"Aku Bersyukur Karena Anakku mengajariku tentang cinta tanpa syarat"
Rasanya aku melakukan semua untuknya yaa. Tapi ternyata, semakin bertumbuh, dialah yang meberikan segalanya buatku.
Dia adalah temanku; teman makan, teman main, teman jalan-jalan, teman cerita dan teman tidur. Semua kami lakukan bersama dan lewati susah sepi dengan bahagia. Meskipun begitu, pernah saat adiknya lahir, kutemukan ia sesegukan di sudut tempat tidur dan berkata, "aku tidak tidak punya teman lagi". Oh tidak, temanku sedang kesepian karena aku sibuk dengan bayi yang terus menempel padaku. Aku minta maaf, dan berjanji meluangkan waktu untuk tetap bermain dengannya dan dia memaafkanku.
Ada banyak hal-hal "pertama" yang kulakukan bersamanya. Mulai dari yang membahagiakan, datar, sedih sampai diluar kendaliku.
Aku pernah mengamuk marah, karena tidak ingin menyakitinya, aku hanya memukul-mukul bantal berkali-kali ke tempat tidur. Semakin kupukul rasanya semakin aku tak terkendali sampai dia memelukku dengan ketakutan dan berkata,"Maaf umma". Aku tersadar, biidznillah dia menyelamatkanku dari ketidakwarasanku hari itu.
Saat aku merasa tak berharga dan meratapi diri sebagai ibu yang gagal, dengan sabar dia akan berada disampingku dan bertanya,"umma kenapa?" dengan wajah was-was menanti jawabanku. Menyediakan ruang untukku menangis, dan mengambil alih memvalidasi adik-adiknya.
Perkenalkan, dialah anak pertamaku, sekaligus sahabatku. Teman berproses dan cermin yg handal. Seseorang yang melihat sisi diriku yang paling buruk, namun berkata bahwa dia mencintaiku. Seseorang yang pernah kusakiti tanpa sadar, lalu datang memelukku tanpa menunggu permintaan maaf. Seseorang paling peka yang bisa datang disampungku tanpa kupanggil. Seseorang yang paling pengertian yang tidak meminta ini itu sebelum bertanya, "apa umma punya uang sekarang?"
Sementara aku ?
Yang masih sulit menerima saat dia mengindahkan ajakanku untuk sholat.
Yang masih merasa kecewa, saat dia sibuk mengusili adiknya di saat sibukku.
Yang masih kesal saat dia berlama-lama melewati batas waktu screentimenya.
Aku, yang masih menunjukkan cintaku bersyarat.
Nak, terima kasih telah mengajari umma apa itu cinta tanpa syarat. Semoga Umma bisa memberikannya untukmu nak.
Nak, ada banyak rasa bersalah yang umma simpan untukmu. Mau kah kau memaafkannya sekali lagi nak ?
Semoga Allah kumpulkan kita sekeluarga di surga yaa nak..

Komentar
Posting Komentar