Luka yang Menyebabkan Tidak PD Bicara di Depan Umum? Ini Tipsnya!

Hari ini setelah hampir sepekan merawat anak-anak yang bergantian sakit, saya berkesempatan menghadiri selebrasi salah satu sahabat yang Lulus di Kelas Bunda Cekatan. Temanya adalah bagaimana bisa tampil PD berbicara di depan publik.

Maasya Allah, menarik sekali isinya dan juga cara Mama Qiana membawakannya dengan penuh percaya diri. Saya ikut bangga atas satu titik pertumbuhan beliau.

Yang ingin saya ungkapkan lewat tulisan kali ini tentang sesi sharing-sharing di pertemuan tadi. Ternyata sebagian besar teman-teman yang tidak PD untuk tampil itu disebabkan akrena ada luka di masa lalu yang menyakiti mereka. Sehingga mereka memilih untuk menutup bahkan untuk sekedar mencoba.

Beberapa tips dari hasil diskusi kami untuk mengatasi hal ini adalah : Tuliskan lukamu. Mungki saat diceritakan kembali seperti tadi, kita bisa bercerita dengan mudah sambil menertawakan luka masa lalu. Namun, saat menyendiri dan menuliskannya, kita mulai memanggil kembali memori tersebut dengan detail, dan mengenang momen-momen menyakitkan itu dengan air mata. Bisa saja kan? Karena saya pun pernah mengalami hal ini. Merasa kalau saya sudah menerima luka itu, dengan mudahnya saya cerita. Namun ternyata setelah dituliskan, luar biasa sesak yang saya rasakan. Rupanya luka itu bukan hanya bekas, tapi masih berdarah.

Selanjutnya beri peluang untuk dirimudi asa lalu yang terluk aitu untuk mewujudkan impiannya. Salah seorang sahabat berkata dalam ceritanya tadi, bahwa saat ini beliau sadar memang tidak bisa tampil berbicara di depan umum. Padahal teman-temannya bahkan melihat sebaliknya. Tidak jarang tawaran-tawaran menjadi MC dan mengisi materi hanya beliau alihkan ke teman lainnya. Pikirku, meskipun punya pemahaman ini saat ini, mengapa tidak memberikan peluang untuk diri di masa lalu mencobanya. Kalaupun setelah dicoba dan ternyata memang tidak bisa, setidaknya kita sudah membuktikannya bukan? Khawatir itu hanya mental blok atau alasan-alasan untuk tidak menengok luka di masa lalu yang ternyata masih menyakitkan.

Setelah peluangnya dibuka, cobalah dari ruang-ruang kecil. Misalnya menjadi MC di pertemuan di circle pertemanan dulu. Cari peserta yang isinya adalah orang-orang yang kita yakin akan menerima kita meskipun salah.

Nah ini ada kaitannya dengan cerita "Angkat Tangan Pertamaku". Siapa yang bersedia jadi MC ? "Angkat tangan". Angkat tangan pertama ini akan menjadi 0 km dari perjalanan kita menemukan ataupun mengasah passion di bidang public speaking. Dari sini, kita akan menambah jam terbang untuk peluang -peluang berikut dan berikutnya.

Temukan hal-hal positif dari kegiatan yang akan kamu isi. Ini salah satu cara untuk menghempaskan overthinking dan menghalau ketakutan-ketakutan. Misalnya, saat menjadi MC di kegiatan yang isinya teman semua. Hal positifnya adalah kalaupun salah mereka akan memahami kita dan menerima apa adanya. Begitu juga sebaliknya, ketika menjadi MC di kegiatan yang pesertanya asing, tak ada satupun yang dikenal. Hal positifnya adalah kalaupun salah besok-besok juga belum tentu akan ketemu lagi, yakan? Hahahaha

Pokoknya terus list hal positif dan jangan beri celah pada hal-hal negatif. Tapi bagaimana kalau hal-hal negatif itu yang justru muncul duluan ?

GALI! Gali pikiran negatif itu dengan pertanyaan yang akan kamu jawab sendiri, lalu temukan solusinya. Misalnya, saya takut tidak bisa.

"Apa yang membuatmu berpikir kamu tidak akan bisa ?" Karena saya belum pernah tampil sekalipun.
"Apa kamu akan menyerah?" Tidak, saya akan mengambil langkah pertama.
"Persiapan apa yang harus kamu lakukan agar bisa tampil dengan baik?" Saya akan menulis apa yang akan saya sampaikan. Mencari tahu tentang audience. Berlatih berbicara di depan cermin dan merekamnya. Dan lain sebagainya.

Nah ini contoh pertanyaan yang harus kamu jawab sendiri dan cari solusinya. Daripada pikiran dipenuhi oleh hal-hal negatif dan ketakutan, lebih baik tuang semua isi pikiran itu. Sebaiknya dituliskan sih, biar tidak jadi seperti benang kusut di dalam pikiran hihi

Nah inilah beberapa tips hasil dari ngobrol hari ini. Semoga bermanfaat..

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Canvas Passion to Project Passion

Luka, kala itu..

Tantangan 30 Hari | Day 10