Postingan

Berdagang..

Gambar
Yup, saya lebih senang menyebutnya berdagang dan saya sebagai pedagang. Karena kisah Rosulullah Shollallahu Alaihi wa Sallam sebagai pedagang yang saya dengar sejak kecil itu sangat berkesan. Alhamdulillah saya sennag berdagang. Awalnya saya mulai dari menjaga kantin sekolah. Dan dari sini saya mendapat upah sesuai keuntungan dari kantin sekolah yang dititipi berbagai dagangan orang tua murid. SMP, saya lupa ada momen berdagnga apa. Yang jelas saya sering diminta bantu menjaga kios campuran milik Mama yang kemudian beralih ke milik Kakakku. Upah, tentu saja tidak ada hahaha. Alhamdulillah bisa belajar mengatur barang, belanja barang, dll. Tahu tentang modal dan keuntungan juga lebih detail dari sini. Masa SMA, kayaknya saya hanya fokus bertahan hidup saat itu hahaha. Tidak ada berdagang atau jualan apapun, saya lupa sih. Paling berkesan adalah saat kuliah, melihat para kakak senior yang berdagang. Maasya Allah, merasa terpanggil dan ikutan berdagang juga. Sepanjang masa kuliah kayaknya...

Terima Kasih untuk Hari ini..

Gambar
Hai tii, terima kasih hari ini sudah memberikan kesempatan untuk tubuhmu istirahat, membayar utang tidur yang kuran selama sepakan kemarin anak-anak yang gantian sakit. Terima kasih hari ini sudah berusaha untuk masak sat set di dapur, menyiapkan makanan kesukaan anak-anak. Yeaaay, perjuangan berlelah-lelah food preparation yang kau lakukan berhasil! Terima kasih sudah memberanikan diri menyetir dengan perjalanan panjang hari ini. Menjemput sahabatmu, menjemput si sulung, beli bawang goreng, dan pulang ke rumah. Semoga makin lancar nyetirnya yaa tii. Oiya, jangan lupa mengucapkan terima kasih pada suamimu yang sudah memfasilitasi dan mengizinkanmu nongkrong bareng bestie hari ini ya. Terima kasih juga untuk bertahan atas pilihan-pilihanmu. Saya senang saat kamu berani untuk melakukannya, rasanya seperti kamu sedang membela dirimu sendiri. Senang rasanya merasa ada yang membela, ada seseorang yang akan selalu berada dipihakku. Hai Tii, dari semua apresiasi atas usahamu hari ini. Bersyuk...

Aku yang Tidak Cukup Baik di Masa Lalu

Gambar
" Apa yang membuatmu merasa tidak cukup baik di masa lalu?" Karena aku tidak mengenal diriku dengan baik. Bahkan perilakuku yang sellau mengutamakan orang lain dibanding diriku sendiri, tidak kukenali sebagai bagian akibat luka-luka yang pernah kualami sejak masa kecil sampai hari itu. Penolakan, dihindari, dikucilkan, di bully, dan sejenisnya yang membuatku rela melakukan semaksimal dan serendah mungkin hanya untuk diterima oleh orang lain. Ada banyak potensi yang Allah karuniakan padaku yang sama sekali tidak terlihat olehku. Kalaupun terlihat olehku, dengan senang hati akan kuserahkan ke orang lain atau bertindak dibelakang layar atau punggung seseorang. Tentu bukan salah orang lain, tapi aku yang tidak tahu bagaimana harus mengenali diriku sendiri. Alhamdulillah, Allah pertemukan dengan orang-orang yang menemani proses bertumbuhku. Membimbing dan memberikan teladan yang luar biasa melekat hingga membawaku ke titik ini. Sehingga si People Pleasure yang dulu selalu mengutam...

Yang Spesial di Benih Cahaya

 "Tidak semua perpisahan itu atau ketidakbersamaan itu adalah bagian dari renggangnya hubungan. Tidak semua! Sebagaimana tidak semua kebersamaan fisik dan pertemuan itu menunjukkan rasa cinta. Karena yang menjadi parameter adalah kedekatan hati." Kalimat dari Ustadz Nuzul Dzikri diatas saya dengarkan saat memilih kajian yang paling atas di beranda YouTube untuk didengarkan selama perjalanan menuju pertemuan Ibu Profesional Sulteng. Maasya Allah, pas sekali menutup segala kegalauan, pencarian hikmah, pelengkap syukur untuk ujian beberapa hari ini. Di setelah pertemuan bersama teman-teman di IP, kami lanjut ngobrol lagi sesama member Benih Cahaya. Obrolan seperti biasa yang menuai tangis dan tawa. Mungkin aneh bagi sebagian orang, tapi bagi saya ini adalah salah satu hal yang spesial dari Benih Cahaya. Kami bisa dengan mudah menggali ke dalam diri (biidznillah) dan menangis bersama-sama. Kalau kata Ibu Yati, menangis itu salah satu cara mencuci hati. Mencuci hati dengan air mat...

Luka yang Menyebabkan Tidak PD Bicara di Depan Umum? Ini Tipsnya!

Gambar
Hari ini setelah hampir sepekan merawat anak-anak yang bergantian sakit, saya berkesempatan menghadiri selebrasi salah satu sahabat yang Lulus di Kelas Bunda Cekatan. Temanya adalah bagaimana bisa tampil PD berbicara di depan publik. Maasya Allah, menarik sekali isinya dan juga cara Mama Qiana membawakannya dengan penuh percaya diri. Saya ikut bangga atas satu titik pertumbuhan beliau. Yang ingin saya ungkapkan lewat tulisan kali ini tentang sesi sharing-sharing di pertemuan tadi. Ternyata sebagian besar teman-teman yang tidak PD untuk tampil itu disebabkan akrena ada luka di masa lalu yang menyakiti mereka. Sehingga mereka memilih untuk menutup bahkan untuk sekedar mencoba. Beberapa tips dari hasil diskusi kami untuk mengatasi hal ini adalah : Tuliskan lukamu. Mungki saat diceritakan kembali seperti tadi, kita bisa bercerita dengan mudah sambil menertawakan luka masa lalu. Namun, saat menyendiri dan menuliskannya, kita mulai memanggil kembali memori tersebut dengan detail, dan mengen...

Berbeda Bukan Berarti Buruk

Gambar
"Rati sayang, saat ini Allah sedang mengajarkan pelajaran penting. Bahwa setiap orang punya pilihan dan bisa saja berbeda dengan Rati. Berbedanya bukan berarti buruk." Begitu kalimat gurunya yang membuatku terpaku. Mengulang pikiran-pikiran yang sudah saya olah beberapa hari ini. Aaah iya, bukankah kita tidak harus selalu sama tii ? Tidak apa-apa berbeda. Tidak apa-apa jika bukan saya orangnya. Bukan berarti saya jelek, kata guruku lagi. Memang karena pembagian rezeki saja dari Allah. Setelah kupikir-pikir lagi, bahkan jelek pun tidak apa-apa kan yaa. Inilah diriku, yang memang belum selesai dengan diri sendiri. Saya sedang berproses menerimanya apa adanya, sepaket dengan luka dan kelebihannya. Tidak apa-apa, toh saya masih terus berproses untuk terus bertumbuh. Bahkan jika saya mengambil jeda pun tidak apa-apa. Maasya Allah, berhari-hari uring-uringan berusaha menenangkan pikiran dan perasaan. Mencari celah-celah syukur dan hikmah tapi juga belum meredakan gejolak-gejolak di...

Mendidik itu Tidak Mendadak

Gambar
Bagiku mendidik anak adalah mendidik diri sendiri. Jika ingin anak menjadi pribadi yang jujur, tentu aku harus belajar untuk tidak berbohong sekalipun padanya. Sesederhana, "klo tidak minum obat akan disuntik dokter.", "nanti pak polisi mau marah.", "Umma tidak pergi." yang pada kenyataannya pergi. Merasa tidak asing dengan kalimat-kalimat ini kan? Mungkin iya sederhana, tapi pada praktinya amat sangat sulit. Kenapa ? Ya karena ini adalah kalimat yang sering aku dengar sejak kecil sampai saat ini meskipun dari orang tua lainnya. Seberdarah-darah apapun kita berupaya dengan teori, seberbusa-busa mulut kita menasihati anak, menurutku akan sulit tanpa teladan. Bukankah anak-anak cermin paling handal bagi kita orang tuanya? Oh iya, lihat saja bagaimana cara anak kita marah. Tidak asing juga ? Mirip siapa yaa kira-kira? hehe Alhamdulillah Allah karuniakan aku guru-guru yang tidak hanya indah perkataannya, namun juga teladannya. Kadang justru malu bercampur haru...