Postingan

Aku & Tumpukan Luka

Gambar
Ada satu hal memalukan yang belakangan mulai kusadari saat berinteraksi online di grup-grup WhatsApp yang kupunya. Ke-AKU-anku yang beberapa kali kutuliskan dan membuatkanku menyesalinya beberapa menit setelah pesan terkirim. Misal saat aku memperkenalkan bahwa salah satu tema yang dipuji itu berasal dari ideku. Mungkin masih menggunakan kalimat yang biasa saja bagi sebagian orang, tapi menurutku aku harus lebih bijak tanpa perlu mengakuinya. Setelah mengikuti sesi zoom healing di kelas Writing Healing Journey, aku mulai menyadari bahwa hal yang tidak bisa ku kontrol ini berasal dari tumpukan luka serupa sejak kecil sampai saat ini. Iya, ada Rati kecil yang selalu berusaha menjadi juara di kelasnya untuk mendapatkan pengakuan dari ibunya sebagai guru di sekolah tersebut. Tapi pengakuan itu tidak didapatkannya, justru amarah atau sindiran-sindiran sarkas karena merasa dipermalukan saat dia mendapatkan juara 2. Ada juga Rati diusia SMP yang untuk pertama kalinya keluar dari zona kesepian...

Tiga Hal Menyenangkan Hari Ini

Gambar
Tiga hal menyenangkan hari ini adalah anak-anak, Mama dan mati lampu. Hari ini, Mama mengajak saya dan anak-anak ke Mall. Mama mau mentraktir cucu-cucunya untuk  main di playground. Mungkin karena beliau tahu yaa, ini hal yang amat sangat jarang kami lakukan. Maasya Allah, anak-anak senang sekali. Tapi sebelum main, Mama mengajak makan di K*C, hal ini sudah saya ingatkan sebelumnya tentang anak-anak yang sekarang sudah aware dengan keadan di Palestina dan ikut memboikot produk-produk pendukung Israel. Tapi Mama tetap ingin, sayapun tidak berani membantah lagi. Daaaan, terjadi dong. Di pintu depan sebelum masuk, anak ke duaku menolak masuk. "Aku tidak mau makan K*C karena dia mendukung Israel." Anak ketiga yang mendengar itu ikut menyuarakan hal yang sama dan membuat neneknya tertawa. Setelahnya, kami menuju playground anak melewati beberapa toko mainan dan naik turun eskalator favorit anak-anak. Beberapa kali mereka terhenti di toko mainan dan menunjuk mainan kesukaannya. ...

Niat yang menyelamatkan

Gambar
Hari ini, seperti di Rabu sore biasanya adalah jadwal tahsin saya. Iya, saya masih belajar membaca Al-Quran bahkan sampai di usia ini sudah memiliki 3 anak. Klo diingat-ingat kembali, belajar Al-Quran adalah pelajaran yang terus saya lakukan sejak kecil bahkan sebelum saya sekolah. Di masa SD pun belajar, SMP jg demikian, SMA yang sama sekali tidak, lalu lanjut belajar lagi dari kuliah, sampai menikah dan punya anak. Hasilnya ? Tentu belum juga sempurna hingga hari ini. Pernah suatu kali, di tahun kemarin, saat guru ngajiku berhalangan hadir dan diganti dengan ustadzah yang lain, ustadzah ini agak tegas. Saya diminta ulang berkali-kali sampai sedikit mendekati benar. Belum benar loh ini haha. Saya sampai mau menangis saat itu ketika diminta ulang terus menerus tapi saya masih juga tidak mengerti dan salah terus. Hari ini, hujan sejak siang dan alhamdulillah mendekati jadwal tahsin hujannya mulai mereka. Saya pergi dengan kondisi sedikit gerimis. Di motor, setelah membaca doa naik kenda...

Tuliskan tiga hal yang paling kamu sukai tentang dirimu!

Gambar
  Hal pertama yang aku sukai dari diriku adalah anti mainstream hahaha. Aku tidak suka ikut-ikutan atau sama dengan kebanyakan orang. Bisa jadi ini karena tanpa sadar terbiasa dari kecil. Sejak kecil, kami bukan termasuk anak yang dibelikan mainan ini itu. Kalaupun ada mainan yang dibelikan, sayangnya itu setelah masa viralnya selesai. Setelah aku dan adikku melewati masa gigit jari melihat hampir semua anak punya mainan yang seperti itu. Jarang sekali dibelikan mainan, tapi kalau urusan sekolah, Mama akan mengupayakan yang terbaik. Maka aku akan memiliki tas sekolah yang berbeda dari teman-temanku, buku-buku wangi dan lucu yang dibeli langsung dari kota provinsi saat liburan sekolah. Apalagi buku pelajaran ? Tentu akan Mama upayakan. Mungkin karena itu yaa, sehingga aku terbiasa menggunakan barang-barang yang tidak sama dengan kebanyakan orang, tidak suka ikut-ikutan hal-hal yang viral, dan semacamnya. Jika melihat foto ini, aku akan teringat pada masa dimana aku mengenakan semua ...

Pasca Lahiran Anak ke 3

Gambar
  Jika ditanya satu momen yang benar-benar akan saya hindari dan tidak ingin kembali pada hari itu adalah hari-hari pasca lahiran anak ke 3. Subhanallah, rasanya hari demi hari sangat mencekam. Bukan semata-mata karena keadaannya, tapi karena pikiran-pikiran dalam kepalaku. Bahkan pada satu malam, saya sempat berpikir bahwa mati saat itu lebih baik. Alhamdulillah masih ada pikiran bahwa bunuh diri itu dosa yang besar. Dan ada banyak akibat-akibat setelahnya yang terus berputar-putar dalam kepalaku. Bagaimana dengan anak-anakku nantinya? Siapa yang akan merawat mereka? Apa saya justru akan semakin merepotkan orang tuaku? Dan berbagai kekhawatiran lainnya yang justru membuat pikiran ingin mati itu teralihkan. Hmm, apa itu yang disebut baby blues ? Di masa-masa itu saya merasa sangat tidak berharga, kelelahan fisik dan mental, juga ekspektasi-ekspektasi yang tidak bertemu di kenyataan. Pandangan orang-orang rumah padaku saat itu juga cukup berbeda setelah proses kelahiran anak pertama...

"Aku Bersyukur Karena Anakku mengajariku tentang cinta tanpa syarat"

Gambar
Ini cerita tentang seseorang yang mengajariku apa itu cinta tanpa syarat. Saat bertemu dengannya pertama kali, adalah saat yang tidak akan pernah kulupakan mungkin karena itu juga pertama kalinya aku menghadapi kesakitan paling sakit sepanjang hidupku. Aku mampu menghalau rasa kantuk dan lelah sepanjang malam hanya untuk memastikan ia lelap. Aku mampu menunda rasa lapar agar ia tertidur kekenyangan. Aku rela tidak bertemu siapapun di luar rumah, untuk memastikan dia aman dan ditempat yang nyaman. Rasanya aku melakukan semua untuknya yaa. Tapi ternyata, semakin bertumbuh, dialah yang meberikan segalanya buatku. Dia adalah temanku; teman makan, teman main, teman jalan-jalan, teman cerita dan teman tidur. Semua kami lakukan bersama dan lewati susah sepi dengan bahagia. Meskipun begitu, pernah saat adiknya lahir, kutemukan ia sesegukan di sudut tempat tidur dan berkata, "aku tidak tidak punya teman lagi". Oh tidak, temanku sedang kesepian karena aku sibuk dengan bayi yang terus m...

Luka disekujur hari

Gambar
Dalam proses perjalanan menjadi ibu, hingga memiliki tiga anak saat ini, Allah mempertemukan saya dengan sesama ibu yang saling menguatkan maasya Allah. Semakin dekat dengan mereka, saya menyadari bahwa kami menjalani peran dengan membawa "luka" masing-masing. Ada yang memiliki luka-luka kecil, tidak dalam, tapi penuh disekujur harinya. Ada lagi yang tidak memiliki luka sebanyak itu, tapi lukanya begitu dalam, bahkan hampir merenggut nyawanya. Aahhh, ada banyak jenis luka yang bahkan sulit untuk digambarkan lewat kata-kata. Dan tahukah umma luka yg paling menyakitkan? Bukan luka yg paling banyak darahnya, atau yang paling menguras air mata. Bukan. Melainkan luka yang ditorehkan oleh orang yang paling kami sayangi. Luka ini aneh. Entah kenapa rasa sakitnya tidak membuat rasa sayang kami berkurang sedikitpun. Aneh bukan? Kami tetap menjalani hari-hari sepenuh cinta seperti biasa. Namun saat bayang-bayang rasa sakitnya tiba-tiba muncul, kami meledak tak terkendali. Astaghfirulla...