Rabu, 23 Oktober 2019

Ghaza Membaik

Alhamdulillah..
Sejak kemarin Ghaza sudah mulai bicara dengan normal seperti biasa dengan sedikit terbata diawal kalimat, tetapi hanya sekitar 4-5 kali dalam sehari.
Sungguh Allah memberi kemudahan bersama kesulitan dan banyak hikmah yang sy petik dari ujian kali ini.

Senin kemarin, sy sudah bulat akan membawa Ghaza ke Terapi Wicara. Namun ditenangkan oleh suami dan diminta untuk berusaha lagi sambil melihat perkembangan Ghaza beberapa hari. Bagaimana tidak, malam sebelumnya Ghaza mulai terlihat frustasi dengan cara bicaranya yg terbata-bata itu. Biasanya dia akan menutup mulutnya saat mulai terbata, tapi malam itu dia mulai menarik-narik mulut bahkan sampai menghentak-hentakan kakinya ke lantai. Sy tidak mampu menahan tangis melihatnya saat itu. Segera berlari ke kamar mandi dan menumpahkan semua ketakutan-ketakutan beberapa minggu ini. Paginya keluar bersama suami dan anak-anak dan menunjukkan tempat terapi wicara ke suami. Dalam perjalanan pulang, kami memutuskan untuk tidak singgah mendaftar, suami berhasil menenangkan dan menguatkan saya.

Beberapa hal yang kami lakukan :
1. Tidak memberi Ghaza gadget dan TV. Tapi Ghaza masih menonton TV sesekali di ruang tamu bersama datonya, tidak lama krn Ghaza tdk tahan panas dan lebih nyaman di kamar.
2. Ghaza juga mulai ditenangkan abahnya. Beliau memang paling ahli dibagian ini. Ghaza diminta untuk mengucapkan "Bismillah" ketika lupa atau tdk bisa mengeluarkan apa yg dia pikirkan. Alhamdulillah cara ini berhasil menenangkan Ghaza dan tdk sampai menarik mulut/menghentakkan kakinya lagi.
3. Fokus menemani Ghaza, menjadikannya prioritas utama kami saat ini. Dengan begini, sy pun berhenti melakukan kegiatan-kegiatan sambilan dan meminimalisir penggunaan gadget di siang hari.
4. Banyak bercerita dengan Ghaza, termasuk sounding bahwa Ghaza sudah pintar berbicara sejak kecil jadi Ghaza pasti bisa berbicara seperti dulu lagi.
5. Sering membacakan buku buat Ghaza.
6. Yang paling penting adalah berdoa lalu kembalikan semuanya pada Allah.

Sy jadi ingat salah satu pesan Ibu Septi, bahwa ujian tidak akan jauh dari apa yang kita pelajari. Maka kita yang fokus pada pendidikan anak dan keluarga,biasanya ujiannya seputar anak, pasangan dan keluarga. Tidak ada jalan lain selain menerima ujian ini dan berusaha untuk lulus naik kelas.

Alhamdulillah..
Bagian dari cara Allah menegur kami sbg orang tua.
Sy banyak bermuhasabah tentang pola asuh, cara mendidik, dan menghadapi Ghaza Ghaziyah sekaligus.

Berharap ujian ini segera berakhir dengan nilai yang baik disisi Allah, dan kami dinyatakan lulus untuk kemudian diangkat derajat dgn berlimpah keberkahan yg dipanen di surga-Nya. Aamiin




Palu, 23 Oktober 2019

Rabu, 16 Oktober 2019

Ghaza, Teman Umma!



Sudah seminggu ini ghaza mulai membuka setiap kalimatnya dgn terbata². Entah penyebabnya apa..

Sy dan suami berusaha saling menenangkan dan menarik beberapa dugaan. Apa mungkin krn kosakatanya semakin banyak sehingga dia bingung untuk mengungkapkan semua yg ada di pikiran nya ?

Krn hal serupa pernah dialami sepupunya, dan alhamdulillah sekarang normal² saja.

Sy pun menduga, apa mungkin krn gadget dan TV yg terlalu sulit sy kontrol pasca gempa ?

Tinggal di rumah Mama untuk sementara waktu dengan sepupu-sepupu Ghaza, jauh dari support system (buku, mainan, alat bahan craft) di rumah mertua tempat tinggal sebelumnya. Gadget dari suami dan kelahiran anak kedua yg butuh perhatian ekstra. Akhirnya, jd "alasan" untuk tidak mendisiplinkan Ghaza soal ini T.T
Setelah kembali ke rumah mertua, sy sudah mulai mengontrol ghaza bermain gadget. Bahkan 2 bulan belakangan ini sama sekali tanpa gadget, dengan alasan gadget tertinggal di rumah neneknya. Tapi TV yg ada di kamar menjadi target selanjutnya. Meski dibatasi, tp semenjak Ghaza mulai terbata-bata bicara, sy mulai menyembunyikan remote TV dan tegas terhadap batas waktu menonton Tv bagi Ghaza.

Setelah mencari tau di google, suami juga menduga hal ini disebabkan dr sisi psikologisnya (pergolakan emosional). Sy pun berpikir apa Ghaza cemburu dengan adiknya ? Meski diluar ghaza baik² sj dgn adiknya tetapi di dalam hatinya ada kecemburuan yg besar ?

Ada banyak dugaan dan kekhawatiran sy beberapa minggu ini karena belum tahu pasti penyebabnya.

Hingga hari ini, ghaza menangis..
Sy tertidur saat menyusui adiknya, dan suami pun tdr. Ghaza sedang menonton sesuai batas waktu yg kami sepakati. Tiba² sy terbangun krn ghaza memanggil dgn suara terisak klo dia ingin pipis.

Sy pun menemaninya ke kamar mandi sementara dia sdh tdk lg terisak. Pelan² sy bertanya alasannya menangis. Dengan pelan dia bilang,"tidak ada temannya ghaza." kemudian tangisnya pecah.

Ya Allah anakku 😭

Apa ini penyebabnya ?

Sy akui, adiknya yg sdh lincah merangkak dan mulai belajar berdiri ini benar² menguras energi. Apalg pasca jatuh dr tempat tidur. Perhatian lebih fokus lg ke adiknya.

Di rumah sini mmg berbeda dgn di rumah nenek dimana ghaza selalu punya teman bermain. Di sini hanya kami.. Jd wajar jika ghaza mengeluh tdk punya teman.
Apalg selama ini perhatian sy sepenuhnya buat ghaza. Menemaninya bermain, belajar sampai menonton pun bersama.
Setelah ada adiknya perhatian terbagi.

Ghaza nak..

Maafkan Umma..

Umma hrs bgmn nak 😭




Palu, 13 Oktober 2019

Rabu, 19 Juni 2019

Pengingat I

Dalam keretakan yg kusadari.. ada hati yg basah dalam syukur dan ilmu yg memercik-mercik keluar perlahan..

Semakin dalam muhasabah, semakin larut diriku dalam tangis.. sy sadar, banyaknya kesalahan-kesalahan yg terjadi tanpa disengaja bahkan tanpa disadari krn lelahnya fisik akibat rutinitas harian, atau krn terlalu biasa dan sering terjadi.

Sy belajar bahwa senyaman-nyamannya sy, tetap harus mengontrol diri, membatasinya dr kebiasaan buruk atau inner child yg menghantui.

Semakin sy belajar kembali, semakin sadar bahwa sebenar apapun salahnya tetap di saya. Sesalah bagaimanapun, sebabnya pastilah dr sy..

Sy memohon ampun untuk kekhilafan ini dan bersyukur atas setiap celah yg Allah perlihatkan..

Rabu, 02 Mei 2018

Umma Mendongeng | DAY 14

Bismillaah..

Tidak terasa sudah hari ke 13 yaa.. Alhamdulillah bisa sampai di hari ini, semoga istiqomah seterusnya. aamiin..

Hari ini Umma membacakan buku  cerita pada Ghaza, lebih tepatnya Umma meringkas cerita yang ada dibuku agar lebih mudah dipahami Ghaza. Buku ini bercerita tentang 3 sekawang yang berusaha menemukan domba-domba penduduk yang hilang. Ternyata, domba-domba itu dibawa oleh seorang monster yang sellau kedinginan setiap malam. Monster menggunakan domba-domba sebagai selimutnya. Ketiga sahabat yang mengetahui ini pun berniat membantu monster agar tidak kedinginan lagi. Dibantu oleh seluruh warga, 3 sahabat ini membuatkan baju hangat dari bulu-bulu domba untuk si Monster. Dan alhamdulillah monsternya senang dengan baju hangatnya dan tidur pulas tanpa kedinginan.

Alhamdulillah, ini salah satu buku yang sering Umma bacakan buat Ghaza. Meskipun tidak setiap hari tetapi termasuk paling sering karena ini salah satu buku pertama yang Umma belikan saat Ghaza berusia 6 bulan. Ghaza masih anteng juga mendengar cerita tentang domba ini.

Selasa, 01 Mei 2018

Umma Mendongeng | DAY 13

Bismillaah..

Hari libur, yeaaay yang berarti hari sibuk Umma hehe
Hari ini Umma fokus jualan karena ada Abah dan Imi yang bersedia menjadi kurir dadakan. Sorenya Umma kedatangan sahabat-sahabat dari Komunitas Sosial tempat Umma bergabung sebelum menikah. Tadi juga ada dede Seviya yang ikut bersama Umma Ayahnya. Umma menunjukkan animals shadow puppet yang Umma buat kemarin dan ingin bercerita buat Ghaza dan Viya. Tapi anak-anaknya lebih ask dengan bayangan di dinding daripada cerita Umma haha.


Setelah dede Viya dan tante om pulang, Umma bercerita lagi tentang seekor bebek ramah yang berpetualang dan berteman baik dengan hewan-hewan yang ditemuinya. Kali ini Umma menggunakan finger puppets yang Umma buat beberapa bulan lalu. Sayangnya, mungkin karena Ghaza sudah ngantuk dan Umma yang kelelahan, ceritanya kurang menyenangkan dna Ghaza juga kurang tertarik.

Alhamdulillaah..
Menjadi pelajaran untuk hari ini adalah melakukan persiapan sebelum bercerita termasuk fisik dan mental hahaha Semangat!

Senin, 30 April 2018

Umma Mendongeng | DAY 12

MEMBANGUN KARAKTER ANAK LEWAT DONGENG


Bismillaah..

Hari ini Ghaza belum move on dengan DIY Animals Shadow Puppets yang Umma buat semalam. Ghaza terus memainkannya dan meminta Umma bercerita. Umma pun bercerita namun kali ini menggunakan menggunakan bantal sebagai panggungnya. Ghaza terima-terima saja meski tanpa mematikan lampu dan menggunakan bayangannya. Umma bercerita tentang hewan-hewan di hutan yang ramah dan senang bermain bersama-sama. Umma mengangkat cerita ini agar Ghaza tidak mudah berkata "NO" pada orang baru maupun teman-teman seusianya. Maklum, karena jarang keluar rumah dan bertemu dengan orang-orang, Ghaza kadang lebih nyaman bermain sendiri. Semoga dengan cerita-cerita dan latihan yang Umma berikan, Ghaza bisa dan mau bersosialisasi dengn baik. Aamiin..



Minggu, 29 April 2018

Umma Mendongeng | DAY 11

MEMBANGUN KARAKTER ANAK LEWAT DONGENG


Bismillaah..
Ini salah satu yang ingin Umma buatkan untuk Ghaza sejak lama, alhamdulillah bisa terealisasi bersamaan dengan tantangan kali ini, Animals Shadow puppets. Bahan-bahannya sederhana, cukup sediakan kertas tebal (karton,dll) untuk memprint pritablenya juga stik es krim dan cahaya lampu (Umma pakai lampu HP).

Kali ini, Umma bercerita tentang persahabatan hewan-hewan di hutan. Alhamdulillah Ghaza sangat senang, ini saking senangnya cerita Umma tidak bisa selesai karena anaknya sibuk ingin main dengan bayangan hewannya. Umma biarkan dulu kali ini, Insya Allah besok bisa main dengan cerita yang lainnya.



oiya, bunda-bunda yang ingin printable bisa didapatkan di sini yaa :
https://bit.ly/2jeiX1X

Semoga bermanfaat :)

Sabtu, 28 April 2018

Umma Mendongeng | DAY 10

Bismillaah..

Seharian ini Umma sibuk menyiapkan jualan untuk berjualan di salah satu kegiatan di Golni, sejak sore Ghaza di rumah bersama Abah. Pulang dari tempat kegiatan, Umma buru-buru mengambil buku dan bercerita pada Ghaza. Kisah kali ini adalah tentang seekor anjing yang kehausan dan ditolong oleh seorang pria yang baik hati. Umma belum bisa mengarang cerita dan mempersiapkan bahan lagi hari ini, jadi lagi-lagi mmeinta bantuan buku cerita Ghaza.


Umma berusaha sebisa mungkin menemani Ghaza terutama menyempatkan waktu untuk bercerita padanya. Beberapa hari bercerita, Umma melihat Ghaza senang dan sering minta sendiri untuk dibacakan buku atau Umma bercerita. Karena itu, Umma tidak ingin ini terputus hanya karena kesibukan. Semoga Umma bisa istiqomah yaa nak sayang.. Ini juga menjadi tebusan atas rasa bersalah Umma yang tidak bisa menemani Ghaza main seharian seperti dulu lagi.. Semangat Semangat!!!


Jumat, 27 April 2018

Umma Mendongeng | DAY 9

MEMBANGUN KARAKTER ANAK LEWAT DONGENG


Bismillaah..

Seperti kemarin.. Umma yang sibuk dengan dagangan di teras berusaha sebisa mungkin meluangkan waktu bermain dan bercerita pada Ghaza. Kali ini masih dengan bantuan buku, Umma bercerita tentang Mobil merah yang sakit dan membutuhkan pertolongan. Kemudian datanglah si mobil kuning mengantar mobil merah ke bengkel. Di bengkel, mobil merah dibantu oleh seorang mekanik. Berkat bantuan mobil kuning dan mekanik, mobil merah sembuh dan bisa berjalan lagi seperti biasa.


Kurang lebih seperti itu cerita singkatnya. Umma ingin menanamkan pada Ghaza betapa senangnya bila saling tolong menolong. Ghaza senang dibacakan cerita ini dan meminta dibacakan cerita dr buku lainnya.

Alhamdulillah.. Beberapa hari dibacakan cerita, Ghaza memperlihatkan respon yang baik dan terus meminta dibacakan cerita² lainnya. Meskipun cerita yang Umma bawakan sebagian besar hanya hasil karangan sendiri ataupun mengambil ide cerita dari gambar-gambar di buku. Semoga bisa terus istiqomah sesibuk apapun yaa umm..

Kamis, 26 April 2018

Umma Mendongeng | DAY 8

MEMBANGUN KARAKTER ANAK LEWAT DONGENG


Bismillaah..
Hari-hari kembali normal setelah mulai jualan lagi hehe. Karena waktu bersama Ghaza menjadi lebih sedikit, Umma belum sempat mempersiapkan dongeng/cerita baru. Jadi kali ini, lagi-lagi Umma menggunakan buku sebagai bantuan. Kali ini Umma bercerita tentang si Sapi yang kehilangan kakinya dan berusaha untuk menemukannya. Umma banyak melibatkan Ghaza dalam cerita kali ini. Ghaza yang membolak-balikan buku dan mencari kaki si Sapi dan juga Umma meminta Ghaza menyebutkan satu per satu kaki yang ditemukannya hingga berhasil menemukan kaki sapi yang sebenarnya.


Sedikit yaa.. Hiks.. Maafkan Umma Ghaza nak..
Insya Allah besok bisa mendongeng lebih banyak dna lebih lama lagi ya nak yaa..

Ghaza Membaik

Alhamdulillah..
Sejak kemarin Ghaza sudah mulai bicara dengan normal seperti biasa dengan sedikit terbata diawal kalimat, tetapi hanya sekitar 4-5 kali dalam sehari.
Sungguh Allah memberi kemudahan bersama kesulitan dan banyak hikmah yang sy petik dari ujian kali ini.

Senin kemarin, sy sudah bulat akan membawa Ghaza ke Terapi Wicara. Namun ditenangkan oleh suami dan diminta untuk berusaha lagi sambil melihat perkembangan Ghaza beberapa hari. Bagaimana tidak, malam sebelumnya Ghaza mulai terlihat frustasi dengan cara bicaranya yg terbata-bata itu. Biasanya dia akan menutup mulutnya saat mulai terbata, tapi malam itu dia mulai menarik-narik mulut bahkan sampai menghentak-hentakan kakinya ke lantai. Sy tidak mampu menahan tangis melihatnya saat itu. Segera berlari ke kamar mandi dan menumpahkan semua ketakutan-ketakutan beberapa minggu ini. Paginya keluar bersama suami dan anak-anak dan menunjukkan tempat terapi wicara ke suami. Dalam perjalanan pulang, kami memutuskan untuk tidak singgah mendaftar, suami berhasil menenangkan dan menguatkan saya.

Beberapa hal yang kami lakukan :
1. Tidak memberi Ghaza gadget dan TV. Tapi Ghaza masih menonton TV sesekali di ruang tamu bersama datonya, tidak lama krn Ghaza tdk tahan panas dan lebih nyaman di kamar.
2. Ghaza juga mulai ditenangkan abahnya. Beliau memang paling ahli dibagian ini. Ghaza diminta untuk mengucapkan "Bismillah" ketika lupa atau tdk bisa mengeluarkan apa yg dia pikirkan. Alhamdulillah cara ini berhasil menenangkan Ghaza dan tdk sampai menarik mulut/menghentakkan kakinya lagi.
3. Fokus menemani Ghaza, menjadikannya prioritas utama kami saat ini. Dengan begini, sy pun berhenti melakukan kegiatan-kegiatan sambilan dan meminimalisir penggunaan gadget di siang hari.
4. Banyak bercerita dengan Ghaza, termasuk sounding bahwa Ghaza sudah pintar berbicara sejak kecil jadi Ghaza pasti bisa berbicara seperti dulu lagi.
5. Sering membacakan buku buat Ghaza.
6. Yang paling penting adalah berdoa lalu kembalikan semuanya pada Allah.

Sy jadi ingat salah satu pesan Ibu Septi, bahwa ujian tidak akan jauh dari apa yang kita pelajari. Maka kita yang fokus pada pendidikan anak dan keluarga,biasanya ujiannya seputar anak, pasangan dan keluarga. Tidak ada jalan lain selain menerima ujian ini dan berusaha untuk lulus naik kelas.

Alhamdulillah..
Bagian dari cara Allah menegur kami sbg orang tua.
Sy banyak bermuhasabah tentang pola asuh, cara mendidik, dan menghadapi Ghaza Ghaziyah sekaligus.

Berharap ujian ini segera berakhir dengan nilai yang baik disisi Allah, dan kami dinyatakan lulus untuk kemudian diangkat derajat dgn berlimpah keberkahan yg dipanen di surga-Nya. Aamiin




Palu, 23 Oktober 2019

Ghaza, Teman Umma!



Sudah seminggu ini ghaza mulai membuka setiap kalimatnya dgn terbata². Entah penyebabnya apa..

Sy dan suami berusaha saling menenangkan dan menarik beberapa dugaan. Apa mungkin krn kosakatanya semakin banyak sehingga dia bingung untuk mengungkapkan semua yg ada di pikiran nya ?

Krn hal serupa pernah dialami sepupunya, dan alhamdulillah sekarang normal² saja.

Sy pun menduga, apa mungkin krn gadget dan TV yg terlalu sulit sy kontrol pasca gempa ?

Tinggal di rumah Mama untuk sementara waktu dengan sepupu-sepupu Ghaza, jauh dari support system (buku, mainan, alat bahan craft) di rumah mertua tempat tinggal sebelumnya. Gadget dari suami dan kelahiran anak kedua yg butuh perhatian ekstra. Akhirnya, jd "alasan" untuk tidak mendisiplinkan Ghaza soal ini T.T
Setelah kembali ke rumah mertua, sy sudah mulai mengontrol ghaza bermain gadget. Bahkan 2 bulan belakangan ini sama sekali tanpa gadget, dengan alasan gadget tertinggal di rumah neneknya. Tapi TV yg ada di kamar menjadi target selanjutnya. Meski dibatasi, tp semenjak Ghaza mulai terbata-bata bicara, sy mulai menyembunyikan remote TV dan tegas terhadap batas waktu menonton Tv bagi Ghaza.

Setelah mencari tau di google, suami juga menduga hal ini disebabkan dr sisi psikologisnya (pergolakan emosional). Sy pun berpikir apa Ghaza cemburu dengan adiknya ? Meski diluar ghaza baik² sj dgn adiknya tetapi di dalam hatinya ada kecemburuan yg besar ?

Ada banyak dugaan dan kekhawatiran sy beberapa minggu ini karena belum tahu pasti penyebabnya.

Hingga hari ini, ghaza menangis..
Sy tertidur saat menyusui adiknya, dan suami pun tdr. Ghaza sedang menonton sesuai batas waktu yg kami sepakati. Tiba² sy terbangun krn ghaza memanggil dgn suara terisak klo dia ingin pipis.

Sy pun menemaninya ke kamar mandi sementara dia sdh tdk lg terisak. Pelan² sy bertanya alasannya menangis. Dengan pelan dia bilang,"tidak ada temannya ghaza." kemudian tangisnya pecah.

Ya Allah anakku 😭

Apa ini penyebabnya ?

Sy akui, adiknya yg sdh lincah merangkak dan mulai belajar berdiri ini benar² menguras energi. Apalg pasca jatuh dr tempat tidur. Perhatian lebih fokus lg ke adiknya.

Di rumah sini mmg berbeda dgn di rumah nenek dimana ghaza selalu punya teman bermain. Di sini hanya kami.. Jd wajar jika ghaza mengeluh tdk punya teman.
Apalg selama ini perhatian sy sepenuhnya buat ghaza. Menemaninya bermain, belajar sampai menonton pun bersama.
Setelah ada adiknya perhatian terbagi.

Ghaza nak..

Maafkan Umma..

Umma hrs bgmn nak 😭




Palu, 13 Oktober 2019

Pengingat I

Dalam keretakan yg kusadari.. ada hati yg basah dalam syukur dan ilmu yg memercik-mercik keluar perlahan..

Semakin dalam muhasabah, semakin larut diriku dalam tangis.. sy sadar, banyaknya kesalahan-kesalahan yg terjadi tanpa disengaja bahkan tanpa disadari krn lelahnya fisik akibat rutinitas harian, atau krn terlalu biasa dan sering terjadi.

Sy belajar bahwa senyaman-nyamannya sy, tetap harus mengontrol diri, membatasinya dr kebiasaan buruk atau inner child yg menghantui.

Semakin sy belajar kembali, semakin sadar bahwa sebenar apapun salahnya tetap di saya. Sesalah bagaimanapun, sebabnya pastilah dr sy..

Sy memohon ampun untuk kekhilafan ini dan bersyukur atas setiap celah yg Allah perlihatkan..

Umma Mendongeng | DAY 14

Bismillaah..

Tidak terasa sudah hari ke 13 yaa.. Alhamdulillah bisa sampai di hari ini, semoga istiqomah seterusnya. aamiin..

Hari ini Umma membacakan buku  cerita pada Ghaza, lebih tepatnya Umma meringkas cerita yang ada dibuku agar lebih mudah dipahami Ghaza. Buku ini bercerita tentang 3 sekawang yang berusaha menemukan domba-domba penduduk yang hilang. Ternyata, domba-domba itu dibawa oleh seorang monster yang sellau kedinginan setiap malam. Monster menggunakan domba-domba sebagai selimutnya. Ketiga sahabat yang mengetahui ini pun berniat membantu monster agar tidak kedinginan lagi. Dibantu oleh seluruh warga, 3 sahabat ini membuatkan baju hangat dari bulu-bulu domba untuk si Monster. Dan alhamdulillah monsternya senang dengan baju hangatnya dan tidur pulas tanpa kedinginan.

Alhamdulillah, ini salah satu buku yang sering Umma bacakan buat Ghaza. Meskipun tidak setiap hari tetapi termasuk paling sering karena ini salah satu buku pertama yang Umma belikan saat Ghaza berusia 6 bulan. Ghaza masih anteng juga mendengar cerita tentang domba ini.

Umma Mendongeng | DAY 13

Bismillaah..

Hari libur, yeaaay yang berarti hari sibuk Umma hehe
Hari ini Umma fokus jualan karena ada Abah dan Imi yang bersedia menjadi kurir dadakan. Sorenya Umma kedatangan sahabat-sahabat dari Komunitas Sosial tempat Umma bergabung sebelum menikah. Tadi juga ada dede Seviya yang ikut bersama Umma Ayahnya. Umma menunjukkan animals shadow puppet yang Umma buat kemarin dan ingin bercerita buat Ghaza dan Viya. Tapi anak-anaknya lebih ask dengan bayangan di dinding daripada cerita Umma haha.


Setelah dede Viya dan tante om pulang, Umma bercerita lagi tentang seekor bebek ramah yang berpetualang dan berteman baik dengan hewan-hewan yang ditemuinya. Kali ini Umma menggunakan finger puppets yang Umma buat beberapa bulan lalu. Sayangnya, mungkin karena Ghaza sudah ngantuk dan Umma yang kelelahan, ceritanya kurang menyenangkan dna Ghaza juga kurang tertarik.

Alhamdulillaah..
Menjadi pelajaran untuk hari ini adalah melakukan persiapan sebelum bercerita termasuk fisik dan mental hahaha Semangat!

Umma Mendongeng | DAY 12

MEMBANGUN KARAKTER ANAK LEWAT DONGENG


Bismillaah..

Hari ini Ghaza belum move on dengan DIY Animals Shadow Puppets yang Umma buat semalam. Ghaza terus memainkannya dan meminta Umma bercerita. Umma pun bercerita namun kali ini menggunakan menggunakan bantal sebagai panggungnya. Ghaza terima-terima saja meski tanpa mematikan lampu dan menggunakan bayangannya. Umma bercerita tentang hewan-hewan di hutan yang ramah dan senang bermain bersama-sama. Umma mengangkat cerita ini agar Ghaza tidak mudah berkata "NO" pada orang baru maupun teman-teman seusianya. Maklum, karena jarang keluar rumah dan bertemu dengan orang-orang, Ghaza kadang lebih nyaman bermain sendiri. Semoga dengan cerita-cerita dan latihan yang Umma berikan, Ghaza bisa dan mau bersosialisasi dengn baik. Aamiin..



Umma Mendongeng | DAY 11

MEMBANGUN KARAKTER ANAK LEWAT DONGENG


Bismillaah..
Ini salah satu yang ingin Umma buatkan untuk Ghaza sejak lama, alhamdulillah bisa terealisasi bersamaan dengan tantangan kali ini, Animals Shadow puppets. Bahan-bahannya sederhana, cukup sediakan kertas tebal (karton,dll) untuk memprint pritablenya juga stik es krim dan cahaya lampu (Umma pakai lampu HP).

Kali ini, Umma bercerita tentang persahabatan hewan-hewan di hutan. Alhamdulillah Ghaza sangat senang, ini saking senangnya cerita Umma tidak bisa selesai karena anaknya sibuk ingin main dengan bayangan hewannya. Umma biarkan dulu kali ini, Insya Allah besok bisa main dengan cerita yang lainnya.



oiya, bunda-bunda yang ingin printable bisa didapatkan di sini yaa :
https://bit.ly/2jeiX1X

Semoga bermanfaat :)

Umma Mendongeng | DAY 10

Bismillaah..

Seharian ini Umma sibuk menyiapkan jualan untuk berjualan di salah satu kegiatan di Golni, sejak sore Ghaza di rumah bersama Abah. Pulang dari tempat kegiatan, Umma buru-buru mengambil buku dan bercerita pada Ghaza. Kisah kali ini adalah tentang seekor anjing yang kehausan dan ditolong oleh seorang pria yang baik hati. Umma belum bisa mengarang cerita dan mempersiapkan bahan lagi hari ini, jadi lagi-lagi mmeinta bantuan buku cerita Ghaza.


Umma berusaha sebisa mungkin menemani Ghaza terutama menyempatkan waktu untuk bercerita padanya. Beberapa hari bercerita, Umma melihat Ghaza senang dan sering minta sendiri untuk dibacakan buku atau Umma bercerita. Karena itu, Umma tidak ingin ini terputus hanya karena kesibukan. Semoga Umma bisa istiqomah yaa nak sayang.. Ini juga menjadi tebusan atas rasa bersalah Umma yang tidak bisa menemani Ghaza main seharian seperti dulu lagi.. Semangat Semangat!!!


Umma Mendongeng | DAY 9

MEMBANGUN KARAKTER ANAK LEWAT DONGENG


Bismillaah..

Seperti kemarin.. Umma yang sibuk dengan dagangan di teras berusaha sebisa mungkin meluangkan waktu bermain dan bercerita pada Ghaza. Kali ini masih dengan bantuan buku, Umma bercerita tentang Mobil merah yang sakit dan membutuhkan pertolongan. Kemudian datanglah si mobil kuning mengantar mobil merah ke bengkel. Di bengkel, mobil merah dibantu oleh seorang mekanik. Berkat bantuan mobil kuning dan mekanik, mobil merah sembuh dan bisa berjalan lagi seperti biasa.


Kurang lebih seperti itu cerita singkatnya. Umma ingin menanamkan pada Ghaza betapa senangnya bila saling tolong menolong. Ghaza senang dibacakan cerita ini dan meminta dibacakan cerita dr buku lainnya.

Alhamdulillah.. Beberapa hari dibacakan cerita, Ghaza memperlihatkan respon yang baik dan terus meminta dibacakan cerita² lainnya. Meskipun cerita yang Umma bawakan sebagian besar hanya hasil karangan sendiri ataupun mengambil ide cerita dari gambar-gambar di buku. Semoga bisa terus istiqomah sesibuk apapun yaa umm..

Umma Mendongeng | DAY 8

MEMBANGUN KARAKTER ANAK LEWAT DONGENG


Bismillaah..
Hari-hari kembali normal setelah mulai jualan lagi hehe. Karena waktu bersama Ghaza menjadi lebih sedikit, Umma belum sempat mempersiapkan dongeng/cerita baru. Jadi kali ini, lagi-lagi Umma menggunakan buku sebagai bantuan. Kali ini Umma bercerita tentang si Sapi yang kehilangan kakinya dan berusaha untuk menemukannya. Umma banyak melibatkan Ghaza dalam cerita kali ini. Ghaza yang membolak-balikan buku dan mencari kaki si Sapi dan juga Umma meminta Ghaza menyebutkan satu per satu kaki yang ditemukannya hingga berhasil menemukan kaki sapi yang sebenarnya.


Sedikit yaa.. Hiks.. Maafkan Umma Ghaza nak..
Insya Allah besok bisa mendongeng lebih banyak dna lebih lama lagi ya nak yaa..