita keluarkan. Beberapa minggu ini saya merubah beberapa kebiasaan seperti, ganti playlist dengan lagu-lagu Maher Zain dan baca buku ‘Melukis Pelangi”nya Oki Setiana Dewi. Hasilnya selalu ingin dekat dengan-NYA dan berjuang lebih :) Berbeda dengan kemarin-kemarin saat lagu-lagu yang didengarkan tidak mengarahkan pada-NYA atau mengisi hiburan hanya dengan menonton, hehe :D *jadimalu*. Yup, jika kita mengisi waktu dengan hal-hal yang bermanfaat maka yang bermanfaat pula yang akan kita tuangkan. Kan kan kan ? Karena itu, saya memutuskan untuk tetap nginap di rumah nenek.

Sebenarnya bisa sih menonton tayangan konser itu di rumah nenek, stasiun Tvnya juga ada kok siarannya di rumah nenek. Tapi sayangnya, nenek itu nontonnya sinetron (sinetron kesayangan di stasiun TV lain) dan tidak bisa diganggu gugat. Hahahahaha :D
Yaaaah, nenek. Meskipun selera tontonan kita berbeda, tapi tetap sayaaang kok :) nenek yang saya pilih :D

Senin, 30 April 2012

Khilaf dari Niat Baik

Diposting oleh Rati Rahmawati di 00.04 0 komentar
23:23pm
29/04/12

Malam ini mencoba meredam resah dan gelisah dengan mengadu pada Sang Penggenggam Hati. Entah kenapa tiba-tiba perasaan bersalah mampir setelah saya melewati hari tanpa bertemu dengannya. Mungkin karena malam ini, lagi-lagi sendiri merenungi segala kata dan perbuatan yang telah terlewat hari ini.

Sejujurnya saya sama sekali tidak berniat dan ingin menyakiti hati siapapun. Meskipun saya akui, saya bukan orang yang berpikir panjang dalam melontarkan kata. Ide apa yang terlintas dan saya anggap tepat, maka itulah yang terlontar. Mungkin karena itu, rasa bersalah telat mampir. Saat ini, saya hanya bisa memohon pada Sang Penggenggam hati agar diampuni segala khilaf dan membuka hati mereka agar setiap kata dan perbuatanku hari ini dapat sampai dengan baik ke mereka.

Saya benar-benar tidak bermaksud lain, hanya sekedar memberi nasihat kebaikan dan berbagi pengalaman demi menjaga nama baik tempat yang selama ini menaungi saya dan mereka. Berharap kali ini saya bisa belajar banyak dan mereka bisa memaklumi segala khilaf dari niat baik. Meskipun saya juga tidak tahu apakah benar-benar telah menyakiti hati mereka atau tidak, dalam hati siapalah yang tahu selain DIA.

Lucu juga rasanya saya jadi uring-uringan karena hal ini. Apalagi jika mengenang diri yang lalu, yang tidak peduli dengan perasaan orang lain. Dengan prinsip “whatever you think, It’s me” saya menjalani hari sendiri. Sekarang, saat tarbiyah menjadi kebutuhan pokok, selalu berusaha menjaga hubungan baik dengan orang lain, meskipun terkadang harus mengorbankan perasaan sendiri. Hanya saja hari ini, mungkin karena saya diposisi orang-orang yang harus menilai, saya jadi tidak memfilter saran. Atau mungkin karena keegoisan tampak dan berpikir saat ini bukan saya yang harus mengorbankan perasaan. Hahaha :D sadis ya..

Tapi saya yakin, apapun yang terjadi hari ini akan selalu terselip hikmah manis di dalamnya. Semoga saya dan mereka bisa menemukannya :)

Rabbi, hamba berserah atas usaha dan upaya hari ini, berlindung dari segala prasangka, memohon ampunan atas segala khilaf, meminta petunjuk dan bimbingan-MU, berharap agar istiqomah dalam indah jalan-MU bersama mereka saudara-saudara seperjuanganku :)


Saudaraku, afwan jiddan. Semoga tak kan ada yang dapat merenggangkan sedikitpun kokohnya ukhuwah kita. Aamiin.. Akan ada nama kalian dalam doa-doaku :)

23:53pm

Sabtu, 28 April 2012

Virgin Snow

Diposting oleh Rati Rahmawati di 06.45 0 komentar
11 Desember 2011
09:57pm

Virgin Snow..
Baru selesai nonton film itu :)
Lumayan, tdk semenarik film-film bagus yg sudah saya nonton. Tapi film ini membuat saya sadar satu hal. Bahwa skenario ALLAH itu sangat indah :)

Sebelum film itu berakhir, saya sempat berpikir seandainya si Min –pemeran utama pria- tidak menyimpan kecewa berlebih atau mungkin dendam karena ditinggalkan si nanae –pemeran utama wanita-, pasti mereka akan tetap bersama lagi :) tapi untungnya bukan hal itu yang terjadi, karena tentu filmnya akan terasa hambar :D

Karena kecewa berlebih –kesalahan- yang dimiliki Min itulah yang membuat ini jadi lebih menarik. Karena dengan kesalahannya dia lebih memaknai cintanya. Dengan kesalahannya dia mengetahui pengorbanan nanae yg lebih dibanding kecewanya, karena itu dia berusaha untuk menemukan nanae di salju pertama :)

See ??
Ada usaha di situ, ada pelajaran :)

Seandainya tak ada kesalahan, kita tidak akan pernah tahu kebenaran :)
Seandainya dia tidak melakukan kesalahan, dia tidak akan pernah belajar dari kesalahannya. Dan begitupun saya, saya tidak akan menemukan pelajaran dari film itu :)

Yup, belajarlah dari kesalahanmu dan kesalahan orang lain :)
Nikmati pelajaranmu, karena itulah nikmat ALLAH :)
Indah bukan ??

10:07pm

Kebutuhanku, kebutuhanmu, kebutuhan Kita :)

Diposting oleh Rati Rahmawati di 00.32 0 komentar
*
Yang namanya manusia itu,
mereka tak bisa hidup tanpa orang lain.
Mungkin, tak peduli seberapa besar tekanan yang mereka hadapi,
tak peduli sebarapa besar rasa putus asa yang mereka rasakan,
bahkan seberapa besar pun cinta yang mereka dapatkan dari keluarga masing-masing,
karena pada akhirnya,
mereka ingin bisa diterima apa adanya oleh orang lain.


**
Setiap orang itu ingin dimengerti, dipahami, diterima, diperhatikan, atau minimal didengarkan.
Pada saat yang sama, setiap orang juga harus menyiapkan diri untuk mau mengerti, memahami, menerima, memperhatikan dan mendengarkan orang lain.
Seseorang suatu saat perlu curhat sekaligus juga menjadi tempat curhat orang lain; teman, saudara atau siapapun.
Memang, tidak selalu menyenangkan, apalagi kalu sedang sumpek dengan masalah diri sendiri.
Namun, rasanya menyenangkan jika kita bisa meringankan beban, syukur-syukur bisa membahagiakan orang lain.
Hidup tidak selalu lurus-lurus saja.
Suatu saat mungkin kitalah yang butuh orang lain supaya mau mendengar keluh kesah kita.
Rasulullah saw pernah mengajarkan kepada kita untuk suka membantu orang lain, kan ??
“Barangsiapa menghilangkan salah satu kesempitan dunia dari seorang mukmin maka Allah swt. akan menghilangkan darinya salah satu kesempitan di dunia dan akhirat. Barangsiapa member kemudahan terhadap seseorang yang mengalami kesulitan, Allah swt. akan memudahkan baginya di dunia dan akhirat. Dan Allah swt. akan senantiasa menolong seorang hamba manakala hamba itu menolong saudaranya.”
(HR. Bukhari – Muslim)


***
Dunia ini begitu gelap,
bila aku hanya bisa mendapatkan kebencian tanpa ada seorang pun yang membutuhkan keberadaanku,
maka keberadaanku yang sekarang ada disini sama sekali tak punya arti.

Hal itu membuat aku merasa kesepian,
aku juga butuh kehadiran seseorang yang akan selalu berada disampingku,
yang akan duduk sama rendah dan berdiri sama tinggi.
Aku juga ingin merasa dibutuhkan,
bukan hanya selalu diberi,
tapi aku juga ingin memberi.
Aku ingin memberikan sesuatu yang hanya bisa diberikan olehku seorang.

Dunia ini bukanlah dunia yang berbalut terangnya cahaya,
tapi bukan hanya itu,
kegelapan pun bukanlah segalanya dalam dunia ini,
kegelapan ini pun bukanlah seluruh dunia.

Sumber : Furuba + Jon Hariyadi + Yuki soma

Rabu, 25 April 2012

Menulis :) Kemarin dan Hari Ini, Tetap saja Menulis :D

Diposting oleh Rati Rahmawati di 11.03 0 komentar
07:28pm
26/1/12

Menulis..
Saya suka menulis. Tapi bukan termasuk orang yg pandai menulis. Selama ini tulisanku Cuma berupa tulisan pendek, atau tumpukan diari, atau malah coret-coretan bermakna dan asal-asalan. Hehe :D

Pengeeeeen sekali bisa menulis dengan baik, dan bisa menghasilkan banyak tulisan yang bermanfaat bagi orang banyak. Kadang ide untuk menulis muncul tiba-tiba, datang lagi, dan datang lagi. Tapi sayang, ide itu hilang sebelum saya bisa menuangkannya lewat tulisan. Hehe :D

Masalahnya….. saya tidak pandai menulis meskipun saya suka menulis. Dalam seminar yg pernah saya ikuti, si pembicara berkata,”tulislah apa yang kau pikirkan, jangan pikir apa yang akan ditulis.” Bingung ?? hehe, awalnya saya juga bingung. Karena menurut saya, untuk menuangkan ide ke dalam tulisan itu harus memilih kata yang tepat, harus menimbang kalimat agar tidak rancu, dan masih banyak lagi yang harus dipikirkan. Tapi, sekarang… taaaarrrraaaaaa… ini buktinya !!! hehe

Saya cuma menulis apa yang saya pikirkan saat ini. Ngaliiiiiiir aja. Ga tau deh ini salahnya di mana, atau berlebihannya di mana. Bentar baru di edit. Xixixixixixi :D yaaaaah, setidaknya sampai detik ini sudah ada empat paragraf. *senangnyaaaa* apakah saya berhasil ??? untuk saat ini, mungkin iya. Dan saya menganggap iya (meskipun belum atau tidak :p ), karena inilah awal, awal dari tulisan-tulisanku selanjutnya. Amiiiiiin :)

Selanjutnyaaa, saya ingin menulis kebaikan-kebaikan dan pelajaran dari kehidupan yang luar biasa,  karya ilmiah yang bermanfaat, proposal + skripsi (kewajiban) yang hebaat, dan buku dahsyat yang bisa bertahan lama Amiiiiin :)

Masiiiih banyak siih, tp itu aja dulu. Satu-satu. Ketinggian yah ??? biarin aja. Karena saya suka menulis, jadi optimis aja. Saya punya kekuatan dari rasa suka itu  lagian ALLAH itu mengikuti prasangka hamba-NYA. Hayyyuuuuuuk berprasangka yg baik-baik. Meraih impian dengan bekal suka dan optimis. Hehe
Okok. Itu aja kali yah.. pelajaran selanjutnya akan dimulai hari ini. Semoga bisa lebih peka dengan pelajaran hidup dari Sang Khalik. Amiiin :)

                                                                                                                                                                                      

10:34am
25/4/12

Nah, tulisan diatas itu salah satu bentuk keseriusanku menulis, dulu tapinya. Tapi sekarang masih serius kok,meskipun seriusnya timbul tenggelam sejak lama. Saya selalu ingin bisa menulis tapi seperti yang saya bilang sebelumnya selalu saja macet. Awalnya tulisan diatas buat diposting di blog saya yang lain. Yaaaah, sebenarnya saya sudah punya beberapa blog. Tapi sayaaang, sampai password blognya kelupaan, isinya juga cuma satu-satu, haha :D  Makanya kali ini mulai lagi, semoga yang ini langgeng deh. Hmm, lagi-lagi saya optimis ini bisa langgeng dan tidak akan senasib dengan blog-blogku yang lain, haha :D

Karena itu sekarang lagi semangat-semangatnya bongkar-bangkir tulisan yang lama, seleksi, trus posting deh di sini. Makanya, jangan heran deh klo tanggal postingannya beda dengan tanggal ditulisnya. Hehe, harap dimaklumi :)
Yaaaah, semoga kali ini benar-benar komitmen buat menulis. Tidak putus nyambung seperti dengan blog-blog saya yang kemarin, hehe (aamiin)

Rangkaian Kata dalam Catatan Kecilku

Diposting oleh Rati Rahmawati di 01.11 0 komentar
Entah sejak kapan tepatnya saya tidak tahu, tapi yang jelas saya mulai merapikannya dalam buku catatan semenjak masuk kuliah beberapa tahun yang lalu. Dan sekarang sudah ada 3 buku catatan :) Saya suka menulis kata-kata yang dapat membuat saya termotivasi atau mungkin sekedar senyum-senyum sendiri. Kata-kata yang menurutku indah itu berasal dari berbagai buku yang saya baca, film yang saya tonton, komik yang saya senangi sampai pengalaman pribadi yang saya kemas hikmahnya dalam rangkaian kata.

Awalnya saya berpikir saya sedikit aneh, tapi saat bahan bacaan mulai meluas dan saya mengenal training-training motivasi, saya jadi bertambah semangat menambah koleksi rangkaian kata ke buku catatanku. Yaaaah, karena pasti akan bermanfaat saat menjadi Trainer nanti (aaamiin) :D

Saat sedang dalam masalah, saat berpikir ujian tak juga beranjak pergi, saat butuh motivasi, saat mencari bahan buat pemecah masalah saudara-saudara, saat itulah saya kembali membuka buku catatanku. Mencari rangkaian kata yang sesuai dengan kondisi saat itu. Dan seperti biasa, setelahnya semangat kembali dengan kokohnya.

Nah, karena itu isi blog kali ini adalah beberapa rangkaian kata yang berhasil saya bentuk dari berbagai pengalaman pribadi. Dan tentu saja dari semuanya, inilah yang berhasil lolos seleksi untuk dimuat di sini, hehe :D Semoga bermanfaat yaa :) aamiin.
 
  • Tidak ada seorangpun yang tahu apa yang ada di dalam hati. Meskipun niat baik tapi kalau caranya salah, tetap juga akan dianggap melakukan kesalahan oleh orang lain. Manusia itu makhluk sosial. Maka berpikirlah sebelum bertindak dan berinteraksilah dengan cara yang baik. Mungkin sulit, tapi cobalah !!!
  • Kenapa harus menderita di atas kebahagiaan orang lain ? Bukankah ada yang namanya IKHLAS ?? Coba temukan !!!
  • Kebaikanmu hari ini mungkin saja akan mereka lupakan keesokan harinya. Itulah manusia ! Tapi tenanglah :) karena Sang Raqib telah mencatat dan Sang RABBI akan membalasnya.
  • Sebenarnya bukan siapa yang melahirkan atau membesarkannya. Tapi dari mana kebaikan itu berasal :)
  • Banyak orang tua menginginkan anaknya menjadi anak yang sholeh/sholehah tetapi sayang tidak mendidiknya ke arah itu.
  • Jika sabar tak ada batasnya, bagaimana dengan usaha ? Sejauh apa berusaha agar tidak terbentur dengan ‘memaksakan diri’ ? #tidakmaumenyerah!
  • Tidak perlu mencari jalan untuk membuka luka meskipun itu akan membawa kelegaan hati. Sabaaaaar, karena skenario ALLAH itu lebih menyembuhkan.
  • Bangkit ketika seolah tak ada lagi jalan, itu luar biasa. Tapi alasan dibalik itu juga penting. Innamal ‘amalu binniyah !!!
Nah, gimana ?? Untuk saat ini segitu saja yah, karena yg lain belum pantas untuk dipublikasikan, hehe. Insya ALLAH bermanfaat :)

01:08am
25/04/12

Senin, 23 April 2012

Hati Mengiyakan Sedang Akal Menolak

Diposting oleh Rati Rahmawati di 15.13 0 komentar
7:28
4 February 2012

Di sini, di kampung halaman di temani teriakan-teriakan kecil zidan (ponakan kecil) dan langit yang tak berbintang. Saya kembali galau. Entah kenapa penyakit galau itu sering muncul ketika berada di kampung sendiri :D
Mungkin karena ketika kembali ke sini saya seolah jadi diriku yang dulu, yang belum mengenal tarbiyah dengan baik dan kekanak-kanakan tentunya. Karena lingkungan ini beserta orang-orang disinilah yang mengembalikan saya seperti dulu :D
Atau mungkin karena di sini jauh dari aktivitas-aktivitas dakwah kampus. Meskipun tidak saya pungkiri bahwa saya punya peluang dakwah di sini. Tapi agak berat terlihat berbeda di kampung halaman sendiri.
Aaaaaah, apa yang harus saya lakukan ???

Hatiku mengiyakan, sedangkan akalku menolak. Padahal saya tahu pasti jawabannya apa. Tapi masiih saja saya mencari tempat nyaman untuk sedikit membela hati.
Lagi-lagi, apa yang harus saya lakukan ??

Jika mengcut langsung, sy takut hanya akan mengembalikan kesan orang-orang yang dulu tentang sy. Atau ketakutanku lagi-lagi untuk memberikan sedikit kenyamanan bagi hati ??? Tapii akalku berontak bahwa ini tidak benar dan harus sy akhiri.

Sejak awal saya sudah menyangka akan seperti ini, tapi tidak juga saya indakan :( Entah apa lagi yang akan terjadi nanti.

Aaaah, saya tahu ini apa karena pernah mengalaminya. Tapi ternyata saya tidak benar-benar belajar dari yang kemarin. Karena masih saja berpihak sedikit pada hati :(
Tii, ayolaaaaah.. kau pasti bisa !!!
Oklah. Mungkin mmg tidak harus instan. Pelan-pelan yah. Batasi. Kau harus menguasai hatimu. Berpikirlah dulu sebelum bawa rasa ke hati. Okok

Rabbi, tolonglah hamba.. Berikan perlindungan dan penjagaanmu.
Engkaulah sebaik-baik tempat berlindung :)
Jangan biarkan hamba masuk ke lubang yang sama berkali-kali Rabbi..
Izinkan hamba untuk tidak melupakan kekhilafan kemarin. Biarkan tetap dihati hamba, agar hamba tak pernah berani bahkan untuk mendekatinya lagi.

Aamiin :)

???

Salah memang saya..
Saya tahu..
Tapi bagaimana biar bisa keluar dari zona nyaman yang salah ini ???
Azzam..
Iyah, saya tahu, mungkin itu jawabannya.
Tapi lagi-lagi bagaimana biar saya bisa punya azzam, tekad yang kuat ??
Apa memang saya tidak punya semua hal yang saya butuhkan untuk bergerak maju ?

Kadang saya berpikir, karena salahnya di saya, jadi musuhku yang sebenarnya adalah diriku sendiri.
Tapi bagaimana saya bisa melawan diriku sendiri ????????

Mengeluhkan Keluhan



Mungkin memang saya orang yang selalu mengeluh tanpa saya sadari. Untuk itu tolong ingatkan saya. Karena saya benar-benar tidak suka dengan orang yang sering mengeluh.

Setiap hari, keluhan.
Setiap ketemu, mengeluh.
Bergerak sedikit, mengeluh.
Berpindah dari satu aktivitas ke aktivitas lain, mengeluh.
Mengeluuuuuuuuuuuuuuuh teruuuus.

Akhirnya, klo ketemu orang kayak begini, bawaannya dahi selalu berkerut. Paling parah malah klo ikut terbawa sampai ke hati. Entah jadi uring-uringan, jadi tertular ikut-ikutan mengeluh, atau penuh sesak karena dijadikan tempat pembuangan keluhan. Klo sudah kayak begini, rasanya ingin teriak,"aaaaaaarrrrrrggggghhhhh HENTIKAAAAAAN!!!”



Bukankah hidup harus disyukuri ??
Kan ada yang namanya sabar.
Susah memang, susah. Tidak semudah mengatakan,”sabaar,sabaaar.”
Tapi pasti ada, yakin saja, dan cobalah temukan.
“Tidak ada yang mustahil bagi hati yang berkemauan.” Kan ?

Coba deh, sering-sering baca QS. Al-baqarah : 286,”Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya.”
See??
Karena kita sanggup, makanya kita yang dapat ujian seperti a, b, c, dll.
Kita pasti bisa!! Yakin saja, kan Allah ada bersama kita.
Jadi, daripada ngeluh dan masiih juga ngerjain yang dikeluhkan (RUGI), mending memilih sabar yah. Klopun belum sampai ke titik sabarnya, setidaknya kita mencoba dan tidak membuat orang lain sebagai tempat pembuangan keluhan kita.

Oh ya, di ayat terakhir QS. Al-baqarah itu juga ada doa loh.
“Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami melakukan kesalahan. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebani kami dengan beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami.  Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tidakk sanggup kami memikulnya. Maafkanlah kami, ampunilah kami, dan rahmatilah kami. Engkaulah pelindung kami, maka tolonglah kami menghadapi orang-orang kafir.”
Aamiin ^^

Semoga kita termasuk golongan orang-orang yang senantiasa ikhlas bersabar dan bersyukur :)
aamiin

Belajar Istiqomah


28 Oktober 2012

01:01am

Istiqomah itu berat ya ? Tadi bahkan saya sempat berpikir, seandainya iman seseorang itu seperti PLURK (salah satu layanan jejaring sosial yang memberi nilai yang disebut karma bagi keaktifan penggunanya) yang kondisinya bisa dilihat dari Karma dan digambarkan pada sebuah grafik , pastilah saya akan sangat malu melihat karma ataupun grafiknya. Bagaimana tidak dengan kondisi iman yang naik turun. Astagfirullah..

Saya sempat merasa iri melihat status-status FB atau twitter beberapa orang teman, yang saya anggap status-status mereka pun istiqomah. Seperti kata “Raditya Dika”, salah satu cara untuk menilai seseorang itu dari Timeline twitternya. Yaaaah, saya sependapat. Meskipun mungkin memang tidak sepenuhnya benar jika menilai hanya dari status/TL jejaring sosial. Karena meskipun tidak mewakili seluruh kondisi hidup, hati, keimanan atau apalah yang cocok sebutannya, tapi lewat status/TL itulah bisa dilihat apa seseorang itu bisa istiqomah memberi kebaikan atau bahkan sebaliknya, mengumbar keluh, galau, dll.

Tidak berniat mengumbar aib atau menyanjung berlebihan, hanya saja ada beberapa pelajaran yang saya ambil tentang istiqomah dari orang-orang disekitarku. Berharap bisa sama-sama memetik hikmah.

Saya pernah merasa kecewa pada seorang senior yang saya anggap hanif karena begitu menginspirasi dalam mempertahankan hijab dan menjaga diri sebagai seorang muslimah. Tapi sayang, beberapa lama tidak bertemu saya terkejut melihat status beliau di beranda FB yang bermesraan dengan seorang ikhwan. Karena takut berprasangka buruk, saya mengkonfirmasi hal tersebut pada seorang teman dan ternyata si muslimah tersebut memang menjalin hubungan dengan seorang ikhwan. Astagfirullah.. Begitu dasyatnya godaan syetan hingga seorang muslimah yang saya kenal begitu teguh dan sholehah bisa jatuh juga. Bagaimana dengan saya yang baru membenahi diri dan  dengan kondisi iman yang naik turun ? Karena hal itu, saya jadi sadar bahwa istiqomah benar-benar amat sangat berat sekali. Bahkan untuk mempertahankan satu kebaikanpun, harus berjuang melawan ribuan godaan terlebih dahulu.

Cerita lainnya tentang seorang anak yang saya kenal beberapa tahun yang lalu. Dia sedikit berbeda dari teman-teman seusianya, mungkin karena semangatnya untuk mencari kebenaranlah yang membuat dia terlihat hanif dimataku. Karena melihat kehanifannya, saya  menjulukinya ‘ustad kecil’. Meskipun demikian, tetap saja dia adalah anak muda dengan dunianya. Iyah, si Ustad Kecil masih pacaran ketika itu. Tapi dengan semangatnya, saya yakin suatu saat dia akan mengerti dan paham.

Tak terasa setahun lebih waktu yang terlewati sejak saat-saat itu. Meskipun sekarang tidak bertemu ataupun mendengar banyak tentang dia, tapi lewat status jejaring sosialnya saya sadar bahwa dugaanku benar. Semangatnya mencari kebenaran masih bisa saya rasakan, kehanifannya makin terlihat. Semakin hari, semakin banyak kebenaran yang di postingnya. Bahkan beberapa kali saya sempat tertegun dan manggut-manggut dibuatnya. Bahkan sekarang pacaranpun diilegalkannya. Hahaha :D anak ini benar-benar membuat saya iri dan terus bertanya,”Bagaimana dengan saya?”, “Apa saya juga lebih baik dari kemarin, atau malah sebaliknya ?”.

Ingin rasanya melihat karma imanku dari tahun ke tahun. Membandingkan kondisi iman dari tahun ke tahun, bulan, bahkan hari. Bagaimana saya yang kemarin dengan saya yang hari ini ?

Tapi ternyata saya melupakan satu hal penting. Karma seseorang dalam plurk bisa dilihat oleh orang lain. Bayangkan bagaimana jika kondisi iman kita seperti karma dan memiliki grafik, kemudian dilihat oleh orang banyak. Entah apa yang akan terjadi. Saya mulai senyam senyum sendiri membayangkan beberapa hal yang bisa saja terjadi.

ALLAH benar-benar Maha Baik, selalu menyembunyikan aib kita dan memberikan apa-apa yang kita butuhkan, bukan semata-mata yang kita inginkan. Dalam kasus kali ini, mungkin muhasabahlah jawaban yang tepat sebagai pengganti karma untuk melihat kondisi iman kita. Muhasabah diri dengan merendahkan dan melembutkan hati.

Sekedar berbagi, salah satu hal yang saya pahami berdasarkan pengalaman. Jika kita bisa menjaga dan memfilter dengan baik apa-apa yang akan masuk ke diri kita, insya ALLAH kita bisa mempertahankan kebaikan dan kebenaran dalam diri kita. Mengutip salah satu tausiah dari Ustad kondang di negeri ini, bahwa hidup itu bagaikan sebuah teko. Ketika teko tersebut diisi dengan kopi, maka  kopi pula yang akan keluar jika isi teko dituang. Jika hal-hal baik yang kita lihat, dengar, baca, dan berbagai hal yang masuk ke diri kita, maka hal-hal baik pula yang akan  keluar sebagai tindakan/perilaku kita.

Saya berharap bisa selalu istiqomah, baik itu dalam mengisi teko kehidupan, menjalankan ibadah, dan segala kebaikan dan kebenaran yang pernah ataupun akan saya dapatkan. Karena kedepannya siapa yang tahu selain DIA ? Maka pantaslah jika kita bersiap siaga agar tidak berakhir buruk. Begitupun bagi si muslimah, berharap engkau kembali menjadi peneguh langkah bagi saudara-saudaramu dan si Ustad Kecil, berharap engkau bisa selalu istiqomah hingga kelak menjadi Ustad Besar :) aamiin

Jika terdapat kesalahan atau kekhilafan dalam tulisan ini, saya mohon sahabat pembaca bisa berbesar hati memaafkan. Karena saya hanyalah manusia dengan kondisi yang tidak sempurna, tempat berteduhnya salah. Kesempurnaan hanyalah milik ALLAH.

Wallahu a’lam bishawab



Suatu Saat Nanti, Bersama...


Suatu saat nanti
entah itu besok, lusa, bahkan keesokannya lagi,
sy berharap
 kenangan hari ini, hari itu, kemarin
dan setiap kebaikan yang kita lewati bersama
tidak akan tertelan habis oleh satu kesalahan yg kita perbuat

 Jangan hanya karena 1 kesalahan, kita melupakan sejuta kebaikan dalam kotak kenangan
 Ingatlah hari ini,
maka kita akan tetap bersama dihari esok :)

aku mencintai kalian karena ALLAH :*


Cobaan


Cobaan berat itu apa sih ?

Saat dapat cobaan, terus rasanya ga sanggup nanggung gitu ??

Atau saat mencoba buat nulis, tp musik keras mengganggu konsentrasi ?

Atau malah, saat ingin berbuat baik tapi merasa berat dan ingin teriak karena berasa hanya diri sendiri yang menanggung sementara yang lain ongkang-ongkang kaki menikmati fasilitas yang sama ?

 

Mungkin semuanya :D

Ikhlas itu sulit ya ???

Mungkin benar saya belum ikhlas.

Tapi benar juga kalo saya hanya ingin menolong. Menolong semuanya.. do my bestlah.

Tapi gimanaa yaa.. Wong saya juga manusia, punya keterbatasan waktu dan tenaga.

Sementara semuanya butuh waktu dan tenaga yang saya punya.

 

Iblis memang luar biasa, menggoda dari atas, bawah, kiri, dan kanan.

Klo si Iblis ga sanggup, si Raja Iblis deh yang turun tangan.

Meskipun niat baik, tapi tetap adaaaaaaaaaa saja godaannya biar kebaikan itu rusak ato minimal lecetlah.

Sudah dengan tulus bantu-bantu orang sekitar, tapi begitu liat orang lain dengan peluang yang sama tidak melakukan apapun tapi dapat fasilitas yang sama, sukses deh si Iblis bikin lecet niat.

Padahal kadang otak yang mulai encer ngingetin klo ALLAH knows dan Maha Adil.

Tapi tetap saja kadang ingin teriak, "helllloooooooooooooooo, plis deh!!!"

hahahahaha :D

Mungkin karena sekarang lagi benar-benar belajar ga curcol (curhat colongan) sembarangan.

Jadinya dieeeem aja, simpan sendiri, keluarin lewat tulisan aja, hehe :D

 

okok, gitu aja ya.. ikutin kata hati, akal yang udah mikir yang benar.

Perbaiki niat deh tii. Kan mo nolongin orang. Ikhlas deh. Ga perlu liat orang lain yang ga peka.

Pintar-pintarlah milih cermin. ALLAH tahu kok, biar deh ALLAH yang nilai. Pasti ALLAH bantu.

Sekarang, prioritasin aja dulu mana yang harus dapat bantuan lebih dulu.

gitu dong :)

Semoga bisa melakukan kebaikan tanpa lecet, dan tak seorangpun yang lecet karena saya :)

 

Rabbi, bantu hamba untuk memperbarui niat. menjaga niat yang baik..

hamba hanya ingin, disisa waktu yang Engkau berikan, benar-benar hamba manfaatkan dengan baik.

Dan ketika hamba harus pergi, hanya kebaikan yang akan ada dalam kenangan mereka :)

Aneh-Ku :D


Rabu, 5 September 2012


It's me now, on Talise beach..

Salah satu tempat nongkrong masyarakat kota Palu.

alone, hahahaha :D

Mungkin memang agak aneh bagi sebagian orang, tapi menurutku terkadang hal seperti inilah yang kita butuhkan.

Memandangi gulungan ombak kecil, merasakan hembusan angin, menikmati gagahnya gunung, dan mentari yang bersembunyi di baliknya.

Yaaaaah, setidaknya dengan ini saya menyadari satu hal. Bahwa begitu banyak hal indah yang ALLAH berikan, namun sayang tidak bisa kita pelihara dengan baik. Seperti pantai ini, begitu banyak hal indah yang saya nikmati di sini namun sayang sampah di sekitar bibir pantai merusak pemandangan mata.

aaaaaaah, eottoke ?? What should I do ??

 

Ok, tinggalkan hal itu sejenak dan kembali ke alasan mengapa saya bisa berada di sini.

Sebenarnya karena lagi-lagi begitu banyak hal yang saya pikirkan hari ini dan saya takut kalau hal-hal itu hanya akan jadi hal yang akan saya lupakan esok hari. Mengapa tidak saya tulis ?? Tapi saya butuh sikon yang mendukung untuk menyulamnya dalam tulisan. dan inilah tempatnya :D

 

Saya merasa takut kehilangan apa yang sudah saya miliki sekarang. Meskipun saya sadar, itu bukanlah benar-benar milikku. Sebenarnya, lebih tepat jika disebut titipan. Tapi, saya takut saat esok hari saya tak lagi memilikinya dan rasa sesal menggerogoti, karena sadar bahwa saya tidak bisa memanfaatkan dengan benar dan menjaga dengan baik apa yang sudah saya miliki.

 

Bukan berarti tak pernah ada catatan kehilangan dalam hidupku, Justru karena itu malah. Saya sudah merasakannya beberapa kali sampai dengan proses menuju kehilangan itu, dan tubuhku tetap tak bergerak untuk mempertahankannya.

Entah apa yang harus saya lakukan.

Kadang sepertinya ingin tertawa terbahak-bahak, menertawakan diri sendiri maksudku. Aneh kan ya ??

 

baiklah, saya rasa cukup..

hampir magrib..

 

bye :)

NewME

25 January 2012 8:56am

Pagi ini, saat mentari belum menguasai palu, saat yg lain sibuk dengan rutinitas pagi, beberapa ikhwan MPM Al-Iqra sudah jd penunggu salah satu gedung di golni :D
Sekitar jam 8an, sy jadii wanita pertama yg jd penunggu gedung ini haha :D

Hari ini, inilah sy yang baru. Sy berharap demikian.. Tidak akan ada lagi keluhan panjang pada-NYA seperti kemarin. Sy perlahan mulai kembali berusaha bangkit.

Rabbi, tidak peduli berapa kali hamba terjatuh esok hari, tidak peduli seberapa berat jalan yg harus hamba tempuh, tidak peduli seberapa susah berusaha untuk bangkit, hamba tetap akan mengupayakan untuk maju.

Seperti kata ka tuti, ALLAH Maha Adil. Tidak mungkin cobaan ini tidak ada hikmah-NYA. Klopun ini adalah balasan atas kekhilafanQ, sy harus ikhlas menerimanya. Dan jangan terpuruk, mulai dengan hal yg lebih baik :) iya kan ka tuti ?? hehe :D
TemanQ Bagong juga mengingatkan, mungkin sj ini ujian kenaikan level :) klopun demikian, berarti sy harus LULUS ujian ini dengan nilai yg baik dimata ALLAH.

Rabbi, tunjukkan jalan-MU ya Rabb..
Rabbi, bimbing hamba agar tetap di jalan-MU. Jalan ini memang berat, tapi indah ya Rabb. Hamba tahu itu. Meskipun kadang hamba lelah, izinkan hamba beristirahat sejenak tanpa menjauhkan hamba dr jalan ini.

Rabbi, tunjukkan yg benar itu benar dan yg salah itu salah. Jadikan kami orang-orang yg berhati lapang, berjiwa besar dan berpikiran jernih.
Aamiin :)

Cinta Mama, Cinta ALLAH

02:10am
26/04/12

Hari ini, saya diperlihatkan lagi untuk kesekian kalinya betapa Maha Besar dan Kuasanya Sang Rabbi.

Saya menyadarinya lewat proses kelahiran anak ketiga dari salah seorang kenalan yang sudah saya anggap seperti saudara sendiri, Mbak Yeni. Saat itu saya menerima sms mbak sekitar pukul 01.00am tanggal 25 April, mbak meminta saya untuk ke rumahnya besok pagi-pagi karena malam tadi dokter mengatakan mbak sudah masuk pembukaan satu dan akan segera melahirkan. Saya juga kurang mengerti dengan pembukaan satu yang mbak maksud, yang dalam pikiran saya mbak akan segera melahirkan. Hanya itu ! Alhasil malam itu saya tidak bisa tidur dengan nyenyak karena kepikiran dengan calon adek bayi yang akan lahir.

Esoknya, sekitar pukul 06.00am saya berangkat ke rumah mbak bersama dengan salah satu teman dekat saya yang juga dekat dengan keluarga mbak. Karena jalanan yang sepi, kami berdua bisa sampai ke rumah mbak lebih cepat dari biasanya. Sesampainya di sana, ternyata mbak sudah berangkat sejak subuh tadi bersama suaminya ke Rumah Bersalin yang sudah ditentukan sebelumnya. Ingin rasanya segera menyusul mbak, tapi amanah yang diberikan mbak bukan itu. Saya harus stand by di rumah mbak menemani anak-anak dan ibu mbak yang menanti dengan cemas proses persalinan.

Seharian di rumah mbak, kami hanya bisa menerima kabar dari suami mbak yang pulang sesekali. Dan tak ada satupun kabar yang menunjukkan bayinya akan segera lahir. Setiap kali di tanya yang dijawab hanyalah pembukaan-pembukaan dalam proses menjelang persalinan yang dilewati mbak. Belakangan saya tahu bahwa memang proses pembukaan itu bisa berlangsung 24-48 jam. Sementara mbak, lewat sms beliau mengatakan beliau masih terus berjuang dan menitip doa agar masih diberi kesabaran dan kekuatan. Rabbi, sontak saya terkejut membaca sms mbak. Tidak biasanya mbak seperti ini. Mbak yang kuat, tegar, berani, selalu bisa diandalkan, kenapa jadi melemah seperti ini ?? Saya jadi teringat perkataan sepupuku yang baru melahirkan bayi cantiknya beberapa hari lalu, “Seandainya yang akan saya lahirkan bukanlah anakku, saya mungkin sudah menyerah karena rasa sakit ketika itu.” Rabbi, seperti inikah beratnya melahirkan ? Dan hari itu, dalam tiap sujud dan akhir sholatku selalu ada nama mbak citra dan calon bayinya, dengan harapan terbaik buat mereka.

Pukul 1 lebih dini hari di hari selanjutnya tanggal 26 April, saya terbangun karena mimpi yang aneh, belum sempat kembali pulas, saya menerima sms dari suami mbak yang mengatakan mbak akan dioperasi karena posisi bayinya yang jauh dari mulut rahim. Astagfirullah, kaget dan ketakutan yang melanda saat itu masih terekam jelas dalam ingatanku. Segera saja saya mengambil wudhu untuk memohon pada Sang Pencipta Penguasa langit dan bumi agar membantu proses persalinan mbak. Dan alhamdulillah, sebelum sholat saya menerima sms lagi dari suami mbak bahwa bayi perempuan baru saja lahir dan mbak batal operasi. Alhamdulillah, senang yang tak terhingga mengantarkanku untuk bertemu Sang Rabbi dalam sholat malamku saat itu.

Subhanallah. Rabbi, apa seperti ini beratnya beban yang harus ditanggung oleh seorang ibu ? Berjam-jam menanti melewati proses menjelang persalinan dengan rasa sakit yang menyertai. Dan ini hanyalah proses menjelang persalinan, bagaimana dengan mengandung kemarin atau bahkan proses persalinan yang berlangsung ?

Rabbi, maka pantaslah Engkau melarang kami untuk tidak berkata “ah” sekalipun kepada ibu kami. Saya jadi berpikir bagaimana dengan mama saat melahirkan saya dan saudara-saudaraku ? Dalam hati saya berjanji, esok hari ketika berjumpa mentari saya akan memohon maaf pada mama atas semua salah yang sama sekali tidak pantas mama terima selama ini (hiks) :'(

Rabbi, mengandung dan melahirkan merupakan proses berat yang membahagiakan bagi para wanita. Betapa besar kuasa-Mu yang mengaturnya sedemikian rupa dan memilih kami kaum wanita untuk amanah ini. Segala puji bagi-Mu Wahai Rabbi yang Maha Adil. Yang tentu saja memberikan balasan atas tugas mulia seorang ibu.

Lantas bagaimana dengan saya ? Apa yang bisa saya berikan sebagai balasan atas semua kesabaran dan kebaikan yang saya terima dari mama sejak dalam kandungan ? Saya berpikir, seluruh duniapun saya berikan untuk mama takkan cukup untuk membalas semua yang sudah mama berikan. Maka tak ada jalan lain, balasan yang harus saya berikan atas pengorbanan mama adalah dengan menjadi anak sholehah. Ya! saya harus menjadi anak yang sholehah, untuk membangun istana buat mama di surga-MU Ya rabbi. Maka tunjukanlah jalan yang lurus Rabbi, untuk menggapai mimpi buat mama :)

Sempurna Merapuh

Apakah langit bisa menerka isi hati ?
Lalu mengapa mendung menyelimuti hari ?

Hatiku bersenandung pilu,
Hariku kelabu,

Tersandung dengan keterbatasan,
Sementara ingin rasanya memperbaiki yang telah retak

Rabbi, hanya doa yang teruntai untuk mereka
Berharap kekhilafan segera berakhir
Diganti senyum ceria layaknya dalam kenangan

DICARI !!! Anjing Galak !!!

It’s Sunday on 24th june..

Ada begitu banyak hal dalam kepalaku saat ini, yang sayang tidak bisa saya rajut sekaligus dalam tulisan.
Ada begitu banyak ide dalam kepalaku saat ini, yang sayang tidak diiringi keberanian dan kepercayaan diri untuk menjadikannya nyata.

Tapi saya berusaha, satu persatu, perlahan-lahan, meskipun tanpa kepastian.

Saya tidak tahu hal apa yang bisa membuat saya terdorong untuk lebih produktif dan tidak menyia-nyiakan ide-ide itu. Karena terkadang saat ide itu telah dijadikan nyata oleh seseorang, saat itu juga sesal menggerogoti diri dengan cepat. hahaha :D aneh yaa..

Mungkin saya harus mencari anjing galak, yang dapat membuat saya melesat cepat meskipun tidak memiliki kemampuan berlari yang baik.
Dan pertanyaannya sekarang adalah di mana dan dalam bentuk apakah anjing galak itu ??

aaaaaaaaaa, I really really need that to move on !!!! *belepotan*

Kisah 'Kalajengking' dan 'Ular' dalam BUMI CINTA


Ibnu Qudamah dalam salah satu karyanya berjudul At Tawwabin, menuturkan sebuah kisah menarik tentang kasih sayang dan pertolongan Tuhan. Ibnu Qudamah menyitir kesaksian orang yang mengalami kejadian nyata yang menakjubkan. Orang itu bernama Yusuf Bin husain. Dia menuturkan kisahnya :

“Pernah suatu ketika aku bersama Dzun Nun Al Mishri berada di tepian sebuah anak sungai. Aku melihat seekor kalajengking besar di tempat itu. Tiba-tiba ada seekor katak muncul dipermukaan, dan kalajengking itu kemudian naik di atas punggungnya. Kemudian sang katak itu berenang menyebrangi sungai.

“Dzun Nun Al Mishri berkata, ‘Ada yang aneh dengan kalajengking itu, mari kita ikuti dia!’

“Maka kami lantas menyebrang mengikuti kalajengking yang digendong katak itu. Kami terperanjat ketika menjumpai seseorang tertidur di tepian sungai yang nampaknya habis mabuk. Dan di sampingnya ada seekor ular yang mulai menjalar dari pusar kemudian ke dadanya, kiranya ular tersebut hendak menggigit telinganya.

“Kami lalu menyaksikan kejadian yang luar biasa. Kalajengking itu tiba-tiba melompat secepat kilat ke tubuh ular itu dan menyengat ular itu sejadi-jadinya, hingga sang ular menggeliat-geliat dan terkoyak-koyak tubuhnya.

“Dzun Nun lalu membangunkan anak muda yang habis mabuk itu. Sesaat kemudian anak muda itu terjaga. Dzun Nun berkata, ‘ Hai anak muda, lihatlah betapa besar kasih sayang Allah yang telah menyelamatkanmu. Lihatlah kalajengking yang diutus-NYA untuk membinasakan ular yang hendak membunuhmu!’

“Lalu Dzun Nun melanjutkan nasihatnya, ‘Hai orang yang terlena, padahal Tuhan menjaga dari marabahaya yang merayap di kala gulita. Sungguh aneh, mata manusia mampu terlelap meninggalkan Tuhan Yang Kuasa, yang melimpahinya berbagai nikmat.’

“Setelah itu pemabuk itu berkata, ‘Duhai Tuhanku, betapa agung kasih sayang-Mu sekalipun terhadap diriku yang durhaka kepada-Mu. Jika demikian, bagaimana dengan kasih sayang-Mu kepada orang yang selalu taat kepada-Mu?’

“Pemuda pemabuk itu lallu meniti jalan menuju Allah. Ia sering kali menangis setiap kali teringat masa lalunya yang sia-sia. I a terus meniti jalan Allahyang lurus, jalan untuk orang-orang yang diberi nikmat sejati oleh Allah.”

Penjelasan Muhammad Ayyas (Tokoh Utama Novel BUMI CINTA) :

“Kisah kalajengking yang diutus oleh Allah sesungguhnya bisa terjadi pada siapa saja dan kapan saja. Termasuk pada diri kita. Mungkin kita tidak menyadari, Allah telah mengutus ‘kalajengking’ untuk menyelamatkan kita dari bahaya ‘ular’ yang hendak membinasakan kita.

“Kalajengking penyelamat itu bisa berbentuk hal yang bermacam-macam, dan ular yang hendak membinasakan kita juga bentuknya bermacam-macam. Bahaya itu bisa jadi misalnya berupa hutang yang menumpuk, yang sangat mengancam, yang siap membinasakan kita. Terkadang orang yang memiliki hutang menumpuk malah terlena dan sama sekali tidak sadar kalau ia sedang dililit oleh ular yang sangat besar. Persis seperti pemuda mabuk tadi. Atau ia sadar dililit ular besar dan pasrah sepenuhnya siap untuk binasa, sebab sudah tidak bisa berbuat apa-apa.

“Dalam kondisi kritis, berulang kali Allah menjaga hamba-Nya. Orang yang hutangnya menumpuk itu diberi jalan keluar oleh Allah. Berbagai macam caranya Allah mengirimkan ‘kalajengking’ penyelamat itu. Bisa jadi ada teman lama yang mendengar beritanya dan berkenan membantu menyelesaikan hutang-hutangnya. Bisa jadi Allah membukakan pintu bisnis yang baru. Yang dengan itu ia bangkit lagi, bisa melunasi hutangnya dan kembali hidup sentosa. Ada bermacam-macam sebab, tetapi pada intinya Allahlah yang mengatur semuanya.

“Cobalah sejenak kita inga-ingat sejarah perjalanan hidup kita. Berapa kali sudah Allah mengirimkan ‘kalajengking’ yang menyelamatkan hidup kita ? Berapa kali sudah Allah menolong kita dalam kesusahan dan kesempitan yang mendera ? kalau kita jujur, pastilah berkali-kali. Bahkan kalau kita jujur, setiap saat Allah melindungi kita dalam perlindungan yang tidak kita sadari.

“Kita tidak sadar bahwa setiap detik Allah membersihkan darah kita dari pelbagai jenis racun yang mematikan. Allahlah yang mengatur pembersihan darah itu dengan membuatkan pabrik yang memproduksi zat kimia alami untuk membersihkan darah. Pabri itu bekerja dua puluh empat jam tanpa henti. Dan kita samasekali tidka menyadarinya, atau kita malah ada yang tidak mengetahuinya. Tapi dunia medis telah menjelaskan semua.

“Di dalam tubuh kita, menurut keterangan ilmu medis, Allah telah membuat satu pabrik ajaib yang namanya hati. Hati bisa disebut organ terbesar dalam tubuh manusia dengan berat sekitar 1,5 kg. Fungsinya sangat banyak, bahkan mencapai lebih dari 500 fungsi yang bertalian erat dengan fungsi organ tubuh lainnya. Dengan fungsi yang begitu banyak dan rumit, hati ibarat pabrik kimia serba guna dan paling canggih yang diciptakan oleh Allah, dengan jumlah 300 miliar sel yang tidak bisa ditiru oleh teknologi manusia secanggih apa pun.

“Salah satu fungsi hati adalah menyaring dan mengolah darah. Dalam keadaan normal organ hati dilintasi sedikitnya 1400 cc darah setiap menitnya, atau hampir seperempat darah yang ada dalam tubuh melintasi hati setiap menit. Ini adalah cara tubuh untuk membersihkan darah. Hati menyaring darah yang melewatinya, lalu membersihkannya dari unsur-unsur yang mengotori darah. Jika hati menyaring 1,4 liter darah setia menitnya, berarti dalam waktu satu tahun hati telah menyaring lebih dari 525.000 liter darah.

“Tanpa hati, manusia tidak akan bisa bertahan hidup, bahkan akan mati terbunuh oleh pelbagai racun yang masuk ke dalam tubuh, termasuk obat-obatan kimia sintesis, seperti antibiotik yang diresepkan oleh dokter di mana-mana.

“Dan Allahlah yang menjaga kehidupan seseorang dengan menciptakan hati dan menjaganya terus bekerja. Allah terus menjaga kita siang malam, hanya saja kita yang sering lalai dan sama sekali tidak menyadarinya.

“Pertolongan dan kasih sayang Allah  di dunia ini tidak hanya untuk orang-orang yang taat saja. Orang yang bermaksiat sekalipun masih mendapat cipratan kasih sayang Allah. Contohnya adalah pemuda mabuk di atas. Dia tetap diselamatkan oleh Allah. Semestinya kasih sayang Allah yang sedemikian agungnya membuat siapapun insaf dan terjaga. Yang taat kepada Allah semakin taat. Karena ketaatan kepada Allah sendiri itu adalah bentuk kasih sayang Allah. Dan yang masih juga belum taat, masih suka bermasiat, sebaiknya segera insaf, bahwa ia masih hidup dan bisa bernafas di dunia ini karena dilindungi oleh Allah.”

“Hai orang-orang yang terlena, padahal Tuhan menjaga dari marabahaya yang merayap di kala gulita. Sungguh aneh, mata manusia mampu terlelap meninggalkan Tuhan Yang Kuasa, yang melimpahinya berbagai nikmat.” (Dzun Nun)

Sumber : Novel BUMI CINTA by. Ust Habiburahman El Shirazy



Sesalku :'(

5 April 2012
00:07am

Akhir-akhir ini saya agak sensitif dengan kata “kematian”. Saya mulai kembali tersadar akan kematian sejak Ayah dari dewi (junior sy di kampus) meninggal beberapa hari yang lalu. Saat takziah malam ketiga di rumah duka, dewi menceritakan bagaimana Ayahnya meninggal. Beliau meninggal dengan baik dan mempersiapkan diri seolah tahu akan segera meninggalkan dunia. Sebelum meninggal, beliau berusaha tidak menyusahkan keluarga sedikitpun dan menyelesaikan amanah-amanahnya baik dikantor maupun sebagai kepala keluarga. Saat dewi cerita, saya kembali teringat kematian kakek beberapa bulan yang lalu. Kakek meninggal karena sakit setelah dirawat tidak sampai sehari di Rumah Sakit. Saya sendiri yang menyaksikan ketika kakek menghembuskan nafas terakhirnya. Tapi sayangnya saya tidak berbuat banyak saat kakek sakit.

Waktu itu kakek sakit, sakitnya kakek seperti anak kecil yang lagi ngambek. Tidak mau makan, tidak mau bicara, tidak mau minum obat, bahkan bergerak atau bergeser tempat dudukpun enggan. Karena itu keluarga yang lain menduga kakek hanya sedang minta diperhatikan anak-anaknya. Dengan sikap kakek seperti itu, saya dan  gita (sepupu yang juga ikut menjaga kakek) pun ikut percaya. Dan ternyata, kakek memang sakit dan meninggal karena sakitnya itu. Saya menyesal, menyesal karena tidak berbuat lebih baik lagi bahkan berprasangka yang sama seperti keluarga yang lain ketika itu. Saya menyesal..

Keesokan harinya setelah saya mengenang kembali kakek di malam ketiga takziah Ayah dewi, saat membuka facebook ternyata hari itu adalah hari ulang tahun teman saya. Namanya Irbar, si jombe. Saya mengenalnya saat mengikuti bimbingan belajar STAN di Makassar. Anaknya rame, ramah, dan agak rakus. Karena itu saya selalu memanggilnya dengan sebutan jombe.

Saya pernah bertemu dengannya di salah satu bank di Palu, lengkap dengan seragam polisinya. Saya senang karena ternyata dia masih mengenal saya setelah beberapa tahun sejak bimbingan belajar di Makassar. Ternyata setelah bimbingan itu dia beralih menjadi seorang polisi, dan dipindah tugaskan di Palu. Pernah beberapa kali dia menghubungi saya, meminta tolong untuk dicarikan teman karena dia belum punya banyak teman di Palu. Bukannya tidak mau, saya hanya agak bingung harus cari di mana, teman seperti apa yang dia mau dan teman seperti apa yang saya punya. Dan sampai hari di mana saya tahu bahwa dia telah meninggal, saya belum menemukan teman buat dia.

Saya benar-benar SHOCK !!! Ternyata, dia adalah polisi korban tembak yang meninggal sewaktu melakukan tugas jaga di salah satu bank di Palu. Saya tidak menyangka. Saya tahu kejadian itu, tapi saya tidak tahu kalau ternyata irbarlah polisi yang menjadi korban. Karena saya berpikir dia bertugas di Bank yang berbeda saat pertama kali saya bertemu setelah dari Makassar. Dan lagi-lagi saya menyesal, karena tidak bisa memenuhi permintaannya sampai kepergiannya.

Apa yang saya lakukan selama ini ??? Saya tidak bisa berbuat baik pada orang-orang yang meninggalkan saya. Padahal jika saya bandingkan dengan beberapa kepergian orang disekitarku, sebelum mereka pergi, mereka bahkan menyelesaikan amanah mereka di dunia. Seperti ayah dewi, dan juga kisah tentang kepergian suami mbak Sofi yang di ceritakan kak Ugi. Bagaimana suami mbak Sofi mengajarkan mbak mengendarai motor sebelum dia benar-benar pergi, karena selama ini mbak selalu bersama suaminya kemanapun karena belum bisa mengendarai motor.

Saya jadi berpikir, bagaimana dengan saya ?? Apa saya bisa menyelesaikan amanah-amanahku di dunia sebelum pergi ? Apakah orang-orang disekitarku akan memenuhi permintaanku sebelum saya pergi ?? Atau mungkin sebaliknya, apakah saya bisa memenuhi permintaan orang disekitarku sebelum mereka pergi ??

Rabbi, hamba akan benar-benar berusaha kali ini. Maafkan hamba ya Rabb. Dan tolong biarkan penyesalan ini melekat dalam ingatan, agar tidak akan ada sesal yang sama dikemudian hari.

kakek, Irbar.. Maafkan saya.. Saya tahu, setiap isak tangis yang tercipta tidak akan dapat menghapus salah dan sesalku. Maafkan saya. Berharap tempat terindah untuk kalian di sisi-NYA..

Sekali lagi saya benar-benar belajar, dan pelajaran kali ini adalah Ketika kau berniat baik, maka LAKUKANlah !!! Dan penuhi permintaan orang disekitarmu selama itu baik. Sebelum kau menyesal karena tidak sempat memenuhi permintaannya atau mungkin mereka yang tak sempat menerimanya.


Irbar

Tangisku



Terisak dalam ketidak berdayaan menentang takdir.
Tapi apakah ini benar takdir ??
Hanya mendengar pun serasa hati tak sanggup.
Rabbi, izinkan hamba mengubah takdir ini dengan usaha, bkn dengan polesan harta seperti mereka.

28/11/11
11.04

Ukhuwah dalam Rabitha


20/4/2012
1;17am

Ditemani lagu-lagu Maher Zain mencari bahan lewat mbah google untuk kultum di liqo sabtu besok, sambil melihat foto-foto bersama para saudara yang baru diupdate kemarin.
Tak puas dengan mbah google, saya lanjutkan dengan menengok koleksi-koleksi buku yang mungkin saja bisa menambah bahan buat kultum. Dan tanpa sengaja melihat beberapa buku  yang menyadarkanku bahwa saudara-saudara seperjuanganku kemarin tidak lagi berada di tempat yang sama denganku.

Akhirnya, saya kembali merindukan masa-masa itu.
Ingin rasanya berproses seperti kemarin, ingin rasanya kembali merasakan
perjuangan kemarin.
Namun sedih bila melihat bahwa satu persatu dari kami mulai beranjak pergi, jauh bahkan ada pula yang jatuh.
Perlahan-lahan kami menjauh satu sama lain.

Bagaimana harus menghadapi ini ?
Bagaimana agar bisa melewati ujian ini dengan baik ?
Mungkin saya tahu jawabannya.
Tapi entah kenapa tak ada dorongan yang cukup untuk komitmen melaksanakannya.
Semoga ini bisa menjadi batu loncatan buatku.

Mulai dari diri sendiri.
Untuk mengikat ukhuwah dengan erat meski berjarak.
Untuk menyelamatkan diri dan saudara yang hampir terjatuh dan bergeser dari jalan ini.
Untuk memperkecil jarak dengan mereka, kami, satu sama lain.
Yaaah, saya harus berjuang.
Berjuang demi mereka, orang-orang yang menggiringku menikmati indahnya
jalan ini.
Saya akan bersungguh-sungguh !


Aaah, benar-benar merindukan masa kemarin, saat-saat perjuangan yang berbalut ukhuwah.
Saudari-saudariku, Sungguh aku mencintai kalian karena ALLAH.
Semoga kita tidak termasuk orang-orang yang gugur dalam jalan indah ini.

Saudariku, akan selalu ada namamu dalam rabithaku :)

This picture from google

Super Junior VS Nenek

14:36
30/04/12
All of this picture from google :)

Kemarin waktu menjenguk nenek di rumah sederhananya, saya  janji untuk menginap di rumah nenek malam ini. Yah, saya sering menginap di rumah nenek, biasanya bersama salah seorang sepupu yang juga teman dekatku. Selain kami berdua sebaya, kami juga dua tahun berturut-turut sekelas sewaktu SMA :D  asiiiik ya ? hehe

So, tadi saya sempatkan untuk menghubungi sepupuku kalau-kalau dia juga bisa ikut nginap lagi kali ini. Tapi sayang, dia tidak bisa karena harus menyaksikan konser “Super Junior” yang akan ditayangkan di salah satu stasiun TV swasta di negeri ini. Yaaaah, meskipun mungkin tayangannya tidak full seluruh konser, tapi dia tetap saja ingin menyaksikan konser yang selama ini dia tunggu-tunggu. Yup, sepupuku adalah salah satu penggemar setia boyband asal Korea ini. Sebenarnya, saya juga termasuk, tapi itu dulu. Dulu, sebelum saya mengenal duniaku saat ini :)

Sejak SMA, sepupuku sudah menyukai hal-hal yang berbau Korea. Mulai dari boyband and girlbandnya, drama, film, tempat-tempat indah di Korea bahkan dia punya beberapa iklan artis Korea. Mungkin karena saya selalu ada di dampingnya sejak SMA, maka saya juga jadi ikut menggemari hal-hal yang dia gemari tentang Korea. Tidak berniat sombong, hehe :D tapi sebelum Boyband/Girlband Korea meradang di Indonesia, kita sudah kena lebih dulu. Bahkan beberapa teman sekelas ketika itu merasa aneh dengan demam korea yang kami punya. Saya masih ingat kata-kata yang sering mereka lontarkan, “huuuuuuuuuuuuuuuuuuu, Korea-korea lagi”. Dan sekarang, saat “Korea-korea” itu lagi meradang di Indonesia, beberapa teman itu malah jadi penggemarnya. Hahahahahha, lucu ya..

Sebenarnya untuk menyembuhkan demam “Korea-korea” itu agak susah dan lama. Saya mulai dengan menyadari arti pentingnya jadi seorang penggemar. Dan setelah berpikir keras, ternyata lebih banyak mudharatnya daripada manfaatnya :) Maka saya putuskan untuk menjauh. Tapi meskipun saya menjauh, info seputar mereka tetap juga sampai di telingaku. Ya tentu saja lewat sepupuku yang sampai detik ini masih bersama saya dan satu lagi, adikku, yang juga sudah terjangkit. hehe

So, waktu sepupuku sampaikan alasannya tidak ikut nginap, sempat juga ada terbersit,” saya juga ahh, dgn alasan yang sama.” Hahahhahaha :D Tapi kemudian saya kembali meluruskan niat, janji adalah janji. Lagian akhir-akhir ini, saya menyadari satu hal. Apa yang masuk dalam diri kita, maka itu pula yang akan kita keluarkan. Beberapa minggu ini saya merubah beberapa kebiasaan seperti, ganti playlist dengan lagu-lagu Maher Zain dan baca buku ‘Melukis Pelangi”nya Oki Setiana Dewi. Hasilnya selalu ingin dekat dengan-NYA dan berjuang lebih :) Berbeda dengan kemarin-kemarin saat lagu-lagu yang didengarkan tidak mengarahkan pada-NYA atau mengisi hiburan hanya dengan menonton, hehe :D *jadimalu*. Yup, jika kita mengisi waktu dengan hal-hal yang bermanfaat maka yang bermanfaat pula yang akan kita tuangkan. Kan kan kan ? Karena itu, saya memutuskan untuk tetap nginap di rumah nenek.

Sebenarnya bisa sih menonton tayangan konser itu di rumah nenek, stasiun Tvnya juga ada kok siarannya di rumah nenek. Tapi sayangnya, nenek itu nontonnya sinetron (sinetron kesayangan di stasiun TV lain) dan tidak bisa diganggu gugat. Hahahahaha :D
Yaaaah, nenek. Meskipun selera tontonan kita berbeda, tapi tetap sayaaang kok :) nenek yang saya pilih :D

Khilaf dari Niat Baik

23:23pm
29/04/12

Malam ini mencoba meredam resah dan gelisah dengan mengadu pada Sang Penggenggam Hati. Entah kenapa tiba-tiba perasaan bersalah mampir setelah saya melewati hari tanpa bertemu dengannya. Mungkin karena malam ini, lagi-lagi sendiri merenungi segala kata dan perbuatan yang telah terlewat hari ini.

Sejujurnya saya sama sekali tidak berniat dan ingin menyakiti hati siapapun. Meskipun saya akui, saya bukan orang yang berpikir panjang dalam melontarkan kata. Ide apa yang terlintas dan saya anggap tepat, maka itulah yang terlontar. Mungkin karena itu, rasa bersalah telat mampir. Saat ini, saya hanya bisa memohon pada Sang Penggenggam hati agar diampuni segala khilaf dan membuka hati mereka agar setiap kata dan perbuatanku hari ini dapat sampai dengan baik ke mereka.

Saya benar-benar tidak bermaksud lain, hanya sekedar memberi nasihat kebaikan dan berbagi pengalaman demi menjaga nama baik tempat yang selama ini menaungi saya dan mereka. Berharap kali ini saya bisa belajar banyak dan mereka bisa memaklumi segala khilaf dari niat baik. Meskipun saya juga tidak tahu apakah benar-benar telah menyakiti hati mereka atau tidak, dalam hati siapalah yang tahu selain DIA.

Lucu juga rasanya saya jadi uring-uringan karena hal ini. Apalagi jika mengenang diri yang lalu, yang tidak peduli dengan perasaan orang lain. Dengan prinsip “whatever you think, It’s me” saya menjalani hari sendiri. Sekarang, saat tarbiyah menjadi kebutuhan pokok, selalu berusaha menjaga hubungan baik dengan orang lain, meskipun terkadang harus mengorbankan perasaan sendiri. Hanya saja hari ini, mungkin karena saya diposisi orang-orang yang harus menilai, saya jadi tidak memfilter saran. Atau mungkin karena keegoisan tampak dan berpikir saat ini bukan saya yang harus mengorbankan perasaan. Hahaha :D sadis ya..

Tapi saya yakin, apapun yang terjadi hari ini akan selalu terselip hikmah manis di dalamnya. Semoga saya dan mereka bisa menemukannya :)

Rabbi, hamba berserah atas usaha dan upaya hari ini, berlindung dari segala prasangka, memohon ampunan atas segala khilaf, meminta petunjuk dan bimbingan-MU, berharap agar istiqomah dalam indah jalan-MU bersama mereka saudara-saudara seperjuanganku :)


Saudaraku, afwan jiddan. Semoga tak kan ada yang dapat merenggangkan sedikitpun kokohnya ukhuwah kita. Aamiin.. Akan ada nama kalian dalam doa-doaku :)

23:53pm

Virgin Snow

11 Desember 2011
09:57pm

Virgin Snow..
Baru selesai nonton film itu :)
Lumayan, tdk semenarik film-film bagus yg sudah saya nonton. Tapi film ini membuat saya sadar satu hal. Bahwa skenario ALLAH itu sangat indah :)

Sebelum film itu berakhir, saya sempat berpikir seandainya si Min –pemeran utama pria- tidak menyimpan kecewa berlebih atau mungkin dendam karena ditinggalkan si nanae –pemeran utama wanita-, pasti mereka akan tetap bersama lagi :) tapi untungnya bukan hal itu yang terjadi, karena tentu filmnya akan terasa hambar :D

Karena kecewa berlebih –kesalahan- yang dimiliki Min itulah yang membuat ini jadi lebih menarik. Karena dengan kesalahannya dia lebih memaknai cintanya. Dengan kesalahannya dia mengetahui pengorbanan nanae yg lebih dibanding kecewanya, karena itu dia berusaha untuk menemukan nanae di salju pertama :)

See ??
Ada usaha di situ, ada pelajaran :)

Seandainya tak ada kesalahan, kita tidak akan pernah tahu kebenaran :)
Seandainya dia tidak melakukan kesalahan, dia tidak akan pernah belajar dari kesalahannya. Dan begitupun saya, saya tidak akan menemukan pelajaran dari film itu :)

Yup, belajarlah dari kesalahanmu dan kesalahan orang lain :)
Nikmati pelajaranmu, karena itulah nikmat ALLAH :)
Indah bukan ??

10:07pm

Kebutuhanku, kebutuhanmu, kebutuhan Kita :)

*
Yang namanya manusia itu,
mereka tak bisa hidup tanpa orang lain.
Mungkin, tak peduli seberapa besar tekanan yang mereka hadapi,
tak peduli sebarapa besar rasa putus asa yang mereka rasakan,
bahkan seberapa besar pun cinta yang mereka dapatkan dari keluarga masing-masing,
karena pada akhirnya,
mereka ingin bisa diterima apa adanya oleh orang lain.


**
Setiap orang itu ingin dimengerti, dipahami, diterima, diperhatikan, atau minimal didengarkan.
Pada saat yang sama, setiap orang juga harus menyiapkan diri untuk mau mengerti, memahami, menerima, memperhatikan dan mendengarkan orang lain.
Seseorang suatu saat perlu curhat sekaligus juga menjadi tempat curhat orang lain; teman, saudara atau siapapun.
Memang, tidak selalu menyenangkan, apalagi kalu sedang sumpek dengan masalah diri sendiri.
Namun, rasanya menyenangkan jika kita bisa meringankan beban, syukur-syukur bisa membahagiakan orang lain.
Hidup tidak selalu lurus-lurus saja.
Suatu saat mungkin kitalah yang butuh orang lain supaya mau mendengar keluh kesah kita.
Rasulullah saw pernah mengajarkan kepada kita untuk suka membantu orang lain, kan ??
“Barangsiapa menghilangkan salah satu kesempitan dunia dari seorang mukmin maka Allah swt. akan menghilangkan darinya salah satu kesempitan di dunia dan akhirat. Barangsiapa member kemudahan terhadap seseorang yang mengalami kesulitan, Allah swt. akan memudahkan baginya di dunia dan akhirat. Dan Allah swt. akan senantiasa menolong seorang hamba manakala hamba itu menolong saudaranya.”
(HR. Bukhari – Muslim)


***
Dunia ini begitu gelap,
bila aku hanya bisa mendapatkan kebencian tanpa ada seorang pun yang membutuhkan keberadaanku,
maka keberadaanku yang sekarang ada disini sama sekali tak punya arti.

Hal itu membuat aku merasa kesepian,
aku juga butuh kehadiran seseorang yang akan selalu berada disampingku,
yang akan duduk sama rendah dan berdiri sama tinggi.
Aku juga ingin merasa dibutuhkan,
bukan hanya selalu diberi,
tapi aku juga ingin memberi.
Aku ingin memberikan sesuatu yang hanya bisa diberikan olehku seorang.

Dunia ini bukanlah dunia yang berbalut terangnya cahaya,
tapi bukan hanya itu,
kegelapan pun bukanlah segalanya dalam dunia ini,
kegelapan ini pun bukanlah seluruh dunia.

Sumber : Furuba + Jon Hariyadi + Yuki soma

Menulis :) Kemarin dan Hari Ini, Tetap saja Menulis :D

07:28pm
26/1/12

Menulis..
Saya suka menulis. Tapi bukan termasuk orang yg pandai menulis. Selama ini tulisanku Cuma berupa tulisan pendek, atau tumpukan diari, atau malah coret-coretan bermakna dan asal-asalan. Hehe :D

Pengeeeeen sekali bisa menulis dengan baik, dan bisa menghasilkan banyak tulisan yang bermanfaat bagi orang banyak. Kadang ide untuk menulis muncul tiba-tiba, datang lagi, dan datang lagi. Tapi sayang, ide itu hilang sebelum saya bisa menuangkannya lewat tulisan. Hehe :D

Masalahnya….. saya tidak pandai menulis meskipun saya suka menulis. Dalam seminar yg pernah saya ikuti, si pembicara berkata,”tulislah apa yang kau pikirkan, jangan pikir apa yang akan ditulis.” Bingung ?? hehe, awalnya saya juga bingung. Karena menurut saya, untuk menuangkan ide ke dalam tulisan itu harus memilih kata yang tepat, harus menimbang kalimat agar tidak rancu, dan masih banyak lagi yang harus dipikirkan. Tapi, sekarang… taaaarrrraaaaaa… ini buktinya !!! hehe

Saya cuma menulis apa yang saya pikirkan saat ini. Ngaliiiiiiir aja. Ga tau deh ini salahnya di mana, atau berlebihannya di mana. Bentar baru di edit. Xixixixixixi :D yaaaaah, setidaknya sampai detik ini sudah ada empat paragraf. *senangnyaaaa* apakah saya berhasil ??? untuk saat ini, mungkin iya. Dan saya menganggap iya (meskipun belum atau tidak :p ), karena inilah awal, awal dari tulisan-tulisanku selanjutnya. Amiiiiiin :)

Selanjutnyaaa, saya ingin menulis kebaikan-kebaikan dan pelajaran dari kehidupan yang luar biasa,  karya ilmiah yang bermanfaat, proposal + skripsi (kewajiban) yang hebaat, dan buku dahsyat yang bisa bertahan lama Amiiiiin :)

Masiiiih banyak siih, tp itu aja dulu. Satu-satu. Ketinggian yah ??? biarin aja. Karena saya suka menulis, jadi optimis aja. Saya punya kekuatan dari rasa suka itu  lagian ALLAH itu mengikuti prasangka hamba-NYA. Hayyyuuuuuuk berprasangka yg baik-baik. Meraih impian dengan bekal suka dan optimis. Hehe
Okok. Itu aja kali yah.. pelajaran selanjutnya akan dimulai hari ini. Semoga bisa lebih peka dengan pelajaran hidup dari Sang Khalik. Amiiin :)

                                                                                                                                                                                      

10:34am
25/4/12

Nah, tulisan diatas itu salah satu bentuk keseriusanku menulis, dulu tapinya. Tapi sekarang masih serius kok,meskipun seriusnya timbul tenggelam sejak lama. Saya selalu ingin bisa menulis tapi seperti yang saya bilang sebelumnya selalu saja macet. Awalnya tulisan diatas buat diposting di blog saya yang lain. Yaaaah, sebenarnya saya sudah punya beberapa blog. Tapi sayaaang, sampai password blognya kelupaan, isinya juga cuma satu-satu, haha :D  Makanya kali ini mulai lagi, semoga yang ini langgeng deh. Hmm, lagi-lagi saya optimis ini bisa langgeng dan tidak akan senasib dengan blog-blogku yang lain, haha :D

Karena itu sekarang lagi semangat-semangatnya bongkar-bangkir tulisan yang lama, seleksi, trus posting deh di sini. Makanya, jangan heran deh klo tanggal postingannya beda dengan tanggal ditulisnya. Hehe, harap dimaklumi :)
Yaaaah, semoga kali ini benar-benar komitmen buat menulis. Tidak putus nyambung seperti dengan blog-blog saya yang kemarin, hehe (aamiin)

Rangkaian Kata dalam Catatan Kecilku

Entah sejak kapan tepatnya saya tidak tahu, tapi yang jelas saya mulai merapikannya dalam buku catatan semenjak masuk kuliah beberapa tahun yang lalu. Dan sekarang sudah ada 3 buku catatan :) Saya suka menulis kata-kata yang dapat membuat saya termotivasi atau mungkin sekedar senyum-senyum sendiri. Kata-kata yang menurutku indah itu berasal dari berbagai buku yang saya baca, film yang saya tonton, komik yang saya senangi sampai pengalaman pribadi yang saya kemas hikmahnya dalam rangkaian kata.

Awalnya saya berpikir saya sedikit aneh, tapi saat bahan bacaan mulai meluas dan saya mengenal training-training motivasi, saya jadi bertambah semangat menambah koleksi rangkaian kata ke buku catatanku. Yaaaah, karena pasti akan bermanfaat saat menjadi Trainer nanti (aaamiin) :D

Saat sedang dalam masalah, saat berpikir ujian tak juga beranjak pergi, saat butuh motivasi, saat mencari bahan buat pemecah masalah saudara-saudara, saat itulah saya kembali membuka buku catatanku. Mencari rangkaian kata yang sesuai dengan kondisi saat itu. Dan seperti biasa, setelahnya semangat kembali dengan kokohnya.

Nah, karena itu isi blog kali ini adalah beberapa rangkaian kata yang berhasil saya bentuk dari berbagai pengalaman pribadi. Dan tentu saja dari semuanya, inilah yang berhasil lolos seleksi untuk dimuat di sini, hehe :D Semoga bermanfaat yaa :) aamiin.
 
  • Tidak ada seorangpun yang tahu apa yang ada di dalam hati. Meskipun niat baik tapi kalau caranya salah, tetap juga akan dianggap melakukan kesalahan oleh orang lain. Manusia itu makhluk sosial. Maka berpikirlah sebelum bertindak dan berinteraksilah dengan cara yang baik. Mungkin sulit, tapi cobalah !!!
  • Kenapa harus menderita di atas kebahagiaan orang lain ? Bukankah ada yang namanya IKHLAS ?? Coba temukan !!!
  • Kebaikanmu hari ini mungkin saja akan mereka lupakan keesokan harinya. Itulah manusia ! Tapi tenanglah :) karena Sang Raqib telah mencatat dan Sang RABBI akan membalasnya.
  • Sebenarnya bukan siapa yang melahirkan atau membesarkannya. Tapi dari mana kebaikan itu berasal :)
  • Banyak orang tua menginginkan anaknya menjadi anak yang sholeh/sholehah tetapi sayang tidak mendidiknya ke arah itu.
  • Jika sabar tak ada batasnya, bagaimana dengan usaha ? Sejauh apa berusaha agar tidak terbentur dengan ‘memaksakan diri’ ? #tidakmaumenyerah!
  • Tidak perlu mencari jalan untuk membuka luka meskipun itu akan membawa kelegaan hati. Sabaaaaar, karena skenario ALLAH itu lebih menyembuhkan.
  • Bangkit ketika seolah tak ada lagi jalan, itu luar biasa. Tapi alasan dibalik itu juga penting. Innamal ‘amalu binniyah !!!
Nah, gimana ?? Untuk saat ini segitu saja yah, karena yg lain belum pantas untuk dipublikasikan, hehe. Insya ALLAH bermanfaat :)

01:08am
25/04/12

Hati Mengiyakan Sedang Akal Menolak

7:28
4 February 2012

Di sini, di kampung halaman di temani teriakan-teriakan kecil zidan (ponakan kecil) dan langit yang tak berbintang. Saya kembali galau. Entah kenapa penyakit galau itu sering muncul ketika berada di kampung sendiri :D
Mungkin karena ketika kembali ke sini saya seolah jadi diriku yang dulu, yang belum mengenal tarbiyah dengan baik dan kekanak-kanakan tentunya. Karena lingkungan ini beserta orang-orang disinilah yang mengembalikan saya seperti dulu :D
Atau mungkin karena di sini jauh dari aktivitas-aktivitas dakwah kampus. Meskipun tidak saya pungkiri bahwa saya punya peluang dakwah di sini. Tapi agak berat terlihat berbeda di kampung halaman sendiri.
Aaaaaah, apa yang harus saya lakukan ???

Hatiku mengiyakan, sedangkan akalku menolak. Padahal saya tahu pasti jawabannya apa. Tapi masiih saja saya mencari tempat nyaman untuk sedikit membela hati.
Lagi-lagi, apa yang harus saya lakukan ??

Jika mengcut langsung, sy takut hanya akan mengembalikan kesan orang-orang yang dulu tentang sy. Atau ketakutanku lagi-lagi untuk memberikan sedikit kenyamanan bagi hati ??? Tapii akalku berontak bahwa ini tidak benar dan harus sy akhiri.

Sejak awal saya sudah menyangka akan seperti ini, tapi tidak juga saya indakan :( Entah apa lagi yang akan terjadi nanti.

Aaaah, saya tahu ini apa karena pernah mengalaminya. Tapi ternyata saya tidak benar-benar belajar dari yang kemarin. Karena masih saja berpihak sedikit pada hati :(
Tii, ayolaaaaah.. kau pasti bisa !!!
Oklah. Mungkin mmg tidak harus instan. Pelan-pelan yah. Batasi. Kau harus menguasai hatimu. Berpikirlah dulu sebelum bawa rasa ke hati. Okok

Rabbi, tolonglah hamba.. Berikan perlindungan dan penjagaanmu.
Engkaulah sebaik-baik tempat berlindung :)
Jangan biarkan hamba masuk ke lubang yang sama berkali-kali Rabbi..
Izinkan hamba untuk tidak melupakan kekhilafan kemarin. Biarkan tetap dihati hamba, agar hamba tak pernah berani bahkan untuk mendekatinya lagi.

Aamiin :)
 

Sang Rabitha Copyright © 2010 Design by Ipietoon Blogger Template Graphic from Enakei