Selasa, 29 September 2020

Hexahouse SANG RABITHA

Jurnal Pekan 1 - Hexagon City - Bunda Produktif


Bismillaah..

Setelah mendengarkan cerita Ibu tentang tugas dipekan pertama, saya jadi berpikir apa benar saya telah memilih passion yang tepat ? Sebelumnya saya sempat bingung menentukan pilihan pada Desain, Literasi dan Bisnis. Hingga kemudian saya berpikir, Bisnis dapat merangkul desain untuk mendukungbisnis di dunia digital dan produk-produk dalam bisnis saya adalah tentang literasi. Hmm.. Pilihanyan tepat, saya pun semakin mantap dengan passion ini.

Lalu kemudian saya berpikir, ingin menjadikan bisnis ini tidak sekedar bisnis, tetapi juga bisa bermanfaat bagi orang lain. Lalu jalan-jalanlah saya ke IG jualan teman yang sebagian keuntungannya didonasikan, lalu saya bertemu dengan satu istilah yang membuatku terpukau : SOCIAL ENTERPRISE.

Istilah inilah dan juka perkataan ibu tentang mengaktifkan imajinasi dalam membuat hexahouse yang membuatku tidak bisa tidur saking bersemangatnya mempelajari ini dan membangun hexahouse dalam imajinasiku.

Social enterprise adalah perusahaan/organisasi dimana berdagang tidak hanya untuk mencapai profit semata dan juga menggabungkan antara bisnis dan sosial. Kurang lebih seperti itu yang saya pahami saat ini dan masih harus banyak mendalaminya.

Maka saya akan membuat bisnis yang berkonsep social enterprice yangberfokus pada dunia parenting dan literasi. Mengapa memilih literasi ? Karena saya suka membaca dari kecil dan sedih ketika anak-anak jaman sekarang lebih mengenal gadget dibanding buku. Sementara buku-buku saat ini sangat variatif dan menarik bagi anak-anak, sayang jika tidak dikenalkan sejak dini. Apalagi saat ini minat baca di Indonesia tergolong rendah kan ya. Dan untuk mengenalkan dunia literasi pada anak-anak, tentulah lewat orang tua lebih dulu. Karena itu parenting tidak akan lepas dari proses ini.

Saya akan menjual buku dan mainan edukasi untuk mendukung tumbuh kembang anak, dimana sebagian dari keuntungannya saya sisihkan untuk donasi buku ataupun membuat kegiatan seperti story telling, dll. Selain itu, saya juga berencana membuat pinjam-sewa bukum untuk membantu orang tua dan anak-anak tetap membaca tanpa harus membeli dan mendukung gerakan 1000 buku sebelum 5 tahun. Untuk itulah saya membuat hexahouse di lantai pertama sebagai perpusatakaan dan pusat kegiatan anak, sekaligus display produk-produk dengan taman bercerita ditengahnya.

Reseller-reseller yang ada dibawah Sang Rabitha akan dirangkul seperti komunitas keluarga yang saling sharing dan memberi pelatihan-pelatihan untuk mendukung bisnis. Juga bersama membuat kegiatan sosial, parenting dan literasi. Sehingga tujuan dri social enterprise ini akan terwujud. Dimana semakin banyak customer - yang membeli buku dan mainan edukasi- maka semakin besar keuntungan dan semakin banyak donasi dan kegiatan sosial edukasi yang kami lakukan.

Bismillaah..

Inilah Hexahouse milikku, yang kuberi nama Sang Rabitha...




Atau bisa ke link : Video Hexahouse


Sabtu, 25 Juli 2020

Lembar Kegiatan Harian Ghaza

Bismillaah..

Kemarin Umma menerima materi online dari sekolah payung Ghaza, dan mendapat lembar kegiatan harian untuk anak. Saat melihatnya, WOW begitu tangapan Umma. Tapi kemudian Umma melihat ini sebagai tantangan untuk belajar disiplin lagi buat Umma pribadi dan juga mempersiapkan pola hidup yang baik untuk Ghaza. So, Umma siap menerima tantangan ini.

Dari file excel yang diberikan, target untuk anak usia KB adalah pengenalan dengan presentasi 25% dari seluruh bintang yang didapatkan. Umma pun membuat target seperti gambar d bawah ini agar memudahkan Umma untuk melihat tantangannya dibagian apa saja dan hal apa yang sudah atau akan Umma capai.

Lembar Kegiatan Ghaza juli

Ini tadi sudah Umma sampaikan dan sepakati bersama Ghaza, insya Allah Ghaza siap. Ini tinggal menunggu Abah pulang untuk meminta persetujuan abah. Bagaimana praktekknya ? Insya Allah akan Umma sharing di sini buat catatan belajar Umma dan Ghaza.



Palu, 25 juli 2020
5:49 WITA

Selasa, 07 Juli 2020

Merayakan Kemajuan | Pekan 7

Bismillaah..


Tugas kali ini menyenangkan dan tetap saja membutuhkan muhasabah juga waktu khusus. Kenapa waktu khusus ? Karena kali ini saya akan menulis surat buat mentorku tersayang. Sebelum itu, saya lebih dulu mendapatkan surat dari mentor dan isinya seperti biasa menenangkan dan menyenangkan. Mbak Nike memang paling bisa memotivasi dengan cara khas beliau. Dan berikut kemajuan yang kami berdua rayakan lewat surat masing-masing :

Kemajuan mentee : http://bit.ly/FeedbackuntukRatiRahmawati

Kemajuan mentor : bit.ly/Dearmbaknike

Dan inilah kupu-kupu terbaik versi Rati ;)


Biru adalah warna favoritku, maka kupu-kupu versi terbaikku harus berwarna biru hehehe
Biru berbagai variasi warna menunjukkan berbagai hal baik, bermanfaat dan indah yang telah saya lewati dalam program ini. Diselingi sedikit warna hitam yang menandakan bahwa ada beberapa kesalahan yang saya lakukan dan itu harus dirayakan dengan memasukkan kedalam kuu-kupu versi terbaikku.

Dan inilah saya, Rati Rahmawati.. Kupu-kupu yang bersiap mengepakkan sayap menuju dunia yang luas :)

Selasa, 30 Juni 2020

Master Mind | Pekan 6

Bismillaah..

Tugas pekan ini mengharu biru, ingin rasanya menangisi waktu yang sudah berlalu huhuhuhu hiks. Tapi ini bukan saatnya melihat kebelakang dan merayakan kesalahan lagi, melainkan saatnya fokus pada kemajuan yang sudaj saya lakukan pekan ini.

Yaaah, begitulah.. Pekan ini si bungsu rewel berhari-hari setelah demamnya, rupanya karena gigi yang mau tumbuh. Qodarullaah..
Dan alhamdulillah dikuatkan oleh mentorku, mbak Nike..
Saya menganalogikan hari² yang saya lalui pada master mind diatas dengan cuaca. Dan mentor saya sebagai RUMAHnya, rumah yang melindungiku dari berbagai cuaca. Mau cuacanya cerah atau hujan, mbak Nike dengan senang hati akan mengapresiasi dan menenangkan saya. Maasya Allah... Senangnya..
Jazakillah khoir mbak Nike...💐

Dan inilah satu Doodle Literasi dari Butterfly Project yang berhasil saya buat pekan ini :


Insya Allah akan meneruskan kesuksesan hari ini dihari esok, agar tidak merugi.
Terima kasih Ibu dan tim Buncek juga Institut ❤️

Senin, 22 Juni 2020

False Celebration | Pekan 5





Bismillaah..



Hampir disetiap tugas kelas Bunda Cekatan "memaksa" saya untuk muhasabah diri. Yang awalnya muhasabah tentang tugas hingga kemudian prakteknya dalam kehidupanku.

Dan kali ini pun seperti itu, saya muhasabah lagi dan menemukan banyak kesalahan. Kesalahan-kesalahan yang harus dirayakan, karena saya berhasil menemukannya lewat kelas ini. Dari kesalahan² tersebut saya kemudian membuat hal-hal yang harus saya perbaiki, pelajari dan hindari. Alhamdulillah...

Mendengarkan penjelasan ibu kemarin membuat saya punya keberanian untuk mengakui kesalahan bahkan berusaha untuk mencarinya lagi dan lagi.
Seperti yg saya katakan dijurnal sebelumnya, bahwa saya sangat bersyukur dengan pilihan bidang dan mentor saya saat ini. Semuanya berurutan dan passsss.. hanya saja kesalahan mulai saya lakukan dipekan kemarin yang tentu saja terlihat dari jurnal yang polos tanpa polesan kata dan gambar.

Iya, pekan kemarin saya diserang rasa "malas". Mungkin karena saya fokus pada hal lain dan bersemangat mengurai tantangannya, akhirnya saya merasa tidak punya waktu untuk meneruskan Doodle Literasi pada Butterfly Project yang saya tuliskan. Sehingga yang seharusnya pekan kemarin Doodle Literasi tentang Tahap telur-telur sudah selesai, tapi sama sekali belum saya lanjutkan lagi. Saya kehabisan ide, tidak punya keinginan untuk mendengarkan materi, dan tidak pula membuat coretan lanjutannya. Tetapi beban kerja juga pikiran pekan kemarin membuat saya memilih sedikit menggambar dan tentu saja hal itu membuatku tenang. 

Aaah, saya tdk konsisten dengan waktu yang sudah saya rencanakan dan juga target² yang sudah saya susun.
Diriku, mentorku, Ibu Septi, maafkan saya...
Saya merasa bersalah karena tidak bisa mempertanggungjawabkan apa yang sudah saya tulis. Untuk itu, saya bertekad untuk berusaha mengembalikan semangat untuk belajar dan berlatih Doodle Literasi lagi dan disiplin terhadap jadwal yang sudah saya buat. Saya juga sudah menempelkan tugas pekan ke 2 yg berisi langkah, jadwal dan dealine di dinding, tepat depan meja belajar. Agar mudah saya mengingatnya dan bertanggungjawab!

Oiya, saya juga sempat tergoda dengan kelas² online yang berseliweran di media sosial. Kelas fotografi dan design grafis sangat menarik bagi saya. Apalagi melihat karya teman² yang keren² setelah mengikuti kelasnya. Maasya Allah...
Hmm, tapi saat melihat target "fokus ke dunia digital" masuk dijadwal tahun depan, sayapun memantapkan hati untuk berkata, "menarik memang, tapi untuk sekarang saya tidak tertarik." Saya harus fokus pada tujuan dan menambah jam terbang saya. Meskipun saat ini sedang belajar mendesain di mini project membuat flashcard bersama shiwachi, tapi saya hanya ingin sekedar belajar dan belum akan fokus dengannya. Bisa menjadi sarana belajar padu padan warna dan mengeksplor doodle² yang sudah saya buat.

Alhamdulillah...
Akhirnya langkahku tegap lagi ibuuu, senang rasanya bisa kembali berjalan menuju tujuan.

Terima kasih juga buat mentorku yang sudah mau mendengarkan dan menerima kesalahan²ku...

Yup, Selamat merayakan kesalahan kupu-kupu muda ❤️
Semangat mengokohkan sayap agar tak mudah rapuh disegala cuaca ❤️

Selasa, 16 Juni 2020

Check In & Eksplorasi | Pekan 4

Bismillaah..

Waktunya muhasabah tentang proses mentorship ini, dan saya bersyukur sudah sampai ke tahap ini bersama mentor saya saat ini. Muali dari memilih bidang yang akan saya lewati, memilih mentor dan prosesnya hingga saat ini saya syukuri. Semuanya rasanya tepat, meskipun bukan berarti berjalan dengan mulus.

Mungkin karena bidang ini adalah hal yang baru bagi saya, juga ilmu-ilmu tentang proses mentorship ini adalah yang pertama bagi saya, jadi kadang saya bingung bagaimana menjawab pertanyaan-pertanyaan dari mentor.  Alhamdulillah justru ini menjadi peluang bagi saya untuk menyediakan waktu khusus untuk menemukan jawabannya. Saya belajar dan belajar lagi. Mungkin inilah alasan ibu meminta para mentor untuk tidak menyuapi menteenya dengan materi, tetapi dengan pertanyaan.

Alhamdulillah..
Terima kasih Ibu Septi..
Terima kasih menteeku sayang..

Selasa, 09 Juni 2020

3. Melangkah sesuai target | Kupu-kupu

Bismillaah..

Yeaaay akhirnya menulis jurnal lagi 🤩
Jurnal kali ini tidak begitu rumit, hanya memerlukan waktu untuk membuat doodle literasinya, karena beberapa pekan kemarin saya sudah membuat beberapa coretan sesuai dengan petunjuk program mentorship di messenger. Selama program mentorship ini saya akan membuat catatan belajar selama di kelas Bunda Cekatan yang saya namakan dengan Butterfly Project..

Alhamdulillah setelah beberapa kali berdiskusi dengan mbak Nike, akhirnya jadilah tugas kali ini yang saya modifikasi sedikit ke dalam doodle literasi ala saya...



Jumat, 15 Mei 2020

2. Mentoship : Tujuan & Mengukur Kemampuan | Kupu-kupu

Bismillaah...

Obrolan pekan ini bersama mentorku dibuka dengan membicarakan seputar tujuan yang ingin saya capai. Saya pun diberi kesempatan untuk mencari cara untuk menemukan tujuanku. Saya buat dalam bentuk mind mapping untuk menguraikan isi kepala hehe


Setelah itu, berdasarkan tugas pekan ini saya dan mentor membuat janji untuk mencoba video call yang sayangnya pada waktu janjian saya todak bisa hadir krn suami sakit sejak malam sebelumnya. Tentu saja setelah saya mengabarkan ke mentor lebih dulu. Mentor pun menawarkan untuk membuat video dan mengirimkannya, dengan begitu bisa lebih fleksibel sesuai waktu masing-masing.

Alhamdulillah berhasil membuat video di tengah si bungsu yang sibuk mondar-mandir hihi. Dalam video tersebut saya menjelaskan tentang perjalanan saya mengenal doodle sambil berusaha menilai tingkat keahlian yang saya miliki. Kurang lebih seperti ini :



Dan bahagia sekali rasanya mendapatkan balasan video dari Mbak Nike 😍 Maasya Allah..
Alhamdulillaah.. Senang sekali bisa memasuki tahap ini. Bersyukur semakin jauh mengikuti kelas ini, mind map saya juga semakin mengerucut dan pilihannya adalah doodle literasi.

Jumat, 08 Mei 2020

1. Mentee & Mentor | Kupu-kupu

Bismillaah..

Perjalanan menjadi kupu-kupu ternyata bukan hal yang mudah. Iyayaa, selain misi² dari Ibu yang selalu penuh kejutan, sampai ditahap ini tentu paham sejak menjadi telur pun bukanlah hal yang mudah. Daan, makin kesini semakin menantang. Apalagi pengalaman pekan ini 😆

Alhamdulillah perjalanan menemukan mentor tidak begitu sulit. Ada beberapa nama mentor yang familiar dalam doodle art, dan salah satunya adalah Mbak Nike yang sudah sy follow di IG sejak memutuskan ingin mempelajari doodle. Potluck beliau juga termasuk salah satu makanan yang saya pilih sebelumnya dan sudah sempat saya ajak kenalan d camping ground namun blm sempat ngobrol banyak. Jadi saat melihat nama mbak Nike di daftar mentor, waaaah kesempatan ini tentu tdk sy lewatkan. Alhamdulillah diterima dgn ramah oleh mbak Nike dan ngobrol panjang tentang doodle. Dan kami sama² tertarik pd doodle literasi ❤️ Mbak Nike jg memberi beberapa tips yang langsung sy praktekkan saat membuat Qur'an Journaling. Ini dia hasilnya...



Itu tadi perjalanan menemukan mentor, bgmn dgn mentee ? Nah disinilah tantangannya. Setelah merenung semalaman tentang  topik yang akan saya bawakan, akhirnya sy memutuskan untuk memilih topik dunia literasi, khususnya membaca menyenangkan bersama anak. Sayangnya, menunggu dan menunggu tak satupun chat masuk. Kemudian sy mencari d daftar mentee juga tdk menemukan topik yg sama. Tapi saya menemukan satu topik yang insya Allah saya mampu menjadi mentornya. Yaitu tajwid Al-Qur'an.. saya pun konsul ke KAHIMA apakah sy boleh mengganti topik, beliau mengijinkan. Lalu sy mengganti topik dan melamar mentee tsb melalui chat.
Lagi lagi, menunggu dan menunggu. Chatku cuma dibaca tanpa ada balasan. Sy berhusnudzon mungkin beliau sedang sibuk atau lg berpikir cocok tdknya hihi.
Krn tdk juga mendapat balasan, sy pun mencoba chat kembali untuk mengkonfirmasi dan alhamdulillah kali ini mendapat balasan. Dan ditolak krn beliau sdh mendapat mentor...

Selanjutnya promo² ke kolom komentar yang disediakan Mak Ika, dan sampai sekarang belum menemukan mentee..
Alhamdulillah 'ala kulli haal...
Setidaknya sy telah siap menjadi mentor meskipun blm mewujudkannya. Toh tujuan kali ini adalah kesiapannya.

Terima kasih yaa ibu dan tim. Yang selalu punya cara untuk membuatku percaya kepada diri sendiri ❤️
Tidak bs menjadi mentor tdk mengapa, insya Allag saya akan memaksimalkan diri menjadi mentee 💪 Nantikan hasil karyaku selanjutnya dalam tahap kupu-kupu ini yaa ❤️ Mohon doanya 🥰

Selasa, 28 April 2020

Aliran Rasa Tahap Kepompong

Bismillah

Alhamdulillah bersyukur bisa menjalani puasa sebelum puasa yang berdampak baik pada Ramadan kali ini. Meskipun pekan-pekan sebelumnya puasa gadget mendapatkan banyak badge merah, namun di pekan keempat kali ini mulai terbiasa dan terasa manfaatnya. Dengan begitu Ramadhan menjadi lebih maksimal Insya Allah. Selanjutnya saya akan mencoba untuk melanjutkan puasa "meninggikan intonasi" pada Ramadan kali ini, Semoga berhasil ya, aamiin..

Saya juga bersyukur karena telah menjalankan tantangan selama 30 hari berturut-turut dan masih berlanjut hingga saat ini. Meskipun dihari terakhir setoran ternyata terlewat 46 detik dan tdk berhasil mendapatkan badge terbaik, tp tidak mengapa, bisa lulus dan melanjutkan ke tahap kupu-kupu pun saya sangat bersyukur. Bisa menimba ilmu langsung dari IBU itu sesuatu yang sangat saya syukuri.

Selain itu, saya sendiri sudah merasakan manfaat dari berlatih setiap hari. Dari yang dulunya saya berpikir bahwa "saya tidak bisa menggambar" menjadi "ternyata saya bisa menggambar". Berawal dari sesuatu yang saya sukai. Suka melihat doodle literasi dan suka belajar, membuat saya juga ingin merapikan catatan dan membuatnya lebih menarik agar sesuai dengat tipe belajar saya yang visual. Alhamdulillah, ternyata mimpi ingin punya toko foto copy krn sangat suka dengan peralatan stationery bs tersalurkan lewat hobi ini. Semoga kelak bisa punya toko yaa, aamiin...

Oiya, lewat kesempatan ini saya ingin membuat catatan kecil tentang apa yang sudah saya pelajari dalam proses berlatih selama 30hr ini. Berharap ketika nantinya dapat menyemangati saya dan juga teman-teman yang selama ini ingin berlatih menggambar tapi takut untuk memulai.

1. Mulai saja dulu jangan ditunda
2. Mulai saja dulu Jangan pikirkan salah atau benar, bagus atau tidak, ambil alat tulis dan mulailah mencoret.
3. Dalam seni itu tidak ada aturan baku maka tidak ada salah atau benar. Maka jangan takut salah apalagi berpatokan pada sesuatu.
4. Meskipun kita masih dalam tahap mengamati, metiru dan memodifikasi, apapun yang kita amati kita akan tetap membuat doodle ala kita. Tidak perlu mencoba sama persis dengan apa yang kita amati, maka jangan khawatir! mulai saja dulu.
5. Saat memulai kemudian ada sesuatu yang tidak sesuai dengan yang kita inginkan jangan buru-buru untuk mengganti kertas, lanjutkan saja dulu, terus kan sampai selesai. Kadang, akan terlihat indah setelah gambarnya lengkap. Setelahnya baru diperbaiki lagi atau ambil kertas yang baru, dan ulangi lagi.
6. Nah di kertas yang baru, belajarlah menyesuaikan kembali spt apa yg kita inginkan. Belajar dari kertas sebelumnya, dan lakukan lebih baik lagi.
7. Mulai sekarang!


Dan akhir kata, terima kasih untuk Ibu, para inspirasi dan tim Buncek juga Kahima keceku 😘 Smg segala ilmu yg teramalkan dibalas kebaikan berlimpah buat semuanya ❤️

Selamat menjadi kupu-kupu Rati.. 🦋

Hexahouse SANG RABITHA

Jurnal Pekan 1 - Hexagon City - Bunda Produktif


Bismillaah..

Setelah mendengarkan cerita Ibu tentang tugas dipekan pertama, saya jadi berpikir apa benar saya telah memilih passion yang tepat ? Sebelumnya saya sempat bingung menentukan pilihan pada Desain, Literasi dan Bisnis. Hingga kemudian saya berpikir, Bisnis dapat merangkul desain untuk mendukungbisnis di dunia digital dan produk-produk dalam bisnis saya adalah tentang literasi. Hmm.. Pilihanyan tepat, saya pun semakin mantap dengan passion ini.

Lalu kemudian saya berpikir, ingin menjadikan bisnis ini tidak sekedar bisnis, tetapi juga bisa bermanfaat bagi orang lain. Lalu jalan-jalanlah saya ke IG jualan teman yang sebagian keuntungannya didonasikan, lalu saya bertemu dengan satu istilah yang membuatku terpukau : SOCIAL ENTERPRISE.

Istilah inilah dan juka perkataan ibu tentang mengaktifkan imajinasi dalam membuat hexahouse yang membuatku tidak bisa tidur saking bersemangatnya mempelajari ini dan membangun hexahouse dalam imajinasiku.

Social enterprise adalah perusahaan/organisasi dimana berdagang tidak hanya untuk mencapai profit semata dan juga menggabungkan antara bisnis dan sosial. Kurang lebih seperti itu yang saya pahami saat ini dan masih harus banyak mendalaminya.

Maka saya akan membuat bisnis yang berkonsep social enterprice yangberfokus pada dunia parenting dan literasi. Mengapa memilih literasi ? Karena saya suka membaca dari kecil dan sedih ketika anak-anak jaman sekarang lebih mengenal gadget dibanding buku. Sementara buku-buku saat ini sangat variatif dan menarik bagi anak-anak, sayang jika tidak dikenalkan sejak dini. Apalagi saat ini minat baca di Indonesia tergolong rendah kan ya. Dan untuk mengenalkan dunia literasi pada anak-anak, tentulah lewat orang tua lebih dulu. Karena itu parenting tidak akan lepas dari proses ini.

Saya akan menjual buku dan mainan edukasi untuk mendukung tumbuh kembang anak, dimana sebagian dari keuntungannya saya sisihkan untuk donasi buku ataupun membuat kegiatan seperti story telling, dll. Selain itu, saya juga berencana membuat pinjam-sewa bukum untuk membantu orang tua dan anak-anak tetap membaca tanpa harus membeli dan mendukung gerakan 1000 buku sebelum 5 tahun. Untuk itulah saya membuat hexahouse di lantai pertama sebagai perpusatakaan dan pusat kegiatan anak, sekaligus display produk-produk dengan taman bercerita ditengahnya.

Reseller-reseller yang ada dibawah Sang Rabitha akan dirangkul seperti komunitas keluarga yang saling sharing dan memberi pelatihan-pelatihan untuk mendukung bisnis. Juga bersama membuat kegiatan sosial, parenting dan literasi. Sehingga tujuan dri social enterprise ini akan terwujud. Dimana semakin banyak customer - yang membeli buku dan mainan edukasi- maka semakin besar keuntungan dan semakin banyak donasi dan kegiatan sosial edukasi yang kami lakukan.

Bismillaah..

Inilah Hexahouse milikku, yang kuberi nama Sang Rabitha...




Atau bisa ke link : Video Hexahouse


Lembar Kegiatan Harian Ghaza

Bismillaah..

Kemarin Umma menerima materi online dari sekolah payung Ghaza, dan mendapat lembar kegiatan harian untuk anak. Saat melihatnya, WOW begitu tangapan Umma. Tapi kemudian Umma melihat ini sebagai tantangan untuk belajar disiplin lagi buat Umma pribadi dan juga mempersiapkan pola hidup yang baik untuk Ghaza. So, Umma siap menerima tantangan ini.

Dari file excel yang diberikan, target untuk anak usia KB adalah pengenalan dengan presentasi 25% dari seluruh bintang yang didapatkan. Umma pun membuat target seperti gambar d bawah ini agar memudahkan Umma untuk melihat tantangannya dibagian apa saja dan hal apa yang sudah atau akan Umma capai.

Lembar Kegiatan Ghaza juli

Ini tadi sudah Umma sampaikan dan sepakati bersama Ghaza, insya Allah Ghaza siap. Ini tinggal menunggu Abah pulang untuk meminta persetujuan abah. Bagaimana praktekknya ? Insya Allah akan Umma sharing di sini buat catatan belajar Umma dan Ghaza.



Palu, 25 juli 2020
5:49 WITA

Merayakan Kemajuan | Pekan 7

Bismillaah..


Tugas kali ini menyenangkan dan tetap saja membutuhkan muhasabah juga waktu khusus. Kenapa waktu khusus ? Karena kali ini saya akan menulis surat buat mentorku tersayang. Sebelum itu, saya lebih dulu mendapatkan surat dari mentor dan isinya seperti biasa menenangkan dan menyenangkan. Mbak Nike memang paling bisa memotivasi dengan cara khas beliau. Dan berikut kemajuan yang kami berdua rayakan lewat surat masing-masing :

Kemajuan mentee : http://bit.ly/FeedbackuntukRatiRahmawati

Kemajuan mentor : bit.ly/Dearmbaknike

Dan inilah kupu-kupu terbaik versi Rati ;)


Biru adalah warna favoritku, maka kupu-kupu versi terbaikku harus berwarna biru hehehe
Biru berbagai variasi warna menunjukkan berbagai hal baik, bermanfaat dan indah yang telah saya lewati dalam program ini. Diselingi sedikit warna hitam yang menandakan bahwa ada beberapa kesalahan yang saya lakukan dan itu harus dirayakan dengan memasukkan kedalam kuu-kupu versi terbaikku.

Dan inilah saya, Rati Rahmawati.. Kupu-kupu yang bersiap mengepakkan sayap menuju dunia yang luas :)

Master Mind | Pekan 6

Bismillaah..

Tugas pekan ini mengharu biru, ingin rasanya menangisi waktu yang sudah berlalu huhuhuhu hiks. Tapi ini bukan saatnya melihat kebelakang dan merayakan kesalahan lagi, melainkan saatnya fokus pada kemajuan yang sudaj saya lakukan pekan ini.

Yaaah, begitulah.. Pekan ini si bungsu rewel berhari-hari setelah demamnya, rupanya karena gigi yang mau tumbuh. Qodarullaah..
Dan alhamdulillah dikuatkan oleh mentorku, mbak Nike..
Saya menganalogikan hari² yang saya lalui pada master mind diatas dengan cuaca. Dan mentor saya sebagai RUMAHnya, rumah yang melindungiku dari berbagai cuaca. Mau cuacanya cerah atau hujan, mbak Nike dengan senang hati akan mengapresiasi dan menenangkan saya. Maasya Allah... Senangnya..
Jazakillah khoir mbak Nike...💐

Dan inilah satu Doodle Literasi dari Butterfly Project yang berhasil saya buat pekan ini :


Insya Allah akan meneruskan kesuksesan hari ini dihari esok, agar tidak merugi.
Terima kasih Ibu dan tim Buncek juga Institut ❤️

False Celebration | Pekan 5





Bismillaah..



Hampir disetiap tugas kelas Bunda Cekatan "memaksa" saya untuk muhasabah diri. Yang awalnya muhasabah tentang tugas hingga kemudian prakteknya dalam kehidupanku.

Dan kali ini pun seperti itu, saya muhasabah lagi dan menemukan banyak kesalahan. Kesalahan-kesalahan yang harus dirayakan, karena saya berhasil menemukannya lewat kelas ini. Dari kesalahan² tersebut saya kemudian membuat hal-hal yang harus saya perbaiki, pelajari dan hindari. Alhamdulillah...

Mendengarkan penjelasan ibu kemarin membuat saya punya keberanian untuk mengakui kesalahan bahkan berusaha untuk mencarinya lagi dan lagi.
Seperti yg saya katakan dijurnal sebelumnya, bahwa saya sangat bersyukur dengan pilihan bidang dan mentor saya saat ini. Semuanya berurutan dan passsss.. hanya saja kesalahan mulai saya lakukan dipekan kemarin yang tentu saja terlihat dari jurnal yang polos tanpa polesan kata dan gambar.

Iya, pekan kemarin saya diserang rasa "malas". Mungkin karena saya fokus pada hal lain dan bersemangat mengurai tantangannya, akhirnya saya merasa tidak punya waktu untuk meneruskan Doodle Literasi pada Butterfly Project yang saya tuliskan. Sehingga yang seharusnya pekan kemarin Doodle Literasi tentang Tahap telur-telur sudah selesai, tapi sama sekali belum saya lanjutkan lagi. Saya kehabisan ide, tidak punya keinginan untuk mendengarkan materi, dan tidak pula membuat coretan lanjutannya. Tetapi beban kerja juga pikiran pekan kemarin membuat saya memilih sedikit menggambar dan tentu saja hal itu membuatku tenang. 

Aaah, saya tdk konsisten dengan waktu yang sudah saya rencanakan dan juga target² yang sudah saya susun.
Diriku, mentorku, Ibu Septi, maafkan saya...
Saya merasa bersalah karena tidak bisa mempertanggungjawabkan apa yang sudah saya tulis. Untuk itu, saya bertekad untuk berusaha mengembalikan semangat untuk belajar dan berlatih Doodle Literasi lagi dan disiplin terhadap jadwal yang sudah saya buat. Saya juga sudah menempelkan tugas pekan ke 2 yg berisi langkah, jadwal dan dealine di dinding, tepat depan meja belajar. Agar mudah saya mengingatnya dan bertanggungjawab!

Oiya, saya juga sempat tergoda dengan kelas² online yang berseliweran di media sosial. Kelas fotografi dan design grafis sangat menarik bagi saya. Apalagi melihat karya teman² yang keren² setelah mengikuti kelasnya. Maasya Allah...
Hmm, tapi saat melihat target "fokus ke dunia digital" masuk dijadwal tahun depan, sayapun memantapkan hati untuk berkata, "menarik memang, tapi untuk sekarang saya tidak tertarik." Saya harus fokus pada tujuan dan menambah jam terbang saya. Meskipun saat ini sedang belajar mendesain di mini project membuat flashcard bersama shiwachi, tapi saya hanya ingin sekedar belajar dan belum akan fokus dengannya. Bisa menjadi sarana belajar padu padan warna dan mengeksplor doodle² yang sudah saya buat.

Alhamdulillah...
Akhirnya langkahku tegap lagi ibuuu, senang rasanya bisa kembali berjalan menuju tujuan.

Terima kasih juga buat mentorku yang sudah mau mendengarkan dan menerima kesalahan²ku...

Yup, Selamat merayakan kesalahan kupu-kupu muda ❤️
Semangat mengokohkan sayap agar tak mudah rapuh disegala cuaca ❤️

Check In & Eksplorasi | Pekan 4

Bismillaah..

Waktunya muhasabah tentang proses mentorship ini, dan saya bersyukur sudah sampai ke tahap ini bersama mentor saya saat ini. Muali dari memilih bidang yang akan saya lewati, memilih mentor dan prosesnya hingga saat ini saya syukuri. Semuanya rasanya tepat, meskipun bukan berarti berjalan dengan mulus.

Mungkin karena bidang ini adalah hal yang baru bagi saya, juga ilmu-ilmu tentang proses mentorship ini adalah yang pertama bagi saya, jadi kadang saya bingung bagaimana menjawab pertanyaan-pertanyaan dari mentor.  Alhamdulillah justru ini menjadi peluang bagi saya untuk menyediakan waktu khusus untuk menemukan jawabannya. Saya belajar dan belajar lagi. Mungkin inilah alasan ibu meminta para mentor untuk tidak menyuapi menteenya dengan materi, tetapi dengan pertanyaan.

Alhamdulillah..
Terima kasih Ibu Septi..
Terima kasih menteeku sayang..

3. Melangkah sesuai target | Kupu-kupu

Bismillaah..

Yeaaay akhirnya menulis jurnal lagi 🤩
Jurnal kali ini tidak begitu rumit, hanya memerlukan waktu untuk membuat doodle literasinya, karena beberapa pekan kemarin saya sudah membuat beberapa coretan sesuai dengan petunjuk program mentorship di messenger. Selama program mentorship ini saya akan membuat catatan belajar selama di kelas Bunda Cekatan yang saya namakan dengan Butterfly Project..

Alhamdulillah setelah beberapa kali berdiskusi dengan mbak Nike, akhirnya jadilah tugas kali ini yang saya modifikasi sedikit ke dalam doodle literasi ala saya...



2. Mentoship : Tujuan & Mengukur Kemampuan | Kupu-kupu

Bismillaah...

Obrolan pekan ini bersama mentorku dibuka dengan membicarakan seputar tujuan yang ingin saya capai. Saya pun diberi kesempatan untuk mencari cara untuk menemukan tujuanku. Saya buat dalam bentuk mind mapping untuk menguraikan isi kepala hehe


Setelah itu, berdasarkan tugas pekan ini saya dan mentor membuat janji untuk mencoba video call yang sayangnya pada waktu janjian saya todak bisa hadir krn suami sakit sejak malam sebelumnya. Tentu saja setelah saya mengabarkan ke mentor lebih dulu. Mentor pun menawarkan untuk membuat video dan mengirimkannya, dengan begitu bisa lebih fleksibel sesuai waktu masing-masing.

Alhamdulillah berhasil membuat video di tengah si bungsu yang sibuk mondar-mandir hihi. Dalam video tersebut saya menjelaskan tentang perjalanan saya mengenal doodle sambil berusaha menilai tingkat keahlian yang saya miliki. Kurang lebih seperti ini :



Dan bahagia sekali rasanya mendapatkan balasan video dari Mbak Nike 😍 Maasya Allah..
Alhamdulillaah.. Senang sekali bisa memasuki tahap ini. Bersyukur semakin jauh mengikuti kelas ini, mind map saya juga semakin mengerucut dan pilihannya adalah doodle literasi.

1. Mentee & Mentor | Kupu-kupu

Bismillaah..

Perjalanan menjadi kupu-kupu ternyata bukan hal yang mudah. Iyayaa, selain misi² dari Ibu yang selalu penuh kejutan, sampai ditahap ini tentu paham sejak menjadi telur pun bukanlah hal yang mudah. Daan, makin kesini semakin menantang. Apalagi pengalaman pekan ini 😆

Alhamdulillah perjalanan menemukan mentor tidak begitu sulit. Ada beberapa nama mentor yang familiar dalam doodle art, dan salah satunya adalah Mbak Nike yang sudah sy follow di IG sejak memutuskan ingin mempelajari doodle. Potluck beliau juga termasuk salah satu makanan yang saya pilih sebelumnya dan sudah sempat saya ajak kenalan d camping ground namun blm sempat ngobrol banyak. Jadi saat melihat nama mbak Nike di daftar mentor, waaaah kesempatan ini tentu tdk sy lewatkan. Alhamdulillah diterima dgn ramah oleh mbak Nike dan ngobrol panjang tentang doodle. Dan kami sama² tertarik pd doodle literasi ❤️ Mbak Nike jg memberi beberapa tips yang langsung sy praktekkan saat membuat Qur'an Journaling. Ini dia hasilnya...



Itu tadi perjalanan menemukan mentor, bgmn dgn mentee ? Nah disinilah tantangannya. Setelah merenung semalaman tentang  topik yang akan saya bawakan, akhirnya sy memutuskan untuk memilih topik dunia literasi, khususnya membaca menyenangkan bersama anak. Sayangnya, menunggu dan menunggu tak satupun chat masuk. Kemudian sy mencari d daftar mentee juga tdk menemukan topik yg sama. Tapi saya menemukan satu topik yang insya Allah saya mampu menjadi mentornya. Yaitu tajwid Al-Qur'an.. saya pun konsul ke KAHIMA apakah sy boleh mengganti topik, beliau mengijinkan. Lalu sy mengganti topik dan melamar mentee tsb melalui chat.
Lagi lagi, menunggu dan menunggu. Chatku cuma dibaca tanpa ada balasan. Sy berhusnudzon mungkin beliau sedang sibuk atau lg berpikir cocok tdknya hihi.
Krn tdk juga mendapat balasan, sy pun mencoba chat kembali untuk mengkonfirmasi dan alhamdulillah kali ini mendapat balasan. Dan ditolak krn beliau sdh mendapat mentor...

Selanjutnya promo² ke kolom komentar yang disediakan Mak Ika, dan sampai sekarang belum menemukan mentee..
Alhamdulillah 'ala kulli haal...
Setidaknya sy telah siap menjadi mentor meskipun blm mewujudkannya. Toh tujuan kali ini adalah kesiapannya.

Terima kasih yaa ibu dan tim. Yang selalu punya cara untuk membuatku percaya kepada diri sendiri ❤️
Tidak bs menjadi mentor tdk mengapa, insya Allag saya akan memaksimalkan diri menjadi mentee 💪 Nantikan hasil karyaku selanjutnya dalam tahap kupu-kupu ini yaa ❤️ Mohon doanya 🥰

Aliran Rasa Tahap Kepompong

Bismillah

Alhamdulillah bersyukur bisa menjalani puasa sebelum puasa yang berdampak baik pada Ramadan kali ini. Meskipun pekan-pekan sebelumnya puasa gadget mendapatkan banyak badge merah, namun di pekan keempat kali ini mulai terbiasa dan terasa manfaatnya. Dengan begitu Ramadhan menjadi lebih maksimal Insya Allah. Selanjutnya saya akan mencoba untuk melanjutkan puasa "meninggikan intonasi" pada Ramadan kali ini, Semoga berhasil ya, aamiin..

Saya juga bersyukur karena telah menjalankan tantangan selama 30 hari berturut-turut dan masih berlanjut hingga saat ini. Meskipun dihari terakhir setoran ternyata terlewat 46 detik dan tdk berhasil mendapatkan badge terbaik, tp tidak mengapa, bisa lulus dan melanjutkan ke tahap kupu-kupu pun saya sangat bersyukur. Bisa menimba ilmu langsung dari IBU itu sesuatu yang sangat saya syukuri.

Selain itu, saya sendiri sudah merasakan manfaat dari berlatih setiap hari. Dari yang dulunya saya berpikir bahwa "saya tidak bisa menggambar" menjadi "ternyata saya bisa menggambar". Berawal dari sesuatu yang saya sukai. Suka melihat doodle literasi dan suka belajar, membuat saya juga ingin merapikan catatan dan membuatnya lebih menarik agar sesuai dengat tipe belajar saya yang visual. Alhamdulillah, ternyata mimpi ingin punya toko foto copy krn sangat suka dengan peralatan stationery bs tersalurkan lewat hobi ini. Semoga kelak bisa punya toko yaa, aamiin...

Oiya, lewat kesempatan ini saya ingin membuat catatan kecil tentang apa yang sudah saya pelajari dalam proses berlatih selama 30hr ini. Berharap ketika nantinya dapat menyemangati saya dan juga teman-teman yang selama ini ingin berlatih menggambar tapi takut untuk memulai.

1. Mulai saja dulu jangan ditunda
2. Mulai saja dulu Jangan pikirkan salah atau benar, bagus atau tidak, ambil alat tulis dan mulailah mencoret.
3. Dalam seni itu tidak ada aturan baku maka tidak ada salah atau benar. Maka jangan takut salah apalagi berpatokan pada sesuatu.
4. Meskipun kita masih dalam tahap mengamati, metiru dan memodifikasi, apapun yang kita amati kita akan tetap membuat doodle ala kita. Tidak perlu mencoba sama persis dengan apa yang kita amati, maka jangan khawatir! mulai saja dulu.
5. Saat memulai kemudian ada sesuatu yang tidak sesuai dengan yang kita inginkan jangan buru-buru untuk mengganti kertas, lanjutkan saja dulu, terus kan sampai selesai. Kadang, akan terlihat indah setelah gambarnya lengkap. Setelahnya baru diperbaiki lagi atau ambil kertas yang baru, dan ulangi lagi.
6. Nah di kertas yang baru, belajarlah menyesuaikan kembali spt apa yg kita inginkan. Belajar dari kertas sebelumnya, dan lakukan lebih baik lagi.
7. Mulai sekarang!


Dan akhir kata, terima kasih untuk Ibu, para inspirasi dan tim Buncek juga Kahima keceku 😘 Smg segala ilmu yg teramalkan dibalas kebaikan berlimpah buat semuanya ❤️

Selamat menjadi kupu-kupu Rati.. 🦋